Sharia Economic Forum yang sering dikenal dengan SEF, merupakan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Seiring bertumbuh kembangnya SEF sebagai penggiat Ekonomi Islam yang kian beranjak dewasa, SEF melalui sumber daya insani yang berkarakter tangguh, kreatif, serta ikhlas dan profesional. SEF selalu berupaya optimal untuk menghasilkan program-program berkualitas unggulan, inovatif, serta bermanfa’at untuk agama, bangsa, negara dan demi dunia yang lebih baik.

  • 9 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[BI Optimistis Keuangan Syariah Semakin Berkembang]

Bank Indonesia (BI) optimis industri keuangan syariah akan semakin berkembang di Indonesia. Bank sentral pun terus mendukung agar hal itu terjadi.

"Di Bank Indonesia pun, kita ada Departemen Keuangan Syariah. Kita sangat dukung," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal saat ditemui di Acara Anugerah Syariah Republika (ASR) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis, (8/11).

Lebih lanjut, Agusman menyatakan, langkah Republika mengadakan ASR sangat tepat. Pasalnya, itu semakin menunjukkan dedikasinya terhadap kemajuan keuangan syariah.

"Ini dedikasi yang sangat luar biasa dan strategis untuk ekonomi syariah. Khususnya bank syariah," kata Agusman.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan penguatan ekonomi dan keuangan syariah dapat dilakukan melalui pengembangan rantai nilai halal regional. Ini meliputi pengembangan ekosistem dari berbagai tingkatan usaha syariah, dari hulu ke hilir.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), secara khusus, terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan. Seperti penerapan sistem pertanian terintegrasi, pengembangan produk makanan halal, pengembangan kain tenun dan produk kerajinan daerah, serta pengembangan pariwisata halal.

Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2018 menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia, untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional. Dody  mengatakan potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu didukung oleh penguatan ekosistem rantai nilai halal.

Maka dalam hal ini, kata dia, diperlukan skema business matchinguntuk mendorong terhubungnya sisi penawaran produk usaha syariah. Dengan sisi permintaan dari pasar domestik, regional, maupun pasar global.

Sumber: Republika.co.id

(Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya)

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 2 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar
  • 26 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar
  • 19 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Potensi Wisatawan Muslim Milenial Capai 180 Miliar Dolar AS]

Potensi wisatawan Muslim milenial dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan  smartphone  untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara  online . 

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z. 

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017. 

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim.

Vice President Market Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017. 

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian. 

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha _(Read,Like and Share)_ setiap postingan di website ataupun media sosial. 

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 9 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[BI Optimistis Keuangan Syariah Semakin Berkembang]

Bank Indonesia (BI) optimis industri keuangan syariah akan semakin berkembang di Indonesia. Bank sentral pun terus mendukung agar hal itu terjadi.

"Di Bank Indonesia pun, kita ada Departemen Keuangan Syariah. Kita sangat dukung," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal saat ditemui di Acara Anugerah Syariah Republika (ASR) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis, (8/11).

Lebih lanjut, Agusman menyatakan, langkah Republika mengadakan ASR sangat tepat. Pasalnya, itu semakin menunjukkan dedikasinya terhadap kemajuan keuangan syariah.

"Ini dedikasi yang sangat luar biasa dan strategis untuk ekonomi syariah. Khususnya bank syariah," kata Agusman.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan penguatan ekonomi dan keuangan syariah dapat dilakukan melalui pengembangan rantai nilai halal regional. Ini meliputi pengembangan ekosistem dari berbagai tingkatan usaha syariah, dari hulu ke hilir.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), secara khusus, terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan. Seperti penerapan sistem pertanian terintegrasi, pengembangan produk makanan halal, pengembangan kain tenun dan produk kerajinan daerah, serta pengembangan pariwisata halal.

Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2018 menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia, untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional. Dody  mengatakan potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu didukung oleh penguatan ekosistem rantai nilai halal.

Maka dalam hal ini, kata dia, diperlukan skema business matchinguntuk mendorong terhubungnya sisi penawaran produk usaha syariah. Dengan sisi permintaan dari pasar domestik, regional, maupun pasar global.

Sumber: Republika.co.id

(Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya)

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 2 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[SBSN Bantu Peningkatan Pembiayaan Syariah]

Sukuk Negara menempati porsi 18 persen dari total Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia sejak 2008. Menurut Data Islamic Finance Development Report 2017 Thomson Reuters, porsi sukuk sebesar 16 persen dalam distribusi aset keuangan syariah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan pembiayaan dengan instrumen syariah saat ini menempati porsi 20 persen dari total pembiayaan. Ini termasuk sukuk dan pembiayaan perbankan juga lembaga keuangan syariah lainnya.

Ia yakin angka tersebut bisa berkembang dua kali lipat dalam 10 tahun kedepan. Pembiayaan dengan instrumen syariah akan sebanding dengan konvensional jika semua pihak berkolaborasi untuk mempopulerkannya.

"Kita bisa memperbesar pembiayaan syariah jika memperbanyak instrumen syariah, investor base dan bagaimana membesarkan lembaga keuangan syariah," kata dia dalam acara Satu Dasawarsa Sukuk Negara, Kamis (1/11).

Bank Indonesia, tambahnya, telah berupaya untuk menciptakan iklim yang ramah pada pertumbuhan pembiayaan keuangan syariah tersebut. Seperti menerbitkan sertifikat deposito syariah yang bisa diperdagangkan hingga aturan untuk lindung nilai syariah.

Perry juga membocorkan BI pun akan mengeluarkan sukuk BI namun masih dalam pembahasan. Sukuk ini adalah hasil inovasi dengan tenor pendek mulai bulanan bahkan mingguan. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

BI menilai beredarnya sukuk telah memperbaiki likuiditas di pasar sehingga berimbas positif pada kondisi makro ekonomi negara. Jadi sukuk tidak hanya membantu dalam pembiayaan sektor riil tapi juga memberi dampak pada likuiditas.

Kedepannya, Perry mengatakan BI mengharapkan peran perbankan syariah yang lebih luas di pasar. Perbankan jadi bukan hanya penghimpun dana masyarakat tapi juga mengarah pada sekuritas. Perbankan syariah bisa fokus pada upaya investasi untuk penyaluran dana, tidak hanya pembiayaan.

"Jadi lebih ke investment banking. Financing-nya tidak hanya loan tapi juga bisa membeli corporate bond, sukuk, dan lainnya, ini untuk mendorong peran," kata dia.

Selain itu, pengembangan keuangan syariah juga harus lebih luas. Tidak hanya perbankan saja tapi juga pengembangan jaringan ekonomi halal dari hulu ke hilir. "Tentu dari itu semua, paling penting adalah edukasi dan menyampaikan informasi, agar populer dan masyarakat ikut andil," katanya.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 26 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Baznas Luncurkan Program Mustahik Pengusaha]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Mustahik Pengusaha. Ini adalah program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik yang akan atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk.

Program Mustahik Pengusaha diawali dengan pemberdayaan kelompok usaha budidaya lele dan tanaman terong di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru mengatakan, program ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.

“Jenis usaha yang dijalankan berupa usaha skala rumah tangga seperti makanan ringan, kue, turunan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Kami juga mendukung bagi UMKM yang bergerak di bidang industri kreatif seperti batik, ukiran, konveksi, kerajinan tangan, desainer, periklanan, kesenian dan arsitektur,” katanya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/10).

Bantuan yang diberikan berupa modal usaha sebesar Rp 115 juta kepada 23 orang di kelompok budidaya lele di Kampung Bakung, Desa Karangpatri, Kecamatan Pabayuran. Sedangkan kelompok usaha pertanian budidaya terong di Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi yang beranggotakan 25 orang memperoleh bantuan sebesar Rp 180,9 juta atau berkisar antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta per orang.

“Bantuan modal untuk kelompok usaha budidaya lele akan digunakan untuk pembangunan kolam bioflok, pembelian benih lele, dan pengadaan pakan. Lokasi usaha kolam lele bioflok difokuskan pada satu lahan bersama,” katanya.

Sedangkan untuk usaha budidaya terong, modal usaha digunakan untuk pembelian bibit, pupuk, biaya perawatan dan penanganan pasca panen. Adapun dua kelompok usaha ini telah memiliki jaringan pasar sehingga anggota kelompok dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas usaha dan disiplin dalam usaha yang dilaksanakan.

Dalam pelaksanaan program ini, tim Baznas melalui Lembaga Pengembangan Ekonomi Mustahik (LPEM) juga melakukan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu faktor keberhasilan program untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha berjalan sesuai dengan rencana. Melalui kegiatan pendampingan ini, mustahik didorong untuk kreatif dan inovatif.

“Kegiatan pendampingan ini dilakukan melalui 3 tahapan, yakni tahap perintisan terdiri dari penumbuhan dan pembentukan kelompok, tahap penguatan untuk menumbuhkan aktivitas usaha dan kelompok penerima manfaat serta tahap pemandirian,” katanya.

Diharapkan dengan kegiatan peluncuran ini dapat memberikan motivasi usaha tidak hanya kepada anggota di dalam kelompok tapi juga masyarakat sekitar tempat usaha. “Selanjutnya untuk melakukan percepatan program ini, Baznas akan bersinergi dengan berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah dan Baznas di daerah setempat untuk membantu mustahik keluar dari kemiskinan,” kata Randi.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial. 

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 19 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Potensi Wisatawan Muslim Milenial Capai 180 Miliar Dolar AS]

Potensi wisatawan Muslim milenial dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan  smartphone  untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara  online . 

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z. 

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017. 

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim.

Vice President Market Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017. 

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian. 

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha _(Read,Like and Share)_ setiap postingan di website ataupun media sosial. 

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

Office

Jl. Kampung Gedong, RT 1/RW 4, Kemiri Muka, Beji, Depok – Indonesia

Phone

+62 857 157 14 157

Connected with Us!