Sharia Economic Forum yang sering dikenal dengan SEF, merupakan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Seiring bertumbuh kembangnya SEF sebagai penggiat Ekonomi Islam yang kian beranjak dewasa, SEF melalui sumber daya insani yang berkarakter tangguh, kreatif, serta ikhlas dan profesional. SEF selalu berupaya optimal untuk menghasilkan program-program berkualitas unggulan, inovatif, serta bermanfa’at untuk agama, bangsa, negara dan demi dunia yang lebih baik.

  • 14 Jun 2018

  • 0 Comments

  • Artikel

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Kami Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengucapkan;
"Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum"

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 SYAWAL 1439 H

Semoga Allah Menerima Semua Amal, Ibadah, dan Doa kita selama bulan Ramadan dan Semoga Allah Mengampuni Dosa Kita Semua.

Aamiin Allahumma Aamiin

  • 8 Jun 2018

  • 0 Comments

  • Open Recruitment
  • 19 Mar 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan
  • 28 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Peningkatan yang terjadi pada kesadaran masyarakat untuk berekonomi syariah beriringan dengan datangnya kritik-kritik kepada lembaga keuangan syariah itu sendiri. Karenanya, lembaga-lembaga keuangan syariah memiliki tantangan agar mampu membuktikan diri sebagai suatu solusi dunia perekonomian.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Mursida Rambe mengingatkan, lembaga keuangan syariah hadir tidak sekadar untuk berbisnis dan mencari keuntungan. Lebih dari itu, lembaga keuangan syariah harus menjadi satu edukasi bagi masyarakat.

Tentu, lanjut Rambe, edukasi yang diberikan kepada masyarakat agar bertransaksi sesuai dengan ketentuan syariah. Karenanya, ia menilai, lokakarya-lokakarya sangat mempermudah masyarakat memiliki pemahaman tentang ketentuan-ketentuan ekonomi syariah.

"Lembaga keuangan syariah harus menunjukkan kalau kita hadir untuk memberikan solusi bagi perekonomian nasional, sehingga kita dapat membuktikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Rambe, pada Lokakarya Akad dan Produk Lembaga Keuangan Syariah Sesuai Fatwa DSN-MUI, di Yogyakarta, Kamis (25/1).

Senada, CEO Amana Sharia Consulting, Ahmad Ilham Sholihin menekankan, akal manusia dalam mengaplikasikan ekonomi seharusnya memang tidak bertentangan dengan Alquran. Bila tidak, tentu akal itu sedang tidak sehat, dan sudut pandang itu tidak boleh di bolak-balik.

Untuk itu, ia menolak dugaan-dugaan lembaga keuangan syariah tidak masuk akal, sebagai alasan untuk tidak menerapkan sistem keuangan syariah tersebut. Ilham berharap pelaku-pelaku lembaga keuangan syariah memiliki pemahaman kuat sebagai modal mengaplikasikannya.

"Akal yang sehat itu tidak akan bertentangan dengan Alquran dan hadist," ujar Ilham.

Lokakarya ini diselenggarakan MES DIY bekerja sama dengan BPRS Barokah Dana Sejahtera. Kegiatan diikuti 110an praktisi perbankan syariah, pelaku-pelaku asuransi syariah, BMT, serta akademisi se-DIY.

Sumber: Republika.co.id

  • 14 Jun 2018

  • 0 Comments

  • Artikel

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Kami Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengucapkan;
"Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum"

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 SYAWAL 1439 H

Semoga Allah Menerima Semua Amal, Ibadah, dan Doa kita selama bulan Ramadan dan Semoga Allah Mengampuni Dosa Kita Semua.

Aamiin Allahumma Aamiin

  • 8 Jun 2018

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
[WE'RE HIRING]
We're looking for the gold generation. Is that you? Come and Join Us!
Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment SEF untuk Calon Pengurus Muda 2018.
Kesempatan ini terbuka untuk kamu mahasiswa Universitas Gunadarma, yang memiliki semangat tinggi dan ingin menjadi mahasiswa di atas rata-rata, dengan skill unggulan, baik hardskill maupun softskill.
Lalu, apakah kamu yang kami cari?
Siapkan dirimu untuk menjadi bagian dari Sharia Economic Forum(SEF)!
Daftarkan dirimu dan Isi data lengkapmu di form berikut:

sef.or.id/oprecsef2018

Batas Akhir Pendaftaran 21 Juni 2018, Pukul 23.59 WIB

Contact Person:  +6285715714157 (WA/SMS)
Untuk info lebih lanjut harap menghubungi Contact Person diatas
JADILAH BAGIAN DARI KAMI DAN BERSIAPLAH MENJADI MAHASISWA YANG PENUH KEBERMANFAATAN !!
KAMI TUNGGU!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
---------------------------------------------------------------
Visit us on social media! 
Twitter & IG: @KSEI_SEF
Fb/Path/Linkedin: Ksei SEF Gunadarma
Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
Line@: @KSEI_SEF
Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 19 Mar 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengikuti Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek 2018 yang berlangsung pada 05-09 Maret 2018 bertempat di Universitas UIN Syarif Hidayatullah. Temilreg merupakan ajang perlombaan bergengsi yang diikuti oleh setiap Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek. Ini merupakan agenda rutin FoSSEI (Forum Silaturahim Ekonomi Islam) yang dilaksanankan setiap tahunnya. Pada tahun ini Temilreg Jabodetabek 2018 mengangkat tema yang menarik dan sedang hangat-hangatnya pada saat ini, yaitu SMALL Enterprise for BIG Indonesia

Dalam event Temilreg Jabodetabek 2018 ini ada berbagai cabang perlombaan, diantaranya: Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ekonomi Islam, Pengembangan Ekonomi Islam, Video Ekonomi Islam, Business Appraisal, Kisah Inspiratif Muslimah dan Lomba Poster. Pada Temilreg Jabodetabek 2018 ini, SEF Universitas Gunadarma mengirimkan delegasinya untuk ikut serta dalam semua cabang lomba.

Hari pertama acara dibuka dengan opening Temilreg Jabodetabek 2018 dan Seminar Internasional yang berjudul Optimazing The Capability of Technology- Based SME in The Global Competition Era yang dipaparkan oleh Dr. Mohammad Daud Bakar, PhD, Dr. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP, Dr. Ahmad Sukro Tratmono, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, dan Mohd. Nasir Tajang, S.Ag., M.Si. Acara dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam.

Untuk cabang Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG mendelegasikan 2 Tim, yaitu Tim 1 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014), Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014), Taufik Ikhsan Muchlisyn (Ekonomi Syariah 2015), Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Mulyadi (Ekonomi Syariah 2015), dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Dalam babak penyisihan ini, kedua Tim SEF UG berhasil masuk ketahap semifinal.

Hari kedua, kedua Tim SEF UG berhasil masuk pada tahap semifinal. Dimana dalam semifinal terdapat 10 tim terbaik. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI).

Hari ketiga, Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Talkshow “Dialog Intelektual UMKM”. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Pengembangan Ekonomi Islam (PEI).

Hari keempat, Sedang berlangsung penyisihan Business Appraisal dan pengumuman 5 tim finalis Olimpiade Ekonomi Islam dan diataranya terdapat 2 tim SEF UG yang masuk ke tahap final yaitu Student Conference.

Pada hari terakhir ini, 5 Finalis yang berhasil melaju akan diberikan studi kasus dan harus mempresentasikan solusi dari studi kasus tersebut dalam waktu 15 menit, dengan tema Student Conference “Small Enterprises and Islamic Economic’s Solution”. Dalam teknis pelaksanaannya, finalis tidak hanya menjawab pertanyaan dari panelis, tetapi juga pertanyaan dari audiens. Kemudian dilanjutkan Sarasehan Alumni yaitu merupakan sharing session dari para alumni KSEI sebagai pembicara dan bersifat tertutup hanya untuk KSEI se-Jabodetabek. Acara internal ini mengundang pembicara dari para alumni untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bagi para anggota KSEI se- Jabodetabek. Dan pada malam harinya berlangsung agenda NIGHT AWARD, malam penghargaan untuk cabang perlombaan temilreg 2018. Sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara WESHARE – TEMILREG 2018. Dengan Tema: “The Glory of Sharia Economic” . Tiba saat pengumuman, SEF UG berhasil meraih Media Terbaik SE-JABODETABEK 2018. Selain meraih Media terbaik, SEF UG berhasil meraih juara 3 Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI) yang diwakili oleh Dwi Rahayu (Manajemen 2015), Eman (Akuntansi 2014), dan Endang Sulastri (Manajemen 2015). Selain itu SEF UG juga berhasil meraih Juara 3 Pengembangan Ekonomi Islam (PEI) yang diwakili oleh Abdul Roqqib (Akuntansi 2014), M. Wizly (Akuntansi 2015), dan Nuke Winandha (Manajemen 2014). Dan SEF UG berhasil mendapatkan penghargaan Dresscode Terbaik yang diawakili oleh Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Ade Putri Rahayu (Akuntansi 2016), dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).

 

 

  • 28 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Peningkatan yang terjadi pada kesadaran masyarakat untuk berekonomi syariah beriringan dengan datangnya kritik-kritik kepada lembaga keuangan syariah itu sendiri. Karenanya, lembaga-lembaga keuangan syariah memiliki tantangan agar mampu membuktikan diri sebagai suatu solusi dunia perekonomian.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Mursida Rambe mengingatkan, lembaga keuangan syariah hadir tidak sekadar untuk berbisnis dan mencari keuntungan. Lebih dari itu, lembaga keuangan syariah harus menjadi satu edukasi bagi masyarakat.

Tentu, lanjut Rambe, edukasi yang diberikan kepada masyarakat agar bertransaksi sesuai dengan ketentuan syariah. Karenanya, ia menilai, lokakarya-lokakarya sangat mempermudah masyarakat memiliki pemahaman tentang ketentuan-ketentuan ekonomi syariah.

"Lembaga keuangan syariah harus menunjukkan kalau kita hadir untuk memberikan solusi bagi perekonomian nasional, sehingga kita dapat membuktikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Rambe, pada Lokakarya Akad dan Produk Lembaga Keuangan Syariah Sesuai Fatwa DSN-MUI, di Yogyakarta, Kamis (25/1).

Senada, CEO Amana Sharia Consulting, Ahmad Ilham Sholihin menekankan, akal manusia dalam mengaplikasikan ekonomi seharusnya memang tidak bertentangan dengan Alquran. Bila tidak, tentu akal itu sedang tidak sehat, dan sudut pandang itu tidak boleh di bolak-balik.

Untuk itu, ia menolak dugaan-dugaan lembaga keuangan syariah tidak masuk akal, sebagai alasan untuk tidak menerapkan sistem keuangan syariah tersebut. Ilham berharap pelaku-pelaku lembaga keuangan syariah memiliki pemahaman kuat sebagai modal mengaplikasikannya.

"Akal yang sehat itu tidak akan bertentangan dengan Alquran dan hadist," ujar Ilham.

Lokakarya ini diselenggarakan MES DIY bekerja sama dengan BPRS Barokah Dana Sejahtera. Kegiatan diikuti 110an praktisi perbankan syariah, pelaku-pelaku asuransi syariah, BMT, serta akademisi se-DIY.

Sumber: Republika.co.id

Office

Jl. Kampung Gedong, RT 1/RW 4, Kemiri Muka, Beji, Depok – Indonesia

Phone

+62 857 157 14 157

Connected with Us!