Sharia Economic Forum yang sering dikenal dengan SEF, merupakan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Seiring bertumbuh kembangnya SEF sebagai penggiat Ekonomi Islam yang kian beranjak dewasa, SEF melalui sumber daya insani yang berkarakter tangguh, kreatif, serta ikhlas dan profesional. SEF selalu berupaya optimal untuk menghasilkan program-program berkualitas unggulan, inovatif, serta bermanfa’at untuk agama, bangsa, negara dan demi dunia yang lebih baik.

  • 19 Mar 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengikuti Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek 2018 yang berlangsung pada 05-09 Maret 2018 bertempat di Universitas UIN Syarif Hidayatullah. Temilreg merupakan ajang perlombaan bergengsi yang diikuti oleh setiap Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek. Ini merupakan agenda rutin FoSSEI (Forum Silaturahim Ekonomi Islam) yang dilaksanankan setiap tahunnya. Pada tahun ini Temilreg Jabodetabek 2018 mengangkat tema yang menarik dan sedang hangat-hangatnya pada saat ini, yaitu SMALL Enterprise for BIG Indonesia

Dalam event Temilreg Jabodetabek 2018 ini ada berbagai cabang perlombaan, diantaranya: Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ekonomi Islam, Pengembangan Ekonomi Islam, Video Ekonomi Islam, Business Appraisal, Kisah Inspiratif Muslimah dan Lomba Poster. Pada Temilreg Jabodetabek 2018 ini, SEF Universitas Gunadarma mengirimkan delegasinya untuk ikut serta dalam semua cabang lomba.

Hari pertama acara dibuka dengan opening Temilreg Jabodetabek 2018 dan Seminar Internasional yang berjudul Optimazing The Capability of Technology- Based SME in The Global Competition Era yang dipaparkan oleh Dr. Mohammad Daud Bakar, PhD, Dr. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP, Dr. Ahmad Sukro Tratmono, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, dan Mohd. Nasir Tajang, S.Ag., M.Si. Acara dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam.

Untuk cabang Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG mendelegasikan 2 Tim, yaitu Tim 1 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014), Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014), Taufik Ikhsan Muchlisyn (Ekonomi Syariah 2015), Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Mulyadi (Ekonomi Syariah 2015), dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Dalam babak penyisihan ini, kedua Tim SEF UG berhasil masuk ketahap semifinal.

Hari kedua, kedua Tim SEF UG berhasil masuk pada tahap semifinal. Dimana dalam semifinal terdapat 10 tim terbaik. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI).

Hari ketiga, Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Talkshow “Dialog Intelektual UMKM”. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Pengembangan Ekonomi Islam (PEI).

Hari keempat, Sedang berlangsung penyisihan Business Appraisal dan pengumuman 5 tim finalis Olimpiade Ekonomi Islam dan diataranya terdapat 2 tim SEF UG yang masuk ke tahap final yaitu Student Conference.

Pada hari terakhir ini, 5 Finalis yang berhasil melaju akan diberikan studi kasus dan harus mempresentasikan solusi dari studi kasus tersebut dalam waktu 15 menit, dengan tema Student Conference “Small Enterprises and Islamic Economic’s Solution”. Dalam teknis pelaksanaannya, finalis tidak hanya menjawab pertanyaan dari panelis, tetapi juga pertanyaan dari audiens. Kemudian dilanjutkan Sarasehan Alumni yaitu merupakan sharing session dari para alumni KSEI sebagai pembicara dan bersifat tertutup hanya untuk KSEI se-Jabodetabek. Acara internal ini mengundang pembicara dari para alumni untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bagi para anggota KSEI se- Jabodetabek. Dan pada malam harinya berlangsung agenda NIGHT AWARD, malam penghargaan untuk cabang perlombaan temilreg 2018. Sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara WESHARE – TEMILREG 2018. Dengan Tema: “The Glory of Sharia Economic” . Tiba saat pengumuman, SEF UG berhasil meraih Media Terbaik SE-JABODETABEK 2018. Selain meraih Media terbaik, SEF UG berhasil meraih juara 3 Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI) yang diwakili oleh Dwi Rahayu (Manajemen 2015), Eman (Akuntansi 2014), dan Endang Sulastri (Manajemen 2015). Selain itu SEF UG juga berhasil meraih Juara 3 Pengembangan Ekonomi Islam (PEI) yang diwakili oleh Abdul Roqqib (Akuntansi 2014), M. Wizly (Akuntansi 2015), dan Nuke Winandha (Manajemen 2014). Dan SEF UG berhasil mendapatkan penghargaan Dresscode Terbaik yang diawakili oleh Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Ade Putri Rahayu (Akuntansi 2016), dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).

 

 

  • 28 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar
  • 22 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Olympiad
  • 16 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, zakat dapat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Bambang menegaskan,  kemungkinan kerja sama pemerintah dengan pihak lain seperti lembaga filantropi sangat terbuka.

“Kemungkinan itu selalu terbuka dan semakin banyak filantropi yang sekarang kita kaitkan dengan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan),” kata  Bambang pada konferensi pers “Membedah Angka Kemiskinan dan Kesenjangan : Data Terkini BPS” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1).

Menurutnya, Bappenas sebagai koordinator SDGs akan melibatkan lembaga filantropi untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan tersebut.

Secara umum, kata dia, pemerintah membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengentaskan kemiskinan. Hal itu, seperti dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dana sosial keagamaan.

“Perusahaan dengan CSR punya target tersendiri. Begitu juga dengan dana sosial keagamaan misalnya zakat, itu ada target sendiri. Yang kita bisa lakukan adalah koordinasi dengan lembaga filantropi,” ujarnya.

Dikatakan dia, yang terpenting  adalah bagaimana seluruh program bantuan tersebut bisa mencakup sebanyak mungkin masyarakat. Oleh karena itu, dengan melibatkan lembaga filantropi untuk ikut mencapai target SDGs.  Bambang berharap dapat ikut mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.”Itu strategi yang kita lakukan sekarang,” imbuhnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan persentase penduduk miskin Indonesia turun menjadi 10,12 persen pada September 2017.

Tercatat, jumlah penduduk miskin turun 1,19 juta jiwa dari Maret ke September 2017. Data BPS menyebutkan, masih terdapat 26,58 juta penduduk miskin pada September tahun 2016 lalu.

Sumber: Mysharing.co

  • 19 Mar 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengikuti Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek 2018 yang berlangsung pada 05-09 Maret 2018 bertempat di Universitas UIN Syarif Hidayatullah. Temilreg merupakan ajang perlombaan bergengsi yang diikuti oleh setiap Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek. Ini merupakan agenda rutin FoSSEI (Forum Silaturahim Ekonomi Islam) yang dilaksanankan setiap tahunnya. Pada tahun ini Temilreg Jabodetabek 2018 mengangkat tema yang menarik dan sedang hangat-hangatnya pada saat ini, yaitu SMALL Enterprise for BIG Indonesia

Dalam event Temilreg Jabodetabek 2018 ini ada berbagai cabang perlombaan, diantaranya: Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ekonomi Islam, Pengembangan Ekonomi Islam, Video Ekonomi Islam, Business Appraisal, Kisah Inspiratif Muslimah dan Lomba Poster. Pada Temilreg Jabodetabek 2018 ini, SEF Universitas Gunadarma mengirimkan delegasinya untuk ikut serta dalam semua cabang lomba.

Hari pertama acara dibuka dengan opening Temilreg Jabodetabek 2018 dan Seminar Internasional yang berjudul Optimazing The Capability of Technology- Based SME in The Global Competition Era yang dipaparkan oleh Dr. Mohammad Daud Bakar, PhD, Dr. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP, Dr. Ahmad Sukro Tratmono, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, dan Mohd. Nasir Tajang, S.Ag., M.Si. Acara dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam.

Untuk cabang Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG mendelegasikan 2 Tim, yaitu Tim 1 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014), Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014), Taufik Ikhsan Muchlisyn (Ekonomi Syariah 2015), Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Mulyadi (Ekonomi Syariah 2015), dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Dalam babak penyisihan ini, kedua Tim SEF UG berhasil masuk ketahap semifinal.

Hari kedua, kedua Tim SEF UG berhasil masuk pada tahap semifinal. Dimana dalam semifinal terdapat 10 tim terbaik. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI).

Hari ketiga, Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Talkshow “Dialog Intelektual UMKM”. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Pengembangan Ekonomi Islam (PEI).

Hari keempat, Sedang berlangsung penyisihan Business Appraisal dan pengumuman 5 tim finalis Olimpiade Ekonomi Islam dan diataranya terdapat 2 tim SEF UG yang masuk ke tahap final yaitu Student Conference.

Pada hari terakhir ini, 5 Finalis yang berhasil melaju akan diberikan studi kasus dan harus mempresentasikan solusi dari studi kasus tersebut dalam waktu 15 menit, dengan tema Student Conference “Small Enterprises and Islamic Economic’s Solution”. Dalam teknis pelaksanaannya, finalis tidak hanya menjawab pertanyaan dari panelis, tetapi juga pertanyaan dari audiens. Kemudian dilanjutkan Sarasehan Alumni yaitu merupakan sharing session dari para alumni KSEI sebagai pembicara dan bersifat tertutup hanya untuk KSEI se-Jabodetabek. Acara internal ini mengundang pembicara dari para alumni untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bagi para anggota KSEI se- Jabodetabek. Dan pada malam harinya berlangsung agenda NIGHT AWARD, malam penghargaan untuk cabang perlombaan temilreg 2018. Sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara WESHARE – TEMILREG 2018. Dengan Tema: “The Glory of Sharia Economic” . Tiba saat pengumuman, SEF UG berhasil meraih Media Terbaik SE-JABODETABEK 2018. Selain meraih Media terbaik, SEF UG berhasil meraih juara 3 Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI) yang diwakili oleh Dwi Rahayu (Manajemen 2015), Eman (Akuntansi 2014), dan Endang Sulastri (Manajemen 2015). Selain itu SEF UG juga berhasil meraih Juara 3 Pengembangan Ekonomi Islam (PEI) yang diwakili oleh Abdul Roqqib (Akuntansi 2014), M. Wizly (Akuntansi 2015), dan Nuke Winandha (Manajemen 2014). Dan SEF UG berhasil mendapatkan penghargaan Dresscode Terbaik yang diawakili oleh Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Ade Putri Rahayu (Akuntansi 2016), dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).

 

 

  • 28 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Peningkatan yang terjadi pada kesadaran masyarakat untuk berekonomi syariah beriringan dengan datangnya kritik-kritik kepada lembaga keuangan syariah itu sendiri. Karenanya, lembaga-lembaga keuangan syariah memiliki tantangan agar mampu membuktikan diri sebagai suatu solusi dunia perekonomian.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Mursida Rambe mengingatkan, lembaga keuangan syariah hadir tidak sekadar untuk berbisnis dan mencari keuntungan. Lebih dari itu, lembaga keuangan syariah harus menjadi satu edukasi bagi masyarakat.

Tentu, lanjut Rambe, edukasi yang diberikan kepada masyarakat agar bertransaksi sesuai dengan ketentuan syariah. Karenanya, ia menilai, lokakarya-lokakarya sangat mempermudah masyarakat memiliki pemahaman tentang ketentuan-ketentuan ekonomi syariah.

"Lembaga keuangan syariah harus menunjukkan kalau kita hadir untuk memberikan solusi bagi perekonomian nasional, sehingga kita dapat membuktikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Rambe, pada Lokakarya Akad dan Produk Lembaga Keuangan Syariah Sesuai Fatwa DSN-MUI, di Yogyakarta, Kamis (25/1).

Senada, CEO Amana Sharia Consulting, Ahmad Ilham Sholihin menekankan, akal manusia dalam mengaplikasikan ekonomi seharusnya memang tidak bertentangan dengan Alquran. Bila tidak, tentu akal itu sedang tidak sehat, dan sudut pandang itu tidak boleh di bolak-balik.

Untuk itu, ia menolak dugaan-dugaan lembaga keuangan syariah tidak masuk akal, sebagai alasan untuk tidak menerapkan sistem keuangan syariah tersebut. Ilham berharap pelaku-pelaku lembaga keuangan syariah memiliki pemahaman kuat sebagai modal mengaplikasikannya.

"Akal yang sehat itu tidak akan bertentangan dengan Alquran dan hadist," ujar Ilham.

Lokakarya ini diselenggarakan MES DIY bekerja sama dengan BPRS Barokah Dana Sejahtera. Kegiatan diikuti 110an praktisi perbankan syariah, pelaku-pelaku asuransi syariah, BMT, serta akademisi se-DIY.

Sumber: Republika.co.id

  • 22 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Olympiad

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma dengan bangga mempersembahkan Perhelatan Akbar!!!

National Islamic Economic Olympiad 2018

Jadikan 2018 sebagai tahun KEEMASAN Kamu dan Kampus-mu!

National Islamic Economic Olympiad - 12th GSENT

"Realizing Maqashid Al-Shariah to Achieve Economic Justice through Islamic Philanthropy"

 

Persyaratan: 

  • Peserta merupakan mahasiswa/i aktif jenjang D3 atau S1 se-Indonesia
  • Peserta adalah tim yang terdiri dari 3 orang (Diperbolehkan berbeda fakultas)
  • Seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian proses seleksi

Tanggal Penting:

  • Batas akhir pendaftaran: 25 Februari 2018
  • Pengiriman berkas pendaftaran dan softcopy essay: 25 Februari 2018
  • Tes PG online: 02 Maret 2018
  • Pengumuman 12 Besar: 26 Maret 2018
  • Semi-Final: 19 & 20 April 2018
  • Grand Final: 21 April 2018

Pendaftaran:

  • Pendaftaran GRATIS
  • Peserta dapat mengunduh formulir pendaftaran dan booklet  melalui link sef.or.id/olympiadgsent2018
  • Peserta mengirimkan formulir via email ke gsent@sef.or.id disertai scan KTM/KRS untuk setiap anggota tim (Dalam bentuk file Attachment PDF), dengan subjek email: OLIMPIADE_NAMA KETUA_ASAL UNIVERSITAS

Hadiah:

  • Juara 1: Rp 5.000.000,- Trofi tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan.
  • Juara 2: Rp 3.000.000,- Trofi tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan.

Contact Person:

  • Laki-Laki: 082111130583
  • Perempuan: 085706335134

Official Information:

  • Website: gsent.shariaeconomicforum.org
  • Instagram: @gsent_sef

Visit Us on Social Media:

  • Website: www.shariaeconomicforum.org
  • Instagram: @KSEI_SEF
  • Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
  • Twitter: @KSEI_SEF
  • Line@: @KSEI_SEF
  • LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#12thGSENT #Olympiad #National #IslamicEconomic #SEF12 #SEF

  • 16 Jan 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, zakat dapat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Bambang menegaskan,  kemungkinan kerja sama pemerintah dengan pihak lain seperti lembaga filantropi sangat terbuka.

“Kemungkinan itu selalu terbuka dan semakin banyak filantropi yang sekarang kita kaitkan dengan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan),” kata  Bambang pada konferensi pers “Membedah Angka Kemiskinan dan Kesenjangan : Data Terkini BPS” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1).

Menurutnya, Bappenas sebagai koordinator SDGs akan melibatkan lembaga filantropi untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan tersebut.

Secara umum, kata dia, pemerintah membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengentaskan kemiskinan. Hal itu, seperti dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dana sosial keagamaan.

“Perusahaan dengan CSR punya target tersendiri. Begitu juga dengan dana sosial keagamaan misalnya zakat, itu ada target sendiri. Yang kita bisa lakukan adalah koordinasi dengan lembaga filantropi,” ujarnya.

Dikatakan dia, yang terpenting  adalah bagaimana seluruh program bantuan tersebut bisa mencakup sebanyak mungkin masyarakat. Oleh karena itu, dengan melibatkan lembaga filantropi untuk ikut mencapai target SDGs.  Bambang berharap dapat ikut mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.”Itu strategi yang kita lakukan sekarang,” imbuhnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan persentase penduduk miskin Indonesia turun menjadi 10,12 persen pada September 2017.

Tercatat, jumlah penduduk miskin turun 1,19 juta jiwa dari Maret ke September 2017. Data BPS menyebutkan, masih terdapat 26,58 juta penduduk miskin pada September tahun 2016 lalu.

Sumber: Mysharing.co

Office

Jl. Kampung Gedong, RT 1/RW 4, Kemiri Muka, Beji, Depok – Indonesia

Phone

+62 857 157 14 157

Connected with Us!