Publikasi

  • 22 May 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

We're looking for the next gold generation. Is that you? Come and Join Us!

Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment untuk Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020

Relation? Leadership? More Knowledge and Experience?

You'll Get in SEF! .

Kenapa sih organisasi itu penting?

"Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan, namun merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan"
(Najwa Shihab)

Kesempatan ini terbuka untuk kamu mahasiswa/i tingkat 1 dan 2 dari SELURUH FAKULTAS Universitas Gunadarma, tentunya bagi kamu yang memiliki semangat tinggi dan ingin menjadi mahasiswa dengan skill unggulan

LET'S BE PART OF OUR FAMILY AND DO THE GREAT THINGS TOGETHER!

Daftarkan dirimu melalui: 
sef.or.id/oprecsef2019

Pendaftaran dibuka hingga:
19 Juni 2019, pukul 18.00 WIB

Untuk info lebih lanjut, kunjungi website kami di: www.shariaeconomicforum.org

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 17 May 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

OPEN RECRUITMENT KELUARGA BESAR KELOMPOK STUDI EKONOMI ISLAM "SHARIA ECONOMIC FORUM (SEF) UNIVERSITAS GUNADARMA PERIODE 2019/2020"

Jadilah mahasiswa yang berkualitas! 

Sebaik-baik mahasiswa adalah mahasiswa yang penuh kebermanfaatan dan berkarya untuk mengukir prestasi!

Let's be part of our family and do the great things, together!

Keep connected with Us through Social Media:
-FB: Ksei Sef Gunadarma
-LinkedIn: Ksei Sef Gunadarma
-Twitter: @KSEI_SEF
-Instagram: KSEI_SEF
-Line@: @KSEI_SEF
-Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 19 Mar 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengikuti Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek 2018 yang berlangsung pada 05-09 Maret 2018 bertempat di Universitas UIN Syarif Hidayatullah. Temilreg merupakan ajang perlombaan bergengsi yang diikuti oleh setiap Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek. Ini merupakan agenda rutin FoSSEI (Forum Silaturahim Ekonomi Islam) yang dilaksanankan setiap tahunnya. Pada tahun ini Temilreg Jabodetabek 2018 mengangkat tema yang menarik dan sedang hangat-hangatnya pada saat ini, yaitu SMALL Enterprise for BIG Indonesia

Dalam event Temilreg Jabodetabek 2018 ini ada berbagai cabang perlombaan, diantaranya: Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ekonomi Islam, Pengembangan Ekonomi Islam, Video Ekonomi Islam, Business Appraisal, Kisah Inspiratif Muslimah dan Lomba Poster. Pada Temilreg Jabodetabek 2018 ini, SEF Universitas Gunadarma mengirimkan delegasinya untuk ikut serta dalam semua cabang lomba.

Hari pertama acara dibuka dengan opening Temilreg Jabodetabek 2018 dan Seminar Internasional yang berjudul Optimazing The Capability of Technology- Based SME in The Global Competition Era yang dipaparkan oleh Dr. Mohammad Daud Bakar, PhD, Dr. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP, Dr. Ahmad Sukro Tratmono, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, dan Mohd. Nasir Tajang, S.Ag., M.Si. Acara dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam.

Untuk cabang Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG mendelegasikan 2 Tim, yaitu Tim 1 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014), Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014), Taufik Ikhsan Muchlisyn (Ekonomi Syariah 2015), Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Mulyadi (Ekonomi Syariah 2015), dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Dalam babak penyisihan ini, kedua Tim SEF UG berhasil masuk ketahap semifinal.

Hari kedua, kedua Tim SEF UG berhasil masuk pada tahap semifinal. Dimana dalam semifinal terdapat 10 tim terbaik. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI).

Hari ketiga, Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Talkshow “Dialog Intelektual UMKM”. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Pengembangan Ekonomi Islam (PEI).

Hari keempat, Sedang berlangsung penyisihan Business Appraisal dan pengumuman 5 tim finalis Olimpiade Ekonomi Islam dan diataranya terdapat 2 tim SEF UG yang masuk ke tahap final yaitu Student Conference.

Pada hari terakhir ini, 5 Finalis yang berhasil melaju akan diberikan studi kasus dan harus mempresentasikan solusi dari studi kasus tersebut dalam waktu 15 menit, dengan tema Student Conference “Small Enterprises and Islamic Economic’s Solution”. Dalam teknis pelaksanaannya, finalis tidak hanya menjawab pertanyaan dari panelis, tetapi juga pertanyaan dari audiens. Kemudian dilanjutkan Sarasehan Alumni yaitu merupakan sharing session dari para alumni KSEI sebagai pembicara dan bersifat tertutup hanya untuk KSEI se-Jabodetabek. Acara internal ini mengundang pembicara dari para alumni untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bagi para anggota KSEI se- Jabodetabek. Dan pada malam harinya berlangsung agenda NIGHT AWARD, malam penghargaan untuk cabang perlombaan temilreg 2018. Sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara WESHARE – TEMILREG 2018. Dengan Tema: “The Glory of Sharia Economic” . Tiba saat pengumuman, SEF UG berhasil meraih Media Terbaik SE-JABODETABEK 2018. Selain meraih Media terbaik, SEF UG berhasil meraih juara 3 Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI) yang diwakili oleh Dwi Rahayu (Manajemen 2015), Eman (Akuntansi 2014), dan Endang Sulastri (Manajemen 2015). Selain itu SEF UG juga berhasil meraih Juara 3 Pengembangan Ekonomi Islam (PEI) yang diwakili oleh Abdul Roqqib (Akuntansi 2014), M. Wizly (Akuntansi 2015), dan Nuke Winandha (Manajemen 2014). Dan SEF UG berhasil mendapatkan penghargaan Dresscode Terbaik yang diawakili oleh Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Ade Putri Rahayu (Akuntansi 2016), dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).

 

 

  • 18 May 2017

  • 0 Comments

  • Artikel

Dalam menjalani kehidupan pasti ada saja risikonya. Begitu pula ketika kita berinvestasi di produk keuangan syariah. Meski produk tersebut sesuai prinsip syariah, kamu perlu ingat bukan berarti produk keuangan syariah bebas dari risiko, ya. Namanya juga produk keuangan pasti ada saja risiko yang menyertainya.

Sebagaimana produk investasi syariah lainnya, instrumen sukuk juga tidak terlepas kemungkinan akan memiliki berbagai risiko investasi. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi di sukuk sebaiknya kamu juga sudah harus memahami apa saja berbagai risiko investasi di sukuk.

Mengetahui berbagai risiko pada instrumen keuangan syariah merupakan salah satu hal penting agar kamu dapat menyiapkan langkah antisipatif ketika risiko investasi di sukuk terjadi. Lalu, apa saja risiko-risiko investasi di sukuk yang perlu menjadi perhatian investor?

1. Risiko Pasar

Risiko pasar terjadi karena adanya pergerakan pasar secara menyeluruh. Pada instrumen sukuk, risiko pasar ini dapat berupa risiko terhadap tingkat suku bunga di pasar sekunder sukuk dan risiko nilai tukar mata uang asing (bila sukuk diterbitkan dalam denominasi selain rupiah).

Risiko tingkat suku bunga terjadi karena harga sukuk di pasar sekunder dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang berlaku. Apabila suku bunga naik, maka harga sukuk di pasar sekunder akan turun, smeentara jika suku bunga turun, maka harga sukuk di pasar sekunder akan naik.

Sementara, risiko nilai tukar mata uang asing akan terjadi pada investasi di sukuk yang diterbitkan dalam denominasi mata uang selain rupiah karena akan tergantung pada fluktuasi nilai tukar yang terjadi di pasar. Apabila terjadi penurunan nilai tukar/depresiasi terhadap mata uang yang menjadi denominasi sukuk, maka akan terjadi pula penurunan nilai investasi kamu.

 

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas merupakan risiko yang timbul, khususnya untuk sukuk yang diperjualbelikan di pasar sekunder, diakibatkan oleh pasar sekunder yang belum likuid dan belum terbentuk dengan baik. Pasar yang tidak likuid dapat mengakibatkan investor kesulitan menjual sukuk dengan nilai yang wajar. Dengan demikian, investor dapat mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk kepentingan likuiditas dalam waktu yang cepat.

 

3. Risiko Operasional

Risiko operasional bisa timbul dalam kegiatan bisnis sebagai akibat dari pengelolaan yang tidak tepat atau karena faktor eksternal. Risiko ini bisa berupa risiko kegagalan pembayaran oleh penerbit sukuk, risiko pembayaran kupon dan risiko yang terkait dengan aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk.

Risiko kegagalan pembayaran (default risk) terjadi ketika penerbit sukuk tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar nilai pokok sukuk. Untuk menghindari risiko ini, investor hendaknya mencari tahu terlebih dulu kualitas rating dari penerbit sukuk yang biasanya dikeluarkan oleh lembaga rating. Peringkat penerbit sukuk ini menjadi acuan untuk mengetahui kemampuan keuangan penerbit sukuk. Semakin tinggi rating, maka risiko gagal bayar juga semakin kecil.

Sementara, risiko pembayaran kupon juga bisa terjadi, ketika penerbit sukuk tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kupon kepada investor pada waktunya. Di sisi lain, aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk (underlying asset) juga tak terlepas dari berbagai macam risiko.

Risiko aset terjadi karena kegagalan mentransfer aset dalam jumlah dan waktu yang telah disepakati. Aset bisa saja rusak atau hilang karena faktor human error, bencana alam, maupun kebakaran, baik sebagian maupun keseluruhan. Risiko terhadap aset juga bisa terjadi pada nilai asetnya disebabkan harga pasar yang berubah. Oleh karena itu, penerbit sukuk berkewajiban memelihara aset dan menjamin bahwa underlying asset selalu dalam kondisi baik dengan jumlah yang mencukupi.

 

4. Risiko Hukum

Dalam penerapan konsep-konsep syariah, seperti penyusunan struktur sukuk dan penggunaan underlying asset, terdapat kemungkinan belum terakomodasi dalam ketentuan hukum yang berlaku, sehingga suatu struktur tidak dapat diaplikasikan karena tidak selaras dengan peraturan tersebut.

 

5. Risiko Tidak Sesuai dengan Syariah

Risiko ketidaksesuaian syariah terjadi apabila sukuk yang diterbitkan tidak mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip syariah yang telah ditentukan dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Kesesuaian dengan syariah dapat mencakup pada struktur sukuk yang digunakan, dokumen hukum penerbitan sukuk, underlying asset yang digunakan, serta penggunaan dana hasil penerbitan sukuk (proceeds). Risiko dalam bentuk ini juga bisa terjadi apabila ada perbedaan antara pemahaman dan penerapan akad syariah pada penerbitan sukuk.

Penulis:  Yogie Respati

sumber: http://akucintakeuangansyariah.com