Publikasi

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

"Fintech, Dirangkul atau Dipukul?"
 

 Perkembangan financial technology (Fintechsyariah diawali dari masuknya teknologi dalam dunia perbankan. Namun perbankan tidak mampu mengejar kemajuan teknologi akhirnya mengakibatkan munculnya sebuah inovasi baru yaitu fintech.

Dengan banyaknya ide mengadopsi ajaran islam dalam teknologi keuangan, berdasarkan data Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), tercatat jumlah fintech ditahun 2018 sebanyak 41 perusahaan fintech Syariah dan diprediksi kedepannya akan terus bertambah karna cepatnya revolusi industry bahkan sudah sampai ke Era industry 4.0.

Kemunculan startup fintech syariah hadir sebagai solusi atas ketidakmampuan perbankan syariah memfasilitasi nasabah yang terintegrasi secara online.

Menurut Profesor Volker Nienhaus dilansir dari National Law Review Nienhaus memprediksi bahwa consumer banking syariah bisa terganggu dimasa depan karna banyaknya Platform fintech yang kaya akan syariah-compliant ditambah lagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi Fintech yaitu Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Artinya fintech dapat mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik secara online. Bahkan kerangka produk fintech sudah meluas ke ranah “Layanan Jual Beli/Kemitraan/Pembiayaan/Sewa Menyewa Syariah” Berbasis Teknologi Informasi.

Dengan begitu banyak Platform fintech Syariah ini dapat menggunakan berbagai akad yang biasa digunakan pada produk perbankan sebagai contoh akad murabahah yang dapat menjual barang halal dan menyetujui kedua belah pihak sehingga syariah compliance dapat diterima, selain itu fintech pun mengunakan akad Mudharabah dalam hal pendanaan dengan skema Investor (Shahibul Maal) menyetujui dan memberikan investasi modal pembiayaan Mudharabah kepada Pengelola (Mudharib) dengan menerapkan nisbah bagi hasil yang sudah disetujui.

Pada saat Investor menyepakati pemberian modal maka dana ditransfer melalui rekening titipan/escrow/virtual account, dan investor mengakuinya sebagai dana investasi Mudharabah, tentu Secara akad suatu Fintech tidak akan bertentangan dengan syariah sepanjang mengikuti prinsip prinsip syariahnya suatu akad, sebagai contoh Investree yang dapat menggandeng UKM (usaha kecil dan menengah) dalam hal pendanaan, Kapital Boost menggunakan akad Murabahah untuk jual beli produk, dan SyarQ yang merupakan salah satu platform cicilan tanpa kartu kredit yang termasuk fintech syariah dan siap berkompetisi dengan fintech lainnya pun dengan perbankan Syariah.

Berdasarkan data BPS, Indonesia merupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan populasi saat ini yaitu mencapai 262 juta orang dan berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat lebih dari 50 % atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017 dan menurut e-Marketer setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet tentu ini merupakan peluang yang besar dalam mengembangkan fintech tetapi berdasarkan data OJK market share perbankan syariah indonesia 2018 yaitu sebesar 5,89% tentu dengan adanya kehadiran fintech menjadi sebuah dilematis kedepanya karna pangsa pasar serta produk perbankan telah diambil alih oleh fintech, bisa jadi untuk kedepanya pangsa pasar pebangkan akan sulit menembus market share lebih jauh lagi jadi, seharusnya bagaimanakah dengan adanya fintech ini? Apakah harus dirangkul atau dipukul?

Kendati demikian menurut penulis bukan permasalahan fintech dan perbankan yang harus menjadi daya saing antar keduanya, tetapi peran keduanya tentu memiliki dampak yang baik untuk perkembangan arah ekonomi islam itu sendiri.

Jadi kehilangan pangsa pasar seharusnya bukan jadi sebuah ketakutan di negara yang menjadi salah satu jumlah muslim terbesar di dunia ini, tetapi bagaimana caranya kita dapat memanfaatkan potensi besar jumlah umat muslim pada negeri ini.

Akibatnya dengan adanya fintech Syariah dan perbankan tentu dapat bersama–sama memajukan dan mempercepat inklusi keuangan di Indonesia serta perbankan dapat senantiasa maju dan pun agar tidak tertinggal dari sisi perbankan sudah seharusnya semakin berinovasi dan cermat dalam menggunakan teknologi, serta dari sisi fintech sudah seharusnya memperbaiki dari sisi legalitas, tata kelola, pengauditan serta taat kepada pengawasan Syariahnya agar masyarakat semakin yakin dan melirik untuk menggunakan fintech Syariah ini.

Penulis: Rahmat Ramdani

  • 10 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"
Doha ~ Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani telah mengalokasikan dananya sebesar 480 juta dolar AS untuk rakyat Palestina di tepi Barat dan jalur Gaza. Bantuan ini mencerminkan ikatan persaudaraan negara-negara Arab dan agama antara rakyat Qatar dan Palestina. Hal tersebut ditujukan untuk membantu dan menjalin persaudaraan rakyat Palestina guna mendapatkan kebutuhan hidup mereka dalam keadaan sulit yang disebabkan oleh pasukan Israel dan penurunan dukungan kemanusiaan internasional yang diberikan kepada mereka.
Menurut PBB, ketidakmampuan ekonomi Palestina yang terus berlanjut dalam memenuhi kebutuhan akibat krisis dan tantangan selama beberapa tahun terakhir, mengakibatkan Palestina gagal untuk menyediakan layanan dan kebutuhan dasar rakyat di semua kelompok umur, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Masyarakat internasional harus bekerja sama dalam memberi dukungan bagi rakyat Palestina, yang saat ini berada di bawah ancaman pendudukan Israel, yang terus menerus mengakui kedaulatan wilayah Palestina, serta penyangkalan hak yang sah dari rakyat Palestina dan sumber daya mereka.
Negara Qatar telah mengalokasikan 300 juta dolar AS dalam bentuk dana hibah dan pinjaman guna mendukung anggaran kesehatan dan pendidikan otoritas Palestina, dan 180 juta dolar AS untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk program PBB di Palestina. Selain itu, Qatar juga mendukung layanan listrik untuk memastikan akses ke berbagai sektor di Palestina, terutama selama bulan Suci Ramadan. Listrik sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan musim panas.
Negara Qatar juga menyerukan masyarakat internasional dan semua komponennya untuk memenuhi tanggung jawab moral kemanusiaan, untuk membantu rakyat Palestina mengatasi krisis kemanusiaan yang mereka hadapi.
Qatar juga menegaskan kembali komitmennya untuk membantu persaudaraan rakyat Palestina dalam merebut hak mereka yang sah.

Sumber: Sharianews.com
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 12 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 secara resmi telah ditutup Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, Sabtu (11/11/2017) malam.

Acara yang sudah berlangsung selama 5 hari itu digelar di Exhibition Hall Grand City Convention Surabaya sejak 7 Nopember 2017.

Diselenggarakan Bank Indonesia dengan tujuan untuk mengakselerasi program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Dan pada penyelenggaraan yang keempat ini temanya “Fostering inclusive economic growth and improving resiliency through closer collaboration and coordination”.

Kegiatan ISEF terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Melalui Sharia Forum, ISEF berperan sebagai forum ilmiah yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata untuk mendukung berkembangnya ekonomi dan keuangan Indonesia yang adil, bertumbuh sepadan, dan berkesinambungan sesuai nilai-nilai syariah.

Sharia Forum terdiri atas berbagai kegiatan, yaitu International Seminar, Seminar Nasional, Public Lecture, Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop, dengan narasumber dari kalangan akademisi maupun praktisi, nasional dan internasional yang sangat mumpuni di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Kegiatan sharia forum ini dihadiri 4.761 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sedangkan Sharia Fair juga digelar dengan tujuan sebagai forum komunikasi, edukasi, dan promosi program/kebijakan/produk berbagai lembaga dan entitas bisnis melalui pameran industri kreatif, talkshow, hiburan, perlombaan dan pelatihan/edukasi untuk mendorong akselerasi implementasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Suksesnya penyelenggaran ISEF 2017 ini tidak lepas berkat dukungan dan sinergi berbagai pihak, di antaranya Kementerian dan Lembaga terkait, Lembaga Keuangan Syariah, Pesantren, dan Lembaga Pendidikan.

Selain itu juga Kedutaan, Indonesian Islamic Art Museum, dan Perusahaan maupun UMKM di bidang Edukasi, HalQal Food, Halal Tourism, Fashion dan Renewable Energy, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya selaku tuan rumah ISEF Tahun 2017.

Rangkaian kegiatan Sharia Fair ini pun sukses menjaring pengunjung lebih dari 30 ribu orang, dengan total penjualan sebesar lebih dari Rp16,81 miliar.

Tidak hanya itu, dalam rangka memfasilitasi Business Matching, kegiatan Sharia Fair ini juga berhasil mewujudkan pencanangan kerjasama antara perbankan kepada lembaga masyarakat, Pembiayaan UKM, dan pelaku usaha mencapai lebih dari Rp158 miliar, dan kerjasama antar pelaku usaha secara berkelanjutan per bulannya mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

Dengan demikian, dijumlah secara keseluruhan nilai transaksi dan potensi transaksinya mencapai lebih dari Rp176,3 miliar.

Pelaksanaan Shari’a Fair ini diharapkan mampu mendorong akselerasi program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ke depan.

Dalam closing ceremony ISEF 2017, diumumkan berbagai nominasi mulai booth favourite, booth dengan penjualan terbesar dan booth terbaik.

Rizky Desy Wulansari dari Surabaya terpilih sebagai Duta Ekonomi Syariah tahun 2017. Annisa Elma Nabila dari Makassar terpilih sebagai Runner up I, dan Aisyah Irna Dianis terpilih sebagai Runner up II Duta Ekononi Syariah.

Ke depan penyelenggaraan ISEF 2017 diharapkan mampu menjadi wadah untuk mendorong berbagai upaya akselerasi ekonomi dan keuangan syariah secara optimal.

Sumber: beritalima.com

  • 2 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan diselenggarakan di Grand City, Surabaya, pada 7-11 November 2017. ISEF 2017 ini akan mengusung tiga bidang yang menjadi fokus utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, menyebutkan ketiga bidang yang diangkat dalam ISEF 2017 meliputi penguatan sektor ekonomi syariah, peningkatan efisiensi di pasar keuangan syariah, dan penguatan fungsi riset dan edukasi dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penyelenggaraan ISEF kali ini menjadi momentum kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang terdiri dari Bappenas, Kemenkeu, OJK, LPS, Kemenkop, Kemeneg BUMN, DSN MUI, Kemenko Perekonomian, Kemenag, kemudian Pemprov Jawa Timur, serta lembaga terkait lainnya.
"Kolaborasi penyelenggaraan ISEF 2017 tersebut sesuai dengan tema yang diangkat, yakni memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif," jelasnya melalui siaran pers, Rabu (1/11).
Agusman menambahkan, kegiatan ISEF 2017 didahului oleh Festival Syariah (Fesyar) yang dilaksanakan di tiga wilayah utama ekonomi syariah lainnya. Fesyar pertama dilaksanakan di Makassar pada 25-27 Agustus 2017, dengan tema Peran "Islamic Social Finance Dalam Pemberdayaan Ekonomi".
Fesyar kedua dilaksanakan di Bandung pada 13-15 September 2017 mengangkat tema "Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syariah Nasional". Sementara Fesyar ketiga dilaksanakan di Medan pada 68 Oktober 2017, mengusung tema "Membangun Ekonomi Syariah Berlandaskan Konektivitas Regional".
Salah satu misi ISEF untuk mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata dalam ekonomi syariah, agar memberi dampak terhadap perekonomian nasional dan internasional. "Dalam mewujudkan hal tersebut, rangkaian kegiatan ISEF terdiri atas forum syariah danpameran syariah," kata Agusman.
Forum syariah terdiri dari forum ilmiah yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata, serta forum komunikasi/promosi/edukasi yang merangkai berbagai program, kebijakan dan produk antar-lembaga dan entitas bisnis syariah.
Sementarapameransyariah menghadirkan beragam produk dan jasa yang ditawarkan oleh lembaga, dunia usaha termasuk kewirausahaan dan UMKM, serta pesantren berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Sumber: Republika.co.id

  • 2 Jun 2017

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
[File Submission]
Selamat bagi para pemuda penggerak bangsa yang telah mendaftar sebagai Calon Anggota Sharia Economic Forum. Untuk mengawali seleksi tahap awal rekruitmen ini, bagi kamu yang sudah melakukan registrasi diharapkan memenuhi beberapa berkas yang dipersyaratkan.

Berikut adalah berkas yang harus dipenuhi untuk bergabung bersama kami:

1. Surat lamaran.

2. Curiculum Vitae (CV) Kreatif, dengan ketentuan mencakup Pendidikan Formal dan Non Formal, IPK Terakhir, Prestasi, Bakat, Minat serta Motto Hidu dan dilengkapi foto terbaik

3. Essay dengan ketentuan

  • Maksimal 2 halaman
  • Font Times New Roman, Font Size 12, Space 1, Margin 1,0 (B,T,L,R)
  • Bertemakan “Kontribusiku Sebagai Pemuda”

Ketentuan umum:

1. Batas akhir pengumpulan berkas tanggal 06 Juni 2017, pukul 23:59

2. Dikirim ke alamat email official@shariaeconomicforum.org

3. Subyek pengiriman email (OPREC_NAMA_REGION_).

Contoh: OPREC_RAUDATUL_KALIMALANG

4. File digabungkan ke dalam bentuk .rar`

5. File name rar (NAMA/JURUSAN/REGION).

Contoh: RAUDATUL/AKUNTANSI/KALIMALANG

6. Setelah melakukan pengiriman berkas, diharapkan melakukan konfirmasi ke nomor Contact Person dengan format sesuai subyek email.

Contact Person: +62 857 1571 4157 (WA/SMS)

JADILAH BAGIAN DARI KAMI DAN MULAILAH TERBIASA DENGAN PRESTASI!!!.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Visit us on social media! 

Twitter & IG: @KSEI_SEF

Fb/Path/Linkedin: Ksei SEF Gunadarma

Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University

Line@: wud3545u

  • 1 Jun 2017

  • 0 Comments

  • Artikel

Bitcoin dapat membawa perubahan yang baik bagi umat manusia di seluruh dunia, dan teknologi yang memanfaatkan jaringan Internet ini memiliki banyak sekali potensi. Namun tidak semua orang setuju dengan pendapat bahwa Bitcoin akan bertahan di industri keuangan. Lebih lanjut lagi, terdapat pertanyaan bersifat religius yang mempertanyakan apakah Bitcoin bertentangan dengan kepercayaan seseorang. Sebagai contoh, apakah Bitcoin halal dalam hukum Islam, dan apakah ada nilai intrinsik dalam mata uang Bitcoin?

Mata uang dan Islam

Mata uang adalah konsep yang sulit didefinisikan legalitasnya terkait kapasitasnya sebagai alat untuk mentransfer nilai dari seorang kepada orang lain. Sebelum uang yang kita kenal sekarang ini ditemukan, masyarakat menggunakan sistem barter dalam transaksi, di mana nilai barang yang dipertukarkan akan berubah sewaktu-waktu. Namun ada juga konsep keagamaan yang perlu diperhatikan, terutama karena setiap kepercayaan memiliki standar masing-masing terkait uang.

Berdasarkan jawaban yang dikutip dari Islam Today dan Daily Anarchist, bisnis perdagangan mata uang diperbolehkan dengan beberapa syarat, di antaranya kedua pihak harus menerima uang ini di tangan, dan tidak boleh ada penundaan. Biasanya aturan ini diterapkan dalam perdagangan logam mulia, namun prinsip yang sama dapat diterapkan bagi mata uang.

Apakah Bitcoin halal?

Seseorang menanyakan pertanyaan ini pada Stackexchange, sebab terjadi kebingungan apakah Bitcoin halal. Hal ini disebabkan karena perbedaan sifat antara Bitcoin dan uang fiat yang dikendalikan oleh bank dan pemerintah. Jawaban terbaik yang diberikan oleh pengguna membahas persamaan konsep antara Bitcoin dengan logam mulia. Permasalahannya adalah bahwa mata uang virtual tidak memiliki bentuk fisik, meskipun dapat dibuktikan keberadaannya kapanpun diperlukan.

Terkait dengan nilai intrinsik yang dimiliki oleh Bitcoin, hukum Islam mempersyaratkan bahwa mata uang halal harus memiliki nilai intrinsik, dan dengan demikian mata uang virtual dapat memenuhi kriteria tersebut. Tidak seperti uang fiat yang nilainya ditulis di atas selembar kertas yang dapat mengalami kerusakan dan kehilangan, Bitcoin memiliki nilai intrinsik karena nilainya tidak dapat diubah melalui penggandaan atau cara-cara ilegal lainnya. Nilai intrinsik Bitcoin diperoleh dari aktivitas penambangan yang memerlukan kekuatan komputasi ketika melakukan aktivitas proof-of-work. Hal inilah yang memberi nilai intrinsik pada Bitcoin.

Lebih lanjut lagi, mata uang halal harus memiliki karakteristik deflasi. Demikian halnya dengan Bitcoin yang nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun beberapa kali mengalami penurunan. Emas merupakan mata uang halal karena suplai yang terbatas, namun demikian dengan Bitcoin yang memiliki batas suplai maksimum sebesar kira-kira 21 juta BTC. Bahkan kini dapat dikatakan bahwa Bitcoin lebih halal dibandingkan uang kertas yang ada.

Sumber: Bitcoin Is Halal Under The Laws of Islam dalam website https://kriptologi.com 

 

  • 27 May 2017

  • 0 Comments

  • Nasional

Menjelang bulan Ramadan, indeks syariah menguat pada penutupan perdagangan, Jumat 26 Mei 2017. Bahkan, kedua indeks syariah mendekam di zona hijau seharian ini.

Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,932 poin (0,51%) ke level 183,468. Pada pembukaan perdagangan, indeks ini menguat di level 182,872 dan menyentuh level tertinggi di level 183,675.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), pun demikian. Indeks JII ditutup menguat 4,258 poin (0,58%). Sama halnya dengan ISSI, JII menguat di level 735,311 pada pembukaan perdagangan dan menyentuh level tertinggi di angka 739,290.

Mayoritas indeks sektoral menghijau pada penutupan perdagangan. Indeks infrastruktur menguat paling tinggi, yaitu naik 1,72 persen, disusul oleh indeks pertambangan 0,63 persen.

Hanya ada dua indeks sektoral yang melemah, yaitu indeks barang konsumsi yang turun 0,39 persen dan manufaktur 0,15 persen. Namun, pelemahan dua indeks ini tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perdagangan.

Emiten-emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp475, AALI Rp150, SILO Rp150, TLKM Rp110, dan PGAS Rp80.

Sebaliknya, emiten-emiten JII yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya terkoreksi Rp750, AKRA Rp100, ADHI Rp60, INDF Rp50, dan SSMS Rp30.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 37 poin (0,28%) ke level Rp13.318 per dolar. Kurs rupiah terhadap dolar AS sempat menguat di level Rp13.270 per dolar AS.

Sumber: Dream.co.id

  • 27 May 2017

  • 0 Comments

  • Nasional

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia jelas menjadi pasar potensial bagi industri halal. Namun, perkembangan industri halal di tanah air belum terlalu menggembirakan. Berdasarkan data Kementerian Agama, produk bersertifikasi halal di Indonesia diperkirakan baru 26 persen dari produk yang terdaftar di BPOM.

Guna lebih mendorong industri halal di Indonesia, Komite Ekonomi dan Industri (KEIN) pun sedang menyusun roadmap industri halal agar pasar halal Indonesia memiliki arah pengembangan yang jelas. Apa saja isi dari roadmap industri halal tersebut?

Anggota KEIN Aries Mufti mengatakan, dalam roadmap tersebut nantinya akan memuat pengembangan pasar halal untuk pertanian, kelautan, industri kreatif dan pariwisata. “Draft sudah ada cuma belum resmi karena ada pergolakan global,” tukasnya.

Ia menuturkan, pihaknya akan terus menggandeng para pemangku kepentingan industri halal untuk mendiskusikan roadmap industri halal, mulai dari pemerintah, KEIN, MUI, dan lainnya. Ia pun mengungkapkan alasan mengapa empat sektor dalam draft roadmap akan menjadi sektor utama pengembangan industri halal di Indonesia.

“Apa sih yang banyak dipakai? Kalau makanan bicara agroculture dan marine, itu sumber daya alam (SDA) Indonesia luar biasa jadi bisa buat bahan makanan. Untuk olahannya, maka bisa pasok SDA ke industri halal Cina, Korea, dan Jepang. Wisata halal di Indonesia ada lombok yang penghargaan pariwisata halal, tapi harusnya yang jadi destinasi halal kan di seluruh wilayah Indonesia,” papar Aries.

Berdasar data Thomson Reuters, belanja penduduk muslim pada produk barang dan jasa halal lebih dari 1,9 triliun dolar AS pada 2015, naik enam persen dari tahun sebelumnya. Namun, skor indikator ekonomi Islam Indonesia di tingkat global masih berada di urutan ke-10.

Sumber: Mysharing.co

  • 23 May 2017

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

WE'RE HIRING!

We are looking for the next gold generation. Is that you? Come and join us! 

Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment untuk Calon Anggota Muda periode 2017/2018.

Kesempatan ini terbuka untuk kamu mahasiswa Universitas Gunadarma, yang memiliki semangat tinggi menjadi mahasiswa di atas rata-rata, dengan skill unggulan, baik hardskill maupun softskill. Lalu, apakah kamu mahasiswa yang kami cari?

Why should you join Sharia Economic Forum (SEF)?!

1. Relasi

Sejak berdiri tahun 2006, Sharia Economic Forum (SEF) berkomitmen untuk terus membangun relasi yang luas demi menunjang pencapaian Visi – Misi organisasi, tidak hanya di dalam negeri, namun juga luar negeri. Oleh karenanya, sangat dibutuhkan skill individu SEF dalam menjalin hubungan baik dengan sesama mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga kelembagaan. Banyak sekali kegiatan atau kerjasama yang telah SEF capai demi menunjang komitmen kami dalam membangun relasi. Sebagai contoh; SEF merupakan salah satu Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) percontohan dari 161 KSEI lainnya di seluruh Indonesia yang tergabung dalam asosiasi FoSSEI (Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam), dan contoh lainnya adalah SEF pada tanggal 21 April 2015 telah mengadakan Studi Visit ke International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai wujud kerjasama yang berkelanjutan antara SEF dengan ISEFID (Islamic Economics Forum For Indonesia Development) yang merupakan organisasi mahasiswa Indonesia di IIUM.

2. Kekeluargaan

 

Sebagai cemdekiawan muda yang membentuk persatuan atas kesamaan tujuan, SEF menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Setiap individu yang tergabung di SEF adalah keluarga sesuai prinsip mulianya, yakni berkeluarga untuk berorganisasi. Prinsip tersebut senantiasa mengaplikasikan sikap saling tolong-menolong, mendahulukan kepentingan bersama atas kepentingan pribadi dalam setiap kegiatan yang kami selenggarakan hingga interaksi antar sesama anggota, yang tujuannya adalah untuk menumbuhkan organisasi secara bersama sekaligus meningkatkan kapasitas diri sebagai makhluk sosial.


3. Pengembangan Diri

 Dalam kontribusinya sebagai pemuda, SEF senantiasa memberikan pembinaan dan pendampingan untuk mendorong kualitas individu para stakeholder agar dapat menjadi insan yang mencapai kemapanan jiwa, tidak hanya kepentingan duniawi namun juga ukhrawi. Sebagai contoh upaya pengembangan diri SEF adalah melalui mentoring keagamaan, pembinaan pencapaian prestasi dalam perlombaan, hingga pembinaan pendalaman kemampuan bahasa inggris melalui lembaga kursus yang kami miliki, yakni “Medinat English Club (MEC)”.


4. Prestasi

Pemuda terbaik adalah mereka yang mendedikasikan dirinya untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. SEF menyediakan fasilitas penunjang prestasi melalui Divisi Manajemen Aset untuk memiliki kemampuan dan kualitas yang mumpuni bagi setiap Anggota agar dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Beberapa tahun terakhir SEF berhasil meraih prestasi di berbagai perlombaan dan  ajang bergengsi seperti Temu Ilmiah Nasional, lomba paper, olimpiade, delegasi konferensi mahasiswa internasional, dan sebagainya. Hal tersebut menjadi bukti bahwa SEF adalah wadah yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri yang prestatif.


5. Fasilitas

Fasilitas penunjang tentulah sangat dibutuhkan demi mencapai target yang diharapkan dalam keberlangsungan organisasi. SEF memiliki sarana berupa Asrama sebagai sekretariat dan pusat kegiatan, perpustakaan sebagai pusat belajar, serta lembaga baitul maal yakni “Medinat Finance House” sebagai sarana pemenuhan kebutuhan finansial bagi Anggota SEF. Fasilitas tersebut merupakan upaya kami dalam menunjang  berbagai aktifitas rutin yang diimplementasikan melalui program kerja SEF dengan slogan Ikhlas dan Profesional.


6. Kebermanfaatan

Khairunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Bersama SEF, senantiasa berupaya menjadi pribadi yang penuh manfaat dalam lingkungan masyarakat luas melalui program-program yang telah dirancang dengan membawa semangat berdakwah membangun generasi muslim yang cerdas dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. 


Masih ragu untuk bergabung bersama kami? Tunggu apalagi?! Siapkan dirimu dan pastikan kamu terdaftar menjadi bagian dari keluarga besar Sharia Economic Forum!

Isi data lengkapmu dengan cara KLIK DI SINI

Batas akhir pendaftaran: 1 Juni 2017, Pukul 23:59 WIB

Contact Person: +62 857 1571 4157

JADILAH BAGIAN DARI KAMI DAN MULAILAH TERBIASA DENGAN PRESTASI!!! 

 Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

 

  • 22 May 2017

  • 0 Comments

  • Nasional


GELIAT koperasi dengan produk pembiayaansyariahsemakinmeluasdiTanahAir. Salah satunya adalah Koperasi Baitul Mal Wattamwil (KBMT) Bil Barkah di Pasar Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. 

Mayoritas anggota koperasi syariah ini adalah pedagang di wilayah Bogor dan sekitarnya. Koperasi ini digagas oleh Nurhadi Idrus, pensiunan pegawai Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Kabupaten Bogor. Tujuannya adalah memperkuat sistem ekonomi syariah melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan perbankan syariah lainnya. 

KBMT Bil Barkah juga mengembangkan jaringan dengan lembaga-lembaga keuangan syariah sebagai penghubung dalam memberdayakan usaha mikro. Koperasi ini juga memberikan fasilitas simpan pinjam bagi para anggotanya. “Kami menyebutnya qardh yaitu jenis pinjaman di mana nasabah hanya mengembalikan utang pokok tanpa kelebihan nisbah. Nasabah hanya diwajibkan membayar biaya administrasi. 

Pengembalian pinjaman ditentukan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan bersama,” jelas Normanditya, manajer KBMT Bil Barkah. Dia melanjutkan, nasabah memiliki syarat tertentu untuk mendapat pinjaman ini yakni berada dalam situasi benar-benar terdesak atau darurat. Kebutuhan mendesak yang kepentingannya tidak dapat dikategorikan ke dalam jenis akad tertentu seperti murabahah atau mudharabah. Tak ada hasil setelah menempuh berbagai upaya untuk mendapat bantuan dana. 

Dana yang digunakan qardhul hasan yang artinya dana untuk kebajikan. Sumber dana qardhul hasan dari dendadenda nasabah pembiayaan bermasalah dan dari masyarakat luas, baik nasabah maupun bukan nasabah yang menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui KBMT Bil Barkah. “Dana qardhul hasan juga dapat dipergunakan sebagai modal pinjaman tetapi hal ini belum dipraktikkan oleh KBMT Bil Barkah karena dana yang terhimpun jumlahnya tidak terlalu besar sehingga mayoritas langsung disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” terang Normanditya.

Selain mereka yang ingin mempraktikkan keuangan syariah, beberapa nasabah menjadi anggota dan meminjam di KBMT Bil Barkah karena kemudahan dalam proses peminjaman dan cicilan. Cicilan bisa dibayar harian dengan nilai yang kecil. “Orang yang ingin meminjam uang cukup menunjukkan KTP, kartu keluarga (KK) dan rekening listrik atau PDAM serta menyerahkan foto diri,” jelas Norman. 

Denda keterlambatan membayar angsuran di koperasi syariah ini hanya 35% dari total piutang yang terlambat dibayarkan. Denda tidak berlipat dan dipergunakan untuk infak atau sedekah. Peminjam tidak diberitahu tentang alokasi dendanya. Sari, 30, salah satu nasabah KBMT Bil Barkah, ditemui KORAN SINDO saat sedang membayar angsuran peminjamannya. 

Pedagang makanan di sebuah sekolah di kawasan Dramaga, Bogor, ini mengaku sudah menjadi nasabah KBMT Bil Barkah setahun terakhir. Dia meminjam uang Rp2 juta tanpa persyaratan yang merepotkan. “Pinjamannya memang tidak besar tapi saya waktu itu sangat membutuhkan. Saya juga hanya sanggup membayar cicilannya Rp102.000 per minggu,” sebut Sari. 

Berbeda dengan Abdurahman, seorang pedagang sembako di Pasar Gunung Batu, Bogor. Dia sengaja menggunakan layanan pembiyaan di KBMT Bil Barkah karena ingin memajukan lembaga keuangan syariah. Dia telah meninggalkan sistem pembiayaan konvensional. Abdurahman memilih KBMT Bil Barkah karena sesuai dengan prinsipnya. Sekadar diketahui, kabupaten pertama yang menerapkan program koperasi berbasis syariah di Indonesia adalah Kabupaten Pamekasan di Jawa Timur. 

Sedangkan untuk tingkat provinsi, Nusa Tenggara Barat merupakan yang pertama menerapkan koperasi syariah. Per April 2017 lalu di Pamekasan terdapat sekitar 160 koperasi syariah. Pemerintah setempat menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 200 pada tahun ini yang tersebar di 198 desa. Rata-rata setiap desa memiliki satu koperasi syariah. Saat ini jumlah koperasi simpan pinjam syariah di Indonesia sekitar 3.805 unit, sedangkan koperasi simpan pinjam konvensional sekitar 11.000 unit. 

Sumber: koran-sindo.com