Publikasi

  • 22 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Depok - Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada Sabtu, 16 November 2019 telah menyelenggarakan salah satu acara dari rangkaian Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR)  yakni SEF Super Mentor dengan tema “Let’s Get the Insight and Unleash the Potential Within You!” acara ini dimulai dari pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB di Auditorium D462, Universitas Gunadarma.

Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma. SEF Super Mentor adalah salah satu rangkaian kegiatan rutin tahunan AKSYAR dalam rangka memfasilitasi generasi muda penerus bangsa agar memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif untuk masa depan lebih baik, selain itu acara ini merupakan ajang pengenalan kepengurusan SEF satu periode.

Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh saudari Ricka Annisa, dilanjutkan dengan pembacaan Tilawah oleh saudara Gafar Ali dan teman-teman. Kemudian, sambutan pertama disampaikan oleh saudara Zaki Ilhaam Muhammad selaku Ketua Sharia Economic Forum (SEF) 2019/2020. Dilanjutkan oleh sambutan kedua yang disampaikan oleh Bapak Dr. Riskayanto, Ir., M.M. selaku Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Beliau menyampaikan bahwa sangat penting khususnya para pemuda untuk menggali potensi diri dan dalam hal pengembangan diri karena merupakan salah satu bentuk upaya untuk meraih kehidupan layak dan sukses di masa yang akan datang.

Setelah itu, masuklah pada acara inti. Pertama adalah pemaparan materi dari para pembicara yang dipandu oleh Moderator yakni saudara Rahmat Ramdani, yang merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Gunadarma tahun 2019, beliau juga merupakan Alumni dari Sharia Economic Forum.

Pembicara pertama yaitu saudari Fitra Amelia, beliau menyampaikan bahwa dalam proses pembelajaran tidak ada belajar yang nyaman, justru jadikan ketidaknyamanan tersebut sebagai pelajaran untuk kita. Seseorang dengan growth mindset selalu menjadikan setiap kesempatan sebagai peluang dan memikirkan proses karena hidup bukan tentang hasil, tetapi tentang bagaimana prosesnya. Beliau memberikan kiat-kiat bagaimana agar kita dapat berpikir besar, yang pertama adalah percaya bahwa kita bisa sukses. Kedua yaitu sembuhkan diri dari banyak mencari alasan dalam menghadapi sesuatu. Ketiga adalah jangan berpikir kecil mengenai diri sendiri. Keempat adalah membuat lingkungan yang dapat bekerja sama dengan kita, bukan memusuhi kita. Kelima adalah selalu berbuat baik pada setiap orang. Terakhir adalah gunakan goals untuk membantu dalam bertumbuh. Tak lupa beliau mengingatkan untuk selalu menanamkan mindset Keep learning, keep growing and stay humble.

Pembicara kedua yaitu saudara Ricky Dwi Apriyono, beliau menyampaikan perihal kontribusi hidup untuk umat, melihat dan memikirkan serta bertindak untuk orang-orang yang membutuhkan peran kita sebagai pemuda hebat. Beliau memberikan nasihat bagaimana cara membangun passion diri, yaitu dimulai dengan mencari kelompok yang sesuai dengan passion diri. Tahap kedua adalah menentukan pilihan selanjutnya yaitu ingin bekerja atau melanjutkan pendidikan. Tahap ketiga adalah menikah. Tahap keempat yaitu selama kita hidup teruslah memberikan kontribusi untuk ummat. Ketika meniti karir, ada hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam dunia kerja, yaitu integritas dan professional, hal ini merupakan poin penting. Apa yang kita pikirkan dan yang kita lakukan atau katakan haruslah sesuai. Kita juga tidak boleh menganggap hal-hal kecil sebagai hal yang tidak penting. Lalu sinergi, pelayanan dan kesempurnaan dimana semua pekerjaan yang diberikan harus dikerjakan dengan benar dan tuntas.

Pembicara ketiga yaitu saudara Qodhyan Fatahillah, beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya semua manusia itu baik. Tetapi manusia memiliki dua kepribadian, yang mana baik dan buruknya dipengaruhi oleh pemikiran dan lingkungan. Kita harus mengetahui kemana kita harus pergi. Karena mencari tujuan hidup adalah hal yang sia-sia, tujuan sejati kita adalah mencari jati diri atau mengenali diri sendiri. Beliau juga menyampaikan mengenai teori The Butterfly Effect. Teori ini lahir dari ahli matematika dari MIT yaitu Edward Lorenz, di dalam teori tersebut dijelaskan bahwa satu kepak kupu-kupu di Brazil dapat menyebabkan tornado di Texas, yang artinya suatu tindakan yang kecil bisa berdampak besar disuatu tempat. Bermimpi dan lakukanlah, perjalanan menuju mimpi itu tidak gratis dan tidak mudah. Karena untuk menjadi pelaut yang tangguh dibutuhkan samudera yang ganas. Percaya diri dan yakinlah bahwa semua mimpi akan tercapai.

Setelah para pembicara menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi kesempatan bagi peserta untuk bertanya, selain itu sesi pertanyaan juga dibuka melalui pertanyaan dari followers instagram @KSEI_SEF dan 2 orang penanya diberikan hadiah. Selanjutnya yaitu pemberian plakat kepada moderator dan para pembicara disertai dengan foto bersama. Acara diakhiri dengan suatu persembahan dan penampilan istimewa dari Pengurus SEF serta pemutaran dan video pengenalan kepengurusan SEF periode 2019/2020.

Laporan: Dian Ayu Safitri

  • 10 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 10 November 2018 menyelenggarakan Sef Super Mentor dengan tema Beyond The Average: Unlocking Your Mind and Think Creative! dalam satu sesi dari pukul 08.30 – 11.30 WIB di Ruang Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Depok.

Sef Super Mentor adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Depok. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Reren Anggun Wulandari, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Endang Sulastri (Jepang), Poppy Irani (Inggris), dan Adam al-Aziz (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  pemuda adalah penggerak peradaban, pemuda sebagai tonggak dalam sebuah peradaban, pemuda harus bebas akan finansial dan pemuda juga harus berintelektual baik itu pikiran maupun emosi.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Riskayanto selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan bahwa acara ini menjadi ajang bagi para peserta dalam meniti karir dan mengarungi lautan setelah masa perkuliahan nanti. Diharapkan acara ini dapat memotivasi dan menggerakan cita-cita yang sudah di canangkan oleh para peserta.  

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah saudara Abdul Roqqib yang merupakan ketua SEF 2017/2018. Beliau mengatakan bahwa pemuda sebagai penggerak peradaban harus mempunyai pemikiran yang terbuka dan kreatif disamping dengan tuntutan kemajuan zaman yang menuntut kita untuk berfikir kreatif.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Fajri Shauti. Beliau memaparkan tujuan dari acara ini adalah untuk menginspirasi semua mahasiswa/i agar menjadi mahasiswa/i yang mempunyai value. Perubahan zaman yang sudah masuk pada era Revolusi Industri 4.0 yang berpengaruh kepada penurunan penggunaan SDM ke teknologi, perubahan model bisnis, perubahan penilaian investor, perubahan jenis profesi. Kemudian, solusinya adalah mempersiapkan diri dengan menambah skill. Salah satu bentuk mempersiapkan dirinya adalah dengan berorganisasi, bentuk kelompok belajar yang solid, travelling dengan tujuan mencari skill.

Pembicara kedua yaitu Bapak Santoso Permadi. Beliau memaparkan bahwa mahasiswa harus mempunyai softskill, hardskill, mindset, dan relations. Untuk dapat dikenal oleh dunia, maka pemuda harus membuat karya atau kegiatan produktif lainnya yang menjadikan kita pantas disebut sebagai pemuda "Beyond The Average". Beliau juga mengatakan bahwa karir itu adalah ketika kesiapan, kesempatan, dan kepantasan datang bersamaan. Disamping itu, 4 hal yang harus di perhatikan adalah kombinasi antara iman, adab, ilmu dan amal.

Pembicara ketiga yaitu Bapak Muhamad Rizky Rizaldy. Beliau memaparkan bahwa be yourself bukanlah suatu seruan yang tepat, namun justru menjebak. Kita harus mempunyai mentor/tokoh yang dapat diteladani. Untuk menjadi orang hebat adalah dengan berteman dengan orang hebat. Ciri khas orang hebat adalah mempunyai tujuan, berani, serta senantiasa memegang kalimat "Smooth Seas Never Made Great Sailors", artinya orang hebat tidak terlalu memikirkan masalah tetapi lebih kepada berani akan tantangan.  Avoid averageness, get faster, embrace the greatest power, be altruistic juga merupakan beberapa kalimat yang dapat dijadikan sebagai motivasi para pemuda.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Anisah Ajeng Jayanti