Publikasi

  • 15 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakalah Global 2 Miliar Dolar AS]

Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua miliar dolar AS untuk melanjutkan komitmen pembiayaan hijau secara berkelanjutan. Penerbitan sukuk wakalah ini terdiri dari dua seri dengan penempatan pada 20 Februari 2019. 

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Kamis (14/2), menyatakan seri pertama senilai 750 juta dolar AS mempunyai tenor 5,5 tahun dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,9 persen dan jatuh tempo 20 Agustus 2024. Seri kedua mempunyai nilai 1,25 miliar dolar AS serta tenor 10 tahun dengan imbal hasil (yield) sebesar 4,45 persen dan jatuh tempo 20 Februari 2029.

Setiap seri telah mendapatkan peringkat Baa2 oleh Moody's Investors Service, BBB- oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings. Penerbitan sukuk wakalah dengan kode Reg S/144A Trust Certificates ini akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai. 

Sukuk ini mendapatkan dukungan dari Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III yaitu badan hukum penerbitan surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam mata uang asing di pasar internasional. Transaksi juga dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya volatilitas tinggi di pasar modal global serta mengalami kelebihan permintaan sebanyak 3,8 kali.

Tingkat orderbook global dengan kualitas yang baik telah menunjukkan ketahanan dan dalamnya pasar sukuk, serta memperlihatkan kuatnya minat investor terhadap penerbitan obligasi syariah ini. Sukuk wakalah dengan tenor 5,5 tahun merupakan penerbitan green sukuk kedua yang menunjukkan komitmen, kepemimpinan serta kontribusi Indonesia di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim. 

Selain itu, Indonesia sebagai penerbit sovereign green sukuk global pertama, telah membuktikan konsistensi terhadap Perjanjian Iklim Paris Tahun 2016. Komitmen itu diperlihatkan melalui perkembangan proyek pelestarian lingkungan serta berhasil menarik investor asing yang beralih ke praktik korporasi berkelanjutan khususnya pembiayaan berkelanjutan berbasis syariah.

Struktur akad sukuk ini adalah wakalah, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara yaitu tanah dan bangunan (51 persen) dan proyek APBN yang sedang dalam pembangunan atau akan dibangun (49 persen). Penetapan harga (pricing) sukuk wakalah Republik adalah pada 25 sampai dengan 30 basis poin lebih rendah daripada indikasi pricing awal (initial pricing guidance) untuk kedua seri.

Deutsche Bank AG, Dubai Islamic Bank PJSC, Maybank Investment Bank Berhad, PT Mandiri Sekuritas dan HSBC (juga bertindak sebagai Green Structuring Advisor) bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunner. Sementara itu, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-managers untuk transaksi ini.

Secara keseluruhan, transaksi sukuk sejalan dengan tujuan Indonesia untuk memperkokoh pasar keuangan syariah global dan komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 8 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Dubai Islamic Bank Terbitkan Sukuk 750 Juta Dolar AS]

Dubai Islamic Bank (DIB) menandai pencatatan (listing) sukuk sebesar 750 juta dolar AS di bursa Nasdaq Dubai pada Rabu (6/2). Para eksekutif membunyikan bel pembukaan di bursa pada Rabu, menyusul penerbitan sukuk yang berlangsung pada 22 Januari.

Nilai sukuk DIB yang terdaftar di bursa sekarang 6 miliar dolar AS, termasuk daftar terbaru, dari tujuh instrumen. Sukuk mendapatkan 4,9 kali kelebihan permintaan (oversubscribe) dengan tingkat keuntungan 6,25 persen per tahun, dan hampir 40 persen bunga investor datang dari luar Timur Tengah.

"Tingkat permintaan yang tinggi untuk sukuk terbaru kami menunjukkan kepercayaan investor global yang kuat dalam kinerja dan strategi DIB," kata Adnan Chilwan, kepala eksekutif grup DIB dilansir di Arab News, Kamis (7/2).

Nilai total semua sukuk yang terdaftar di bursa Dubai kini telah mencapai 61,14 miliar dolar AS. Ini merupakan jumlah terbesar dari semua pusat listing di dunia.

"Peran DIB sebagai penerbit utama sukuk mencerminkan keahlian bank dan pengalaman dalam banyak aspek keuangan Islam di seluruh UEA dan sekitarnya." kata Hamed Ali, kepala eksekutif Nasdaq Dubai.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 1 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST-003]

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Resiko (DJPPR) resmi meluncurkan instrumen investasi Sukuk Tabungan seri 003 (ST-003) pada hari ini, Jumat (1/2). Peluncuran tersebut sekaligus pembukaan masa penawaran mulai 1 hingga 20 Februari mendatang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Lucky Alfirman menyampaikan sukuk tabungan ini menyasar milenial karena telah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sukuk tabungan kali ini dipasarkan secara online dan memiliki delapan keuntungan.

Pertama, pokok dan imbalan dijamin negara, kedua tingkat imbalan kompetitif yakni 8,15 persen lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN. Ketiga, imbalan bersifat mengambang mengikuti perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate dengan jaminan imbalan minimal (floor) sebesar 8,15 persen pertahun.

Keempat, imbalan dibayar tiap bulan namun tingkat imbalan akan disesuaikan setiap tiga bulan. Kelima, early redemption cost dapat dilakukan setelah 12 bulan dan tidak dikenalan biaya oleh pemerintah. Keenam, adanya kemudahan akses transaksi melalui sistem elektronik (online).

Ketujuh, para investor secara langsung mendukung pembiayaan pembangunan nasional, dan kedelapan, sesuai prinsip syariah. Lucky mengatakan Sukuk Tabungan dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Direktur Keuangan Syariah Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan penerbitan Sukuk Tabungan menggunakan struktur akad Wakalah. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah.

"Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut," katanya.

ST-003 dapat diperoleh dengan menghubungi 13 mitra distribusi yakni Bank Mandiri, Mandiri Syariah, BRI, BRI Syariah, BNI, BCA, BTN, Bank Permata, Trimegah, Bareksa, Investree, Modalku dan Tanamduit. Minimal pembelian yakni Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 25 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Januari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Dompet Dhuafa Pastikan Program-Programnya Sejalan SDGs]

Program-program pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswah) Dompet Dhuafa berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

SDGs merupakan agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan, mengatakan, Dompet Dhuafa telah membuat program keuangan mikro syariah.

Selain itu, kata dia, Dompet Dhuafa juga membuat program pemberdayaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Melalui program tersebut Dompet Dhuafa telah berkontribusi terhadap SDGs tujuan ke-1, yakni tanpa kemiskinan (no poverty).

"Dompet Dhuafa juga memberikan layanan medis kuratif di klinik dan rumah sakit, juga menjalankan serangkaian program promotive kesehatan yang mendukung pemenuhan target-target SDGs (tujuan ke-3, kehidupan sehat dan sejahtera atau good health and well being)," kata Imam saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Menyoal Lambatnya Pemulihan Lombok" di Bakoel Koffie, Kamis (24/1).

Ia menerangkan, Dompet Dhuafa juga memberikan layanan sekolah gratis setingkat SMP dan SMA. Selain itu memberikan beasiswa pendidikan pelajar miskin berprestasi dan menjalankan program peningkatan kapasitas guru. Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-4, yakni pendidikan berkualitas (quality education). Dompet Dhuafa memiliki program pelatihan soft skill bagi pemuda miskin.

Seperti pelatihan montir, servis ponsel, menjahit, salon dan lain-lain. Dompet Dhuafa juga menciptakan lapangan pekerjaan melalui program agroindustri padat karya dan program pemberdayaan disabilitas.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan-8, yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth). "Dompet Dhuafa juga memiliki program rumah industri nanas Subang yang padat karya dan menyerap produksi nanas masyarakat," jelasnya. Imam menambahkan, selain program rumah industri, Dompet Dhuafa juga membantu keuangan mikro. Serta pembangunan akses jalan dan jembatan utama yang putus di pedesaan.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-9, yakni Industri, inovasi dan infrastruktur (industry, inovation and infrastructure). Dompet Dhuafa juga menaruh perhatian terhadap lingkungan. Dompet Dhuafa memiliki program sedekah pohon, penanaman pohon produktif, penanaman di daerah longsor dan penanaman mangrove.

Serta memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana. Hal ini sejalan dengan SDGs tujuan ke-13, yakni penanganan perubahan iklim (climate action).

Imam mengatakan, Dompet Dhuafa juga memiliki program yang sejalan dengan SDGs tujuan ke-16 yakni perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh (peace, justice and strong institutions).

Programnya berupa Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa yang melayani kebutuhan hukum dhuafa. Serta Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) untuk kajian kebijakan publik yang pro-poor.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 15 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Video Competition

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma Proudly Presents

- Video Competition - Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2019 -

Tema:
"RIBAHAYA!"

Tanggal Penting:
- Batas pendaftaran & pengumpulan berkas (05 Maret 2019)
- Publikasi video & pengumpulan link (06 - 19 Maret 2019)
- Penilaian video berdasarkan like & viewer (20 - 27 Maret 2019)
- Pengumuman secara resmi di website & sosial media SEF (29 Maret 2019)
- Pemberian hadiah (06 April 2019)

Syarat & Ketentuan:
- Peserta bersifat umum
- Peserta merupakan tim yang terdiri dari 2 - 5 orang
- Setiap tim maksimal dapat mengirimkan 2 karya terbaiknya
- Logo GSENT, SEF, formulir dan booklet dapat didownload melalui link sef.or.id/vidcom2019
- Video akan menjadi hak milik panitia dengan tetap mencantumkan nama pembuat video

Hadiah:
- Juara 1: Uang tunai Rp 1.000.000,- + Medali + Sertifikat
- Juara 2: Uang tunai Rp 500.000,- + Medali + Sertifikat

Lomba ini GRATIS!

Jadi tunggu apa lagi? Daftarkan karya terbaik dari video kreatifmu, mari berkontribusi dan jadilah pemenang!

Contact Person:
0815 5583 6195

Be Brave to Explore Your Creativity!!

Official Information:
- Website: gsent.shariaeconomicforum.org
- Instagram: @gsent_sef

Our Social Media:
- Website: shariaeconomicforum.org
- Instagram: @KSEI_SEF
- Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
- Twitter: @KSEI_SEF
- Line: @KSEI_SEF
- LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

#VideoCompetition #GSENT2019 #PemudaSEF #RIBAHAYA

  • 11 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Olympiad

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma dengan bangga mempersembahkan Perhelatan Akbar!!!

--National Islamic Economic Olympiad 2019--

Jadikan tahun 2019 sebagai tahun KEBANGGAAN kamu dan Kampus-mu!

- National Islamic Economic Olympiad

- Gunadarma Sharia Economic Event 2019

"How the Islamic Finance Take the Role for Enhancing Economic Power?"

Persyaratan:
1. Peserta merupakan mahasiswa/i aktif jenjang D3 atau S1 se-Indonesia
2. Peserta adalah tim yang terdiri dari 3 orang (diperbolehkan berbeda fakultas)
3. Seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian proses seleksi

Tanggal Penting:
▶ Batas akhir pendaftaran: 10 Februari 2019
▶ Pengiriman berkas pendaftaran dan softcopy essay: 10 Februari 2019
▶ Virtual Test: 18 Februari 2019
▶ Pengumuman Semi Finalis: 2 Maret 2019
▶ Semi Final: 4 & 5 April 2019
▶ Grand Final: 6 April 2019

Pendaftaran:
1. Pendaftaran GRATIS
2. Peserta dapat mengunduh formulir pendaftaran dan booklet melalui link sef.or.id/olympiadgsent2019
3. Peserta mengirimkan formulir via email ke gsent@sef.or.id disertai scan KTM/KRS untuk setiap anggota tim (dalam bentuk file Attachment PDF), dengan subjek email: NAMA KETUA TIM_ASAL UNIVERSITAS

Hadiah:
- Juara 1: Rp 5.000.000,- Trofi tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan
- Juara 2: Rp 3.000.000,- Trofi tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan

☎ Contact Person:
0813 1923 3021 (Laki - Laki)
0856 1237 292 (Perempuan)

Official Information:
- Website: gsent.shariaeconomicforum.org
- Instagram: @gsent_sef

Visit Us on Social Media:
- Website: shariaeconomicforum.org
- Instagram: @KSEI_SEF
- Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
- Twitter: @KSEI_SEF
- Line: @KSEI_SEF
- Linkendin: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 10 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[COMING SOON ON APRIL 2019]

Welcoming our PRESTIGIOUS ANNUAL EVENT
By Sharia Economic Forum (SEF) of Gunadarma University

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT (GSENT) 2019

Our Agenda:
- National Seminar
- International Seminar
- Student Conference
- National Islamic Economic Olympiad
- Video Competition

For further information follow at: @gsent_sef

Stay close with us at: gsent.shariaeconomicforum.org

#GSENT2019 #KSEISEFUG
#PemudaSEF #EkonomRabbani
#PemudaPenggerakPeradaban

  • 14 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[OJK Dorong Bank Syariah Bersinergi Kembangkan Produk]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri jasa keuangan syariah bisa berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mewujudkannya, otoritas mendorong bank syariah saling bersinergi dalam melakukan pengembangan produk.

"Supaya bisa berkontribusi dan efisien, kita dorong adanya sinergi melalui Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia). Ini kita dorong agar tidak saling berebut dan bersama membangun industri keuangan syariah," jelas Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro kepada Republika, Kamis (13/12).

Ia menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan bank syariah bersama-sama. Misalnya, meluncurkan produk penyaluran pembiayaan syariah. "Contohnya menyalurkan produk pembiayaan perumahan bersama. Kalau ini bisa diterapkan, maka lebih efisien karena nggak perlu melakukan riset masing-masing," kata kata Soekro.

Selain itu, lanjutnya, beberapa infrastruktur seperti Informasi dan Teknologi (IT), Sumber Daya Manusia (SDM), serta lainnya bisa disinergikan pula antarbank syariah. Dengan begitu lebih hemat.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa bank yang sempat tidak bersedia melakukan sinergi tersebut sehingga memilih mengembangkan produk sendiri-sendiri. "Itu sebetulnya masalah komunikasi, kita jelaskan manfaatnya lebih banyak bila dikembangkan bersama daripada sendiri, maka kini semua bank syariah sudah bersedia dan sudah mulai (lakukan sinergi)," jelasnya.

Menurutnya, sinergi merupakan kunci untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Tidak hanya sinergi antarbank syariah, tapi juga dengan pemerintah, regulator, serta lainnya.

"Kita perlu sinergi, kerja bareng-bareng. Melalui sinergi saya yakin pengembangan ekonomi syariah bukan hambatan tapi menjadi tantangan ke depan, kemiskinan pun bisa turun dan literasi syariah meningkat," tutur Soekro.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 7 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Penyedia KPR Syariah di Inggris Targetkan Pembeli 'Beradab']

Bank-bank dengan produk syariah berupaya memperluas pasar mereka dengan menawarkan cara 'etis' atau 'beradab' bagi orang-orang untuk membeli rumah. Meski HSBC dan Lloyds Bank tak lagi bermain di pasar ini, bank-bank syariah berupaya menghidupkan lagi sektor ini.

KPR yang sesuai syariah tidak memiliki suku bunga, namun 'tarif sewa' dibebankan pada bagian dari properti yang dimiliki oleh bank. Ini karena bunga tidak dapat dibebankan berdasarkan hukum Islam. Karena perbedaan ini, pengaturan seperti itu sering disebut rencana pembelian rumah (HPP) daripada hipotek atau kredit perumahan.

Gatehouse Bank telah menjadi bank Islam terbaru untuk memasuki pasar. Serta menargetkan pelanggan dengan persyaratan agama, mengatakan bahwa bank mencoba untuk menarik calon pemilik rumah yang tergoda oleh keuangan 'beradab'.

Charles Haresnape dari Gatehouse, mengatakan bahwa pihaknya percaya bahwa keuangan Syariah, tanpa memandang agama, adalah keuangan beradab. Orang-orang menginginkan kesepakatan yang bagus tetapi mereka ingin tahu itu etis.

"Kami tidak akan membiayai perdagangan senjata, perjudian atau alkohol. Tidak ada bank besar yang bisa memberikan jaminan itu. Anak muda sangat sadar akan masalah ini," kata Charles seperti dilansir di Telegraph co.uk, Rabu (5/12).

Menurut Haresnape, ini adalah pasar yang kurang dikenal. Tapi ada banyak kesamaan dengan kepemilikan bersama hipotek. 

"Anda membayar kembali modal setiap bulan tetapi alih-alih membayar bunga, Anda membayar sewa untuk porsi yang belum Anda miliki. Ini adalah pembayaran sewa daripada bunga," jelasnya.

Bahkan dengan upaya untuk menahan pembeli rumah besar, broker hipotek tetap skeptis tentang apakah keuangan Islam akan mampu mengambil pangsa pasar yang signifikan.

Kelemahan utama bagi pelanggan adalah bahwa tarif sewa biasanya lebih tinggi daripada tingkat bunga pada hipotek tradisional. Gatehouse Bank telah meluncurkan dengan kesepakatan suku bunga tetap dua tahun di 3,19 persen.

Hipotek di bank-bank besar biasanya mengenakan biaya kurang dari 2 persen untuk kontrak dua tahun yang serupa. Ini mencerminkan biaya pendanaan yang lebih tinggi untuk bank-bank Islam.

"Dengan hipotek yang kemungkinan terbesar bagi banyak orang, suku merupakan faktor penting. Jika transaksi lebih mahal daripada alternatif di pasar, itu akan menjadi penjualan yang sulit," kata Mark Harris dari broker hipotek SPF Private Clients.

Al Rayan Bank dianggap sebagai penyedia keuangan Islam terbesar di Inggris. ABC International, Ahli United Bank, dan UBL adalah bank lain yang terdaftar di Inggris untuk menawarkan paket pembelian rumah.

Harris mengatakan bahwa dari pajak bea materai perspektif, pajak keuntungan modal dan pajak warisan diperlakukan dengan cara yang sama seperti hipotek tradisional. Peminjam juga diharuskan untuk lulus tes keterjangkauan yang sama untuk memastikan mereka dapat memenuhi pembayaran bulanan mereka.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 1 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Seminar Nasional 1:

“The Economic Crisis Cycle: Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges”

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional Kalimalang dengan tema besar The Economyc Crisis Cycle. Seminar ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu dalam sesi 1 dengan sub tema Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges dari pukul 08.30 – 12.00 WIB di Ruang Cinema J167 Universitas Gunadarma Kalimalang.

Seminar Nasional adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Anisah Ajeng Jayanti, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Anesi (Inggris), dan Indah Sari (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan oleh Zaki Ilhaam Muhammad selaku ketua pelaksana Aktualisasi Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan  bahwa  Pemuda yang sakit adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang baik-baik saja, sedangkan pemuda yang sehat adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang tidak baik (sakit). Pemuda menjadi tonggak peradaban dunia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Imam Subaweh selaku Ketua Jurusan Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa SEF merupakan organisasi yang sangat dibanggakan oleh Gunadarma. Manusia menjadi khalifah di muka bumi ini, harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sebaik-baiknya. Tugas kita ialaha menegakkan ekonomi islam dan memberantas riba.

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah Ibu Nur Azifah yang merupakan Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma.

Pembicara pertama yaitu Bapak Dr. Muhammad Muflih. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Pandangan Islam Terhadap Penetapan Mata Uang Dunia dan Krisis Global”

Dunia mengalami krisis ekonomi pada 1900-an. Krisis merupakan history yang ada disetiap zamannya. Bagaimana pandangan Islam terhadap dollar?. Dollar mengalami beberapa fase yaitu yang dibackup dengan emas. Pada Perang Dunia II, Amerika memenangkan Perang sehingga membuat Amerika menjadi negara adikuasa. Pada tahun 1994 masyarakat dunia mencari sistem moneter yang dikumpulkan di Bretton Woods yang menyepakati transaksi yang berlaku didunia. Dollar AS di patok pada tingkat bunga tetap ke emas yang membuat dollar AS sepenuhnya dapat dikonversi menjadi emas pada tingkat tetap $35. Uang yang terlalu benyak menyebabkan inflasioner, sedangkan barang yang terlalu banyak menyebabkan deflasioner.

Pada tahun 1971, Bretton Woods menurun karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap dollar sehingga ekonomi tidak bergairah. Mulai 1970 awal amerika menetepakan fightnmoney, yang menetapkan Dollar sebagai patokan nilai tukar dunia. Menurut kelompok Dinaris, dinar merupakan keseimbangan sedangkan dollar itu riba karena nilai instrisiknya tidak sama. Namun menurut Zubair Hasan dari Malaysia yang menolak karena setiap negara mempunyai stándar emas masing-masing. Jadi dapat disimpulkan bahwa kunci terjadinya krisis adalah karena perilaku. Islam meningkatkan money demand untuk orang miskin. Dalam Islam uang tidak boleh menganggur harus berputar. Zakat mampu mengubah struktur permintaan mata uang.

Pembicara kedua yaitu Bapak Prayudhi Azwar. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Fokus Kebijakan dalam Mengantisipasi Krisis Ekonomi Global”

Knowladge akan dibayar mahal daripada tenaga. Tantangan Dinamika Ekonomi Global

  • Small Open Economy, pada 2008 Amerika melakukan ekspansi, bukan melakukan pengurangan mata uang. Sedangkan Indonesia pada 2008 mengalami krisis yaitu harga naik. Pada 2010, negara-negara lain mengejar Indonesia maka terjadilah massive capital inflow. Untuk mempelajari ekonomi syariah, kita juga harus mempelajari ekonomi konvensional, agar dapat mematahkan teori ekonomi konvensional. Indonesia saat ini terjadi rezim devisa bebas dan kebijakan moneter independen.
  • Melandainya yield curve dari Surat Utang Pemerintah AS, pada 2007 Amerika keluarkan obligasi baru. China memegang 1 ½ T USD dari devisa mereka. Pada 2017 China mulai menjual cadangan devisanya. Ketika China mulai tidak selera memegang bond Amerika, sehingga bond turun, sehingga investor yang tidak mengerti menginvestasi ke Amerika.

Tugas BI adalah hakikatnya sebagai rem. Tujuan BI menurut UU N0 23 Tahun 1999 tentang BI (pasal 7) bahwa Bank Indonesia bertujuan mencapai dan memelihara kestabilan Nilai Rupiah.

Tantangan untuk kita semua yaitu Adanya eksternal shock

  • Defisit neraca dagang Oktober, terparah kedua kalinya di 2018
  • Neraca dagang migas tekor Rp 158 T terparah sejak 2014

Pembenahan disektor ini Y= C+I+G+X-M

Kondisi saat ini ialah 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan 100 orang kekayaan masyarakat Indonesia. Untuk ini dipegang oleh pengusaha sektor rokok. Kehebatan Islam yaitu mempunyai instrument zakat, impact zakat yaitu mendorong orang yang mempunyai emas dengan nisab zakat.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 1

  1. Ade Saputra dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Petanyaan ditujukan kepada Bapak Muflih. Apa upaya pemerintah dalam menangani krisis dan apa dampaknya pada saat ini?

Bapak Muflih: Krisis 2008 menciptakan ekonomi yang menakutkan untuk Indonesia. Krisis luar biasa 1997. 1998 masyarakat Indonesia mulai memperhitungkan kembali krisis yang dibangun. Yang dikhawatirkan Indonesia pada tahun 2008 adalah kenaikan suku bunga. Dalam rangka mengantisispasi krisis 2008, masyarakat ekonomi syariah memberikan gairah untuk Indonesia dengan BI mengeluarkan wakaf.

 

  1. Anissa Febi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Pertanyaan ditujukan kepada Bapak Prayudhi. Bagaimana open mind untuk berinvestasi dinegara sendiri.

Bapak Prayudhi: Perlu bangun enterpreunership skills dan manfaatkan waktu kita yang dipakai untuk nilai tambah. Apapun yang menambah daya saing kumpulkan dari sekarang. Jangan pernah menyalahkan keadaan, eskplor keluar dan produksi dalam negri.

 

  1. M. Iqbal dari Universitas Gunadarma

Pertanyaan ditujukan untuk Bapak Prayudhi. Bagaimana strategi memutuskan mata rantai di Indonesia

Bapak Prayudhi: pemerintah mengefektifkan programnya. Pendanaan sebisa mungkin dari BUMN bukan pendanaan dari luar.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 2

  1.  

Apakah ada pengaruh dari siklus ekonomi terhadap peraturan negara?

Bapak Muflih: Siklus ekonomi bisa mempengaruhi wujud regulasi, pun sebaliknya. Setiap negara harus protect negaranya agar tidak kalah dikompetensi negara. Kunci utamanya adalah regulasi dan kemajuan ekonomi dapat terstimulasi.

  1. Fitria Ayudha dari Universitas Bhayangkara

Apakah riba tersebut mempengaruhi kas negara dan apa upaya pemeribtah untuk menanggulanginya?

Bapak Prayudhi: Sekarang krisis terjadi karena kerusakan tangan-tangan manusia sehingga terjadi bubble. Supaya riba tidak berkembang yaitu mensosialisasikan ekonomi syariah agar masyarakat mau menabung di bank syariah sehingga bank syariah dapat me-landing uang tersebut.

Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan: Putri Yunela Sari

 

 

 

 

Seminar Nasional 2:

Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle” pada sesi dua pukul 13.00 – 16.00 WIB di Ruang Cinema J167, Kampus J1, Universitas Gunadarma, Kalimalang.

Seminar Nasional Kalimalang adalah acara setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Adam Al-Aziz, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Bintang Widya Atmojo (Arab), Alief Sucianingsih (Inggris) dan Ricka Annisa (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum periode 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan, maka dari itu sebagai generasi milenial kita harus mampu mengatasi konflik kesenjangan ekonomi. Sebagaimana data membuktikan bahwa empat orang terkaya di Indonesia dapat mensejahterakan seratus juta jiwa penduduk Indonesia.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Imam Subaweh  selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa tugas kita saat ini adalah mengembalikan kehidupan kita yang semula menggunakan sistem ekonomi kapitalisme menjadi sistem ekonomi Islam, acara ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pemuda untuk kritis dan mempunyai semangat membangun bangsanya melalui ilmu yang diberikan.

Moderator pada sesi ini ialah Ibu Stevani Adinda Nurul Huda yang merupakan Dosen Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Beliau mengatakan bahwa pemuda harus memiliki semangat dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi dengan kemudahan teknologi di zaman sekarang.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Riawan Amin. Beliau memaparkan bahwa penjajahan yang terjadi sekarang adalah penjajahan etis. Penjajahan yang dilakukan tanpa senjata dan pertumpahan darah namun lebih menyengsarakan. Kenyataannya ini terjadi pada ekonomi kita, tidak semua infalsi mengakibatkan seseorang miskin, semakin tinggi inflasi dapat juga membuat seseorang semakin kaya. Maka yang paling berharga dari Islam adalah Sistem Ekonomi Islam karena disinilah solusi tercipta. Jumlah uang yang beredar memperesentasikan kekayaan suatu negara pada periode tertentu. Maka dalam suatu negara tidak perlu merubah sistem ekonomi, cukup dengan memperbaiki sistem ekonomi.

Pembicara kedua yaitu Bapak Agus Kalifatullah Sadikin. Beliau memaparkan bahwa problem UMKM di Indonesia adalah pada pendanaan yang terbatas. Financial Tecnology diharapkan dapat meembantu pendanaan UMKM, terutama pada masyarakat yang memiliki akses lokasi yang sulit terjangkau. Total 70 Financial Tecnology yang terdaftar pada OJK. Perbedaan Financial Tecnology syariah dengan konvensional terletak pada akadnya.

 

Pembicara ketiga yaitu Ibu Aldilla Kusumawardhani. Beliau memaparkan bahwa sebagai pemuda mulailah berhenti berbicara soal “Aku” dan mulailah berbicara tentang “Kita dan Mereka”. Menjadi pemuda yang peduli dengan masa depan Indonesia merupakan suatu hal yang harus dibuat dalam bentuk aksi nyata. Kesenjangan yang yang terjadi terutama pada masyarakat pedesaan, memerlukan pendidikan untuk dapat merepresentasikan potensi yang ada padanya. Solusinya pada pemuda, mulailah berfikir kritis (ada keresahan) dan mulai dengan aksi nyata (beraksi atau gerakan)..

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi dimana terdapat 3 penanya dari 1 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah oleh Panitia. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Indah Sari