Publikasi

  • 6 Jul 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan hasil Seleksi Tahap Wawancara 1 Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal: Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul:              08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus H, Universitas Gunadarma

Maka kami mengumumkan 34 nama yang lanjut ke tahap selanjutnya:

Diinformasikan kepada 34 nama yang telah berhasil lolos pada Seleksi Wawancara 1, diwajibkan untuk dapat mengikuti rangkaian Kuliah Informal Ekonomi Syariah (KIES), insyaAllah acara akan dilaksanakan pada:Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap berikutnya:

Tanggal:          08 – 12 Juli 2019

Waktu:            08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus F5, Universitas Gunadarma

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.

Jazakumullahu Khayran

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 10 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara III National Essay Competition dalam ajang Sharia Economic Festival 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Indah Nur Maulina (Manajemen 2017), Reita Fabiolyn Qamaril (Manajemen 2016) dan Dwi Rahayu (Manajemen 2015).

Sharia Economic Festival (Sharia Ecofest) merupakan rangkaian acara tahunan yang diadakan oleh HMJ Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah kategori National Essay Competition yang merupakan ajang kompetisi essay tingkat nasional dan diikuti oleh delegasi dari 10 Universitas di Indonesia yang terpilih untuk menampilkan essay terbaiknya dalam event tahunan ini. Kegiatan National Essay Competition diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2018.

Pada 10 Oktober 2018 acara dimulai dengan persentasi essay dari 8 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Andalas, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, STEI SEBI, Universitas Diponegoro, IAIN Lampung, dan Universitas Gunadarma. National Essay Competition ini mengusung tema besar "The Golden Age of Sharia Economic" bertujuan untuk mencari serta mengoptimalkan peran para pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun bangsa melalui pemikiran kreatif dan inovatif dalam Ekonomi Islam. Tim Universitas Gunadarma mengangkat topik mengenai Bank Wakaf Mikro dengan judul essay “Optimalisasi Wakaf Uang untuk Pemberdayaan Colleaguepreneur dalam Menghadapi Bonus Demografi 2020 melalui E-Wacopers”. Dalam penulisan essay ini Tim Gunadarma menggagas sebuah ide melalu pembuatan sebuah platform yang dapat menanugi colleaguepreneur atau pengusaha mahasiswa agar dapat menjalankan bisnis dengan optimal namun tetap dalam koridor prinsip syariat Islam, sehingga dapat mendongkrak angka UMKM di Indonesia dan mampu memanfaatkan fenomena bonus demografi 2020 yang akan berdampak besar bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Pada platform ini colleaguepreneur akan diberdayai melalu pemanfaatan wakaf uang yang dikelola melalui Bank Wakaf Mahasiswa dan kemudian untuk mempermudah transaksi antara pihak-pihak yang terkait dibentuk sebuah aplikasi penunjang bernama E-Wacopers.

Setelah seluruh tim telah mempresentasikan essay masing-masing, acara selanjutnya adalah pengumuman hasil penilaian dari National Essay Competition. Kemudian scara ditutup dengan Pemberian hadiah kepada para pemenang National Essay Competition dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia Sharia Ecofest 2018.

  • 22 Sep 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Best Presentation dalam ajang Festival Ilmiah Ekonomi Syariah 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Septian Nudin (Manajemen 2016), Lailatul Munawaroh (Manajeman 2016) dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).
FALAH atau Festival Ilmiah Ekonomi Syariah merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI AcSES Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yakni Call for Essay. Untuk Call for Essay itu sendiri adalah ajang kompetisi essay tingkat nasional yang di ikuti oleh 14 Universitas di Indonesia yang mengirimkan essay terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Kegiatan Call for Essay itu sendiri diselenggarakan pada tanggal 20 sampai 22 September 2018.

Pada hari pertama (20/09), acara langsung dibuka dengan persentasi essay dari 10 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Hasanudin, Politteknik Negeri Jakarta, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Semarang dan Universitas Gunadarma. Call for Essay ini mengusung tema besar "Cipta Pemuda untuk Indonesia Madani" bertujuan untuk mencari serta mengoptimalkan peran para pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun bangsa ini. Tim Universitas Gunadarma mengangkat topik mengenai Disabilitas dan Ekonomi dengan judul essay “Ruma Tuna Indonesia (RT ID): Solusi Wakaf Produktif Oleh Millenials Islamic Generation Melalui Pemberdayaan Entrepreneurship Tunarunggu Dan Tunanetra Berbasis Crowdfunding Demi Mewujudkan Indonesia Madani.” Platform yang disebut dengan RT ID merupakan wadah khusus yang menaungi para Tunarungu dan Tunanetra dalam bidang entrepreneurship khususnya industri ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara metode crowdfunding dengan pemanfaatan wakaf tanah yang diharapkan dapat mendanai RT ID dalam menjalankan kegiatan operasional. Setelah 10 tim presentasi essay masing-masing lalu pengumuman 5 tim terbaik untuk mengikuti study case. Tim Gunadarma sendiri mendapatkan nomor urut pertama untuk mempersentasikan hasil diskusi dari case yang telah diberikan.

Pada hari kedua (21/09), para semifinalis diajak berkeliling Kota Pahlawan untuk mengenalkan secara langsung bagaimana budaya masyarakat di salah satu kota metroplitan. Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya juga turut menjadi salah satu destinasi. Pada malam harinya dilanjutkan dengan Kajian islami bertajuk "Pemuda Menjawab Tantangan Zaman Now" yang diisi langsung oleh Ustadz Faris Khoirul Anam, L.C., M.H.I. pengasuh pondok pesantren Darul Faqih, Malang. Beliau menyampaikan bahwa tantangan para pemuda muslim saat ini berasal dari dalam diri sendiri juga dari luar. Maka pemuda muslim khususnya harus memiliki pendirian yang kuat akan prinsip hidupnya, jangan sampai mudah terombang-ambing oleh lingkungan.

Pada hari ketiga (22/09) merupakan puncak dari Festival Ilmiah Ekonomi Syariah 2018 diakhiri dengan Workshop Bisnis bertemakan "Young-Creativepreneur In Digital Era" dihadiri oleh Prof. Dahlan Iskan sebagai narasumber utama mendapatkan antusiasme yang sangat luar biasa dari kalangan Mahasiswa maupun praktisi bisnis. Pak Syafril Riza yang tampil sebagai moderator juga sukses membuat audience tetap semangat sehingga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari narasumber-narasumber yang dihadirkan.
Acara ditutup dengan Pemberian hadiah kepada para pemenang Call for Essay yang langsung diserahkan oleh Prof.Dr. Dahlan Iskan serta Bu Sochrul Rohmatul Ajija selaku pembina AcSES FEB UNAIR dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia FALAH 2018.

  • 7 May 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF UG) berpatisipasi kembali dalam ajang kompetisi Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) XVI yang diselenggarakan oleh ForSEBI (Forum Studi Ekonomi Bisnis Islam) UIN Sunan Kalijaga berkerjasama dengan FoSSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) Nasional, berlangsung pada 26 – 29 April 2017 bertempat di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dalam kompetisi ini, SEF UG mengirimkan 3 tim delegasi olimpiade, yaitu Tim 1 terdiri dari: Rizky Akbar (Akuntansi, 2014), Iren Karina (Akuntansi, 2013), dan Iin Tri Mulya Ningsih (Akuntansi, 2013). Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi, 2014), Fauziah (Akuntansi, 2013), dan Eka Purwati (Akuntansi, 2013). Kemudian Tim 3 terdiri dari: Rahmat Ramdhani (Akuntansi, 2015), Dewi Novitasari (Manajemen, 2013), dan Inggritia Safitri M. (Akuntansi, 2013). Selain itu, SEF UG mengirimkan 4 delegasi simposium, yaitu Tim 1 terdiri  dari: Windriyani (Akuntansi, 2015), Fenton Martin (Teknik Informatika, 2014), dan Annisa Lestari (Akuntansi, 2013). Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Nabila Deerama (Akuntansi, 2015), Dwi Rahayu (Akuntansi, 2015), dan Muhammad Hamdy Nugroho (Akuntansi, 2014). Kemudian Tim 3 terdiri dari: Dian Rosela (Akuntansi, 2014), Cinthya Ayunda (Akuntansi, 2014), Nopi Duwi Hariyanti (Akuntansi, 2013). Kemudian Tim 4 terdiri dari: Nuke Winandha (Manajemen, 2014), Fitra Amelia (Akuntansi, 2013), dan Hilmi Fabriansyah (Akuntansi, 2013).

Foto Bersama Delegasi SEF UG Tim Olimpiade dan Simposium

TEMILNAS merupakan ajang kompetisi nasional yang setiap tahunnya mengundang seluruh mahasiswa dengan Kelompok Studi Ekonomi Syariah dari berbagai Universitas di Indonesia dan tahun ini sudah memasuki tahun ke 16. TEMILNAS XVI mengangkat tema “Optimizing Indonesia’s Potential towards the World Halal Lifestyle Center”. Rangkaian acara terdiri dari: Seminar Internasional, Olimpiade Ekonomi Islam, Simposium, Business Challenge, Diskusi Nasional, Gathering Night, dan CEO Talk.

Hari Pertama, dimulai dengan pembukaan acara oleh rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, dan dilanjutkan dengan Seminar Internasional dengan tema “Optimizing Market Opportunity of Global Halal Industry” oleh Prof. Irfan Syauqi Beik (Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam), Prof. Irwandi Jaswir (Koordinator Riset Halal Industry Research Center IIUM, Malaysia), dan Tentra Andriyani (Representatif Asosiasi Halal Lifestyle) sebagai pembicara. Pertumbuhan Industri Halal di Indonesia sangat berpeluang besar mengingat populasi Muslim terbesar dunia adalah Indonesia sehingga sudah mempunyai pasar yang menjajikan. Untuk memperkuat perkembangan Industri Halal maka diperlukan regulasi yang tepat, penawaran (supply) yang lebih luas, serta massive public campaign dan pendidikan sebagai peningkatan kesadaran masyarakat akan produk halal. Masalah yang dihadapi saat ini adalah sertifikasi halal dimana biaya sertifikasi yang besar menjadi keluhan bagi pada produsen untuk menyertakan label halal pada produknya terutama pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga diperlukan kebijakan yang strategis dan inovatif seperti diberlakukan UU JPH (Undang-Undang Jaminan Produk Halal) dan memperkuat dakwah Halal Lifestyle sehingga Indonesia mampu menaikkan level peringkatnya pada Global Halal Industry.

Kemudian, dilanjutkan dengan sesi penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam bertempat di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga, yaitu mengerjakan soal secara individu yang nantinya nilai akan diakumulasikan dalam Tim. Pada tahap ini, Tim 2 SEF UG berhasil meraih 14 besar dari 114 Tim yang ikut berkompetisi. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi final yaitu study case untuk penetuan juara dari 10 Tim Finalis.

Hari Kedua, dimulai dengan CEO Talk dengan tema “Membangun Generasi Kompetisi Generasi Muda” oleh Dr. Anggito Abimanyu (Chief Economist BRI) dan Agung Nugraha Susanto, SH. (CEO Simply Group) sebagai pembicara. Ciri generasi muda Islami saat ini, yaitu Sholeh dan sholeha, terdidik dan kreatif, berani dan selalu ingin tahu, dinamis dan fleksibel, orientasi global, namun sulit dinasehati dan dikritik. Saat ini pula momentum kebangkitan bagi Umat Islam dimana pemimpin generasi muda harus mampu berkolaborasi, mempengaruhi, dan memikirkan strategi untuk perbaikan Negara. Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan simposium dimana para delegasi akan mempresentasikan papernya kepada dewan juri. Simposium dibagi kedalam 5 komisi, yaitu Makanan, Pendidikan dan Keuangan, Pariwisata dan Budaya, Fashion dan Kosmetik, Media dan Medis.

Tim 1 SEF UG dengan paper berjudul: “Pemenuhan Konseptualisasi Islamic Branding dan Penerapan Consumer Based Brand Equity (CBBE) pada Industri Kosmetik Halal Indonesia melalui Pembentukan Halal Cosmetic Community”, Tim 3 SEF UG dengan paper berjudul: “Indonesia Halal Lifestyle Center di Dunia Tahun 2020 pada Subsektor Fashion Muslim melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah”, dan Tim 4 SEF UG dengan paper berjudul: “Optimalisasi Fashion Muslim dalam Negeri Melalui Model Quadruple Helix menuju Indonesia sebagai Pusat Fesyen Dunia Tahun 2020” masuk dalam komisi 4 yaitu Fashion dan Kosmetik, sedangkan Tim 2 SEF UG dengan paper berjudul: “Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Implementasi Sukuk Linked Wakaf dalam Rumah Sakit Syariah” masuk dalam komisi 5 Media dan Medis.

Setelah presentasi paper masing-masing Tim pada simposium selesai, dilanjutkan dengan diskusi nasional pada masing-masing komisi yang dihadiri oleh seluruh peserta TEMILNAS XVI sampai dengan hari ketiga. Pada diskusi ini, membahas terkait permasalahan Industri Halal pada setiap komisi yang kemudian masing-masing peserta dapat memberikan pendapatnya terkait solusi yang dapat direkomendasikan pada pemerintah nantinya serta membahas paper yang telah dipresentasikan sebelumnya. Acara ini diakhiri dengan Sidang Pleno dengan mengkukuhkan beberapa poin solusi yang akan direkomendasikan dari hasil diskusi tersebut dan ditandatangani oleh Presidium Nasional FoSSEI dan seluruh Ketua KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) se-Nasional.

Acara diakhiri dengan Gathering Night dan pengumuman pemenang kompetisi TEMILNAS XVI yang berlangsung di Conventional Hall UIN Sunan Kalijaga. SEF UG berhasil meraih penghargaan Best Paper pada komisi 5 yaitu Media dan Medis yang diwakili oleh Tim 2 SEF UG yang terdiri dari Nabila Deerama (Akuntansi, 2015), Dwi Rahayu (Akuntansi, 2015), dan Muhammad Hamdy Nugroho (Akuntansi, 2014). Sedangkan penghargaan lainnya yaitu Juara 1 Olimpiade oleh Universitas Brawijaya, Juara 2 Olimpiade oleh STEI Tazkia, dan Juara 3 Olimpiade oleh STEI SEBI. Sedangkan Best Paper komisi 1 oleh Universitas Muhamaddiyah Yogyakarta, Komisi 2: Univeristas Sumatera Utara, Komisi 3: Universitas Riau, dan komisi 4: Universitas Gadjah Mada.

Laporan: Annisa Lestari

  • 6 May 2017

  • 0 Comments

  • Nasional

Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakaatuh,

Pemuda adalah ujung tombak keberhasilan pembangunan negeri, saat ini anak muda mencapai sepertiga populasi dari jumlah penduduk Indonesia.

Banyak tantangan global yang harus dihadapi oleh para pemuda masa kini, tantangan yang menguji apakah kompetensi para pemuda saat ini dapat bersaing secara global.

Maka, perlu dipersiapkan berbagai hal oleh para pemuda sedini mungkin antara lain melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya melalui jalur beasiswa, menyiapkan diri untuk berkarir gemilang, hingga dapat berkontribusi dan berhasil sebagai pencipta lapangan kerja.

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma mengundang anda untuk dapat ikut serta menjawab tantangan pemuda Indonesia dalam rangkaian acara:

SEMINAR NASIONAL

"Youth Development: Scholarship, Career, and Entrepreneurship"

Rangkaian Acara: 

Seminar Nasional 1

"Learning and Doing: Preparing Yourself for a Bright Future"

Sabtu, 06 Mei 2017 | 08.30 - 12.00 WIB 

Pembicara:

- Steven Guntur (Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia 2015/2016

- Jossie Suryadinata (Country HR Director, Teleperformance Indonesia )

- Bhima Yudhistira Adhinegara (Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF))

Moderator:

Risa Septiani, SE., MM. (Dosen Universitas Gunadarma) 

.

Seminar Nasional 2

"Young Entrepreneurs: Let's Build Your Startups"

Sabtu, 06 Mei 2017 | 13.00 - 16.00 WIB 

Pembicara:

- Diajeng Lestari (Founder HijUp.com)

- Andreas Sanjaya (CEO Badr Interactive)

- Representatif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)*

Moderator:

Mufid Suryani, SE., MMSI (Founder Annida Boutique)

*pembicara dalam konfirmasi

 

Acara diselenggarakan pada: 

Hari, Tanggal: Sabtu, 06 Mei 2017

Waktu:  08.30 - 16.00 WIB 

Lokasi: Auditorium D462, Kampus D

Jl. Margonda Raya No. 100, Pondok Cina-Depok

.

HTM: 

Rp 40.000,-/orang/seminar

Harga Spesial Pengguna Baru GOERS

Rp 20.000,-/orang/seminar

Kode Voucher: GSENT2017

Fasilitasnya: E-Modul, Snack, Sertifikat, Souvenir

 

Download Aplikasi GOERS di Playstore:

http://goo.gl/vmEOPn

 

Registrasi:

Kunjungi stand kami di Lobby E41, Kelapa Dua

.

Contact Person: 0857 1103 6115

 

Pemuda! Mari Bersinergi untuk Membangun Negeri!

 

Wassalammu'alaykum Warahmatulahi Wabarakaatuh

Follow us on social media:

- Website: www.shariaeconomicforum.org

- Instagram: @gsent_sef

- Facebook: Ksei Sef Gunadarma

- Twitter: @ksei_sef

- Line@: @wud3545u

  • 5 Mar 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Pada tanggal 28 Februari – 4 Maret 2017 lalu, Asean Youth Development berkerjasama dengan SEF Gunadarma dan International Islamic University Malaysia (IIUM) menyelenggarakan kegiatan akbar Asean Islamic Economic Summit (AIES) 2017. AIES merupakan konferensi ilmiah sekaligus ajang kometisi essay bergengsi di tingkat Asia Tenggara. Tahun 2017 ini, AIES 2017 diselenggarakan di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Tema yang diangkat adalah“Achieving Synergies among ASEAN Member Countries toward Sustainability of Islamic Financial Development” dengan beberapa subtema yang  sedang  hangat dalam keuangan syariah diantaranya, Regionalization of Islamic Banking, Integration of Islamic Capital Market, dan Human Resource Development on Islamic Economics. Penyelenggaraan AIES 2017 bertujuan untuk memfasilitasi para partisipan dari berbagai universitas se-Asia Tenggara untuk mempresentasikan dan saling berbagi pencapaian hasil riset dalam bentuk essay terpilih yang perkembangan industri keuangan syariah.

Selain bertindak sebagai pihak yang bekerjasama dengan Asean Youth Development dalam penyelenggaraan  AIES 2017 ini, SEF Universitas Gunadarma juga  mengirimkan 3 orang delegasi. Mereka adalah Rofi Rosdiani (Akuntansi 2014), Auliya Cornelia Hidayat (Manajemen 2014), dan Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014) merupakan delegasi yang mewakili Universitas Gunadarma dalam kegiatan ini. Masing-masingnya mempresentasikan essay dengan judul-judul The Triple Helix Model For Developing Sharia Skill and Competence of Human Resources Based Sharia (Rofi), HR as Challenges for Islamic Economic Development (Auliya), dan Synergies Between ASEAN Sukuk Member and Social Business in Islamic Finance (Tika)

.

Hari pertama acara AIES 2017, dimulai dengan penyampaian Opening speech oleh Farouk Abdullah Alwyni, M.A., M.B.A., sebagai Advisor AIES, Farouk berpesan kepada semua delegasi untuk menjadi generasi emas di masa depan. karena dengan keikutsertaan di ajang AIES ini merupakan bukti bahwa masih banyak anak muda yang peduli dengan kejayaan islam hingga saat ini dan merupakan amanah besar yang harus diemban bersama.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speech oleh Prof. Ahmed Kameel Mydin, Managing Director at Z Consultant Group, memberikan penjelasan singkat mengenai overview Perbankan Islam. Pembicara Seminar pertama yaitu M. Nor Shahrizan Sulaiman sebagai Deputi CEO dari Maybank Islamic Banking Berhad, Malaysia yang membahas mengenai Promoting Islamic Banking as Global Market Leader. Kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua membahas topik tentang Regulating Shariah Advisors across Jurisdictions oleh Mohammad Mahbubi Ali, Researcher Fellow at International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS), Malaysia. Pembicara seminar selanjutnya yaitu Kunrat Wirasubrata, Acting Director IDB Group Regional Office Kuala Lumpur, membahas mengenai Being Global Leader in Islamic Financial Development. Pada hari kedua, dilanjutkan dengan seminar yang membahas mengenai pasar modal syariah. Pembicara pertama yaitu Prof. Dr. Engku Rabiah Adawiah, Professor of Islamic Capital Market in IIUM membahas mengenai mempromosikan risk-sharing berbasis sekuritas, dan pembicara kedua yaitu Irwan Abdallah, Head of Islamic Capital Market IDX,  membahas mengenai produk inovatif pasar modal syariah.

Setelah rangkaian acara seminar selesai, hari ketiga dilanjutkan dengan Conferece Session, yaitu presentasi Essai dan Focus Group Discussion (FGD), berlangsung di Kuliyyah of Economics. Dalam Conference Session dibagi kedalam tiga sub-tema yaitu Regionalization of Islamic Banking, Integration of Islamic Capital Market, dan Human Resource Development on Islamic Economics. Delegasi SEF Universitas Gunadarma pun terbagi pada kelompok-kelompok sesuai dengan tema essay yang diangkat.

Tika menggunakan prinsip Triple Helix dalam rangka mengintegrasikan Islamic Capital Market negara-negara  anggota ASEAN dengan menggunakan Account member of ASEAN dan dikombinasikan dengan prinsip Social Business guna menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di negara-negara anggota ASEAN seperti kemiskinan, kesehatan maupun infrastuktur. Kemudian essay dari Rofi Rosdiani membahas tentang upaya mengatasi minimnya sumber daya insani yang ada saat ini dan kualitas yang masih kurang dengan triple helix model yaitu dengan mensinergikan 3 pihak yang berkontribusi besar dalam mengatasi persoalan tersebut yaitu Pemerintah, Kementeriaan Keuangan dan Universitas. Auliya C. Hidayat memaparkan bahwa Sumber Daya Manusia menjadi sorotan persoalan yang terjadi dalam keuangan syariah sehingga membutuhkan kolaborasi dari aspek pemerintahan, regulasi maupun akademisi untuk menjadikan Sumber Daya Manusia memiliki baground Sharia yang kental.

Pada kesempatan ini 2 orang delegasi Universitas Gunadarma mendapatkan predikat Best 12 Essay AIES 2017. Predikat ini diraih oleh Rofi Rosdiani (Akuntansi 2014) dan Auliya Cornelia Hidayat (Manajemen 2014). Sebagai bentuk penghargaan hasil karya tulis dari kedua delegasi Universitas Gunadarma, karya akan dibukukan dalam Conference Report AIES 2017 untuk dipublikasikan.

Rangkaian AIES 2017 lainnya adalah financial company exploration dan city excursion. Banyak destinasi yang kami kunjungi, diantaranya kami mengunjungi Central Bank Malaysia Museum and Art Gallery, Kuala Lumpur City Gallery, dan Islamic Development Bank Region Malaysia yang merupakan kantor cabang dari Islamic Development Bank (IDB) yang berpusat di Jeddah dengan keanggotaan 57 negara termasuk Indonesia dan Malaysia. Rangkaian acara ditutup dengan berwisata ke di China Town yang berada di Petaling Street menjual berbagai macam barang dan makanan untuk cinderamata kerabat ditanah air.

Laporan: Tika Intan Saputri, Annisa Lestari