Publikasi

  • 2 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[SBSN Bantu Peningkatan Pembiayaan Syariah]

Sukuk Negara menempati porsi 18 persen dari total Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia sejak 2008. Menurut Data Islamic Finance Development Report 2017 Thomson Reuters, porsi sukuk sebesar 16 persen dalam distribusi aset keuangan syariah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan pembiayaan dengan instrumen syariah saat ini menempati porsi 20 persen dari total pembiayaan. Ini termasuk sukuk dan pembiayaan perbankan juga lembaga keuangan syariah lainnya.

Ia yakin angka tersebut bisa berkembang dua kali lipat dalam 10 tahun kedepan. Pembiayaan dengan instrumen syariah akan sebanding dengan konvensional jika semua pihak berkolaborasi untuk mempopulerkannya.

"Kita bisa memperbesar pembiayaan syariah jika memperbanyak instrumen syariah, investor base dan bagaimana membesarkan lembaga keuangan syariah," kata dia dalam acara Satu Dasawarsa Sukuk Negara, Kamis (1/11).

Bank Indonesia, tambahnya, telah berupaya untuk menciptakan iklim yang ramah pada pertumbuhan pembiayaan keuangan syariah tersebut. Seperti menerbitkan sertifikat deposito syariah yang bisa diperdagangkan hingga aturan untuk lindung nilai syariah.

Perry juga membocorkan BI pun akan mengeluarkan sukuk BI namun masih dalam pembahasan. Sukuk ini adalah hasil inovasi dengan tenor pendek mulai bulanan bahkan mingguan. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

BI menilai beredarnya sukuk telah memperbaiki likuiditas di pasar sehingga berimbas positif pada kondisi makro ekonomi negara. Jadi sukuk tidak hanya membantu dalam pembiayaan sektor riil tapi juga memberi dampak pada likuiditas.

Kedepannya, Perry mengatakan BI mengharapkan peran perbankan syariah yang lebih luas di pasar. Perbankan jadi bukan hanya penghimpun dana masyarakat tapi juga mengarah pada sekuritas. Perbankan syariah bisa fokus pada upaya investasi untuk penyaluran dana, tidak hanya pembiayaan.

"Jadi lebih ke investment banking. Financing-nya tidak hanya loan tapi juga bisa membeli corporate bond, sukuk, dan lainnya, ini untuk mendorong peran," kata dia.

Selain itu, pengembangan keuangan syariah juga harus lebih luas. Tidak hanya perbankan saja tapi juga pengembangan jaringan ekonomi halal dari hulu ke hilir. "Tentu dari itu semua, paling penting adalah edukasi dan menyampaikan informasi, agar populer dan masyarakat ikut andil," katanya.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 26 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Baznas Luncurkan Program Mustahik Pengusaha]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Mustahik Pengusaha. Ini adalah program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik yang akan atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk.

Program Mustahik Pengusaha diawali dengan pemberdayaan kelompok usaha budidaya lele dan tanaman terong di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru mengatakan, program ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.

“Jenis usaha yang dijalankan berupa usaha skala rumah tangga seperti makanan ringan, kue, turunan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Kami juga mendukung bagi UMKM yang bergerak di bidang industri kreatif seperti batik, ukiran, konveksi, kerajinan tangan, desainer, periklanan, kesenian dan arsitektur,” katanya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/10).

Bantuan yang diberikan berupa modal usaha sebesar Rp 115 juta kepada 23 orang di kelompok budidaya lele di Kampung Bakung, Desa Karangpatri, Kecamatan Pabayuran. Sedangkan kelompok usaha pertanian budidaya terong di Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi yang beranggotakan 25 orang memperoleh bantuan sebesar Rp 180,9 juta atau berkisar antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta per orang.

“Bantuan modal untuk kelompok usaha budidaya lele akan digunakan untuk pembangunan kolam bioflok, pembelian benih lele, dan pengadaan pakan. Lokasi usaha kolam lele bioflok difokuskan pada satu lahan bersama,” katanya.

Sedangkan untuk usaha budidaya terong, modal usaha digunakan untuk pembelian bibit, pupuk, biaya perawatan dan penanganan pasca panen. Adapun dua kelompok usaha ini telah memiliki jaringan pasar sehingga anggota kelompok dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas usaha dan disiplin dalam usaha yang dilaksanakan.

Dalam pelaksanaan program ini, tim Baznas melalui Lembaga Pengembangan Ekonomi Mustahik (LPEM) juga melakukan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu faktor keberhasilan program untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha berjalan sesuai dengan rencana. Melalui kegiatan pendampingan ini, mustahik didorong untuk kreatif dan inovatif.

“Kegiatan pendampingan ini dilakukan melalui 3 tahapan, yakni tahap perintisan terdiri dari penumbuhan dan pembentukan kelompok, tahap penguatan untuk menumbuhkan aktivitas usaha dan kelompok penerima manfaat serta tahap pemandirian,” katanya.

Diharapkan dengan kegiatan peluncuran ini dapat memberikan motivasi usaha tidak hanya kepada anggota di dalam kelompok tapi juga masyarakat sekitar tempat usaha. “Selanjutnya untuk melakukan percepatan program ini, Baznas akan bersinergi dengan berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah dan Baznas di daerah setempat untuk membantu mustahik keluar dari kemiskinan,” kata Randi.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 19 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Potensi Wisatawan Muslim Milenial Capai 180 Miliar Dolar AS]

Potensi wisatawan Muslim milenial dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan  smartphone  untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara  online . 

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z. 

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017. 

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim.

Vice President Market Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017. 

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian. 

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 12 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

(Selamat Membaca)

[OJK: Investasi Dana Haji Bisa Masuk Pasar Modal]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong permintaan instrumen pasar modal dan perbankan untuk berinvestasi dalam infrastruktur. Salah satu yang bisa digunakan adalah penggunaan dana haji yang saat ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Kendati begitu, menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, saat ini dana haji tidak secara langsung masuk ke investasi proyek infrastruktur. Berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, terdapat beberapa pilihan instrumen yang bisa digunakan untuk mengelola dana haji.

Instrumen dipilih sesuai prinsip syariah dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat, dan likuiditas, seperti produk perbankan syariah seperti giro, deposito berjangka, dan tabungan. Kemudian, sisanya dialokasikan untuk investasi, mulai dalam bentuk surat berharga, emas, investasi langsung, dan investasi lainnya.

Untuk pengelolaan dana haji dalam bentuk penempatan pada perbankan syariah paling banyak 50 persen dari total penempatan dan investasi keuangan haji. Namun, setelah tiga tahun BPKH terbentuk, jumlah dana pengelolaan di perbankan syariah turun menjadi 30 persen.

“Jadi dana haji setelah tiga tahun harus dikurangi jadi 30 persen ke instrumen perbankan. Dalam hal ini akan ada perubahan, instrumen lain yang perlu dimasuki atau dipegang oleh dana BPKH. Bukan lagi di perbankan Syariah,” jelas Nurhaida saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Menurut Nurhaida, setelah tiga tahun, dana haji yang sebesar 20 persen yang tadinya di perbankan Syariah, seharusnya dapat dipindahkan untuk berinvestasi di instrument lain. Misalnya pasar modal melalui instrument sukuk, reksadana Syariah dan asset backed security Syariah. Saat ini OJK tengah mendorong peningkatan instrument investasi modal.

“Tapi memang pemahaman masyarakat atau market players masih perlu ditingkatkan. Sehingga masyarakat tahu ini ada instrumennya, ada issuer, dan ada produk-produk tertentu yang mereka bisa keluarkan agar kemudian bisa jadi pendanaan dari infrastruktur,” papar Nurhaida.

Selain dari dana haji, salah satu yang sudah dilakukan terkait dengan sisi permintaan yakni dengan menginvestasikan sebanyak 30 persen dana pensiun dan asuransi ke dalam Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Menurut Nurhaida, ketentuan tersebut dapat dipenuhi ketentuannya sebagian dari instrumen infrastruktur yang diterbitkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  

“Jadi kalau ada sukuk diterbitkan oleh BUMN dan itu bisa dianggap sebagai pemenuhan untuk SBN. Itu beberapa ketentuan yang sebetulnya akan kita keluarkan agar demand side dari produk itu bisa meningkat,” katanya.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 10 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara III National Essay Competition dalam ajang Sharia Economic Festival 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Indah Nur Maulina (Manajemen 2017), Reita Fabiolyn Qamaril (Manajemen 2016) dan Dwi Rahayu (Manajemen 2015).

Sharia Economic Festival (Sharia Ecofest) merupakan rangkaian acara tahunan yang diadakan oleh HMJ Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah kategori National Essay Competition yang merupakan ajang kompetisi essay tingkat nasional dan diikuti oleh delegasi dari 10 Universitas di Indonesia yang terpilih untuk menampilkan essay terbaiknya dalam event tahunan ini. Kegiatan National Essay Competition diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2018.

Pada 10 Oktober 2018 acara dimulai dengan persentasi essay dari 8 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Andalas, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, STEI SEBI, Universitas Diponegoro, IAIN Lampung, dan Universitas Gunadarma. National Essay Competition ini mengusung tema besar "The Golden Age of Sharia Economic" bertujuan untuk mencari serta mengoptimalkan peran para pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun bangsa melalui pemikiran kreatif dan inovatif dalam Ekonomi Islam. Tim Universitas Gunadarma mengangkat topik mengenai Bank Wakaf Mikro dengan judul essay “Optimalisasi Wakaf Uang untuk Pemberdayaan Colleaguepreneur dalam Menghadapi Bonus Demografi 2020 melalui E-Wacopers”. Dalam penulisan essay ini Tim Gunadarma menggagas sebuah ide melalu pembuatan sebuah platform yang dapat menanugi colleaguepreneur atau pengusaha mahasiswa agar dapat menjalankan bisnis dengan optimal namun tetap dalam koridor prinsip syariat Islam, sehingga dapat mendongkrak angka UMKM di Indonesia dan mampu memanfaatkan fenomena bonus demografi 2020 yang akan berdampak besar bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Pada platform ini colleaguepreneur akan diberdayai melalu pemanfaatan wakaf uang yang dikelola melalui Bank Wakaf Mahasiswa dan kemudian untuk mempermudah transaksi antara pihak-pihak yang terkait dibentuk sebuah aplikasi penunjang bernama E-Wacopers.

Setelah seluruh tim telah mempresentasikan essay masing-masing, acara selanjutnya adalah pengumuman hasil penilaian dari National Essay Competition. Kemudian scara ditutup dengan Pemberian hadiah kepada para pemenang National Essay Competition dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia Sharia Ecofest 2018.

  • 5 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

(Selamat Membaca)

[Pemerintah Segera Luncurkan Wakaf Link Sukuk]

Pemerintah akan meluncurkan satu instrumen syariah yang berbasis wakaf tunai. Wakaf linked sukuk akan diluncurkan oleh Kementerian Keuangan dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada pertemuan tahunan International Monetary Fund - World Bank (IMF-WB) pekan depan.

Wakaf linked sukuk merupakan wakaf tunai yang akan dibelikan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Instrumen itu merupakan alternatif berinvestasi sekaligus untuk beramal.

Menurut Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Imam Teguh Saptono, itu merupakan instrumen wakaf pertama yang dikelola menggunakan surat berharga negara.

"Karena baru pertama kali, jadi uangnya kita belikan SBSN. Setelah literasi wakaf, tidak menutup kemungkinan BWI punya direct project. Sekarang blum punya tenaga-tenaga yang mumpuni yang bisa mengelola aset dan menilainya. Paling gampang ya awalnya, agar nilainya terjaga, dibelikan SBSN," jelas Imam dalam Focus Group Discussion Wakaf Linked Sukuk di BNI Syariah Jakarta, Kamis (4/10).

Sama seperti dana wakaf pada umumnya, dana beserta imbal hasil SBSN ini ditujukan untuk digunakan sebagai dana sosial seperti pembangunan kembali kawasan terkena bencana seperti Lombok dan Palu. Menurut Imam, ada beberapa alasan yang menjadikan wakaf link sukuk ini dapat menjadi alternatif investasi yang menarik. Dari sudut pandang pemerintah, wakaf link sukuk ini merupakan sumber dana alternatif dengan margin yang murah dan penerbitannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Daerah (APBN/ APBD). Adanya sukuk berbasis wakaf ini juga akan mengurangi ketergantungan utang luar negeri, serta menstabilkan ekonomi makro.

Sementara itu dari sudut pandang masyarakat, instrumen ini menarik karena merupakan instrumen investasi sekaligus beramal yang aman dan dijamin pemerintah. Selain itu, masyarakat juga dapat memastikan objek pembangunan dari dana ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Wakaf link sukuk yang akan diluncurkan pada pertemuan tahunan IMF - WB mendatang yakni Sukuk Wakaf SW-001 senilai Rp 100 miliar dengan tenor 5 tahun dan imbal hasil 8,00 persen.

"Imbal hasil sukuknya kompetitif, di atas rata-rata counter rate pemerintah dan tidak potong pajak. Imbal hasilnya mengalir untuk umat," ujar Wakil Ketua Forum Wakaf Produktif (FWP) Nanda Putra.

Pihaknya menargetkan investor yang biasa membeli sukuk ritel (Sukri) Karena berdasarkan data Kementerian Keuangan, jumlah investor seluruh Sukri umumnya stabil.

"Target kami mengalihkan orang- orang yang biasa beli sukri. Karena Sukri 1-10 dari dulu jumlah investornya segitu-segitu saja. Harapannya mereka tertarik dengan pasive income dan pasive pahala," kata Nanda.

Bagi masyarakat yang berminat dengan wakaf ini dapat datang ke mitra nazir yang ditunjuk, antara lain BNI Syariah, Bank Muamalat, dan Amanah Fintech. Kemudian dana masyarakat yang dihimpun tersebut akan disetorkan ke BWI sebagai nazir agregator. Dari sana, BWI akan memberikan perintah kepada BNI Syariah dan Bank Muamalat untuk membeli sukuk negara.

Menurut Nanda, dibandingkan melakukan wakaf tunai, masyarakat lebih baik berwakaf dengan instrumen itu, karena dananya terkelola dengan baik dan memiliki hasil yang menjanjikan. Rencananya pada tahap awal ini, dana dari wakaf link sukuk ini akan ditujukan untuk pembangunan pascabencana seperti di Lombok dan Palu.

Selain wakaf link sukuk, BWI juga akan meluncurkan wakaf core principal (WCP). WCP merupakan dokumen acuan yang dapat dijadikan referensi bagi pengambil kebijakan atas pengelolaan wakaf di suatu sistem hukum atau pemerintahan.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 22 Sep 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Best Presentation dalam ajang Festival Ilmiah Ekonomi Syariah 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Septian Nudin (Manajemen 2016), Lailatul Munawaroh (Manajeman 2016) dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).
FALAH atau Festival Ilmiah Ekonomi Syariah merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI AcSES Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yakni Call for Essay. Untuk Call for Essay itu sendiri adalah ajang kompetisi essay tingkat nasional yang di ikuti oleh 14 Universitas di Indonesia yang mengirimkan essay terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Kegiatan Call for Essay itu sendiri diselenggarakan pada tanggal 20 sampai 22 September 2018.

Pada hari pertama (20/09), acara langsung dibuka dengan persentasi essay dari 10 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Hasanudin, Politteknik Negeri Jakarta, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Semarang dan Universitas Gunadarma. Call for Essay ini mengusung tema besar "Cipta Pemuda untuk Indonesia Madani" bertujuan untuk mencari serta mengoptimalkan peran para pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun bangsa ini. Tim Universitas Gunadarma mengangkat topik mengenai Disabilitas dan Ekonomi dengan judul essay “Ruma Tuna Indonesia (RT ID): Solusi Wakaf Produktif Oleh Millenials Islamic Generation Melalui Pemberdayaan Entrepreneurship Tunarunggu Dan Tunanetra Berbasis Crowdfunding Demi Mewujudkan Indonesia Madani.” Platform yang disebut dengan RT ID merupakan wadah khusus yang menaungi para Tunarungu dan Tunanetra dalam bidang entrepreneurship khususnya industri ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara metode crowdfunding dengan pemanfaatan wakaf tanah yang diharapkan dapat mendanai RT ID dalam menjalankan kegiatan operasional. Setelah 10 tim presentasi essay masing-masing lalu pengumuman 5 tim terbaik untuk mengikuti study case. Tim Gunadarma sendiri mendapatkan nomor urut pertama untuk mempersentasikan hasil diskusi dari case yang telah diberikan.

Pada hari kedua (21/09), para semifinalis diajak berkeliling Kota Pahlawan untuk mengenalkan secara langsung bagaimana budaya masyarakat di salah satu kota metroplitan. Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya juga turut menjadi salah satu destinasi. Pada malam harinya dilanjutkan dengan Kajian islami bertajuk "Pemuda Menjawab Tantangan Zaman Now" yang diisi langsung oleh Ustadz Faris Khoirul Anam, L.C., M.H.I. pengasuh pondok pesantren Darul Faqih, Malang. Beliau menyampaikan bahwa tantangan para pemuda muslim saat ini berasal dari dalam diri sendiri juga dari luar. Maka pemuda muslim khususnya harus memiliki pendirian yang kuat akan prinsip hidupnya, jangan sampai mudah terombang-ambing oleh lingkungan.

Pada hari ketiga (22/09) merupakan puncak dari Festival Ilmiah Ekonomi Syariah 2018 diakhiri dengan Workshop Bisnis bertemakan "Young-Creativepreneur In Digital Era" dihadiri oleh Prof. Dahlan Iskan sebagai narasumber utama mendapatkan antusiasme yang sangat luar biasa dari kalangan Mahasiswa maupun praktisi bisnis. Pak Syafril Riza yang tampil sebagai moderator juga sukses membuat audience tetap semangat sehingga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari narasumber-narasumber yang dihadirkan.
Acara ditutup dengan Pemberian hadiah kepada para pemenang Call for Essay yang langsung diserahkan oleh Prof.Dr. Dahlan Iskan serta Bu Sochrul Rohmatul Ajija selaku pembina AcSES FEB UNAIR dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia FALAH 2018.

  • 13 Aug 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Uzbekistan mulai mempertimbangkan keuangan syariah. Negara ini berencana mengatur regulasi dan lembaga keuangan syariah untuk mengembangkan sektor perbankan.

Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev berharap bisa mengubah perekonomian nergaranya sekaligus ikut menikmati pasar keuangan syariah global.

Dilansir dari Gulf Times, Kamis, 2 Agustus 2018, Uzbekistan telah meliberalisasi peraturan valuta asing dan melonggarkan peraturan bagi bank Kazakhstan yang ingin mendirikan anak usaha di Uzbekistan. Pembentukan lembaga ini diumumkan di situs web pemerintah. Ini akan memungkinkan produk keuanga syariah, seperti sukuk dan asuransi syariah, masuk ke pasar Uzbekistan.

“ Ini diharapkan bisa mendorong peluncuran sistemik industri keuangan syariah di Uzbekistan,” kata penasihat untuk Menteri Investasi dan Pembangunkan Kazakhstan, Yerlan Baidaulet.

Baidaulet mengatakan pendekatan Uzbektistan mungkin lebih berhasil. Pendekatan ini bisa menciptakan koordinasi di semua instansi pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan dan otoritas pajak. “ Amandemen baru ini sedang dipelajari secara menyeluruh oleh pemain pasar luar,” kata dia.

Sekadar informasi, Uzbekistan merupakan salah satu negara pecahan Soviet. Di Asia Tengah, negara ini paling padat penduduknya dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Regulasi keuangan syariah juga turut mendapatkan bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) yang berbasis di Arab Saudi.

Bagi Uzbekistan, keuangan syariah menjadi cara baru untuk menarik investasi dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Keuangan ini juga bisa mendorong inklusi keuangan di pasar konsumen yang belum berkembang dan sektor perbankan yang didominasi oleh pemberi pinjaman negara.

Ada beberapa produk keuangan syariah yang ditawarkan oleh pemberi pinjaman Uzbekistan. Regulasi keuangan syariah yang baru ini akan membuat produk keuangan menjadi lebih murah dan membuka pintu untuk produk keuangan syariah yang baru.

Sumber: Dream.co.id

  • 30 Jul 2018

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Berikut adalah nama-nama Calon Pengurus Muda yang lolos tahap interview 2. Keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

1. ADAM AL AZIZ (10217071)
2. AGHNIA AULA NISA (20217255)
3. ALI MUHSIN (66287949)
4. ALIEF SUCIANINGSIH (20216594)
5. ANESI (67217347)
6. ANISAH AJENG JAYANTI (66217953)
7. ANJAS ABDI ASMARADANA (20217808)
8. BINTANG WIDYA ATMOJO (21217237)
9. CICI INDRIYANI (21216611)
10. ERWIN FARIDAH (38216277)
11. INDAH SARI (66217825)
12. INDAH NUR MAULINA (12217905)

13. I PUTU KEMAL PRATAMA (12217790)
14. MUHAMMAD AZIS NUGRAHA (14116745)
15. MUHAMMAD IRFAN ZIKRULLAH (14216955)
16. NANANG YUWIRANTO (15116296)
17. POPPY IRANI (24217716)
18. PUTRI YUNELA SARI (25216874)
19. RICKA ANNISA (67217016)
20. REZALDI DWINANTA TAMA (26217567)
21. RIZALDY MUTTAQIN (26216537)
22. TRI ATMOJO (15217994)
23. TRI SETIAWAN (56417003)

Diinformasikan bagi Calon Pengurus Muda SEF 2018-2019 untuk hadir pada acara Sosialisasi Diklat Ekonomi Islam (DEI) yang akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal: Kamis, 02 Agustus 2018
Waktu: 08.30 - selesai
Tempat: Asrama SEF

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 14 Jul 2018

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

PENGUMUMAN SELEKSI CALON PENGURUS MUDA

SHARIA ECONOMIC FORUM UNIVERSITAS GUNADARMA 2018

TAHAP WAWANCARA 14 JULI 2018

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berdasarkan hasil seleksi wawancara 14 Juli 2018 Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2018. Kami ucapkan selamat kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma  yang akan melaju ketahap selanjutnya yaitu Training Mujahid SEF. 

Bismillahirrahmanirrahim!

1. ADAM AL AZIZ
2. ADIB GHULAM FAKHIRA RIFANI
3. AGHNIA AULA NISA
4. AJENG AYU PRAMESWARI
5. ALI MUHSIN
6. ALIEF SUCIANINGSIH
7. ANESI
8. ANJAS ABDI ASMARADANA
9. ANISA AULIA TOHA
10. ANISAH AJENG JAYANTI
11. BINTANG WIDYA ATMOJO
12. CANTIKA SALMA SALSABILA
13. CICI INDRIYANI
14. DAVID INDIYATMOKO
15. ERWIN FARIDAH
16. I PUTU KEMAL PRATAMA
17. INDAH NUR MAULINA
18. INDAH SARI
19. IQBAL HAWARI TSAQIF
20. ISHAG NURWAHIDIN
21. MARCELINA HARDIYANTI
22. MEYTA INDRAYANI
23. MUHAMMAD AZIS NUGRAHA
24. MUHAMMAD IRFAN ZIKRULLAH
25. MUHAMMAD LUKMAN
26. MUHAMAD SULTHON
27. MUTIA KHAIRUNISAH
28. NANANG YUWIRANTO
29. NOVITA
30. POPPY IRANI
31. PUTRI YUNELA SARI
32. REZALDI DWINANTA TAMA
33. RICKA ANNISA
34. RIZALDY MUTTAQIN
35. SALMA TSANIATUL WALDAH RIFAI
36. SANDRA ANINDITA HARIS
37. SAYIDA NAVIIRA
38. SHELLA AZZAHRA
39. SHIFA VIRLIANA
40. TRI ATMOJO
41. TRI SETIAWAN
42. WIRNO WAHYU RAMDANI

DIWAJIBKAN kepada nama-nama di atas tersebut untuk dapat hadir pada:

Hari: Rabu, 18 Juli 2018
Pukul: 14.00 WIB
Tempat: Asrama SEF

Keputusan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas perhatiannya,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh