Publikasi

  • 18 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Januari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Provinsi Aceh Masuk Prioritas Pengembangan Wisata Halal]

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah prioritas untuk mendukung pengembangan wisata halal di Tanah Air.

Artinya, Pemerintah Pusat melalui Kemenpar akan memberikan dukungan penuh untuk mendukung pengembangan wisata halal di Aceh sehingga pengembangan wisata halal secara nasional dapat terwujud.

Pernyataan itu disampaikan di forum diskusi kelompok (FGD) koordinasi rencana aksi pariwisata yang diikuti berbagai pemangku kepentingan yang berlangsung di Banda Aceh. Kegiatan ini dibuka Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin.

Ia menjelaskan salah satu upaya mewujudkan pengembangan wisata halal tersebut adalah komitmen dari pemerintah kabupaten/kota dan gubernur untuk mewujudkan pengembangan tersebut.

Menurut dia, dalam kemajuan sektor pariwisata, peran serta atau komitmen pemerintah daerah sangat menentukan dalam menentukan arah kebijakan terhadap arah kemajuan pariwisata di setiap kawasan.

Ia mengatakan Aceh telah siap untuk pelaksanaan wisata halal,  tinggal industri dan destinasi yang ada mendapat sertifikat halal sehingga memberikan keyakinan bagi konsumen Muslim. Sertifikat halal yang dimiliki setiap industri dan usaha pariwisata serta destinasi akan menjadi sebuah daya tarik bagi wisatawan Muslim mancanegara khususnya untuk berkunjung ke Aceh.

Melalui FGD tersebut agar dapat mengatur strategi yang tepat dan rencana aksi yang sesuai untuk pengembangan destinasi pariwisata halal di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin, menyatakan pihaknya terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk pengembangan destinasi pariwisata halal di Aceh.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 15 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Video Competition

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma Proudly Presents

- Video Competition - Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2019 -

Tema:
"RIBAHAYA!"

Tanggal Penting:
- Batas pendaftaran & pengumpulan berkas (05 Maret 2019)
- Publikasi video & pengumpulan link (06 - 19 Maret 2019)
- Penilaian video berdasarkan like & viewer (20 - 27 Maret 2019)
- Pengumuman secara resmi di website & sosial media SEF (29 Maret 2019)
- Pemberian hadiah (06 April 2019)

Syarat & Ketentuan:
- Peserta bersifat umum
- Peserta merupakan tim yang terdiri dari 2 - 5 orang
- Setiap tim maksimal dapat mengirimkan 2 karya terbaiknya
- Logo GSENT, SEF, formulir dan booklet dapat didownload melalui link sef.or.id/vidcom2019
- Video akan menjadi hak milik panitia dengan tetap mencantumkan nama pembuat video

Hadiah:
- Juara 1: Uang tunai Rp 1.000.000,- + Medali + Sertifikat
- Juara 2: Uang tunai Rp 500.000,- + Medali + Sertifikat

Lomba ini GRATIS!

Jadi tunggu apa lagi? Daftarkan karya terbaik dari video kreatifmu, mari berkontribusi dan jadilah pemenang!

Contact Person:
0815 5583 6195

Be Brave to Explore Your Creativity!!

Official Information:
- Website: gsent.shariaeconomicforum.org
- Instagram: @gsent_sef

Our Social Media:
- Website: shariaeconomicforum.org
- Instagram: @KSEI_SEF
- Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
- Twitter: @KSEI_SEF
- Line: @KSEI_SEF
- LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

#VideoCompetition #GSENT2019 #PemudaSEF #RIBAHAYA

  • 11 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Olympiad

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma dengan bangga mempersembahkan Perhelatan Akbar!!!

--National Islamic Economic Olympiad 2019--

Jadikan tahun 2019 sebagai tahun KEBANGGAAN kamu dan Kampus-mu!

- National Islamic Economic Olympiad

- Gunadarma Sharia Economic Event 2019

"How the Islamic Finance Take the Role for Enhancing Economic Power?"

Persyaratan:
1. Peserta merupakan mahasiswa/i aktif jenjang D3 atau S1 se-Indonesia
2. Peserta adalah tim yang terdiri dari 3 orang (diperbolehkan berbeda fakultas)
3. Seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian proses seleksi

Tanggal Penting:
▶ Batas akhir pendaftaran: 10 Februari 2019
▶ Pengiriman berkas pendaftaran dan softcopy essay: 10 Februari 2019
▶ Virtual Test: 18 Februari 2019
▶ Pengumuman Semi Finalis: 2 Maret 2019
▶ Semi Final: 4 & 5 April 2019
▶ Grand Final: 6 April 2019

Pendaftaran:
1. Pendaftaran GRATIS
2. Peserta dapat mengunduh formulir pendaftaran dan booklet melalui link sef.or.id/olympiadgsent2019
3. Peserta mengirimkan formulir via email ke gsent@sef.or.id disertai scan KTM/KRS untuk setiap anggota tim (dalam bentuk file Attachment PDF), dengan subjek email: NAMA KETUA TIM_ASAL UNIVERSITAS

Hadiah:
- Juara 1: Rp 5.000.000,- Trofi tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan
- Juara 2: Rp 3.000.000,- Trofi tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan

☎ Contact Person:
0813 1923 3021 (Laki - Laki)
0856 1237 292 (Perempuan)

Official Information:
- Website: gsent.shariaeconomicforum.org
- Instagram: @gsent_sef

Visit Us on Social Media:
- Website: shariaeconomicforum.org
- Instagram: @KSEI_SEF
- Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
- Twitter: @KSEI_SEF
- Line: @KSEI_SEF
- Linkendin: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 10 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[COMING SOON ON APRIL 2019]

Welcoming our PRESTIGIOUS ANNUAL EVENT
By Sharia Economic Forum (SEF) of Gunadarma University

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT (GSENT) 2019

Our Agenda:
- National Seminar
- International Seminar
- Student Conference
- National Islamic Economic Olympiad
- Video Competition

For further information follow at: @gsent_sef

Stay close with us at: gsent.shariaeconomicforum.org

#GSENT2019 #KSEISEFUG
#PemudaSEF #EkonomRabbani
#PemudaPenggerakPeradaban

  • 7 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF Cepat Tanggap]

Assalamu'alaikum Warahmatullah  Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 07 Januari 2019 telah menyalurkan donasi sosial yang terkumpul melalui PKPU Human Initative untuk saudara kita di Selat Sunda yang terkena bencana alam. Pasca Tsunami Selat Sunda yang menimpa wilayah Banten dan Lampung, pihak PKPU Human Initiative terus menyalurkan paket bantuan. Adapun paket bantuan tersebut terdiri dari dapur air, beragam kebutuhan pangan atau food item, hygiene kits dan family kits.

Per Desember 2018, tim sudah membantu 2.380 penerima manfaat dan masih akan terus bertambah. Hingga hari ini PKPU Human Initiative masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lokasi kejadian. Mengirimkan tim respon tanggap darurat dan melakukan assessment. Tim terdiri atas 9 personil dari PKPU HI dan 12 relawan PKPU HI yang terus bergerak tak kenal lelah.

Jazamukullah khayraan kepada kakak dan adik semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Selat Sunda dengan total dana terkumpul sebesar Rp 1.350.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua dan kelak akan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

  • 4 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Jurus Jepang Menggaet Wisatawan Muslim]

Gelombang kuat wisatawan Muslim dari berbagai negara membuat pengusaha di negeri Matahari Terbit berupaya untuk menghadirkan restoran halal dan hotel yang sesuai syariat Islam. Sejumlah pengusaha mendirikan hotel ramah Muslim untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Islam, termasuk di kaki Gunung Fuji. Selain itu, bandara internasional di Jepang juga memiliki mushala dan menyediakan restoran yang menawarkan makanan halal.

Sektor pariwisata Jepang terbukti menjuarai pasar perjalanan Muslim global. Hal itu terlihat dari perubahan besar dalam 10 tahun terakhir. Organisasi Pariwisata Dunia menyebut Asia adalah pasar dunia yang paling banyak dikunjungi pada 2017 setelah Eropa. Penggerak utamanya adalah prevalensi teknologi seluler, akses internet di seluruh Asia, dan generasi milenial. Jepang mengalami peningkatan kedatangan wisatawan asing mencapai rekor 31 juta pada 2018. Angka itu naik tajam dari hanya 6,2 juta pada 2011 karena bencana gempa bumi dan tsunami besar di Jepang Timur pada 2011.

Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah kedatangan wisatawan akan mencapai 40 juta pada 2020 saat Olimpiade Tokyo. Olimpiade itu menawarkan potensi pasar besar bagi perusahaan halal Malaysia dan lembaga sertifikasi halal.

Gelombang kuat wisatawan Muslim dari berbagai negara membuat pengusaha di negeri Matahari Terbit berupaya untuk menghadirkan restoran halal dan hotel yang sesuai syariat Islam. Sejumlah pengusaha mendirikan hotel ramah Muslim untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Islam, termasuk di kaki Gunung Fuji. Selain itu, bandara internasional di Jepang juga memiliki mushala dan menyediakan restoran yang menawarkan makanan halal.

Sektor pariwisata Jepang terbukti menjuarai pasar perjalanan Muslim global. Hal itu terlihat dari perubahan besar dalam 10 tahun terakhir. Organisasi Pariwisata Dunia menyebut Asia adalah pasar dunia yang paling banyak dikunjungi pada 2017 setelah Eropa. Penggerak utamanya adalah prevalensi teknologi seluler, akses internet di seluruh Asia, dan generasi milenial.

Jepang mengalami peningkatan kedatangan wisatawan asing mencapai rekor 31 juta pada 2018. Angka itu naik tajam dari hanya 6,2 juta pada 2011 karena bencana gempa bumi dan tsunami besar di Jepang Timur pada 2011. Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah kedatangan wisatawan akan mencapai 40 juta pada 2020 saat Olimpiade Tokyo. Olimpiade itu menawarkan potensi pasar besar bagi perusahaan halal Malaysia dan lembaga sertifikasi halal.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 31 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF CEPAT TANGGAP]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 31 Oktober 2018 telah menyalurkan dana sosial yang terkumpul melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala yang terkena bencana alam. Bantuan logistik termasuk dari beberapa Kapal Kemanusiaan telah distribusikan oleh ACT.

Sudah ada 1 posko induk ACT, 15 posko wilayah, 21 posko unit, 54 posko dapur umum, 1 posko medis, 1 posko food truck, 3 posko logistik, 4 posko Integrated Community Shelter, dan 1 posko ACT Humanity Store.

Syukron Jazamukullah Khayraan untuk semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala dengan total dana terkumpul sebesar Rp 2.000.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua, dan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 28 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Kemenperin Pastikan Industri Serap Tenaga Kerja Difabel]

Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat bekerjasama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan kegiatan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Komitmen ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas, antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (27/12).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3in1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja) pada 2019. "Ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif," katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis.

Pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas akan segera dijalankan pada Januari 2019. Program ini berlangsung sekitar tiga pekan. Airlangga meyakini, langkah kolaborasi ini mampu mengurangi jumlah pengangguran sekaligus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. "Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya, juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril berharap program Diklat 3in1 dapat menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti Kementerian BUMN dan Ketenagakerjaan. "Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas," ujar Gufroni.

Adapun ruang lingkup MoU ini meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerjasama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.

Pada implementasi tahap pertama, penyandang disabilitas akan menjadi peserta program Diklat 3in1 yang disiapkan untuk bekerja di industri alas kaki dan garmen. Sudah ada tujuh industri alas kaki yang dipastikan, yakni PT Wangta Agung, PT Ecco Indonesia, PT Young Tree Industries, PT Widaya Inti Plasma, PT Inti Dragon Suryatama, PT Bintang Indokarya Gemilang, dan PT Aggio Multimax. Sementara, untuk industri garmen, yaitu Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garment, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Sritex Group.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 21 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Baznas Usulkan Revisi UU Zakat dan UU Pajak Penghasilan]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengusulkan agar Undang-Undang Zakat no 23 tahun 2011 dan Undang-Undang Pajak Penghasilan no 36 tahun 2008 direvisi. Langkah tersebut dilakukan agar zakat bisa berubah statusnya dari pengurang pendapatan kena pajak menjadi pengurang pajak langsung.

Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas, Irfan Syauqi Beik mengungkapkan dia mengusulkan agar zakat bisa menjadi pengurang pajak langsung atau menjadi kredit pajak. Sebab dengan begitu maka potensinya bisa sangat ideal.

Ia menuturkan, saat ini zakat yang hanya sebagai pengurang pendapatan kena pajak. Potensinya 1,57 persen dari PDB atau hanya Rp 213 triliun. Sehingga dengan fakta seperti itu pihaknya ingin agar kondisi ideal bisa dicapai dengan perubahan undang-undang.

Menurutnya, perubahan yang dilakukan adalah UU Zakat dan UU Pajak khususnya tentang pajak penghasilan. Ia mengatakan upaya perubahan atau revisi merupakan proses politik sehingga itu semua tergantung kesepakatan antara DPR dengan pemerintah.

"Yang bisa dilakukan Baznas siap mengawal dana sebesar itu. Sebagai bukti mengenai kualitas kinerja hal apa yang perlu diperbaiki, maka kami mengeluarkan alat ukur indek zakat nasional," ungkapnya.

Ia pun memproyeksikan perolehan zakat yang dikelola Baznas pada 2017 naik 40 persen atau minimal 25 persen hingga akhir tahun ini. Menurutnya, jika diangkakan pada 2017 mencapai Rp 6,2 triliun maka pihaknya tahun ini berharap bisa menjadi Rp 8 triliun.

Sementara itu, anggota Baznas Nana Mintarti mengungkapkan berdasarkam Undang-Undang Zakat dikatakan zakat masih bersifat belum wajib atau sukarela. Oleh karena itu, Puskas Baznas tengah menyiapkan naskah akademik yang akan diusulkan kepada DPR. "Rancangan draft UU Zakat bisa lewat inisiatif legislasi yang melakukan revisi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dirjen Pajak yang berada di bawah Kementerian Keuangan dengan harapan mereka bisa menyambut usulan tersebut. Dia menambahkan, jika penghimpunan dan disosialisasikan dengan sungguh-sungguh maka perolehan zakat bisa naik.

Ia pun mengungkapkan salah satu hasil riset Puskas Baznas tentang kaji dampak merupakan bentuk pertanggungjawaban secara akademis dan akan dilaporkan kepada presiden. Anggota Baznas lainnya, Irsyadul Halim memgungkapkan keberadaan zakat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi kemiskinan. Namun selama ini masih kurang percaya dan yakin terhadap pengelolaan zakat.

Dia menuturkan, saat ini masyarakat banyak yang belum paham tentang zakat. Oleh karena itu melalui kampus pihaknya berharap lulusannya bisa menjadi duta zakat di masyarakat.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 14 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[OJK Dorong Bank Syariah Bersinergi Kembangkan Produk]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri jasa keuangan syariah bisa berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mewujudkannya, otoritas mendorong bank syariah saling bersinergi dalam melakukan pengembangan produk.

"Supaya bisa berkontribusi dan efisien, kita dorong adanya sinergi melalui Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia). Ini kita dorong agar tidak saling berebut dan bersama membangun industri keuangan syariah," jelas Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro kepada Republika, Kamis (13/12).

Ia menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan bank syariah bersama-sama. Misalnya, meluncurkan produk penyaluran pembiayaan syariah. "Contohnya menyalurkan produk pembiayaan perumahan bersama. Kalau ini bisa diterapkan, maka lebih efisien karena nggak perlu melakukan riset masing-masing," kata kata Soekro.

Selain itu, lanjutnya, beberapa infrastruktur seperti Informasi dan Teknologi (IT), Sumber Daya Manusia (SDM), serta lainnya bisa disinergikan pula antarbank syariah. Dengan begitu lebih hemat.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa bank yang sempat tidak bersedia melakukan sinergi tersebut sehingga memilih mengembangkan produk sendiri-sendiri. "Itu sebetulnya masalah komunikasi, kita jelaskan manfaatnya lebih banyak bila dikembangkan bersama daripada sendiri, maka kini semua bank syariah sudah bersedia dan sudah mulai (lakukan sinergi)," jelasnya.

Menurutnya, sinergi merupakan kunci untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Tidak hanya sinergi antarbank syariah, tapi juga dengan pemerintah, regulator, serta lainnya.

"Kita perlu sinergi, kerja bareng-bareng. Melalui sinergi saya yakin pengembangan ekonomi syariah bukan hambatan tapi menjadi tantangan ke depan, kemiskinan pun bisa turun dan literasi syariah meningkat," tutur Soekro.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.