Publikasi

  • 29 Mar 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Shariaeconomicforum.org -- Sukuk ritel seri SR-011 laris manis diserbu masyarakat. Pengamat Ekonomi Syariah, Azis Setiawan mengatakan SR-011 bisa diserbu masyarakat karena menawarkan fitur yang di atas rata-rata pasar.

"Imbal hasilnya lebih jauh lebih besar di atas deposito, tidak berisiko karena dikeluarkan oleh negara," kata dia pada Republika.co.id, Selasa (26/3). Keuntungan yang ditawarkan membuat masyarakat tertarik untuk membelinya. Selain itu, tingkat edukasi yang mumpuni membuat penjualannya melebihi target. Meski demikian, Azis melihat hal ini menjadi tantangan bagi sektor swasta. Ada kecenderungan migrasi dana terutama dari perbankan. Peluncuran surat berharga negara yang jauh lebih banyak dari 2018 harus diantisipasi oleh sektor keuangan lain.

Azis mengatakan frekuensi peluncuran yang meningkat tahun ini merupakan penyesuaian pada kebutuhan dana pemerintah. Baik dari banyaknya surat utang yang jatuh tempo, kebutuhan APBN, mau pun untuk menurunkan defisit. "Selain itu, sukuk lebih banyak keluar karena kata 'utang' itu sudah sensitif, sukuk kesannya lebih halus daripada surat utang atau obligasi," kata dia. Sukuk juga terkesan lebih religius sehingga bisa meminimalisasi risiko antipati masyarakat. Bagi pemerintah, surat berharga negara juga memberi peluang kestabilan di pasar. Sumber dana dari masyarakat domestik ritel bisa membantu memperdalam pasar. Sebab, saat ini, sebagian besar surat berharga negara masih dikuasai oleh pihak asing. Sehingga ketika muncul ketidakstabilan global, dana asing bisa dengan mudahnya keluar sehingga membawa gonjang ganjing pada pasar domestik. "Meski belum bisa sepenuhnya menyelamatkan pasar, setidaknya bisa meminimalisasi risiko," kata dia.

Sumber: Republika.co.id

  • 15 Mar 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Maret 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

-Selamat Membaca-

[Indonesia Harus Rebut Pangsa 158 juta Muslim Traveler]

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Anang Sutono menuturkan pariwisata halal bagi Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia karena ia mengakui, pariwisata halal sebetulnya sudah mendarah daging di negara yang mayoritas Muslim ini. Kesempatan terbagus ini dimiliki Indonesia dengan pertimbangan karena pariwisata halal telah menjadi darah daging. Karena itu, ini akan menjadi satu core values yang akan menjadi tumpuan kita semua.

Muslim traveler di belahan dunia telah menjadi pangsa pasar yang besar. Total ada 158 juta Muslim traveler yang melakukan perjalanan wisata dari satu negara ke negara lain. Di luar sana ada market yang sangat besar, yaitu Muslim traveler. Di seluruh dunia, yang bergerak dari satu negara ke negara lain itu jumlahnya besar, ada 158 juta.

Sayangnya, hanya 3 juta orang dari total jumlah wisatawan Muslim itu yang berwisata ke Indonesia. Padahal pariwisata bisa meningkatkan kualitas hidup manusia dengan sebuah transaksi bisnis di mana ini kemudian menjadi industri ekonomi yang besar.

Indonesia sudah memiliki darah daging pariwisata halal. Ini menjadi satu selling point yang sangat kuat. Dan pariwisata halal sudah menjadi tren dunia.

Dampaknya, banyak negara hendak merebut market pariwisata halal yang sebesar 158 juta itu. Thailand, sekarang sedang membenahi infrastruktur dan destinasinya. Karena mereka tahu bahwa pasar pariwisata halal yang besar ini akan memberikan dampak terhadap perekonomian. Trickle down effect of economics industry-nya sangat tinggi. Banyak negara berlomba-lomba termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 8 Mar 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Maret 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

-Selamat Membaca-

[BWI Tawarkan WLS Investor Luar Negeri]

Badan Wakaf Indonesia melanjutkan penawaran waqf linked sukuk (WLS) termasuk pada investor luar negeri. Saat ini, target utama WLS masih institusi baik domestik mau pun global.

Wakil Ketua BWI, Imam Saptono mengatakan sejumlah upaya dilakukan termasuk mengurus administrasi. Dua pekan lalu, WLS telah resmi mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia.

"Ini penting karena menjadi salah satu pondasi untuk bisa memasarkan keluar negeri," Imam pada Republika.co.id pasca Indonesia Wakaf Summit 2019, di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurutnya, investor luar negeri sangat memperhatikan sisi regulasi atau kesesuaian produk dengan aturan syariah. Dengan modal ini, BWI mulai melakukan penjajakan dengan sejumlah lembaga filantropi luar negeri, seperti Uni Emirate Arab, Bahrain, Kuwait.

Imam mengatakan wakaf di Indonesia dipandang menarik bagi pihak luar karena berbagai hal. Pertama, negara luar tidak memiliki aset wakaf sebanyak Indonesia. Lahan yang terbatas membuat mereka harus mencari potensi wakaf di tempat lain.

Kedua, Indonesia kaya akan program dan inovasi. Kemudian, Indonesia adalah negara dengan jumlah umat Muslim yang besar sehingga kemanfaatannya dianggap akan jauh lebih besar. "Menurut mereka, ini adalah daya tarik," kata dia.

Ketua Forum Wakaf Produktif, Bobby Manulang menyampaikan hingga saat ini Islamic Development Bank (IDB) menjadi satu pihak global yang telah meneken kesepakatan pembelian. IDB menanamkan dana di WLS sebesar 250 juta dolar AS.

Sambil melanjutkan masa penawaran, Bobby menyampaikan tim akan melakukan pembahasan dan evaluasi pada Maret 2019. WLS total telah mengumpulkan Rp 15 miliar yang berasal dari total kesediaan nadzhir dan korporat.

WLS menargetkan Rp 50 miliar per peluncuran. Dana tersebut telah terhubung dengan sukuk khusus wakaf yang dibuat Kementerian Keuangan Republik Indonesia setelah targetnya tercapai.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

  • 22 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

-Selamat Membaca-

[Lelang Sukuk Negara Serap Rp 8,12 Triliyun]

Pemerintah menyerap dana Rp 8,12 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sementara itu total penawaran yang masuk sebesar Rp 21,32 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, menyebutkan jumlah dana diserap memenuhi target indikatif sebesar Rp 8 triliun.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS01082019 mencapai Rp 1,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,48269 persen dan imbalan secara diskonto.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 15 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakalah Global 2 Miliar Dolar AS]

Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua miliar dolar AS untuk melanjutkan komitmen pembiayaan hijau secara berkelanjutan. Penerbitan sukuk wakalah ini terdiri dari dua seri dengan penempatan pada 20 Februari 2019. 

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Kamis (14/2), menyatakan seri pertama senilai 750 juta dolar AS mempunyai tenor 5,5 tahun dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,9 persen dan jatuh tempo 20 Agustus 2024. Seri kedua mempunyai nilai 1,25 miliar dolar AS serta tenor 10 tahun dengan imbal hasil (yield) sebesar 4,45 persen dan jatuh tempo 20 Februari 2029.

Setiap seri telah mendapatkan peringkat Baa2 oleh Moody's Investors Service, BBB- oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings. Penerbitan sukuk wakalah dengan kode Reg S/144A Trust Certificates ini akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai. 

Sukuk ini mendapatkan dukungan dari Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III yaitu badan hukum penerbitan surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam mata uang asing di pasar internasional. Transaksi juga dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya volatilitas tinggi di pasar modal global serta mengalami kelebihan permintaan sebanyak 3,8 kali.

Tingkat orderbook global dengan kualitas yang baik telah menunjukkan ketahanan dan dalamnya pasar sukuk, serta memperlihatkan kuatnya minat investor terhadap penerbitan obligasi syariah ini. Sukuk wakalah dengan tenor 5,5 tahun merupakan penerbitan green sukuk kedua yang menunjukkan komitmen, kepemimpinan serta kontribusi Indonesia di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim. 

Selain itu, Indonesia sebagai penerbit sovereign green sukuk global pertama, telah membuktikan konsistensi terhadap Perjanjian Iklim Paris Tahun 2016. Komitmen itu diperlihatkan melalui perkembangan proyek pelestarian lingkungan serta berhasil menarik investor asing yang beralih ke praktik korporasi berkelanjutan khususnya pembiayaan berkelanjutan berbasis syariah.

Struktur akad sukuk ini adalah wakalah, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara yaitu tanah dan bangunan (51 persen) dan proyek APBN yang sedang dalam pembangunan atau akan dibangun (49 persen). Penetapan harga (pricing) sukuk wakalah Republik adalah pada 25 sampai dengan 30 basis poin lebih rendah daripada indikasi pricing awal (initial pricing guidance) untuk kedua seri.

Deutsche Bank AG, Dubai Islamic Bank PJSC, Maybank Investment Bank Berhad, PT Mandiri Sekuritas dan HSBC (juga bertindak sebagai Green Structuring Advisor) bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunner. Sementara itu, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-managers untuk transaksi ini.

Secara keseluruhan, transaksi sukuk sejalan dengan tujuan Indonesia untuk memperkokoh pasar keuangan syariah global dan komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 8 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Dubai Islamic Bank Terbitkan Sukuk 750 Juta Dolar AS]

Dubai Islamic Bank (DIB) menandai pencatatan (listing) sukuk sebesar 750 juta dolar AS di bursa Nasdaq Dubai pada Rabu (6/2). Para eksekutif membunyikan bel pembukaan di bursa pada Rabu, menyusul penerbitan sukuk yang berlangsung pada 22 Januari.

Nilai sukuk DIB yang terdaftar di bursa sekarang 6 miliar dolar AS, termasuk daftar terbaru, dari tujuh instrumen. Sukuk mendapatkan 4,9 kali kelebihan permintaan (oversubscribe) dengan tingkat keuntungan 6,25 persen per tahun, dan hampir 40 persen bunga investor datang dari luar Timur Tengah.

"Tingkat permintaan yang tinggi untuk sukuk terbaru kami menunjukkan kepercayaan investor global yang kuat dalam kinerja dan strategi DIB," kata Adnan Chilwan, kepala eksekutif grup DIB dilansir di Arab News, Kamis (7/2).

Nilai total semua sukuk yang terdaftar di bursa Dubai kini telah mencapai 61,14 miliar dolar AS. Ini merupakan jumlah terbesar dari semua pusat listing di dunia.

"Peran DIB sebagai penerbit utama sukuk mencerminkan keahlian bank dan pengalaman dalam banyak aspek keuangan Islam di seluruh UEA dan sekitarnya." kata Hamed Ali, kepala eksekutif Nasdaq Dubai.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 5 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Why is Indonesia's Halal Industry Still Left Behind When Indonesia has a Great Potential?

Challenge Yourself and Find the Answer!

Sharia Economic Forum (SEF) proudly present the Biggest Annual Event at Gunadarma University, Indonesia:

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2019

Grand Theme:
“Halal Industry, Its Development and Challenges: The Implementation of the Maqashid of Sharia in Accelerating Indonesia becomes a Leading Country in Halal Industry"

This is Our Agendas:
- National Seminars
- International Seminars
- Student Conference
- National Islamic Economic Olympiad
- Video Competition

This Event will be held on:
Date: April 1st-6th, 2019
Venue: Gunadarma University Common Hall, St. Margonda Raya 100, Depok, West Java, Indonesia

Keynote Speakers and Speakers:
▪ Dr. Halim Alamsyah, S.E., S.H., M.A.
▪ dr. Gamal Albinsaid*
▪ Dr. Tawat Noipom
▪ Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A.
▪ And many more speakers

*Keynote Speakers and Speakers are on Confirmation

Facilities:
Certificate, Seminar kit, Snack, etc.

Don't Think Twice, Register Yourself at:
Gunadarma's Student: sef.or.id/pendaftarangsent
Public/External: sef.or.id/daftargsent2019

Contact Persons:
0859 2141 3060 (Male)
0895 0673 7035 (Female)

Further Information:
- Website: gsent.shariaeconomicforum.org
- Instagram: @gsent_sef

Visit Us on Social Media:
- Website: shariaeconomicforum.org
- Instagram: @KSEI_SEF
- Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
- Twitter: @KSEI_SEF
- Line: @KSEI_SEF
- Linkedin: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


#GSENT2019 #NationalSeminars #InternationalSeminars #NationalOlimpiad #VideoCompetition #PemudaSEF

  • 1 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Februari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST-003]

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Resiko (DJPPR) resmi meluncurkan instrumen investasi Sukuk Tabungan seri 003 (ST-003) pada hari ini, Jumat (1/2). Peluncuran tersebut sekaligus pembukaan masa penawaran mulai 1 hingga 20 Februari mendatang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Lucky Alfirman menyampaikan sukuk tabungan ini menyasar milenial karena telah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sukuk tabungan kali ini dipasarkan secara online dan memiliki delapan keuntungan.

Pertama, pokok dan imbalan dijamin negara, kedua tingkat imbalan kompetitif yakni 8,15 persen lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN. Ketiga, imbalan bersifat mengambang mengikuti perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate dengan jaminan imbalan minimal (floor) sebesar 8,15 persen pertahun.

Keempat, imbalan dibayar tiap bulan namun tingkat imbalan akan disesuaikan setiap tiga bulan. Kelima, early redemption cost dapat dilakukan setelah 12 bulan dan tidak dikenalan biaya oleh pemerintah. Keenam, adanya kemudahan akses transaksi melalui sistem elektronik (online).

Ketujuh, para investor secara langsung mendukung pembiayaan pembangunan nasional, dan kedelapan, sesuai prinsip syariah. Lucky mengatakan Sukuk Tabungan dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Direktur Keuangan Syariah Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan penerbitan Sukuk Tabungan menggunakan struktur akad Wakalah. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah.

"Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut," katanya.

ST-003 dapat diperoleh dengan menghubungi 13 mitra distribusi yakni Bank Mandiri, Mandiri Syariah, BRI, BRI Syariah, BNI, BCA, BTN, Bank Permata, Trimegah, Bareksa, Investree, Modalku dan Tanamduit. Minimal pembelian yakni Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 27 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Social Project

Shariaeconomicforum.org -- Kegiatan Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS) merupakan kegiatan sosial yang dilaksanakan Kementrian Sosial SEF bekerjasama dengan Dosen Universitas Gunadarma, kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 27 Januari 2019 yang bertempat di Asrama SEF. Kegiatan dimulai pukul 08.30 sampai dengan 11.00.

Kegiatan dilakukan dengan mengambil tema “Membangun Generasi Insan Bertaqwa”, dengan mengajak adik-adik Madrasah Weekend untuk ikut serta dalam kegiatan perlombaan. Perlombaan yang dilakukan diantaranya lomba Adzan, MTQ, Cerdas Cermat, dan Mewarnai.

Kegiatan dimulai dengan membukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu perlombaan dan diakhiri dengan penutup. Penutup dilakukan dengan pembagian hadiah perlombaan dan pemberian plakat untuk perwakilan dosen Universitas Gunadarma.

  • 25 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Januari 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Dompet Dhuafa Pastikan Program-Programnya Sejalan SDGs]

Program-program pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswah) Dompet Dhuafa berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

SDGs merupakan agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan, mengatakan, Dompet Dhuafa telah membuat program keuangan mikro syariah.

Selain itu, kata dia, Dompet Dhuafa juga membuat program pemberdayaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Melalui program tersebut Dompet Dhuafa telah berkontribusi terhadap SDGs tujuan ke-1, yakni tanpa kemiskinan (no poverty).

"Dompet Dhuafa juga memberikan layanan medis kuratif di klinik dan rumah sakit, juga menjalankan serangkaian program promotive kesehatan yang mendukung pemenuhan target-target SDGs (tujuan ke-3, kehidupan sehat dan sejahtera atau good health and well being)," kata Imam saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Menyoal Lambatnya Pemulihan Lombok" di Bakoel Koffie, Kamis (24/1).

Ia menerangkan, Dompet Dhuafa juga memberikan layanan sekolah gratis setingkat SMP dan SMA. Selain itu memberikan beasiswa pendidikan pelajar miskin berprestasi dan menjalankan program peningkatan kapasitas guru. Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-4, yakni pendidikan berkualitas (quality education). Dompet Dhuafa memiliki program pelatihan soft skill bagi pemuda miskin.

Seperti pelatihan montir, servis ponsel, menjahit, salon dan lain-lain. Dompet Dhuafa juga menciptakan lapangan pekerjaan melalui program agroindustri padat karya dan program pemberdayaan disabilitas.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan-8, yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth). "Dompet Dhuafa juga memiliki program rumah industri nanas Subang yang padat karya dan menyerap produksi nanas masyarakat," jelasnya. Imam menambahkan, selain program rumah industri, Dompet Dhuafa juga membantu keuangan mikro. Serta pembangunan akses jalan dan jembatan utama yang putus di pedesaan.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-9, yakni Industri, inovasi dan infrastruktur (industry, inovation and infrastructure). Dompet Dhuafa juga menaruh perhatian terhadap lingkungan. Dompet Dhuafa memiliki program sedekah pohon, penanaman pohon produktif, penanaman di daerah longsor dan penanaman mangrove.

Serta memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana. Hal ini sejalan dengan SDGs tujuan ke-13, yakni penanganan perubahan iklim (climate action).

Imam mengatakan, Dompet Dhuafa juga memiliki program yang sejalan dengan SDGs tujuan ke-16 yakni perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh (peace, justice and strong institutions).

Programnya berupa Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa yang melayani kebutuhan hukum dhuafa. Serta Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) untuk kajian kebijakan publik yang pro-poor.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.