Publikasi

  • 4 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Jurus Jepang Menggaet Wisatawan Muslim]

Gelombang kuat wisatawan Muslim dari berbagai negara membuat pengusaha di negeri Matahari Terbit berupaya untuk menghadirkan restoran halal dan hotel yang sesuai syariat Islam. Sejumlah pengusaha mendirikan hotel ramah Muslim untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Islam, termasuk di kaki Gunung Fuji. Selain itu, bandara internasional di Jepang juga memiliki mushala dan menyediakan restoran yang menawarkan makanan halal.

Sektor pariwisata Jepang terbukti menjuarai pasar perjalanan Muslim global. Hal itu terlihat dari perubahan besar dalam 10 tahun terakhir. Organisasi Pariwisata Dunia menyebut Asia adalah pasar dunia yang paling banyak dikunjungi pada 2017 setelah Eropa. Penggerak utamanya adalah prevalensi teknologi seluler, akses internet di seluruh Asia, dan generasi milenial. Jepang mengalami peningkatan kedatangan wisatawan asing mencapai rekor 31 juta pada 2018. Angka itu naik tajam dari hanya 6,2 juta pada 2011 karena bencana gempa bumi dan tsunami besar di Jepang Timur pada 2011.

Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah kedatangan wisatawan akan mencapai 40 juta pada 2020 saat Olimpiade Tokyo. Olimpiade itu menawarkan potensi pasar besar bagi perusahaan halal Malaysia dan lembaga sertifikasi halal.

Gelombang kuat wisatawan Muslim dari berbagai negara membuat pengusaha di negeri Matahari Terbit berupaya untuk menghadirkan restoran halal dan hotel yang sesuai syariat Islam. Sejumlah pengusaha mendirikan hotel ramah Muslim untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Islam, termasuk di kaki Gunung Fuji. Selain itu, bandara internasional di Jepang juga memiliki mushala dan menyediakan restoran yang menawarkan makanan halal.

Sektor pariwisata Jepang terbukti menjuarai pasar perjalanan Muslim global. Hal itu terlihat dari perubahan besar dalam 10 tahun terakhir. Organisasi Pariwisata Dunia menyebut Asia adalah pasar dunia yang paling banyak dikunjungi pada 2017 setelah Eropa. Penggerak utamanya adalah prevalensi teknologi seluler, akses internet di seluruh Asia, dan generasi milenial.

Jepang mengalami peningkatan kedatangan wisatawan asing mencapai rekor 31 juta pada 2018. Angka itu naik tajam dari hanya 6,2 juta pada 2011 karena bencana gempa bumi dan tsunami besar di Jepang Timur pada 2011. Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah kedatangan wisatawan akan mencapai 40 juta pada 2020 saat Olimpiade Tokyo. Olimpiade itu menawarkan potensi pasar besar bagi perusahaan halal Malaysia dan lembaga sertifikasi halal.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 31 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF CEPAT TANGGAP]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 31 Oktober 2018 telah menyalurkan dana sosial yang terkumpul melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala yang terkena bencana alam. Bantuan logistik termasuk dari beberapa Kapal Kemanusiaan telah distribusikan oleh ACT.

Sudah ada 1 posko induk ACT, 15 posko wilayah, 21 posko unit, 54 posko dapur umum, 1 posko medis, 1 posko food truck, 3 posko logistik, 4 posko Integrated Community Shelter, dan 1 posko ACT Humanity Store.

Syukron Jazamukullah Khayraan untuk semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala dengan total dana terkumpul sebesar Rp 2.000.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua, dan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 28 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Kemenperin Pastikan Industri Serap Tenaga Kerja Difabel]

Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat bekerjasama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan kegiatan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Komitmen ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas, antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (27/12).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3in1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja) pada 2019. "Ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif," katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis.

Pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas akan segera dijalankan pada Januari 2019. Program ini berlangsung sekitar tiga pekan. Airlangga meyakini, langkah kolaborasi ini mampu mengurangi jumlah pengangguran sekaligus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. "Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya, juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril berharap program Diklat 3in1 dapat menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti Kementerian BUMN dan Ketenagakerjaan. "Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas," ujar Gufroni.

Adapun ruang lingkup MoU ini meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerjasama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.

Pada implementasi tahap pertama, penyandang disabilitas akan menjadi peserta program Diklat 3in1 yang disiapkan untuk bekerja di industri alas kaki dan garmen. Sudah ada tujuh industri alas kaki yang dipastikan, yakni PT Wangta Agung, PT Ecco Indonesia, PT Young Tree Industries, PT Widaya Inti Plasma, PT Inti Dragon Suryatama, PT Bintang Indokarya Gemilang, dan PT Aggio Multimax. Sementara, untuk industri garmen, yaitu Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garment, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Sritex Group.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 21 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Baznas Usulkan Revisi UU Zakat dan UU Pajak Penghasilan]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengusulkan agar Undang-Undang Zakat no 23 tahun 2011 dan Undang-Undang Pajak Penghasilan no 36 tahun 2008 direvisi. Langkah tersebut dilakukan agar zakat bisa berubah statusnya dari pengurang pendapatan kena pajak menjadi pengurang pajak langsung.

Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas, Irfan Syauqi Beik mengungkapkan dia mengusulkan agar zakat bisa menjadi pengurang pajak langsung atau menjadi kredit pajak. Sebab dengan begitu maka potensinya bisa sangat ideal.

Ia menuturkan, saat ini zakat yang hanya sebagai pengurang pendapatan kena pajak. Potensinya 1,57 persen dari PDB atau hanya Rp 213 triliun. Sehingga dengan fakta seperti itu pihaknya ingin agar kondisi ideal bisa dicapai dengan perubahan undang-undang.

Menurutnya, perubahan yang dilakukan adalah UU Zakat dan UU Pajak khususnya tentang pajak penghasilan. Ia mengatakan upaya perubahan atau revisi merupakan proses politik sehingga itu semua tergantung kesepakatan antara DPR dengan pemerintah.

"Yang bisa dilakukan Baznas siap mengawal dana sebesar itu. Sebagai bukti mengenai kualitas kinerja hal apa yang perlu diperbaiki, maka kami mengeluarkan alat ukur indek zakat nasional," ungkapnya.

Ia pun memproyeksikan perolehan zakat yang dikelola Baznas pada 2017 naik 40 persen atau minimal 25 persen hingga akhir tahun ini. Menurutnya, jika diangkakan pada 2017 mencapai Rp 6,2 triliun maka pihaknya tahun ini berharap bisa menjadi Rp 8 triliun.

Sementara itu, anggota Baznas Nana Mintarti mengungkapkan berdasarkam Undang-Undang Zakat dikatakan zakat masih bersifat belum wajib atau sukarela. Oleh karena itu, Puskas Baznas tengah menyiapkan naskah akademik yang akan diusulkan kepada DPR. "Rancangan draft UU Zakat bisa lewat inisiatif legislasi yang melakukan revisi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dirjen Pajak yang berada di bawah Kementerian Keuangan dengan harapan mereka bisa menyambut usulan tersebut. Dia menambahkan, jika penghimpunan dan disosialisasikan dengan sungguh-sungguh maka perolehan zakat bisa naik.

Ia pun mengungkapkan salah satu hasil riset Puskas Baznas tentang kaji dampak merupakan bentuk pertanggungjawaban secara akademis dan akan dilaporkan kepada presiden. Anggota Baznas lainnya, Irsyadul Halim memgungkapkan keberadaan zakat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi kemiskinan. Namun selama ini masih kurang percaya dan yakin terhadap pengelolaan zakat.

Dia menuturkan, saat ini masyarakat banyak yang belum paham tentang zakat. Oleh karena itu melalui kampus pihaknya berharap lulusannya bisa menjadi duta zakat di masyarakat.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 14 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[OJK Dorong Bank Syariah Bersinergi Kembangkan Produk]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri jasa keuangan syariah bisa berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mewujudkannya, otoritas mendorong bank syariah saling bersinergi dalam melakukan pengembangan produk.

"Supaya bisa berkontribusi dan efisien, kita dorong adanya sinergi melalui Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia). Ini kita dorong agar tidak saling berebut dan bersama membangun industri keuangan syariah," jelas Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro kepada Republika, Kamis (13/12).

Ia menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan bank syariah bersama-sama. Misalnya, meluncurkan produk penyaluran pembiayaan syariah. "Contohnya menyalurkan produk pembiayaan perumahan bersama. Kalau ini bisa diterapkan, maka lebih efisien karena nggak perlu melakukan riset masing-masing," kata kata Soekro.

Selain itu, lanjutnya, beberapa infrastruktur seperti Informasi dan Teknologi (IT), Sumber Daya Manusia (SDM), serta lainnya bisa disinergikan pula antarbank syariah. Dengan begitu lebih hemat.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa bank yang sempat tidak bersedia melakukan sinergi tersebut sehingga memilih mengembangkan produk sendiri-sendiri. "Itu sebetulnya masalah komunikasi, kita jelaskan manfaatnya lebih banyak bila dikembangkan bersama daripada sendiri, maka kini semua bank syariah sudah bersedia dan sudah mulai (lakukan sinergi)," jelasnya.

Menurutnya, sinergi merupakan kunci untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Tidak hanya sinergi antarbank syariah, tapi juga dengan pemerintah, regulator, serta lainnya.

"Kita perlu sinergi, kerja bareng-bareng. Melalui sinergi saya yakin pengembangan ekonomi syariah bukan hambatan tapi menjadi tantangan ke depan, kemiskinan pun bisa turun dan literasi syariah meningkat," tutur Soekro.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 7 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Penyedia KPR Syariah di Inggris Targetkan Pembeli 'Beradab']

Bank-bank dengan produk syariah berupaya memperluas pasar mereka dengan menawarkan cara 'etis' atau 'beradab' bagi orang-orang untuk membeli rumah. Meski HSBC dan Lloyds Bank tak lagi bermain di pasar ini, bank-bank syariah berupaya menghidupkan lagi sektor ini.

KPR yang sesuai syariah tidak memiliki suku bunga, namun 'tarif sewa' dibebankan pada bagian dari properti yang dimiliki oleh bank. Ini karena bunga tidak dapat dibebankan berdasarkan hukum Islam. Karena perbedaan ini, pengaturan seperti itu sering disebut rencana pembelian rumah (HPP) daripada hipotek atau kredit perumahan.

Gatehouse Bank telah menjadi bank Islam terbaru untuk memasuki pasar. Serta menargetkan pelanggan dengan persyaratan agama, mengatakan bahwa bank mencoba untuk menarik calon pemilik rumah yang tergoda oleh keuangan 'beradab'.

Charles Haresnape dari Gatehouse, mengatakan bahwa pihaknya percaya bahwa keuangan Syariah, tanpa memandang agama, adalah keuangan beradab. Orang-orang menginginkan kesepakatan yang bagus tetapi mereka ingin tahu itu etis.

"Kami tidak akan membiayai perdagangan senjata, perjudian atau alkohol. Tidak ada bank besar yang bisa memberikan jaminan itu. Anak muda sangat sadar akan masalah ini," kata Charles seperti dilansir di Telegraph co.uk, Rabu (5/12).

Menurut Haresnape, ini adalah pasar yang kurang dikenal. Tapi ada banyak kesamaan dengan kepemilikan bersama hipotek. 

"Anda membayar kembali modal setiap bulan tetapi alih-alih membayar bunga, Anda membayar sewa untuk porsi yang belum Anda miliki. Ini adalah pembayaran sewa daripada bunga," jelasnya.

Bahkan dengan upaya untuk menahan pembeli rumah besar, broker hipotek tetap skeptis tentang apakah keuangan Islam akan mampu mengambil pangsa pasar yang signifikan.

Kelemahan utama bagi pelanggan adalah bahwa tarif sewa biasanya lebih tinggi daripada tingkat bunga pada hipotek tradisional. Gatehouse Bank telah meluncurkan dengan kesepakatan suku bunga tetap dua tahun di 3,19 persen.

Hipotek di bank-bank besar biasanya mengenakan biaya kurang dari 2 persen untuk kontrak dua tahun yang serupa. Ini mencerminkan biaya pendanaan yang lebih tinggi untuk bank-bank Islam.

"Dengan hipotek yang kemungkinan terbesar bagi banyak orang, suku merupakan faktor penting. Jika transaksi lebih mahal daripada alternatif di pasar, itu akan menjadi penjualan yang sulit," kata Mark Harris dari broker hipotek SPF Private Clients.

Al Rayan Bank dianggap sebagai penyedia keuangan Islam terbesar di Inggris. ABC International, Ahli United Bank, dan UBL adalah bank lain yang terdaftar di Inggris untuk menawarkan paket pembelian rumah.

Harris mengatakan bahwa dari pajak bea materai perspektif, pajak keuntungan modal dan pajak warisan diperlakukan dengan cara yang sama seperti hipotek tradisional. Peminjam juga diharuskan untuk lulus tes keterjangkauan yang sama untuk memastikan mereka dapat memenuhi pembayaran bulanan mereka.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 1 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Seminar Nasional 1:

“The Economic Crisis Cycle: Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges”

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional Kalimalang dengan tema besar The Economyc Crisis Cycle. Seminar ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu dalam sesi 1 dengan sub tema Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges dari pukul 08.30 – 12.00 WIB di Ruang Cinema J167 Universitas Gunadarma Kalimalang.

Seminar Nasional adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Anisah Ajeng Jayanti, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Anesi (Inggris), dan Indah Sari (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan oleh Zaki Ilhaam Muhammad selaku ketua pelaksana Aktualisasi Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan  bahwa  Pemuda yang sakit adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang baik-baik saja, sedangkan pemuda yang sehat adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang tidak baik (sakit). Pemuda menjadi tonggak peradaban dunia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Imam Subaweh selaku Ketua Jurusan Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa SEF merupakan organisasi yang sangat dibanggakan oleh Gunadarma. Manusia menjadi khalifah di muka bumi ini, harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sebaik-baiknya. Tugas kita ialaha menegakkan ekonomi islam dan memberantas riba.

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah Ibu Nur Azifah yang merupakan Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma.

Pembicara pertama yaitu Bapak Dr. Muhammad Muflih. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Pandangan Islam Terhadap Penetapan Mata Uang Dunia dan Krisis Global”

Dunia mengalami krisis ekonomi pada 1900-an. Krisis merupakan history yang ada disetiap zamannya. Bagaimana pandangan Islam terhadap dollar?. Dollar mengalami beberapa fase yaitu yang dibackup dengan emas. Pada Perang Dunia II, Amerika memenangkan Perang sehingga membuat Amerika menjadi negara adikuasa. Pada tahun 1994 masyarakat dunia mencari sistem moneter yang dikumpulkan di Bretton Woods yang menyepakati transaksi yang berlaku didunia. Dollar AS di patok pada tingkat bunga tetap ke emas yang membuat dollar AS sepenuhnya dapat dikonversi menjadi emas pada tingkat tetap $35. Uang yang terlalu benyak menyebabkan inflasioner, sedangkan barang yang terlalu banyak menyebabkan deflasioner.

Pada tahun 1971, Bretton Woods menurun karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap dollar sehingga ekonomi tidak bergairah. Mulai 1970 awal amerika menetepakan fightnmoney, yang menetapkan Dollar sebagai patokan nilai tukar dunia. Menurut kelompok Dinaris, dinar merupakan keseimbangan sedangkan dollar itu riba karena nilai instrisiknya tidak sama. Namun menurut Zubair Hasan dari Malaysia yang menolak karena setiap negara mempunyai stándar emas masing-masing. Jadi dapat disimpulkan bahwa kunci terjadinya krisis adalah karena perilaku. Islam meningkatkan money demand untuk orang miskin. Dalam Islam uang tidak boleh menganggur harus berputar. Zakat mampu mengubah struktur permintaan mata uang.

Pembicara kedua yaitu Bapak Prayudhi Azwar. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Fokus Kebijakan dalam Mengantisipasi Krisis Ekonomi Global”

Knowladge akan dibayar mahal daripada tenaga. Tantangan Dinamika Ekonomi Global

  • Small Open Economy, pada 2008 Amerika melakukan ekspansi, bukan melakukan pengurangan mata uang. Sedangkan Indonesia pada 2008 mengalami krisis yaitu harga naik. Pada 2010, negara-negara lain mengejar Indonesia maka terjadilah massive capital inflow. Untuk mempelajari ekonomi syariah, kita juga harus mempelajari ekonomi konvensional, agar dapat mematahkan teori ekonomi konvensional. Indonesia saat ini terjadi rezim devisa bebas dan kebijakan moneter independen.
  • Melandainya yield curve dari Surat Utang Pemerintah AS, pada 2007 Amerika keluarkan obligasi baru. China memegang 1 ½ T USD dari devisa mereka. Pada 2017 China mulai menjual cadangan devisanya. Ketika China mulai tidak selera memegang bond Amerika, sehingga bond turun, sehingga investor yang tidak mengerti menginvestasi ke Amerika.

Tugas BI adalah hakikatnya sebagai rem. Tujuan BI menurut UU N0 23 Tahun 1999 tentang BI (pasal 7) bahwa Bank Indonesia bertujuan mencapai dan memelihara kestabilan Nilai Rupiah.

Tantangan untuk kita semua yaitu Adanya eksternal shock

  • Defisit neraca dagang Oktober, terparah kedua kalinya di 2018
  • Neraca dagang migas tekor Rp 158 T terparah sejak 2014

Pembenahan disektor ini Y= C+I+G+X-M

Kondisi saat ini ialah 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan 100 orang kekayaan masyarakat Indonesia. Untuk ini dipegang oleh pengusaha sektor rokok. Kehebatan Islam yaitu mempunyai instrument zakat, impact zakat yaitu mendorong orang yang mempunyai emas dengan nisab zakat.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 1

  1. Ade Saputra dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Petanyaan ditujukan kepada Bapak Muflih. Apa upaya pemerintah dalam menangani krisis dan apa dampaknya pada saat ini?

Bapak Muflih: Krisis 2008 menciptakan ekonomi yang menakutkan untuk Indonesia. Krisis luar biasa 1997. 1998 masyarakat Indonesia mulai memperhitungkan kembali krisis yang dibangun. Yang dikhawatirkan Indonesia pada tahun 2008 adalah kenaikan suku bunga. Dalam rangka mengantisispasi krisis 2008, masyarakat ekonomi syariah memberikan gairah untuk Indonesia dengan BI mengeluarkan wakaf.

 

  1. Anissa Febi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Pertanyaan ditujukan kepada Bapak Prayudhi. Bagaimana open mind untuk berinvestasi dinegara sendiri.

Bapak Prayudhi: Perlu bangun enterpreunership skills dan manfaatkan waktu kita yang dipakai untuk nilai tambah. Apapun yang menambah daya saing kumpulkan dari sekarang. Jangan pernah menyalahkan keadaan, eskplor keluar dan produksi dalam negri.

 

  1. M. Iqbal dari Universitas Gunadarma

Pertanyaan ditujukan untuk Bapak Prayudhi. Bagaimana strategi memutuskan mata rantai di Indonesia

Bapak Prayudhi: pemerintah mengefektifkan programnya. Pendanaan sebisa mungkin dari BUMN bukan pendanaan dari luar.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 2

  1.  

Apakah ada pengaruh dari siklus ekonomi terhadap peraturan negara?

Bapak Muflih: Siklus ekonomi bisa mempengaruhi wujud regulasi, pun sebaliknya. Setiap negara harus protect negaranya agar tidak kalah dikompetensi negara. Kunci utamanya adalah regulasi dan kemajuan ekonomi dapat terstimulasi.

  1. Fitria Ayudha dari Universitas Bhayangkara

Apakah riba tersebut mempengaruhi kas negara dan apa upaya pemeribtah untuk menanggulanginya?

Bapak Prayudhi: Sekarang krisis terjadi karena kerusakan tangan-tangan manusia sehingga terjadi bubble. Supaya riba tidak berkembang yaitu mensosialisasikan ekonomi syariah agar masyarakat mau menabung di bank syariah sehingga bank syariah dapat me-landing uang tersebut.

Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan: Putri Yunela Sari

 

 

 

 

Seminar Nasional 2:

Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle” pada sesi dua pukul 13.00 – 16.00 WIB di Ruang Cinema J167, Kampus J1, Universitas Gunadarma, Kalimalang.

Seminar Nasional Kalimalang adalah acara setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Adam Al-Aziz, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Bintang Widya Atmojo (Arab), Alief Sucianingsih (Inggris) dan Ricka Annisa (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum periode 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan, maka dari itu sebagai generasi milenial kita harus mampu mengatasi konflik kesenjangan ekonomi. Sebagaimana data membuktikan bahwa empat orang terkaya di Indonesia dapat mensejahterakan seratus juta jiwa penduduk Indonesia.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Imam Subaweh  selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa tugas kita saat ini adalah mengembalikan kehidupan kita yang semula menggunakan sistem ekonomi kapitalisme menjadi sistem ekonomi Islam, acara ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pemuda untuk kritis dan mempunyai semangat membangun bangsanya melalui ilmu yang diberikan.

Moderator pada sesi ini ialah Ibu Stevani Adinda Nurul Huda yang merupakan Dosen Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Beliau mengatakan bahwa pemuda harus memiliki semangat dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi dengan kemudahan teknologi di zaman sekarang.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Riawan Amin. Beliau memaparkan bahwa penjajahan yang terjadi sekarang adalah penjajahan etis. Penjajahan yang dilakukan tanpa senjata dan pertumpahan darah namun lebih menyengsarakan. Kenyataannya ini terjadi pada ekonomi kita, tidak semua infalsi mengakibatkan seseorang miskin, semakin tinggi inflasi dapat juga membuat seseorang semakin kaya. Maka yang paling berharga dari Islam adalah Sistem Ekonomi Islam karena disinilah solusi tercipta. Jumlah uang yang beredar memperesentasikan kekayaan suatu negara pada periode tertentu. Maka dalam suatu negara tidak perlu merubah sistem ekonomi, cukup dengan memperbaiki sistem ekonomi.

Pembicara kedua yaitu Bapak Agus Kalifatullah Sadikin. Beliau memaparkan bahwa problem UMKM di Indonesia adalah pada pendanaan yang terbatas. Financial Tecnology diharapkan dapat meembantu pendanaan UMKM, terutama pada masyarakat yang memiliki akses lokasi yang sulit terjangkau. Total 70 Financial Tecnology yang terdaftar pada OJK. Perbedaan Financial Tecnology syariah dengan konvensional terletak pada akadnya.

 

Pembicara ketiga yaitu Ibu Aldilla Kusumawardhani. Beliau memaparkan bahwa sebagai pemuda mulailah berhenti berbicara soal “Aku” dan mulailah berbicara tentang “Kita dan Mereka”. Menjadi pemuda yang peduli dengan masa depan Indonesia merupakan suatu hal yang harus dibuat dalam bentuk aksi nyata. Kesenjangan yang yang terjadi terutama pada masyarakat pedesaan, memerlukan pendidikan untuk dapat merepresentasikan potensi yang ada padanya. Solusinya pada pemuda, mulailah berfikir kritis (ada keresahan) dan mulai dengan aksi nyata (beraksi atau gerakan)..

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi dimana terdapat 3 penanya dari 1 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah oleh Panitia. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Indah Sari

  • 30 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Filipina Targetkan Jadi Hub Ekspor Halal di Asia]

Pemerintah Filipina menyetujui undang-undang baru yang disebut Undang-undang Pengembangan dan Peningkatan Ekspor Halal untuk mengembangkan dan menerapkan standar dan praktik pertanian dan manufaktur halal di Filipina. Hal ini merupakan upaya Filipina untuk  mempersiapkan diri menjadi hub ekspor halal berikutnya di Asia.

Menteri Perdagangan Filipina, Ramon Lopez mengatakan ada permintaan yang meningkat dari industri halal karena pasar Muslim dan non-Muslim yang berkembang baik di komunitas Asia dan global. Meskipun ada 2 miliar penduduk Muslim pada 2014 dengan tingkat pertumbuhan 1,8 persen per tahun, eksekutif kementerian perdagangan mengatakan industri diperkirakan mencapai 3,5 triliun dolar AS pada tahun 2021 dari 2 triliun dolar AS pada tahun 2015, seperti dilansir di Al-Arabiya, Rabu (28/11).

Dengan perkembangan ini, Filipina siap untuk mengambil peran lebih besar dalam industri halal global. Untuk mempertahankan ini, Filipina sekarang menjadi anggota Forum Akreditasi Halal Internasional, sebuah badan dan jaringan akreditasi dengan 27 anggota yang independen yang dimandatkan untuk menegakkan standar halal di negara dan wilayah mereka.

Di komunitas domestik, Lopez juga meminta pemerintah kota dan eksportir halal untuk memperluas cakupan dan kategori sistem halal dan memperkuat lebih banyak peraturan lokal untuk pengembangan industri. Dia juga mendorong akademisi untuk masuk untuk memfasilitasi penelitian dan pengembangan, sehingga mata pelajaran yang berhubungan dengan halal pada akhirnya dapat diintegrasikan ke dalam akademi. Tujuan akhirnya agar sektor swasta meningkatkan minatnya dalam industri.

Untuk mendukung industri halal, pemain lain yang terlibat dalam globalisasi industri halal meningkat di Filipina Selatan. Terletak di wilayah Mindanao, Zamboanga Ecozone dan Otoritas Freeport, akan segera menjadi pusat investor halal global.

Pemerintah Filipina melalui Zona Ekonomi Khusus Zamboanga dan Otoritas Freeport telah mengalokasikan sebuah kompleks seluas 100 hektare untuk menarik para investor pengolahan halal dan manufaktur asing untuk berinvestasi.

Kota Zamboanga adalah Kota kedua terpadat di Mindanao (kedua di Davao) dengan lebih dari 800 ribu penduduk. Dari jumlah ini, 35 persen penduduknya beragama Islam dan kota ini dikenal karena koeksistensi damai dari berbagai kepercayaan dan agama.

Sementara Filipina disebut sebagai salah satu tujuan investasi paling menarik di dunia oleh badan-badan independen, Zona Ekonomi Khusus Kota Zamboanga dan Otoritas Freeport, mengambil keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Filipina dengan mengembangkan insentif baru bagi investor yang akan mendirikan fasilitas manufaktur dan pengolahan halal di zona tersebut.

Di antara insentif termasuk 100 persen kepemilikan bisnis di dalam zona dan pemberian visa kerja kepada eksekutif dan teknisi asing yang dapat diperbarui setiap dua tahun. Selain itu, insentif lain yang ditawarkan kepada investor adalah jika investasi modal dipertahankan tidak kurang dari 150 ribu dolar AS, status residensi permanen dalam Zamboecozone juga akan diberikan kepada investor bersama dengan pasangan mereka, tanggungan dan anak-anak yang belum menikah di bawah usia 21 tahun.

Ketua Zona Ekonomi Khusus Kota Zamboanga dan Otoritas Freeport Christopher Arnuco mengatakan Pusat Halal Asia di Zamboanga berupaya untuk merebut pasar senilai 1,38 triliun dolar AS di Asia Tenggara. Hal ini seiring dengan disiapkannya kompleks pengolahan makanan seluas 100 hektare yang memiliki kapasitas produsen produk prospektif makanan dan Food Grade. Kompleks ini ditargetkan akan mengumpulkan 30 persen dari pangsa pasar 15,9 miliar dalam bisnis potensial.

Zona Ekonomi Khusus Kota Zamboanga dan Otoritas Freeport atau dikenal sebagai ZAMBOECOZONE didirikan untuk menjadi pusat ekonomi penting untuk mempromosikan penciptaan lapangan kerja dan investasi yang memadai. Badan ini mendukung semua upaya untuk menarik investasi ke Mindanao dengan menyediakan lokasi dan lingkungan yang menguntungkan; akses siap ke pasar, tenaga kerja dan sumber daya lainnya dan layanan nilai tambah, dengan demikian berkontribusi terhadap pembangunan regional dan nasional. Dengan perkembangan ini, kebangkitan industri Halal di Filipina diharapkan dapat memberikan peluang kerja baru dan meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara pengimpor produk halal.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 27 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Selamat Anda telah terdaftar sebagai peserta Seminar Nasional Kalimalang 2018

Demi kepentingan validasi nama peserta pada sertifikat silakan periksa kembali nama Anda pada daftar peserta Seminar Nasional Kalimalang 2018 yang tertera. Konfirmasi perubahan nama dapat dilakukan hingga Kamis, 29 November 2018 pukul 14.00 WIB. Apabila peserta tidak melakukan perubahan nama sampai batas waktu yang ditentukan, maka nama peserta dianggap sudah benar dan panitia tidak bertanggung jawab atas kesalahan cetak nama pada sertifikat.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima Kasih.

*untuk perubahan nama Anda dapat klik (di sini)  

atau http://sef.or.id/validasisemnas2018


Seminar Nasional 1 | 01 Desember 2018 | 08.30 – 12.00 WIB

"Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges"

  1. ACHMAD BUCHORI
  2. ADE SAPUTRA
  3. ADMID AISYAH AMANAH
  4. AFIFAH SALIM
  5. AFNI RAMADHANTI
  6. AGNES NUR AFIFAH AYUNINGTIAS
  7. AGUNG PERTIWI PUTRA
  8. AGUS SRI ISWIYANTI, S.E., MM
  9. AHMAD MAULANA
  10. ALDA FITRIA
  11. ALDI NOVIANTO
  12. ALFADYA HAYYA
  13. ALIFIA APANDI
  14. ALTHARIQ BIBIT SLAMET
  15. AMILYA CHOIRUNNISA
  16. AN NISAA' RIZKA WAHYUNI
  17. ANA SILVIANA
  18. ANDI SUHANDI
  19. ANGGI MIPTAHUL HOLIK
  20. ANISA AMALIA
  21. ANISA FEBY YANA
  22. ANISA KURNIA SARI
  23. ANISA MULIA KUSUMASTUTI
  24. ANISAHRANI
  25. ANISFU DWI YANTI
  26. ANISSA RANTI RETNO SARI
  27. ANITA NURHAZYIZA
  28. ANITA PUNGKI ANDRIYANI
  29. ANNISA DIANTI
  30. ANNISA DWI RIZKI AZHARI
  31. APRILIANI DWI TANDY
  32. ARMIETHA DESSY RAHMADHANY
  33. ARSITA YUNINGSIH
  34. AULIA NUR AINI
  35. AVIFAH ADELIA
  36. AYU YUNENGSIH
  37. AZARIA NUR SHABRINA
  38. BAGUS HERMANTO
  39. BAGUS SATYAWAN
  40. BELLA NOER SYAKINAH
  41. BENING AMBARWATI
  42. CHINDY RIZKY CLAUDIA
  43. CYNTIA CAHYA SAFITRI
  44. DEA ANANDA
  45. DESI ARI SANDI
  46. DESY RAHMAWATI
  47. DESY TRIANA PRATIWI
  48. DEVI NOVITASARI
  49. DEWI KHOERRU NISA
  50. DEWI SITI MASITOH
  51. DHIEN WANGINEGARA
  52. DIAN BUDIYANTO
  53. DIAN CHRISTIANI
  54. DIAN LESTARI
  55. DITA BERLIANA
  56. DITA VALENTIA MEILIANA
  57. EFA MUSDALIFAH
  58. EKA HAFIFAH PUSPITASARI
  59. EKA NURBAITI HARUN
  60. ELMA NURUL AMALIYA
  61. ELSA SILVIANA FIRDAUS
  62. ENJELITA
  63. ERIKA FEBRIANA
  64. ESTER SHYNTIA
  65. EVA FITRIANA
  66. FADILATUN NISA
  67. FAJRI ANANDA RUSMAHENDRA
  68. FARAH SALSABILA
  69. FATHIMAH ABIDAH
  70. FEBRILIA EKA PRATIWI
  71. FEBRY FITRIYANTI
  72. FEBRY INDRI YANI
  73. FERIYANDI
  74. FIKA ANANDA FORTUNA
  75. FITRI AZIZIAH
  76. FITRI CAHYANI
  77. FITRI WULANDARI
  78. FRILLY BAMA RASTIKA
  79. GALUH YUDHAWANINGPATI
  80. GEMMA SHAFA MAWADDA
  81. GIZELA GIOVANI KUSUMAH
  82. GUSLINA
  83. HANA KOMALA
  84. HANA TAZKIA R
  85. HANDOKO HADI
  86. HANIFAH YUMNA
  87. HARIS YUNIARTO
  88. HERDIANA
  89. HESTITA SALMA SALSABILA
  90. IKA PUSPITA SARI
  91. IKE WIDEA SARI
  92. INAZ MARSELA
  93. INDAH KHOERUN NISSA
  94. INDAH NOVIANTI
  95. INDAH NUR MAULINA
  96. INDIASTARI DESTY ROSITASARI
  97. INDRI MULYANTI
  98. INTAN TRIDIANANTY
  99. IQBAL ANUGRAH RAHMAN
  100. ISNAENI LESTARI
  101. ITA WAHYUNI
  102. IZZATY ATIA MAULANI
  103. JAMALUDIN
  104. JONATHAN LUMDOS
  105. KAMILA ZAHRA FATHUNNADA
  106. KARYONO., S.E., M.Pd., M.M
  107. KHALIMI
  108. KUWAT SUJARWO
  109. LATIKAH ARUM KUSUMAWATI
  110. LESTI SUKMAWATI
  111. LIA DAHLIA
  112. LIA MUBAROKAH
  113. LIA ULFACH
  114. LILIS RATNASARI
  115. LINDA SETIANINGSIH
  116. LIS NURAENI
  117. LUSIA ETIKA SARI
  118. MA'LA HOERIYAH
  119. MARIAM ULFA PUSPITA
  120. MEGA NANDA PUTRI
  121. MEI ISTIANI
  122. MELANY PUTRI DEWI
  123. MEYTA INDRAYANI
  124. MIFTAH FATHINIA
  125. MIRA SUPRIANTI
  126. MISDI
  127. MITHA MERLYAN
  128. MUHAMMAD ASMAR
  129. MUHAMMAD FAJRI
  130. MUHAMMAD FARHAN
  131. MUHAMMAD HAFIZH HANAFI
  132. NADYA AGUSTRIANA
  133. NADYA DWI HELMINA
  134. NAJAH LAILY AMALIA
  135. NAJMA SYIVA
  136. NAUFAL AQIL HELMI
  137. NELASARI
  138. NINNA
  139. NISA PEBRIANTI
  140. NUR I ALFIANINDA
  141. NUR INDAH PANCANINGRUM
  142. NUR SRI WULANDARI
  143. NURKHASANAH
  144. NURKHAYATI
  145. NURUL HIDAYAH
  146. OVA NUR LISANI
  147. PENNI NOVIYANTI
  148. PRANA SAKTI NUGROHO
  149. PUSPITA ANGGRAENI
  150. PUTRI LUCSKYAHTUROHMAN AL FURONI
  151. PUTRI SIS ANGGARI
  152. QOTRUNNADA ALIVIA
  153. RAFIF KARUNIA RAHMAN
  154. RAHMANIA INDAH KUSTANTI
  155. RANGGA RIJLLUL HAQ
  156. RATNA WULANDARI
  157. RAYUNINGSIH
  158. RIANA AYU PUSPITA SARI
  159. RIESHADANI FAIZATY NALLAH
  160. RIRIN SAPUTRI
  161. RISKA RATNA SARI
  162. RISKI SETIADI
  163. RISKI VIRA NABILA
  164. RISMA SYIFA MALIK
  165. RITA NURHIDAYAH
  166. RITA SUGIARTI
  167. RIYA DWI ANDRIYANI
  168. RIZKA RACHMAWATI
  169. RIZKY FADHILA
  170. RODIAH
  171. RUSLI KURNIAWAN
  172. SAFERA JANATA GUSTIA
  173. SAFIRAH DINA RAMADANI
  174. SANTI PUTRI JAYANTI
  175. SARAH NANDADITYA
  176. SARAH SAFIRA
  177. SARAS ADYASMARA
  178. SARI MONIKA PUTRI
  179. SEAN KATONDHO HENAS
  180. SHAFA ROHMAH HANDAYANI
  181. SHAFIRA RAHMAIDA
  182. SHERLYANA GUNAWAN
  183. SINTA NUR HIDAYATI
  184. SISCA LARASATI
  185. SITI ANNISA SALSABILA
  186. SITI DINA NURJANAH
  187. SITI NURANA H. F
  188. SITI ROHMAH WATI
  189. SLAMET HERI WINARNO, SE, MM
  190. SRI AIDA NURYANTI
  191. SRI HARTATI
  192. SRI YUNIARTI
  193. SUADEN MAMESYAH
  194. SUCI INDAH SARI
  195. SULISTYO NINGTYAS
  196. SUTRISNO
  197. TASYA DEWI AZZAHRA
  198. THIA VIOLENITA
  199. TITA NILASARI
  200. TRI FRIDA PUSPITASARI
  201. TRI HADMIATIN NINGSIH
  202. TRI SULISTIANA
  203. TURNI APRIYANI
  204. UMAIROH UTAMI
  205. VESHELA ANNESA D N
  206. VILLIA ALPIANA
  207. VIRA WIDYASARI
  208. VIRA WILISTYORINI
  209. VIVI YULIYANTI
  210. WAHYU LARASATI
  211. WAHYUDI ISRODI
  212. WINDA NURHAYANI
  213. YANUAR AKBAR
  214. YAYAN HENDRIAN S.T.,M.KOM
  215. YESI SEPTIANI
  216. YUDA PANGESTU
  217. YULIA ANGGRAENI
  218. YULIA SANDRA NUR FITRIANA
  219. YUSRIAH
  220. YUSTINUS LAIA
  221. YUYUN SOFIYATUN
  222. ZAHRAH FADHILAH HERLIANTI
  223. ZAKYA RAHMI NURSALIMA
  224. ZAQIA SABILLA AZWARINI
  225. ZETIRA ZAHNAZ KAPADIA

Seminar Nasional 2 | 01 Desember 2018 | 13.00 – 16.00 WIB

"Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of the Economic Crisis Cycle"

  1. ABDUL SAMAD KELSABA
  2. ACHMAD BUCHORI
  3. ADITYO NUGROHO
  4. AFAN RIZIQ AL - SALEH
  5. AFNI FIZKRI AL FITRIAWATY
  6. AGUS SRI ISWIYANTI, S.E., MM
  7. AHMAD MAULANA
  8. AJENG FADILAH IRAWAN
  9. ALDA FITRIA
  10. ALI RAFSANJANI
  11. ALIFIA APANDI
  12. ANNISAUL JANATUL MA'WA
  13. ANDI SUHANDI
  14. ANDIKA SURYANA
  15. ANGGI RAHMAWATI
  16. ANISA KURNIA SARI
  17. ANISA MULIA KUSUMASTUTI
  18. ANISAHRANI
  19. ANISSA MELATI
  20. ANISSA RANTI RETNO SARI
  21. ANITA FITRIANI
  22. ANNISA MUKHLISA H
  23. APRILIA TRIANA
  24. APRILIANI DWI TANDY
  25. ASEP RIANO,S.PD
  26. ATMO
  27. AULIA AZZAHRA
  28. AURANI LUTHFIYAH
  29. AVIFAH ADELIA
  30. AVRIDHA RIANI
  31. AYU AMBARWATI
  32. AYU HERMAWATI
  33. AYUDIA FITRI CHAERANI
  34. AZKA ALIFIANT
  35. AZ-ZAHRA TURSINA BELLA
  36. BAGUS HERMANTO
  37. BAGUS SATYAWAN
  38. BAHARI NUR
  39. BERLIANA KHUMAIROH
  40. CHIKO AGESTO G.W.P
  41. CHOERUNNISA
  42. CLARISSA ILMI RIYANTI
  43. CYNTIA CAHYA SAFITRI
  44. DARA SYAFIRA
  45. DEA RAYI ANGGITA
  46. DESNIA RAHMADANTY
  47. DEWI NURMAYANTI
  48. DEWI RATIH
  49. DEWI SITI MASITOH
  50. DHINA MUTIA
  51. DIAH ENGGAR PRATIWI
  52. DIAH MITA SARI
  53. DIAH TITI NURAENI
  54. DIAN PERMATA SARI
  55. DIMAS PARULIAN
  56. DINA APRIANI SUJANA
  57. DINDA ASHILAH
  58. DINI KURNIAWATY
  59. DINNUR NADA UTAMI
  60. DIRA ISMANIAR AGUSTIN
  61. DITHA PUTRI A.
  62. DWI KURNIA ALHAYYU
  63. EFA MUSDALIFAH
  64. EFA NOFITASARI
  65. EKA HAFIFAH PUSPITASARI
  66. ELFINA NOVIYANTI
  67. ELSA SILVIANA FIRDAUS
  68. EMIRA AULIA RASYIDA
  69. ENDAH CHRISTIANINGSIH
  70. ERSYALIA NABILA
  71. EVI FARIDATUL AFIFAH
  72. EVRILITA CAHYANA
  73. FACHRIKA WULANDARI
  74. FADILA IMANY PUTRI
  75. FARAH NAMIRA PUTRI
  76. FARHATUN MAULIDA
  77. FARIHA NUR WAHYUNI
  78. FARUQIN FEBRYONO
  79. FATHIMAH ABIDAH
  80. FAUZIAH NURSYAHBANI
  81. FEBRILIA EKA PRATIWI
  82. FERONIKA MANIDA GULO
  83. FIKA ANANDA FORTUNA
  84. FIRDAUS WIJAYANTO
  85. FITRA DINI
  86. FITRI AZIZIAH
  87. FITRI WULANDARI
  88. FRILLY BAMA RASTIKA
  89. GEETA DEVI ARIYANTI
  90. GUNTUR ALAM
  91. HANA KOMALA
  92. HANA SUKAINAH
  93. HANNISA KUSUMAWATI
  94. HARIS YUNIARTO
  95. HASMILAH
  96. HASNA SETYA MULYAWATI
  97. HELVY MARYANA
  98. HENDRICK KARISMA
  99. HESTITA SALMA SALSABILA
  100. IKHRIMA NURMAWATI
  101. ILHAM SAYFIN NUHA
  102. INDAH DIAN NOVITA SARI
  103. INDAH EKA SUGIANTI
  104. INDAH NUR MAULINA
  105. INDIASTARI DESTY ROSITASARI
  106. INTAN WIDIANA
  107. IQBAL ANUGRAH RAHMAN
  108. IRMA ERVIANA TANIA
  109. JALIMAH
  110. JAMALUDIN
  111. JONATHAN LUMDOS
  112. JULIANNA RAI HAKIM ISNAINI
  113. KARTIKA PUTRI R
  114. KARYONO., S.E., M.Pd., M.M
  115. KATARINA DIAN PURWANTI
  116. KHOFIFAH DWI LESTARI
  117. KIKI RIFQI FARIQOH
  118. KURNIA TRYANTI
  119. KUWAT SUJARWO
  120. LAILATURROHMAH
  121. LIDYA NUR SAFITRI
  122. LILY ALIYAH
  123. LUCIANA SYAMSIAR
  124. LULUK MAKNUNAH
  125. M. REZA PAHLEVI
  126. MAJIDAH
  127. MASRUHAN
  128. MEGA TRI UTAMI
  129. MELIYANI RAFIATUN DARAJAT
  130. MERLY BARANATASHA
  131. MEYTA INDRAYANI
  132. MIFTAH AINUL YAQIIN
  133. MOHAMAD HARZA FALISON
  134. MONI SUCI ANJANI
  135. MUHAMMAD AFIF
  136. MUHAMMAD FAJRI
  137. MUHAMMAD FARHAN
  138. MUHAMMAD HAFIZH HANAFI
  139. MUHAMMAD HAMZAH YAHYA
  140. MUHAMMAD JALALUDDIN
  141. MUSTOPA HIDAYATTULLOH
  142. NABILA TANIA PUTRI
  143. NADA BALQIS
  144. NADIRA HASNA HANIFAH
  145. NAFTALIYAH NUR ZAHRA
  146. NAHDIA HUSNAH
  147. NAJMA SYIVA
  148. NANA ARVIANA
  149. NAUFAL AQIL HELMI
  150. NENIH ANJARWATI
  151. NIKITA APRILIA
  152. NI'MATUL AFIFAH
  153. NISA PEBRIANTI
  154. NOVIANA HAIRUNISA
  155. NUR AZIZAH AGUSTINI
  156. NURAINI
  157. NURHALIMAH SARI LUBIS
  158. NURUL FAUZIYAH RAMADHANIATI
  159. OKTI ANGGOROWATI SETYANINGSIH
  160. PIONA NURHAETI
  161. PRANA SAKTI NUGROHO
  162. QOTRUNNADA ALIVIA
  163. RANI PUSPITASARI
  164. RANI SANTIKA
  165. RATNA WULANDARI
  166. RATU YULYANAH
  167. RENI ANGGRAENI
  168. RESSI JUNIANTI SUWANDI
  169. RINA ISNANDA LIANA WATI
  170. RISKI SETIADI
  171. RISKI VIRA NABILA
  172. RISTANTO
  173. RIVALDO J MARSHA
  174. RIZKA FAUZIAH
  175. RIZKA RACHMAWATI
  176. RIZKY FADHILA
  177. RIZQI KURNIA ASIH
  178. ROSSYTA EKA PUTRI H
  179. RUSLI KURNIAWAN
  180. SABILA CAHYA MAULIDINA
  181. SALMA SRI YULIANSI
  182. SARAS ADYASMARA
  183. SARI MONIKA PUTRI
  184. SATRIA DHIMAS GHOZA
  185. SAVIRA NADIA SARASITA
  186. SEAN KATONDHO HENAS
  187. SEPTHIA NURHIDAYAH
  188. SEPTIAN BAYU PAMUNGKAS
  189. SERLY ARISKHA DEWI
  190. SESRIYANI
  191. SHINTA DELIA
  192. SILFI SYAHRA DEWI
  193. SILVIA WAHYUNI
  194. SINTIA MARINI
  195. SISCA DEVIA SINTA
  196. SISCA LARASATI
  197. SISI DHIYA AULIA
  198. SITI KHODIJAH
  199. SITI RAHMATUL UMMAH
  200. SRI HARTATI
  201. SRI WINDI
  202. SUPRIYANTO
  203. SYIHAB GEIS BIN ABAD
  204. TASHA AMELYANA
  205. TIARA RIZKI AMALIA
  206. TITA NILASARI
  207. TIYA LATIFA
  208. TRI FRIDA PUSPITASARI
  209. UMMY SHOLICHATI
  210. UMSIAH ALTANIA
  211. USWATUN NISA
  212. VANISKHA MAHARANI
  213. VESHELA ANNESA D N
  214. VILLIA ALPIANA
  215. VIRA TANIA
  216. WINDU EVILIA SUSANTO
  217. WIRA HANDIKA SUKMA
  218. YANUAR AKBAR
  219. YOHANA MARNITA
  220. YUDA PANGESTU
  221. YULIA SANDRA NUR FITRIANA
  222. YULISA PRATIWI
  223. YUYUN SOFIYATUN
  224. ZAHRAH FADHILAH HERLIANTI
  225. ZEVY SUKMA ZAHROH ARANING TYAS

*untuk perubahan nama Anda dapat klik (di sini)  

atau http://sef.or.id/validasisemnas2018

  • 23 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Malaysia Kurangi Anggaran untuk Industri Halal]

Pemerintah Malaysia menyepakati alokasi yang lebih kecil dalam anggaran 2019 untuk pembangunan industri halal setempat. Dewan Rakyat mengatakan kendala keuangan itu tidak akan membahayakan upaya pemerintah untuk mempromosikan sektor industri halal.

Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Mohamed Azmin Ali mengatakan inisiatif untuk mempromosikan industri halal akan ditingkatkan dengan kerja sama lewat Selangor dan Penang.

“Dengan kerja sama dari negara-negara yang telah memulai inisiatif dalam skala besar, kita akan melihat bagaimana kita dapat memindahkan rantai nilai dan membangun ekosistem yang lebih terintegrasi tidak hanya dalam hal produk, tetapi juga dalam hal sumber untuk mengembangkan produk untuk benar-benar memenuhi spesifikasi halal," ujar Mohamed Azmin Ali dilansir di media lokal, The Sun Daily, Kamis (22/11).

"Ini karena pasar halal sangat besar, tidak hanya di negara-negara Islam. Bahkan negara-negara non-Islam telah menerima produk halal sebagai barang penting untuk perdagangan," ujarnya.

Mohamed Azmin menjawab pertanyaan dari anggota parlemen yang ingin mengetahui komitmen pemerintah dalam mempromosikan industri halal nasional. Hal itu setelah alokasi anggaran dikurangi dari sebelumnya sebesar 1 miliar ringgit menjadi 100 juta ringgit dalam Anggaran 2019.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.