Publikasi

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Mei 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce di Asia Tenggara pada 2025

"Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasare-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share 52 persen pada 2025," ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Paris, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (24/5).
.
Menurut Bambang, optimisme tersebut muncul salah satunya berkat keberhasilan Indonesia naik peringkat dalam laporan Global Information Technology Report. Indonesia berhasil melesat ke peringkat 63 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 pada 2013. 

Meski berhasil menduduki peringkat yang cukup baik, menurut dia, pertumbuhan teknologi informasi Indonesia masih dapat ditingkatkan dengan penyediaan infrastruktur yang mumpuni.  "Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusif, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya," ungkap Bambang. 

Bambang menekankan pemerintah terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 54,7 persen penduduk.

Sumber: CNN Indonesia

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

"Fintech, Dirangkul atau Dipukul?"
 

 Perkembangan financial technology (Fintechsyariah diawali dari masuknya teknologi dalam dunia perbankan. Namun perbankan tidak mampu mengejar kemajuan teknologi akhirnya mengakibatkan munculnya sebuah inovasi baru yaitu fintech.

Dengan banyaknya ide mengadopsi ajaran islam dalam teknologi keuangan, berdasarkan data Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), tercatat jumlah fintech ditahun 2018 sebanyak 41 perusahaan fintech Syariah dan diprediksi kedepannya akan terus bertambah karna cepatnya revolusi industry bahkan sudah sampai ke Era industry 4.0.

Kemunculan startup fintech syariah hadir sebagai solusi atas ketidakmampuan perbankan syariah memfasilitasi nasabah yang terintegrasi secara online.

Menurut Profesor Volker Nienhaus dilansir dari National Law Review Nienhaus memprediksi bahwa consumer banking syariah bisa terganggu dimasa depan karna banyaknya Platform fintech yang kaya akan syariah-compliant ditambah lagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi Fintech yaitu Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Artinya fintech dapat mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik secara online. Bahkan kerangka produk fintech sudah meluas ke ranah “Layanan Jual Beli/Kemitraan/Pembiayaan/Sewa Menyewa Syariah” Berbasis Teknologi Informasi.

Dengan begitu banyak Platform fintech Syariah ini dapat menggunakan berbagai akad yang biasa digunakan pada produk perbankan sebagai contoh akad murabahah yang dapat menjual barang halal dan menyetujui kedua belah pihak sehingga syariah compliance dapat diterima, selain itu fintech pun mengunakan akad Mudharabah dalam hal pendanaan dengan skema Investor (Shahibul Maal) menyetujui dan memberikan investasi modal pembiayaan Mudharabah kepada Pengelola (Mudharib) dengan menerapkan nisbah bagi hasil yang sudah disetujui.

Pada saat Investor menyepakati pemberian modal maka dana ditransfer melalui rekening titipan/escrow/virtual account, dan investor mengakuinya sebagai dana investasi Mudharabah, tentu Secara akad suatu Fintech tidak akan bertentangan dengan syariah sepanjang mengikuti prinsip prinsip syariahnya suatu akad, sebagai contoh Investree yang dapat menggandeng UKM (usaha kecil dan menengah) dalam hal pendanaan, Kapital Boost menggunakan akad Murabahah untuk jual beli produk, dan SyarQ yang merupakan salah satu platform cicilan tanpa kartu kredit yang termasuk fintech syariah dan siap berkompetisi dengan fintech lainnya pun dengan perbankan Syariah.

Berdasarkan data BPS, Indonesia merupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan populasi saat ini yaitu mencapai 262 juta orang dan berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat lebih dari 50 % atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017 dan menurut e-Marketer setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet tentu ini merupakan peluang yang besar dalam mengembangkan fintech tetapi berdasarkan data OJK market share perbankan syariah indonesia 2018 yaitu sebesar 5,89% tentu dengan adanya kehadiran fintech menjadi sebuah dilematis kedepanya karna pangsa pasar serta produk perbankan telah diambil alih oleh fintech, bisa jadi untuk kedepanya pangsa pasar pebangkan akan sulit menembus market share lebih jauh lagi jadi, seharusnya bagaimanakah dengan adanya fintech ini? Apakah harus dirangkul atau dipukul?

Kendati demikian menurut penulis bukan permasalahan fintech dan perbankan yang harus menjadi daya saing antar keduanya, tetapi peran keduanya tentu memiliki dampak yang baik untuk perkembangan arah ekonomi islam itu sendiri.

Jadi kehilangan pangsa pasar seharusnya bukan jadi sebuah ketakutan di negara yang menjadi salah satu jumlah muslim terbesar di dunia ini, tetapi bagaimana caranya kita dapat memanfaatkan potensi besar jumlah umat muslim pada negeri ini.

Akibatnya dengan adanya fintech Syariah dan perbankan tentu dapat bersama–sama memajukan dan mempercepat inklusi keuangan di Indonesia serta perbankan dapat senantiasa maju dan pun agar tidak tertinggal dari sisi perbankan sudah seharusnya semakin berinovasi dan cermat dalam menggunakan teknologi, serta dari sisi fintech sudah seharusnya memperbaiki dari sisi legalitas, tata kelola, pengauditan serta taat kepada pengawasan Syariahnya agar masyarakat semakin yakin dan melirik untuk menggunakan fintech Syariah ini.

Penulis: Rahmat Ramdani

  • 22 May 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

We're looking for the next gold generation. Is that you? Come and Join Us!

Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment untuk Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020

Relation? Leadership? More Knowledge and Experience?

You'll Get in SEF! .

Kenapa sih organisasi itu penting?

"Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan, namun merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan"
(Najwa Shihab)

Kesempatan ini terbuka untuk kamu mahasiswa/i tingkat 1 dan 2 dari SELURUH FAKULTAS Universitas Gunadarma, tentunya bagi kamu yang memiliki semangat tinggi dan ingin menjadi mahasiswa dengan skill unggulan

LET'S BE PART OF OUR FAMILY AND DO THE GREAT THINGS TOGETHER!

Daftarkan dirimu melalui: 
sef.or.id/oprecsef2019

Pendaftaran dibuka hingga:
19 Juni 2019, pukul 18.00 WIB

Untuk info lebih lanjut, kunjungi website kami di: www.shariaeconomicforum.org

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 17 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

"Ekonomi Rabbani Fatal Bila tak Update Berita"

Jakarta ~ Kewajiban sertifikasi halal bagi semua pelaku usaha akan dilaksanakan pada 17 Oktober mendatang.

Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur dan juga suprastukrur.

"Persiapan yang sedang kami lakukan, sebagian telah dilakukan dan akan terus kami upayakan kami pilah menjadi persiapan infrastruktur dan suprastruktur," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VIII, DPR, Jakarta, Kamis (16/5).

Ditambahkan Lukman, BPJPH saat ini sedang mengembangkan sistem informasi manajemen halal dan alat pengolah data.

"Jadi untuk diketahui untuk proses registrasi terkait dengan upaya memperoleh sertifikasi halal itu sepenuhnya akan dilakukan secara online," imbuh Menag Lukman.

Lukman menambahkan, BPJPH memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk membangun sistem aplikasi yang dinamakan Sistem Informasi Manajemen Halal (Sihalal).

"Teknologi ini akan memudahkan kita semua selain membangun transparansi dan akuntabilitas dari proses registrasi dan segala sesuatu yang terkait dengan jaminan produk halal," sambung Menag.

Menag mengapresiasi adanya gagasan dan upaya untuk membentuk Sistem Informasi halal tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan kerja besar yang luar biasa jika terwujud secara maksimal.

Menag juga mengingatkan rancangan ini juga menjadi pertaruhan dan tanggung jawab Kemenag. Lukman berharap, Sihalal ke depan bisa menjadi role model pengembangan aplikasi jaminan produk halal.

Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap optimalisasi untuk mewujudkan platform yang 'user friendly' sehingga masyarakat bisa dengan mudah untuk mengaksesnya.

*Sumber: sharianews.com

  • 17 May 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

OPEN RECRUITMENT KELUARGA BESAR KELOMPOK STUDI EKONOMI ISLAM "SHARIA ECONOMIC FORUM (SEF) UNIVERSITAS GUNADARMA PERIODE 2019/2020"

Jadilah mahasiswa yang berkualitas! 

Sebaik-baik mahasiswa adalah mahasiswa yang penuh kebermanfaatan dan berkarya untuk mengukir prestasi!

Let's be part of our family and do the great things, together!

Keep connected with Us through Social Media:
-FB: Ksei Sef Gunadarma
-LinkedIn: Ksei Sef Gunadarma
-Twitter: @KSEI_SEF
-Instagram: KSEI_SEF
-Line@: @KSEI_SEF
-Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 10 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"
Doha ~ Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani telah mengalokasikan dananya sebesar 480 juta dolar AS untuk rakyat Palestina di tepi Barat dan jalur Gaza. Bantuan ini mencerminkan ikatan persaudaraan negara-negara Arab dan agama antara rakyat Qatar dan Palestina. Hal tersebut ditujukan untuk membantu dan menjalin persaudaraan rakyat Palestina guna mendapatkan kebutuhan hidup mereka dalam keadaan sulit yang disebabkan oleh pasukan Israel dan penurunan dukungan kemanusiaan internasional yang diberikan kepada mereka.
Menurut PBB, ketidakmampuan ekonomi Palestina yang terus berlanjut dalam memenuhi kebutuhan akibat krisis dan tantangan selama beberapa tahun terakhir, mengakibatkan Palestina gagal untuk menyediakan layanan dan kebutuhan dasar rakyat di semua kelompok umur, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Masyarakat internasional harus bekerja sama dalam memberi dukungan bagi rakyat Palestina, yang saat ini berada di bawah ancaman pendudukan Israel, yang terus menerus mengakui kedaulatan wilayah Palestina, serta penyangkalan hak yang sah dari rakyat Palestina dan sumber daya mereka.
Negara Qatar telah mengalokasikan 300 juta dolar AS dalam bentuk dana hibah dan pinjaman guna mendukung anggaran kesehatan dan pendidikan otoritas Palestina, dan 180 juta dolar AS untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk program PBB di Palestina. Selain itu, Qatar juga mendukung layanan listrik untuk memastikan akses ke berbagai sektor di Palestina, terutama selama bulan Suci Ramadan. Listrik sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan musim panas.
Negara Qatar juga menyerukan masyarakat internasional dan semua komponennya untuk memenuhi tanggung jawab moral kemanusiaan, untuk membantu rakyat Palestina mengatasi krisis kemanusiaan yang mereka hadapi.
Qatar juga menegaskan kembali komitmennya untuk membantu persaudaraan rakyat Palestina dalam merebut hak mereka yang sah.

Sumber: Sharianews.com
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 10 May 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

Aktivitas bisnis merupakan aktivitas yang sangat dinamis dalam sejarah kehidupan umat manusia. Dimana seseorang dapat melakukan aktivitas bisnis yang tidak pernah sama dalam tiap waktu termasuk dalam alat transaksinya. Proses aktivitas bisnis yang terus berkembang tidak lagi mempertemukan para pelaku bisnis yang dalam hal ini penjual dan pembeli dipertemukan atau harus bertemu dalam dalam satu tempat dan satu waktu sebagaimana terjadi pada aktivitas bisnis konvensional. Sebab, kini masyarakat dihadirkan dengan bentuk bisnis dan transaksi baru yakni transaksi bisnis online. Hadirnya, bisnis online ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan internet yang dalam konteks yang lebih luas perkembangan teknologi dan informasi. Pengguna internet Indonesia sudah mencapai 63 juta orang, dari para pengguna tersebut terdapat 95% menggunakan internet untuk kebutuhan media sosial, bahkan Indonesia menjadi peringkat ke-4 Facebook dengan 65 juta pengguna aktif, peringkat ke-5 Twitter dengan 19,5 juta pengguna aktif, Google+ dengan 3,4 juta pengguna, Linkedlin 1 juta pengguna, aplikasi Path 700.000, Line 10 juta pengguna dan sebagainya. (Kominfo.go.id, 2 Juli 2016). Perkembangan dunia bisnis selalu menemukan muara untuk mencari bentuk, cara, pasar, dan konsumennya sendiri. Dalam konteks bisnis berbasis layanan online yang memberikan keuntungan dan kemudahan, juga menimbulkan dampak dan gejolak dengan pengelola bisnis konvensional (non-online), seperti terlihat pada kasus Uber, Grab dan bisnis transportasi (taksi) berbasis layanan online lainnya yang mendapatkan protes dan aksi demontrasi dari pengelola taksi konvensional. Bentuk protes tersebut lahir dikarenakan semakin berkurangnya peminat taksi kovensional yang beralih kepada taksi berbasis layanan online, sehingga berakibat berkurangnya penghasilan para pengelola taksi konvensional.

Adanya perkembangan bisnis dan berbagai bentuknya harus disikapi dengan bijak, terus melakukan inovasi, mengasah kreativitas, dan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Oleh sebab itu, hadirnya sudut pandang spiritualistik dalam praktik bisnis akan memberikan memberikan jalan petunjuk bahwa bisnis yang dilakukan semata-mata tidak saja mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi harus dipandang sebagai proses ibadah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Upaya dalam menghadirkan sikap spiritualitas dalam praktik bisnis dan ekonomi dalam ajaran Islam dikenal dengan upaya terciptanya falah. Istilah falah berasal dari kata afalaha-yuflihu yang mengandung arti kesuksesan, kemuliaan dan kemenangan. Maksud dari kemuliaan dalam konteks ini adalah kemuliaan multidimensi dengan menjalankan aktvitas ekonomi tidak mengorientasikan diri pada pencapaian materi belaka, melainkan juga pencapaian akan kemaslahatan yang bersifat sosial atau biasa disebut dengan istilah al-maslahah al-mursalah. Secara terminology, salah satu‘ulama Ushul Fiqh, At-Thufy, Definisi maslahah menurut ‘Urf  (pemahaman secara umum) adalah sebab yang membawa kebaikan, seperti bisnis yang dapat membawa orang memperoleh keuntungan. Sedang menurut pandangan hukum Islam adalah sebab yang dapat mengantarkan kepada tercapainya tujuan hukum Islam, baik dalam bentuk ibadah maupun mu’amalah. Intinya ialah sesuatu yang menurut pertimbangan akal atau adat kebiasaan dapat mendatangkan kebaikan, manfa’at maupun faedah yang nyata bagi kehidupan manusia serta selaras dengan tujuan hukum yang ditetapkan oleh Syari’.

Melalui pernyataan diatas, aktivitas bisnis dan sosial seorang muslim menjadi benang merah untuk terjadinya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Maka, secara praksis dalam praktik bisnis islami, beberapa kalangan mendorong adanya konsep dan praktik Socioprenenur. Keberadaan sociopreneur ini semacam menjadi evolusi dari praktik entrepreneur yang memungkinkan para pebisnis  mampu menghadirkan praktik produksi, distribusi, konsumsi, etika bisnis yang mengedepankan nilai moral dan sosial sesuai dengan ajaran Islam, sehingga praktik bisnis yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pencapaian profit, melainkan mendorong produktifitas dan kualitas yang berfokus pada kemaslahatan sosial.

Pada umumnya, masyarakat berpikir bahwa profesi hanyalah sebatas karyawan, pengusaha, guru, direktur dan sebagainya, padahal terdapat pekerjaan yang didalamnya mengalir deras manfaat yang dapat dirasakan oleh tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat sekeliling kita, yakni socioprenenur. Sebagai mahasiswa, rasa gerah dan iba akan permasalahan ekonomi dan sosial sudah sepantasnya dijadikan lecutan untuk berpikir dan berkontribusi. Langkah kongkret untuk menjadi seorang mahasiswa ber-sociopreneur dapat dilakukan dengan bergabung dengan suatu komunitas yang didalamnya memiliki visi dan misi yang sama, yakni mengedepankan sosial dan ekonomi masyarakat atau economic  and social walfare, dimana komunitas tersebut melakukan jual beli makanan khas daerah perguruan tinggi setempat lalu keuntungannya dialokasikan untuk insentif pendidikan desa setempat berupa pemberian buku dan seragam sekolah bagi anak-anak yang berada dibawah garis kemiskinan. Komunitas tersebut juga dapat menggandeng kepala desa setempat dalam hal kerjasama produksi dan distribusi produk karena pada dasarnya kepala desa memiliki Asosiasi Kepala Desa (AKDES) yang apabila kerjasama tersebut terjalin dengan baik persentase keuntungan yang didapat oleh komunitas tersebut akan meningkat yang berujung pada terciptanya tujuan sedari awal, yakni economic and social walfare. Tak kalah penting, pembinaan serta pemberdayaaan juga menjadi point penting ketika berbicara mengenai sociopreneur sebab hal tersebut akan terasa manfaatnya ketika masyarakat berekonomi kurang dapat disetarakan dalam memperoleh hak dalam berkerja dan berkarya dengan optimal. Selain itu, berkaca pada potensi bisnis online yang telah tercantum pada paragraf pertama bahwa komunitas berbasis mahasiswa ini dapat menjadi pioneer bagi tumbuhkembangnya e-commerce oleh kalangan sociopreneur.

Lailatul Munawaroh

SEKRETARIS KSEI SEF GUNADARMA

  • 3 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

Pemerintah melaksanakan lelang Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 30 April 2019 dengan total penawaran masuk sebesar Rp13,26 triliun.

Sementara, berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menerangkan total nominal yang dimenangkan dari seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp5,07 triliun. Artinya, hasil ini lebih kecil dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya, yakni Rp6 triliun.
Seri SBSN yang dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) guna memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2018.

Pemerintah melaksanakan lelang SBSN pada tanggal 30 April 2019 untuk seri SPNS01112019 (new issuance), PBS014 (reopening), PBS019 (reopening), PBS021 (reopening), PBS022 (reopening) dan PBS015 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Seri SPNS01112019 memiliki tingkat imbalan secara diskonto dan akan jatuh tempo pada 3 Oktober 2019.
PBS014 menawarkan tingkat imbalan 6,5 persen dengan jatuh tempo 15 Mei 2021. Seri PBS019 jatuh tempo 15 September 2023 dengan tingkat imbalan 8,25 persen. Seri PBS021 akan ditawarkan dengan tingkat imbalan 8,5 persen dengan jatuh tempo 15 November 2026.

Berikutnya seri PBS022 akan ditawarkan dengan tingkat imbalan 8,625 persen dengan jatuh tempo 15 April 2034. Sedangkan seri PBS015 akan memberikan imbalan 8 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2047.
Rincian jumlah penawaran yang masuk dan jumlah nominal dimenangkan keenam seri, antara lain, untuk SPNS01112019 penawarannya Rp5,79 triliun dan yang dimenangkan Rp1,55 triliun.
Sementara untuk seri PBS014, PBS019, PBS021, PBS022 dan PBS015 penawaran yang masuk Rp4,69 triliun, Rp839 miliar, Rp572 miliar, Rp474 miliar, dan Rp904 miliar. Dengan rincian nominal yang dimenangkan Rp1,5 triliun, Rp450 miliar, Rp520 miliar, Rp430 miliar, Rp 620 miliar.

Sumber: Sharianews.com

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 19 Apr 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

Indonesia memiliki destinasi wisata halal terbaru, yakni Halal Park yang berlokasi di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Destinasi yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini kian mempertegas status Indonesia sebagai peringkat 1 Global Muslim Travel Index (GMTI).  Berdasarkan peringkat GMTI 2019, Indonesia berada di peringkat teratas dengan nilai 78 bersama Malaysia. Status ini menjadi lonjakan signifikan karena posisi Indonesia berada di urutan 2 dengan nilai 72,8 pada 2018.

Diresmikannya destinasi Halal Park sekaligus menjadi embrio bagi Halal District yang juga akan dikembangkan di kawasan GBK. Nilai investasi yang disiapkan untuk mengembangkan destinasi Halal District mencapai Rp 250 miliar dengan luas area diperkirakan 21 ribu meter persegi. Halal Park ini menjadi embrio bagi pembangunan Halal District. Nilai investasi bagunannya sekitar Rp250 Miliar. Kawasan ini nantinya akan menjadi ekosistem baru bagi para pelaku ekonomi.

Ada beragam produk yang akan di-display di Halal Park selain bisnis pariwisata, yakni fashion, makanan, minuman, pendidikan, dan lainnya. Destinasi ini sejalan dengan pergerakan positif wisatawan muslim dunia. Pada 2018, ada 140 juta orang wisatawan dunia yang bepergian. Spending online-nya pun sampai USD 35 miliar. Apalagi perkembangan wisatawan dunia diprediksi tumbuh 158 juta pada 2020.
Kehadiran Halal Park dan dirintisnya Halal District menjadi sinyal positif bagi pariwisata Jakarta. Sebab, destinasi wisata halal memiliki pertumbuhan positif. Bersama Lombok, Aceh, dan Riau-Kepulauan Riau, Jakarta menjadi pilar utama penopang peringkat teratas Indonesia di dunia dengan total donasikan 59 point di tahun 2019 atau naik 3 angka dari total skor tahun sebelumnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memberikan dua jempol atas berdirinya Halal Park. Menurutnya, destinasi ini akan memberikan dampak positif terhadap dunia pariwisata dan perekonomian Indonesia, khususnya Jakarta. Halal Park dan rencana pengembangan Halal District jadi warna baru bagi wisata halal di Indonesia. Destinasi ini akan memberikan impact sangat positif. Selain terhadap pergerakan arus masuk wisatawan dunia, destinasi ini juga menjadi motor ekonomi baru di Jakarta. Masyarakat akan semakin merasakan manfaat aktivitas pariwisata.
Penawaran fasilitas Jakarta pada wisatawan muslim semakin lengkap dengan beroperasinya Halal Park. Sebelumnya, Jakarta telah didukung aksesibilitas terbaik, yakni 2 bandara internasional dengan kapasitas 876.496 seat. Akses laut pun diperkuat dengan 1 pelabuhan internasional dan 10 local port, serta ada 53 rute bus. Dengan performa ini, Jakarta mendapatkan point GMTI optimal aksesibilitas 96 pada 2018.
Untuk lini environment versi GMTI, bandara di Jakarta dilewati 2,81 juta wisman. Menariknya lagi, slot wisman muslim mencapai 2 juta orang. Bandara juga dilengkapi WiFi dengan kecepatan tinggi. Untuk aspek environment, Jakarta mendapatkan total skor 65 pada 2018. Untuk aspek services, Jakarta memiliki 20 restoran halal bersertifikat, lalu ada 3683 self claimed. Jumlah masjidnya pun mencapai 7.795 bangunan.
Wisatawan muslim juga dijamin semakin nyaman di Jakarta. Aspek services optimal diberikan melalui 5 hotel syariah, lalu 5 diantaranya memiliki dapur bersertifikat halal. Bandaranya juga dilengkapi dengan 20 prayer room. Ada juga 20 situs heritage Islam, 11 event Islami, dan 19 Muslim Friendly Attraction.

Sumber: Travel.detik.com

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 6 Apr 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan
Perkembangan pasar muslim yang pesat membuat banyak negara mulai sangat serius untuk membangun industri halal. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak, Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam Industri Halal. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menguatkan kapasitas untuk bersaing di kancah global. Paradigma Lembaga Keuangan Mikro yang benar-benar melek literasi hanya 31%. Tujuan dari Lembaga Keuangan Mikro yaitu pengentasan kemiskinan dan menjadikan UKM yang sehat dan berkembang dengan menitikberatkan pada masyarakat ekonomi yang lemah. SDM merupakan aset yang paling berharga guna mewujudkan tujuan organisasi. Dalam HRD Syariah sendiri menggunakan metode benchmarking sebagai landasan dalam Manajemen HRD Syariah, dengan mengambil esensi-esensi pada generasi terbaik, kemudian di refleksikan pada keadaan terkini. Dengan membuat inovasi seperti penciptaan teknologi digital yang dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi. 
Ekonomi Digital terdiri dari berbagai elemen yang identik dengan penggunaan teknologi. Dalam penggunaannya diperlukan keseimbangan untuk memanfaatkan peluang & tantangan ekonomi digital serta mendorong inovasi dan menjaga stabilitas. Tentunya dengan menerapkan nilai-nilai Islam dari industri halal yang mengandung kebijakan, prinsip, motif, arahan dan etika dalam melakukan kegiatannya. Dalam penerapan pembangunan ekonomi, ziswaf sangat berpengaruh didalamnya. Meliputi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan Ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan memenuhikebutuhan dasar masyarakat.
Berkaitan dengan pembangunan ekonomi, sebagai negara yang memiliki berbagai bentuk keindahan alam, andil pariwisata halal tidak dapat  diragukan lagi. Hal tersebut terbukti dimana pariwisata  khususnya pariwisata halal telah memberikan kontribusi terhadap PDB di negara Indonesia. Selain itu, Indonesia mendapatkan penghargaan dalam ajang “World Halal Tourism Awards 2016” dan pada saat ini Indonesia memprioritaskan 10 destinasi wisata yang ada diberbagai daerah, seperti Aceh, Riau, Sumatra Barat, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Lombok dan Jawa Tengah. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia tentu menjadikan makanan yang halal lagi baik telah menjadi suatu hal yang wajib. Untuk menjamin kehalalan produk, pemerintah telah membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Ulama Indonesia (LPPOM MUI). LPPOM MUI dapat membantu umat Islam untuk menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan Islam yang telah diatur dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 173 yang menjelaskan terkait hukum halal dan haram. Kesehatan dalam Islam memiliki makna yang benar-benar harmonis dan proporsional dalam berbagai aspek kehidupan manusia secara sempurna seperti jasad, pikiran, dan spiritual (ruh).
Dengan menerapkan kesehatan sesuai tuntunan Islam. Maka, secara otomatis kita dapat menerapkan prinsip Halal Is My Life sebagai gaya hidup kita. Sebab dalam Islam kebersihan adalah sebagian dari iman dan kebersihan merupakan cikal bakal dari kesehatan. Jika masyarakat sudah membudayakan kesehatan, maka kesehatan roda perekonomian pun akan tumbuh dengan sendirinya.
Laporan: Anesi