Publikasi

  • 3 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Menurut KH. Ma’ruf Amin, keuangan syariah sebagai salah satu penggerak ekonomi syariah akan sangat menentukan perkembangan keuangan syariah kedepan.Ekonomi syariah itu pilar utama arus baru ekonomi Indonesia. Dikatakan dia, ekonomi syariah, mampu menjadi ekonomi secara keseluruhan dan mendorong kemitraan kerjasama antara pengusaha besar dan kecil.

“Jadi sekarang keuangan syariah juga termasuk arus baru ekonomi Indonesia,” kata Ketua Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) KH.Ma’ruf Amin pada acara Ijtima’ Sanawi DPS LKS di Hotel Millenia, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Kedepan ekonomi Indonesia ini ditandai oleh hadirnya tiga hal utama. Yaitu, pertama, ungkap Ma’ruf, lahirnya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketua langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kedua, pencanangan Jakarta sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” ujar Ketua Umum MUI, ini.

Adapun ketiga adalah arus baru ekonomi Indonesia yang didukung oleh ekonomi syariah yang penggerak LKS baik itu perbankan syariah, Industri Keuangan Syariah Non Bank (IKNB Syariah), maupun pasar modal syariah.

Disampaikan lebih lanjut, arus baru ekonomi Indonesia juga merupakan momentum perubahan paradigma ekonomi yang semula lebih banyak menggunakan pendekatan dari atas ke bawah (top down).Tapi, dalam waktu mendatang akan lebih melakukan pendekatan dari bawah ke atas (buttom up).

Kedepan ekonomi nasional diperkuat oleh ekonomi umat bukan seperti sebelumnya dikuasai oleh sekelompok konglomerat.”Potensi besar tapi marketnya masih kecil. Jadi sekarang bagaimana mengubah riil market menjadi potensial market,” imbuhnya.

Ma’ruf berharap arus baru ekonomi Indonesia bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat. Ini menurutnya,  karena umat Muslim Indonesia adalah populasi terbesar dari bangsa ini yakni 90 persen.Karena itu, kalau umat kuat, bangsa ini kuat. Sebaliknya kalau umat lemah maka bangsa ini lemah.

Karena itu menurutnya, ara tema dalam Ijtima’ Sanawi ini, untuk penguatan atau pemberdayaan ekonomi umat. Dan diharapkan ekonomi syariah jadi pilar utama arus baru  ekonomi Indonesia.

Menurutnya, dalam kongres ekonomi umat yang digelar MUI di Grand Hotel Sahid belum lama ini, presiden Jokowi mengatakan akan membangun umat  dengan distribusi aset dan kemitraan antara konglomerat dan masyarakat dalam berbagai komoditi.

Distribusi aset, jelasnya, mengandung arti bahwa presiden akan mengumpulkan tanah yang tidak dimanfaatkan baik itu milik negara maupun konglomerat.  Presiden mengatakan ditangan beliau sudah ada 12, 7 juta hektar tanah yang akan dibagikan kepada masyarakat. Tanah tersebut bisa digunakan untuk pembangunan pondok pesantren, koperasi, lahan usaha, pertanian, dan lainnya.

“Jadi, mari bung rebut kembali aset umat yang sudah hilang itu. Seperti halnya warung-warung yang rubuh diganti maraknya mart-mart asing. Diharapkan kedepan lebih marak mart basballah, Gontor Mart, Ireng Mart, dan mart Islami lainnya, ” tukas Ma’ruf.

Untuk merebut aset itu, lanjut dia, yang harus diangkat oleh arus baru ekonomi Indonesia dengan kebijakan keberpihakan pemerintah kepada umat.

“New Economic Policy, dalam rangka mempercepat tumbuh ekonomi syariah,” ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut dia, juga untuk penentuan dan membenahi peraturan pemerintah yang dinilai menghambat percepatan ekonomi syariah.

“MUI tidak masuk, hanya mendorong, merangkul, dan menarik,” tegas Ma’ruf.

Mendorong, jelas dia, mengandung makna mendorong umat supaya punya kemauan keras untuk membangun ekonomi. Sedangkan merangkul. Yakni, MUI merangkul pemerintah untuk membenahi kebijakan-kebijakan yang mendorong tumbuhnya kekuatan ekonomi masyarakat.

Adapun menarik. Menurut Ma’ruf, yakni MUI menarik konglomerat supaya masuk didalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, apabila pemerintah komitmen terhadap kebijakan, maka dipastikan Indonesia dapat menjadi pemain di pasar ekonomi syariah yang memiliki prospek cerah.

Oleh karena itu, selain Indonesia menjadi potensial market jumlah penduduk Muslim yang terbesar, juga karena ekonomi syariah menduduki manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha. “Ini momentum emas, golden momen,” pungkas Ma”ruf.

Sumber: Mysharing.co

  • 2 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Rabu, 25 Oktober 2017, Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih juara 3 call for paper dalam acara IQTISHODUNA 6 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Eka Purwati (Akuntansi 2013) dan M Bifa Rizky Mulyanto (Akuntansi 2014). Juara 1 untuk ajang ini diraih oleh Universitas Muhamadiyah Yogyakarta dan sementara yang menjadi juara 2 yaitu Universitas Airlangga. IQTISHODUNA merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh himpunan ekonomi islam (Hima Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang rangkaian acaranya terdiri dari beberapa lomba seperti Sharia Economics Olympiad(SEO), Sharia Call For Paper (SCFP) dan ada pula bazar besar Sharia Fair (SF) yang di adakan di Mall Royal Plaza, Surabaya. Untuk Sharia Call For Paper (SCFP) itu sendiri adalah ajang kompetisi paper tingkat nasional yang di ikuti oleh 88 tim dari perguruan tinggi negri maupun swasta di Indonesia dengan tahapan seleksi pertama terpilih sebanyak 50 abstrak lalu terpilih 10 tim untuk melanjutkan ke babak persentasi Paper hingga hanya 5 tim saja yang berhak ikut ke babak final study case. Kegiatan SCFP itu sendiri di selenggarakan pada tanggal 24-26 Oktober 2017. 

Pada hari pertama (24/10) langsung dibuka dengan persentasi paper dari masing – masing tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Negri Semarang, Universitas Brawijaya, Universitas Negri Malang, Universitas Indonesia, Universitas Islam malang, Universitas Islam Negri Jakarta dan Universitas Gunadarma.  Sharia Call For Paper ini mengusung tema “Optimalisasi Nilai Islam Melalui Keuangan Syariah Guna Tercapainya Masyarakat Madani” dengan mengambil beberapa sub tema diantaranya Pembiayaan Berbasis Ekonomi Syariah Untuk Industri Halal, Peningkatan Kualitas Pemahaman SDM Mengenai Ekonomi Syariah, Indonesia Sebagai Pusat Pasar Modal Syariah, Kebijakan Pemerintah Dalam Memaksimalkan Nilai Syariah Pada Lembaga Keuangan dan Peran Teknologi Dalam Menunjang Peningkatan Industri Keuangan Syariah.

Tim Gunadarma sendiri mengangkat topik mengenai Financial Technology dengan judul paper “Peningkatan Daya Saing Lembaga Keuangan Mikro Syariah Melalui Sharia Micro Smart Card (SMSC) (Study Kasus : Baitul Maal Wa Tamwil Se-Indonesia). Dengan perkembangan jaman yang sudah semakin modern seperti saat ini dan ditambah dengan akan adanya penerapan Financial Technology (FinTech) pada semua industri keuangan atau lembaga keuangan di Indonesia, mengharuskan BMT untuk selalu berinovasi. Oleh karena itu BMT perlu untuk mengeluarkan sebuah inovasi produk yang mampu membuat BMT lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas. Yaitu dengan kartu pintar (SMSC) Sharia Micro Smart Card  yang merupakan kartu prabayar multifungsi yang nantinya akan diterbitkan oleh Baitul Maal wa Tamwil sebagai pengganti uang tunai untuk transaksi berbagai pembayaran, sebagai alternative penggunaan jaminan atas pembayaran pembelian yang dilakukan secara mencicil terhadap toko-toko swalayan, toko penyedia perlengakapn buruh, nelayan maupun pertanian yang sudah terintegrasi dengan BMT tersebut lalu sebagai syarat untuk dapat melakukan pembiayaan kapada BMT dengan mendaftar langsung sebagai nasabah dan juga berfungsi seperti E-money yaitu sebagai transaksi untuk pembayaran jasa transportasi maupun parkir elektronik.

Selain itu, di dalam tema paper yang diangkat, Tim Gunadarma juga menawarkan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk memudahkan para nasabah untuk bertransaksi dan menjadikan aplikasi tersebut untuk berbisnis. Dalam aplikasi yang diberi nama (Sharia Micro Apps) ini terdapat berbagai macam fitur layanan untuk mendukung transaksi digital dan layanan pengguna aplikasi untuk terjun langsung dalam berbisnis yang ditujukan langsung sebagai fasilitas untuk para nasabah BMT.

Pada hari kedua (25/10)  di buka dengan acara seminar Internasional yang bertemakan Islamization of Economics, Current Issues and Challenges. Dan diakhir sesi dilanjutkan dengan pengumuman Juara Sharia Call for Paper IQTISHODUNA 6 2017, lalu pada malam harinya dilanjut dengan acara Family Gathering untuk para finalis SCFP.

Pada hari terkahir (26/10) seluruh peserta kompetisi mengikuti field trip dengan mengunjungi beberapa tempat  khas di Surabaya yakni Tugu pahlawan, museum Surabaya, museum BI Surabaya dan yang terkahir ke pusat oleh-oleh Surabaya. Acara ini diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dari seluruh peserta yang mengikuti Kompetisi SCFP ini.

Laporan: Rahmat Ramdani dan Nuke Winandha

  • 2 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan diselenggarakan di Grand City, Surabaya, pada 7-11 November 2017. ISEF 2017 ini akan mengusung tiga bidang yang menjadi fokus utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, menyebutkan ketiga bidang yang diangkat dalam ISEF 2017 meliputi penguatan sektor ekonomi syariah, peningkatan efisiensi di pasar keuangan syariah, dan penguatan fungsi riset dan edukasi dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penyelenggaraan ISEF kali ini menjadi momentum kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang terdiri dari Bappenas, Kemenkeu, OJK, LPS, Kemenkop, Kemeneg BUMN, DSN MUI, Kemenko Perekonomian, Kemenag, kemudian Pemprov Jawa Timur, serta lembaga terkait lainnya.
"Kolaborasi penyelenggaraan ISEF 2017 tersebut sesuai dengan tema yang diangkat, yakni memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif," jelasnya melalui siaran pers, Rabu (1/11).
Agusman menambahkan, kegiatan ISEF 2017 didahului oleh Festival Syariah (Fesyar) yang dilaksanakan di tiga wilayah utama ekonomi syariah lainnya. Fesyar pertama dilaksanakan di Makassar pada 25-27 Agustus 2017, dengan tema Peran "Islamic Social Finance Dalam Pemberdayaan Ekonomi".
Fesyar kedua dilaksanakan di Bandung pada 13-15 September 2017 mengangkat tema "Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syariah Nasional". Sementara Fesyar ketiga dilaksanakan di Medan pada 68 Oktober 2017, mengusung tema "Membangun Ekonomi Syariah Berlandaskan Konektivitas Regional".
Salah satu misi ISEF untuk mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata dalam ekonomi syariah, agar memberi dampak terhadap perekonomian nasional dan internasional. "Dalam mewujudkan hal tersebut, rangkaian kegiatan ISEF terdiri atas forum syariah danpameran syariah," kata Agusman.
Forum syariah terdiri dari forum ilmiah yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata, serta forum komunikasi/promosi/edukasi yang merangkai berbagai program, kebijakan dan produk antar-lembaga dan entitas bisnis syariah.
Sementarapameransyariah menghadirkan beragam produk dan jasa yang ditawarkan oleh lembaga, dunia usaha termasuk kewirausahaan dan UMKM, serta pesantren berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Sumber: Republika.co.id

  • 31 Oct 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong kemajuan industri keuangan syariah yang telah berkembang pesat dalam lima tahun terakhir, baik dari sisi jumlah pelaku maupun aset keuangan syariah di perbankan, pasar modal dan IKNB.

Menurut keterangan pers terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterima MySharing hari ini (30/10/2017),  berdasarkan data OJK hingga Agustus 201, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp 1.048,8 triliun, yang terdiri aset Perbankan Syariah Rp 389,74 triliun, IKNB Syariah Rp 99,15 triliun, dan Pasar Modal Syariah Rp 559,59 triliun.

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan total aset industri keuangan yang mencapai Rp 13.092 triliun, maka market share industri keuangan syariah sudah mencapai 8,01%.Industri perbankan syariah sendiri saat ini terdiri dari 13 bank umum syariah, 21 bank unit syariah, dan 167 BPR syariah, memiliki total aset Rp 389,7 triliun atau 5,44 persen dari total aset perbankan nasional.

IKNB syariah terdiri dari 59 asuransi syariah, 38 pembiayaan syariah, 6 penjaminan syariah, 10 LKM syariah dan 10 IKNB syariah lainnya, memiliki aset Rp99,15 triliun atau 4,78 persen dari total aset IKNB nasional.

Sampai Agustus 2017 lalu, jumlah Sukuk Negara outstanding mencapai 56 seri atau 33,53% dari total jumlah Surat Berharga Negara outstanding sebanyak 167. Nilai Sukuk Negara outstanding mencapai Rp524,71 triliun atau 16,99% dari total nilai surat berharga negara outstanding sebesar Rp3.087,95 triliun.

Sementara itu, Sukuk Korporasi outstanding per 31 Agustus 2017 sebanyak 68 seri dengan nilai sebesar Rp14,259 triliun. Dari 68 Sukuk korporasi yang outstanding saat ini, terdapat 53 sukuk yang menggunakan akad ijarah (77,94%) dan 15 sukuk yang menggunakan akad mudharabah (22,06%). Nilai sukuk ijarah mencapai Rp. 8,92 triliun (62,59%) sementara sukuk mudharabah mencapai Rp5,36 triliun (37,41%) .

Sedangkan, jumlah reksadana syariah per 31 Agustus 2017 sebanyak 160 atau meningkat sebesar 17,65 % dibandingkan akhir tahun 2016 yaitu 136. Sementara NAB per 31 Agustus 2017 sebesar Rp 20,62 triliun atau meningkat 38,30% dibandingkan NAB akhir tahun 2016 sebesar Rp14,91 triliun.

Sumber: mysharing.co

  • 23 Oct 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Audit Syariah”. Acara berlangsung pada hari Jumat, 20 Oktober 2017 pukul 08.00-11.00 WIB di Ruang F630, Universitas Gunadarma, Depok.

Diskusi Ilmiah adalah agenda yang diadakan oleh Kementerian Riset dan Prestasi. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Rika Aulia, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Muhamad Alfian Darmawan (Arab),Reita febiolyn (Inggris), dan Ade Putri Rahayu (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan oleh Abdul Roqqib selaku ketua Sharia Economic Forum (SEF). Beliau mengatakan bahwa Diskusi Ilmiah ini salah satu rangkaian dari Agenda  SEF. Dilatarbelakangi dengan pentingnya mengetahui sistem  pemeriksaan lembaga keuangan syariah dengan adanya Audit syariah.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Nur Azifah selaku Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, beliau mengatakan pentingnya materi terkait Audit Syariah karena ilmu pengetahuan kita menjadi lebih terupdate  dan dapat  meningkatkan kompetensi diri . 

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Dengan seorang pembicara yaitu Bapak Bayu Taufiq Possumah,Ph.D. Beliau memaparkan materi tentang perlunya standar untuk menjamin suatu lembaga syariah atau tidak serta untuk memastikan aktivitas keuangan syariah itu sendiri dengan dilakukannya audit syariah, dikarenakan saat ini perkembangan industri perbankan syariah  sangat pesat sehingga diperlukanlah pengawasan untuk menambah kepercayaan dari masyarakat nantinya. Beliau juga memaparkan strategi membangun perbankan syariah dengan menetapkan standar syariah yang berlandaskan pada Al-Quran dan sunah, membangun sistem GCG dan membangun rating dalam industri keuangan syariah.

Setelah pemateri memberikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab ini berlangsung seperti diskusi pada umumnya dimana saat penanya bertanya pemateri pun langsung menjawab pertannyaan. Acara terakhir yaitu pemberiaan plakat kepada pemateri disertai dengan foto bersama.

Laporan: Aulia Maulitda dan Nuke Winandha

  • 11 Sep 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Minggu, 10 September 2017, Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih juara 2 Paper Competition dalam acara SPACE SEHATI 8 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Tim yang yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Eka Purwati (Akuntansi 2013) dan Siti Jamilah (Akuntansi 2013). Juara 1 berhasil diraih oleh Universitas Jember dan juara 3 berhasil diraih oleh UIN Sunan Kalijaga dengan. Sharia Paper Competition (SPACE) SEHATI 8 adalah ajang kompetisi paper tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai macam perguruan tinggi di Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. dan merupakan salah satu rangkaian acara Sharia Economic Activity (SEHATI) 8 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Pada acara tahunan SPACE SEHATI 2017 ini mengusung tema Optimalisasi Financial Technology dalam Meningkatkan Peran Lembaga Keuangan Syariah dengan mengambil beberapa sub tema yakni Ekonomi Kreatif, Teknologi Tepat Guna, Pembangunan Berkelanjutan, Infrastruktur, dan Regulasi. Acara tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia dan dipilih 10 finalis paper competition, diantaranya adalah Universitas Airlangga, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya, Universitas Darusalam Gontor, dan Universitas Gunadarma. SPACE SEHATI 8 diselenggarakan mulai tanggal 9-11 September yang dibuka dengan acara Seminar Nasional di hari pertama (9/9).
Pada hari kedua (10/9) dilanjutkan dengan presentasi Paper dari masing-masing finalis. Tim Gunadarma sendiri mengangkat topik mengenai Optimalisasi Pembangunan Sector Pertanian Indonesia Dengan Menggunakan Sharia Agraria Management Organization (SAMO). SAMO adalah sebuah manajemen organisasi pertanian yang mengkolaborasikan beberapa aspek yang saling berkaitan untuk meningkatkan potensi pertanian di Indonesia, diantaranya adalah aspek pemerintah, bisnis, sosial dan teknologi. Masing-masing aspek dalam SAMO ini dirasa sangat penting dalam membantu mensejahterakan kehidupan para petani di Indonesia, maka dari itu harapannya adalah agar  petani memiliki manajemen yang bagus dan berbasis syariah.
Tidak hanya itu, di dalam tema paper yang diangkat, tim gunadarma juga menawarkan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk memudahkan produsen dan konsumen untuk bertransaksi dan sebagainya. Dalam aplikasi yang diberi nama “Lumbung Pangan Lokal (LUPAKAL)” ini terdapat berbagai macam fitur yang bisa mempermudah produsen dan konsumen untuk bertransaksi, berinvestasi, dan mengetahui harga pagan secara transparan. Harapannya model aplikasi yang kami gagas bisa terwujud dengan sistem yang baik sehingga bisa benar-benar digunakan oleh para produsen dan konsumen. Pada malam harinya dilanjutkan dengan acara family gathering yaitu sharing pengalaman dengan alumni-alumni Universitas Diponegoro dan terakhir pengumuman juara dari Olimpiade Ekonomi Islam dan Sharia Paper Competition.
Pada hari terakhir (11/9) seluruh para peserta kompetisi mengikuti field trip dengan mengunjungi beberapa tempat khas di Semarang yakni SAM PO KONG, Lawung Sewu, Pusat oleh-oleh Pandanaran, dan terkahir ke Masjid Agung. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi. 

Laporan: Nina Sakinah dan Fauziah.

  • 31 Jul 2017

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Berikut adalah nama-nama Calon Anggota Muda yang lolos tahap interview 2. Diinformasikan bagi Calon Anggota Muda SEF 2017-2018 untuk hadir pada acara Sosialisasi Diklat Ekonomi Islam (DEI) yang akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal: Rabu, 2 Agustus 2017

Waktu: 08.30 - selesai

Tempat: Asrama SEF

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 13 Jul 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Laman-laman yang memuat hedonic treadmill (Michael Eysenck,1991) akan mengupas tentang hubungan antara uang dan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sebuah tema penting dalam hidup. Uang juga merupakan elemen krusial dalam kehidupan.

Yodhia Antariksa (2014) selanjutnya menjelajahi hasil studi saintifik yang mengulik tentang relasi kedua hal tersebut. Sejatinya, studi empirik yang mencoba melacak korelasi uang dan kebahagiaan telah banyak dilakukan. Salah satunya yang terkenal dilakukan oleh Daniel Kahneman, seorang pakar financial psychology yang juga pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2002. 

Dalam risetnya, Kahneman menemukan fakta yang dikenal dengan istilah income threshold. Income threshold adalah ambang batas pendapatan yang akan menentukan apakah uang masih berdampak terhadap kebahagiaan seseorang atau tidak. 

Dalam laporan penelitian itu disebutkan, angka batas pendapatan itu adalah 6.000 dolar AS per bulan. Dengan mempertimbangkan perbedaan biaya hidup, mungkin angka 6.000 dolar AS itu setara dengan angka Rp 15-20 juta perbulan jika diubah dalam konteks Indonesia.  

Nah, sebelum pendapatan menembus angka 6.000 dolar AS perbulan, uang punya peran besar dalam menentukan level kebahagiaan seseorang. Namun, begitu pendapatan  melampaui 6.000 dolar AS, maka peran uang dalam membentuk kebahagiaan makin pudar dan pelan-pelan lenyap. Dalam konteks ini, benar jika ada yang menyebutkan bahwa semakin Anda kaya, belum tentu semakin bahagia.

Mengapa semakin tinggi pendapatan seseorang, ternyata semakin menurunkan peranan uang dalam membentuk kebahagiaan? Jawabannya kemudian dikenal dengan hedonic treadmill itu. Ilustrasinya, jika gaji Anda Rp 5 juta, semuanya terkonsumsi habis. Saat gaji Anda naik menjadi 25 juta, ternyata semuanya habis juga. 

Ekspektasi gaya hidup Anda ternyata juga akan ikut naik sejalan dengan kenaikan penghasilan Anda. Saat pendapatan Rp 10 juta per bulan cukup naik City Car. Saat pendapatan menjadi Rp 50 juta per bulan merasa perlu naik sedan mewah. Itulah mengapa kebahagiaan seseorang itu bisa stagnan, meskipun pendapatan makin tinggi. 

Jadi, apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Agar lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berhenti? Di sinilah letak relevansi untuk memraktekkan gaya hidup yang bersahaja, sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.

Prinsip hedonic treadmill adalah more is better. Makin banyak materi yang Anda miliki makin bagus. Makin banyak properti dan mobil yang Anda beli, makin kaya.  Gaya hidup bersahaja punya prinsip yang berkebalikan: less is more, terasa keindahan dunia ini jika kita hidup sederhana. Kebahagiaan hakiki bukan terletak pada banyaknya harta, tetapi pada seberapa besar rasa syukur kita dalam menerima apapun materi atau harta yang ada. Rasa syukur melahirkan rasa berkecukupan (qona’ah). 

Nah, pemahaman ini seharusnya tidak sekadar dimengerti oleh para nasabah bank syariah. Justru para pegawai bank syariah harus memahami kapan si nasabah atau calon nasabah sudah masuk ke dalam jebakan hedonic treadmill ini. Fenomena masih besarnya pembiayaan bermasalah pada bank syariah (masih bertengger pada 4,16 persen, Desember 2016) bisa dikontribusi oleh pembiayaan konsumsi yang dikucurkan oleh bank syariah secara tidak bijaksana. 

Nasabah dipacu dan ditawari beragam pembiayaan (konsumtif) yang justru menjauhkan dirinya dari sikap Islami yang produktif. Dan produktivitas selalu berlawanan jalur dengan semangat para pengejar gaya hidup konsumtif.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). (QS. At-Takaatsur: 1-3).

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

 

  • 23 Jun 2017

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Medco Group dan BUMN PT Bahana Artha Ventura (BAV) meluncurkan 'Program Arus Baru Ekonomi Indonesia'. Program ini merupakan program pemberdayaan ekonomi umat yang melibatkan banyak pihak termasuk pondok- pondok pesantren dan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Peluncuran program dan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) ini dilakukan oleh founder Medco Group Arifin Panigoro, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin dan disaksikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Griya Jenggala, Jakarta, Rabu (21/6).

Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin menjelaskan, Kongres Ekonomi Umat yang dibuka Presiden RI Joko Widodo pada 22-24 April lalu menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memajukan perekonomian umat di Indonesia. Di antara rekomendasi tersebut adalah komitmen untuk menggerakkan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional.

Tidak hanya berniat menggerakkan, Kongres Ekonomi Umat juga merekomendasikan adanya mitra sejajar antara pengusaha besar dengan koperasi dan UMKM dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi.

"Dari tingkat pusat hingga MUI di daerah-daerah akan terlibat dalam gerakan ini sehingga perekonomian umat bisa terangkat," ujar KH. Ma'ruf Amin.

Founder Medco Group, Arifin Panigoro mengungkapkan, sejak awalh Medco Group memang berkomitmen untuk terlibat dalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat ini. Peluncuran program ini merupakan upaya untuk mempercepat pelaksanaan pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia.

"Karena tujuannya jelas, agar masyarakat punya budaya entrepreneurship, meningkatkan penghasilan dan pada akhirnya menyejahterakan umat," kata Arifin Panigoro.

Sebagai tahap awal, sejumlah pondok pesantren, ormas Islam, koperasi dan UMKM dari empat provinsi di Indonesia dilibatkan dalam program ini. Dua perusahaan inti dan Perusahaan Modal Ventura Daerah yang terafiliasi dengan BAV juga ikut dalam penandatanganan kesepakatan ini. Bersama MUI dan Medco, berbagai pihak yang akan terlibat dalam program juga melakukan penandatanganan MoU untuk beberapa pilot project penguatan ekonomi umat.

 

Sumber: Republika.co.id

  • 22 Jun 2017

  • 0 Comments

  • KIES

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bermimpi menjadi investor muda yang handal investasi saham?
Masih bingung bagaimana caranya menjadi investor saham?
Coba bayangkan ketika anda adalah seorang investor muda yang sukses!

Yuk! Sekarang saatnya belajar investasi saham yang aman, mudah, dan terencana. Jadilah investor yang cerdas dengan memilih saham syariah!

Mari belajar bersama dengan menghadiri Seminar Pasar Modal Syariah Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma.

Seminar ini akan diselenggarakan pada:
Hari, Tanggal: Sabtu, 15 Juli 2017
Pukul: 08.30 - 12.00 WIB.
Tempat: Aula Kampus F6, Universitas Gunadarma (Jl. Taman Puspa Blok B No. 99, Tugu Cimanggis, Depok).

Jangan sampai kehabisan tiket!

Di sana kamu akan belajar bersama para pakar langsung dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), IDX (Indonesia Stock Exchange), dan perusahaan sekuritas. Woow!!!.

Fasilitas yang akan kamu dapatkan:

Ilmu pasar modal syariah
Snack
Sertifikat
Modul .
Souvenir
Tersedia stand bagi kamu yang ingin buka akun saham.

Berapa HTM-nya?

Kamu cukup berinvestasi IDR 35.000 untuk mendapatkan semua fasilitas di atas. Dan bagi yang sudah tidak sabar menjadi investor saham, cukup menambahkan IDR 100.000 untuk mendapatkan rekening saham + saldo sebesar IDR 100.000!!!

Apalagi yang kamu tunggu?

Daftarkan diri kamu segera dengan klik link bit.ly/SPMSSEFUG

Kuota peserta terbatas!!!

Contacts Person:
Laki-laki (082111130583)
Perempuan (08991953091)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


------------------------------------------------
Join with us on social media:
Twitter & IG: @KSEI_SEF
Fb/Path/Linkedin: Ksei SEF Gunadarma
Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
Line@ : wud3545u