Publikasi

  • 6 Jul 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan hasil Seleksi Tahap Wawancara 1 Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal: Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul:              08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus H, Universitas Gunadarma

Maka kami mengumumkan 34 nama yang lanjut ke tahap selanjutnya:

Diinformasikan kepada 34 nama yang telah berhasil lolos pada Seleksi Wawancara 1, diwajibkan untuk dapat mengikuti rangkaian Kuliah Informal Ekonomi Syariah (KIES), insyaAllah acara akan dilaksanakan pada:Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap berikutnya:

Tanggal:          08 – 12 Juli 2019

Waktu:            08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus F5, Universitas Gunadarma

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.

Jazakumullahu Khayran

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 25 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berdasarkan hasil Seleksi Tes Tulis dan FGD Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Juni 2019. Maka, kami mengumumkan 52 nama yang lanjut ke tahap Seleksi Wawancara 1:

  1. Abdurrachman Wahid
  2. Abdurraafi Rasyid Ridho
  3. Adika Mukti Adzie
  4. Agiv Shafira Nuralya
  5. Ahmad Maulana
  6. Ahmad Rifaldy Mandaya
  7. Aisyah Indyani
  8. Amal Fazri Nur
  9. Amelinda Karlina
  10. Annisa Putri Purwariyono
  11. Aulia Fatirahma
  12. Aulia Puspa
  13. Azizah Dina Sularsih
  14. Belan Riad Adil
  15. Cindy Novita Aulia Putri
  16. Cyntia Cahya Safitri
  17. Dian Ayu Safitri
  18. Edwin Pija Yenra Purba
  19. Evita Septiovani Elsava
  20. Fitri Wulandari
  21. Fitria Putri Aprilia
  22. Gafar Ali Haji
  23. Harry Chandra Andi Irawan
  24. Indah Nur Afifi
  25. Intan Siti Hardiyanti Ismail
  26. Lia Mubarokah
  27. Maya Amellia Rosfitriani
  28. Moch Bagas Dwi Putra
  29. Mohamad Iqbal Ariz Rizki Maulana
  30. Muhamad Rizki Dwi Darmawan
  31. Muhammad Fajri
  32. Muhammad Hafizh Hanafi
  33. Muhammad Ihza Pramudya
  34. Muhammad Yahdi Ihsan
  35. Nadya Salsabila Haqqoni
  36. Nera Maulina
  37. Nita Wirianti
  38. Nur Fitri
  39. Nurfaidah Dara Rizki
  40. Nurul Rachmah
  41. Rahmat Bayu S.
  42. Rani Puspita Sari
  43. Riska Handayani
  44. Rizki Dinda Amelia
  45. Safira Vina Fathia
  46. Salma Tsaniatul Waldah Rifai
  47. Sarah Aulia Azzahra
  48. Shofi Shera Diva
  49. Tri Utami
  50. Utami Puji Lestari
  51. Wafa Luthfiyah A
  52. Zhirazzi Dimas Praseptyo

Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap Seleksi Wawancara 1.

Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020 yang dinyatakan lulus DIWAJIBKAN untuk dapat hadir pada Seleksi Wawancara 1 yang akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal      : Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul                  : 08.30 - 15.00 WIB

Tempat               : Sport Center Kampus H, Universitas Gunadarma

Dresscode         : Pakaian Praktikum

Peserta yang lolos ke tahap Wawancara 1 diwajibkan untuk memenuhi ketentuan berikut:

  1. Membawa fotocopy Sertifikat/Penghargaan yang pernah diraih
  2. Berpakaian praktikum
  3. Add, Like dan Follow semua akun media sosial SEF dengan cara mengirimkan bukti screenshotnya ke WA SEF:

WA: 0857 157 1417

Twitter/IG/@Line: @KSEI_SEF

FB/LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas perhatiannya,

Wassalamu’alaikum Warahatullahi Wabarakatuh.

  • 24 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Kuliah Umum

[UNDANGAN TERBUKA]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Industri halal dunia memasuki babak baru. Dalam satu tahun terakhir, teknologi blockchain kerap digunakan dalam berbagai lini industri, tidak terkecuali dalam industri halal. Big Data hingga blockchain telah dimanfaatkan dalam industri halal di beberapa negara.

Jika dikaitkan, Indonesia saat ini menjadi pasar menarik bagi industri halal global dengan jumlah penduduk muslimnya yang terbesar di dunia. Bahkan, sebenarnya dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi produsen industri halal nomor satu di dunia.

Lantas, bagaimana peran blockchain dalam memberikan dampak bagi industri halal? Apakah industri halal di Indonesia akan semakin maju dengan adanya blockchain ditengah-tengah masyarakat?

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan, KULIAH UMUM "Peran Blockchain dalam Mendorong Industri Halal"

InsyaAllah akan menghadirkan:
- Pembicara: Dadang Muljawan, Ph.D. (Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia)
- Hari, tanggal: Sabtu, 29 Juni 2019
- Waktu: 08.30–12.00 WIB
- Tempat: Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Jl Margonda Raya 100, Depok
- Fasilitas: Ilmu terupdate, E-Modul, dan Sertifikat

Yukk segera! 
Tunggu apa lagi? Dapatkan wawasan yang lebih luas bersama kami dan daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/kulum2019

Acara ini GRATIS! Dan terbuka untuk UMUM dengan Kuota TERBATAS!!

Narahubung: 
0821-1113-0583 (Laki-Laki)
0856-1237-292 (Perempuan)

Jangan lupa mengunjungi media sosial kami!
- FB: KSEI SEF Gunadarma
- Twitter: @KSEI_SEF
- Instagram: KSEI_SEF
- Line@: @KSEI_SEF

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 19 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dalam makro ekonomi Islam proses untuk mendapatkan harta merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan. Sehingga, makro ekonomi Islam tidak meletakan Product Domestic Bruto (PDB) atau ukuran output yang tinggi lainnya, menjadi satu-satunya tujuan tanpa memperhatikan proses.

Tujuan utama ekonomi Islam adalah keadilan sistem ekonomi. Sebagaimana firman Allah ta'ala dalam Al-Quran, Surat Al-Baqarah ayat 188, “Dan janganlah kamu makan (atau mengambil) harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah".

Lalu, Bagaimana ekonomi Islam mewujudkan keadilan sistem ekonomi?

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma kembali mempersembahkan,
 DISKUSI EKONOMI SYARIAH 

DES merupakan wadah Mahasiswa ataupun masyarakat umum untuk diskusi terkait Ekonomi Syariah dimulai dari hal - hal fundamental sampai kondisi saat ini.

Diskusi kali ini akan membahas tema "Makro Ekonomi Islam"

InsyaAllah akan diselenggarakan pada:
Hari, Tanggal: Sabtu, 29 Juni 2019
Waktu: 12.30 -16.00 WIB
Tempat: Kampus D, Ruang D461, Universitas Gunadarma, Jl. Margonda Raya 100, Depok.

Yukk segera! Tunggu apa lagi?!
Daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/daftardes4

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum dengan KUOTA TERBATAS!!
Setiap peserta akan mendapatkan e-sertifikat

Narahubung: 
0821-1113-0583 (Laki-Laki)
0856-123-7292 (Perempuan)

- Facebook/Line/LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma
- Twitter & Instagram: @KSEI_SEF
- Line@: KSEI_SEF
- Website: www. shariaeconomicforum.org

  • 14 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pembangunan kawasan industri halal di dalam negeri. Kawasan industri halal dirancang untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan sistem jaminan produk halal. Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Ignatius Warsito mengatakan terdapat empat kawasan industri yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri halal di Indonesia.

“Keempat kawasan industri tersebut adalah Batamindo Industrial Estate, Bintan Industrial Park, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Jumat (14/5).

Menurutnya pengembangan area ini menjadi salah satu upaya mendukung pemberlakuan sertifikasi produk halal pada 17 Oktober 2019. “Keempatnya telah mengajukan diri ke Kemenperin untuk mengembangkan kawasan industri halal. Dari mereka, baru Modern Cikande yang telah launching,” ucapnya.

Kemenperin mencatat, Batamindo Industrial Park berencana mengembangkan zona halal seluas 17 hektare (Ha) dari total area seluas 320 Ha, kemudian Bintan Industrial Estate seluas 100 Ha dari 320 Ha secara total, dan Modern Cikande seluas 500 Ha. Sedangkan, Jakarta Industrial Estate Pulogadung berencana mengembangkan zona halal untuk produk mode, farmasi dan kosmetik, pusat makanan, laboratorium halal, serta halal center. Warsito optimistis akan banyak perusahaan yang berminat masuk ke dalam kawasan industri halal seiring dengan tren penggunaan produk halal yang semakin meningkat. 

Warsito menambahkan dalam pengembangan kawasan industri halal, Kemenperin memiliki tugas untuk menetapkan standardisasi, memberikan insentif, serta memfasilitasi promosi dan kerja sama teknis. Nantinya, aspek-aspek tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian. “Aspek insentif juga diusulkan dalam pelayanan satu atap untuk mendapatkan sertifikat halal,” ungkapnya.

Adapun kriteria kawasan industri halal, antara lain memiliki manajemen kawasan industri halal, memiliki atau bekerja sama dengan laboratorium untuk pemeriksaan dan pengujian halal, sistem pengelolaan air bersih sesuai dengan persyaratan halal, memiliki sejumlah tenaga kerja yang terlatih dalam jaminan produk halal, serta memiliki pembatas kawasan industri halal. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia perlu memanfaatkan potensi kawasan industri halal. Hal ini seiring besarnya permintaan produk halal baik di masyarakat domestik maupun global.

“Tahun ini pemerintah menargetkan capaian industri halal bisa menembus hingga 25 miliar dolar AS pada perdagangan dunia, atau naik 20 persen dibanding tiga tahun lalu,” tuturnya. Airlangga berharap kepada para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan industri halal bisa mendukung upaya peningkatan ekspor produk-produk halal Indonesia ke sejumlah negara Timur Tengah.

“Yang bisa kami lakukan adalah menyakinkan pasar luar negeri bahwa proses produk halal Indonesia sudah baik,” ujarnya. Terkait dengan pengembangan produk halal, lanjut Airlangga, Kemenperin juga terus memperbarui beberapa hal termasuk mengenai Logistik Berikat yang sudah diluncurkan oleh pemerintah. 

  • 7 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Pemerintah lewat Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan resmi mengumumkan hasil penjualan Sukuk Negara Tabungan seri ST004 sebesar Rp2,63triliun. Jumlah tersebut mengalami oversubscribe sekitar 1,3 kali dari target semula pemerintah sebesar Rp2triliun.

ST004 ditawarkan pemerintah pada 3-21 Mei 2019 lalu. Minimum pemesanan dibuka pada harga Rp1juta hingga maksimum pemesanan Rp3miliar. Penawaran dilakukan menggunakan akad wakalah dengan underlying asset Barang Milik Negara dan Proyek APBN 2019.

Dari penjualan ST004 yang mencapai Rp2,63triliun, berarti hasil tersebut tidak lebih besar dibandingkan seri sebelumnya, ST003 pada 2017 mencapai Rp3,13triliun. Hasil penjualan ST004 tersebut menunjukkan bahwa Sukuk Tabungan masih menjadi salah satu primadona investasi syariah, terutama bagi generasi milenial.

“Di samping itu, meskipun kebutuhan konsumsi di bulan Ramadan semakin meningkat namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi di instrumen SBN Ritel online ini. Terlebih, Sukuk Tabungan menawarkan beragam keuntungan serta kemudahan berinvestasi sesuai prinsip syariah,” jelas Dirjen PPR Kementerian Keuangan.

ST004 sendiri merupakan seri Sukuk Tabungan yang penjualannya dilakukan secara daring (e-SBN) bekerja sama dengan 20 mitra distribusi. ST004 berhasil menjangkau 12.528 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor baru sebanyak 6.266 investor. Generasi Milenial mendominasi jumlah investor ST004 yaitu sebanyak 6.494 investor (51,8 persen), mengalami peningkatan dibandingkan ST003 (51,7 persen) dan ST001 (37,7 persen).

  • 30 May 2019

  • 0 Comments

  • KIES

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,
Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan:

 Kuliah Informal Ekonomi Syariah (KIES) 2019

 Kelas Intensif

Senin, 08 Juli 2019 | 08.30 - 16.00 WIB
Sesi 1​: Pengantar Ekonomi Islam
Muhamad Rizky Rizaldy, S.E., M.M., M.Sc. (Dosen dan Peneliti Ekonomi Syariah, Universitas Gunadarma)

Sesi 2​: Fiqh Muamalah
Muhammad Yusuf Helmy (Wakil Direktur Layanan Bisnis Karim Consulting)

Selasa, 09 Juli 2019 | 08.30 - 16.00 WIB
Sesi 1​: Fiqh Riba
Thuba Jazil, S.H.I., M.Sc. (Ketua Prodi Bisnis dan Manajemen Islam STEI Tazkia)

Sesi 2​: Perbankan Syariah
Pandji P. Djajanegara (Direktur Unit Usaha CIMB Niaga Syariah)*

Rabu, 10 Juli 2019 | 08.30 - 16.00 WIB
Sesi 1​: Filantropi Islam
Heru Binawan (CEO dan Founder BWA)

Sesi 2: Mikro Ekonomi Islam
Dr. Prayudhi Azwar, S.P., M.Ec., Ph.D. (Analis Departemen Ekonomi Keuangan Syariah BI)

Kamis, 11 Juli 2019 | 08.30 - 12.00 WIB
Tes Akhir Kelas Intensif

(*) Pembicara dalam tahap konfirmasi

Pendaftaran:
sef.or.id/kies2019

Atau kunjungi stand kami
- Gazebo Gedung 1-2, Kampus E, Kelapa Dua, Depok
- Lobby J1 Kampus Kalimalang, Universitas Gunadarma

HTM: 
Kelas Intensif
Mahasiswa/Umum Rp 150.000,-/Orang

Narahubung:
Laki-laki (081211357806)
Perempuan (087721617597)

Don't be a Conventional Student Only, Think Sharia for a New Global Economic Outlook!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Visit us on social media:
Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
Twitter & IG: @KSEI_SEF
Line@: @KSEI_SEF
Official Linkedln: KSEI SEF GUNADARMA

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Mei 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce di Asia Tenggara pada 2025

"Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasare-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share 52 persen pada 2025," ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Paris, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (24/5).
.
Menurut Bambang, optimisme tersebut muncul salah satunya berkat keberhasilan Indonesia naik peringkat dalam laporan Global Information Technology Report. Indonesia berhasil melesat ke peringkat 63 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 pada 2013. 

Meski berhasil menduduki peringkat yang cukup baik, menurut dia, pertumbuhan teknologi informasi Indonesia masih dapat ditingkatkan dengan penyediaan infrastruktur yang mumpuni.  "Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusif, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya," ungkap Bambang. 

Bambang menekankan pemerintah terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 54,7 persen penduduk.

Sumber: CNN Indonesia

  • 24 May 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

"Fintech, Dirangkul atau Dipukul?"
 

 Perkembangan financial technology (Fintechsyariah diawali dari masuknya teknologi dalam dunia perbankan. Namun perbankan tidak mampu mengejar kemajuan teknologi akhirnya mengakibatkan munculnya sebuah inovasi baru yaitu fintech.

Dengan banyaknya ide mengadopsi ajaran islam dalam teknologi keuangan, berdasarkan data Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), tercatat jumlah fintech ditahun 2018 sebanyak 41 perusahaan fintech Syariah dan diprediksi kedepannya akan terus bertambah karna cepatnya revolusi industry bahkan sudah sampai ke Era industry 4.0.

Kemunculan startup fintech syariah hadir sebagai solusi atas ketidakmampuan perbankan syariah memfasilitasi nasabah yang terintegrasi secara online.

Menurut Profesor Volker Nienhaus dilansir dari National Law Review Nienhaus memprediksi bahwa consumer banking syariah bisa terganggu dimasa depan karna banyaknya Platform fintech yang kaya akan syariah-compliant ditambah lagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi Fintech yaitu Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Artinya fintech dapat mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik secara online. Bahkan kerangka produk fintech sudah meluas ke ranah “Layanan Jual Beli/Kemitraan/Pembiayaan/Sewa Menyewa Syariah” Berbasis Teknologi Informasi.

Dengan begitu banyak Platform fintech Syariah ini dapat menggunakan berbagai akad yang biasa digunakan pada produk perbankan sebagai contoh akad murabahah yang dapat menjual barang halal dan menyetujui kedua belah pihak sehingga syariah compliance dapat diterima, selain itu fintech pun mengunakan akad Mudharabah dalam hal pendanaan dengan skema Investor (Shahibul Maal) menyetujui dan memberikan investasi modal pembiayaan Mudharabah kepada Pengelola (Mudharib) dengan menerapkan nisbah bagi hasil yang sudah disetujui.

Pada saat Investor menyepakati pemberian modal maka dana ditransfer melalui rekening titipan/escrow/virtual account, dan investor mengakuinya sebagai dana investasi Mudharabah, tentu Secara akad suatu Fintech tidak akan bertentangan dengan syariah sepanjang mengikuti prinsip prinsip syariahnya suatu akad, sebagai contoh Investree yang dapat menggandeng UKM (usaha kecil dan menengah) dalam hal pendanaan, Kapital Boost menggunakan akad Murabahah untuk jual beli produk, dan SyarQ yang merupakan salah satu platform cicilan tanpa kartu kredit yang termasuk fintech syariah dan siap berkompetisi dengan fintech lainnya pun dengan perbankan Syariah.

Berdasarkan data BPS, Indonesia merupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan populasi saat ini yaitu mencapai 262 juta orang dan berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat lebih dari 50 % atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017 dan menurut e-Marketer setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet tentu ini merupakan peluang yang besar dalam mengembangkan fintech tetapi berdasarkan data OJK market share perbankan syariah indonesia 2018 yaitu sebesar 5,89% tentu dengan adanya kehadiran fintech menjadi sebuah dilematis kedepanya karna pangsa pasar serta produk perbankan telah diambil alih oleh fintech, bisa jadi untuk kedepanya pangsa pasar pebangkan akan sulit menembus market share lebih jauh lagi jadi, seharusnya bagaimanakah dengan adanya fintech ini? Apakah harus dirangkul atau dipukul?

Kendati demikian menurut penulis bukan permasalahan fintech dan perbankan yang harus menjadi daya saing antar keduanya, tetapi peran keduanya tentu memiliki dampak yang baik untuk perkembangan arah ekonomi islam itu sendiri.

Jadi kehilangan pangsa pasar seharusnya bukan jadi sebuah ketakutan di negara yang menjadi salah satu jumlah muslim terbesar di dunia ini, tetapi bagaimana caranya kita dapat memanfaatkan potensi besar jumlah umat muslim pada negeri ini.

Akibatnya dengan adanya fintech Syariah dan perbankan tentu dapat bersama–sama memajukan dan mempercepat inklusi keuangan di Indonesia serta perbankan dapat senantiasa maju dan pun agar tidak tertinggal dari sisi perbankan sudah seharusnya semakin berinovasi dan cermat dalam menggunakan teknologi, serta dari sisi fintech sudah seharusnya memperbaiki dari sisi legalitas, tata kelola, pengauditan serta taat kepada pengawasan Syariahnya agar masyarakat semakin yakin dan melirik untuk menggunakan fintech Syariah ini.

Penulis: Rahmat Ramdani

  • 22 May 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

We're looking for the next gold generation. Is that you? Come and Join Us!

Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment untuk Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020

Relation? Leadership? More Knowledge and Experience?

You'll Get in SEF! .

Kenapa sih organisasi itu penting?

"Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan, namun merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan"
(Najwa Shihab)

Kesempatan ini terbuka untuk kamu mahasiswa/i tingkat 1 dan 2 dari SELURUH FAKULTAS Universitas Gunadarma, tentunya bagi kamu yang memiliki semangat tinggi dan ingin menjadi mahasiswa dengan skill unggulan

LET'S BE PART OF OUR FAMILY AND DO THE GREAT THINGS TOGETHER!

Daftarkan dirimu melalui: 
sef.or.id/oprecsef2019

Pendaftaran dibuka hingga:
19 Juni 2019, pukul 18.00 WIB

Untuk info lebih lanjut, kunjungi website kami di: www.shariaeconomicforum.org

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh