Publikasi

  • 9 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

[SEFNews]

Berita Ekonomi Syariah Edisi November

Bandung - Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang dilaksanakan Selasa (5/11) hingga Kamis (7/11) di Bandung, Jawa Barat akan mengusung tema “Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology”. Tema ini berangkat dari penerapan teknologi 4.0 yang kini dianggap sebagai keharusan dalam industri keuangan.

Tak terkecuali pengelolaan dana zakat sebagai sumber keuangan syariah untuk tercapainya tujuan kesejahteraan dunia, juga harus dapat beradaptasi dengan baik.

“ Acara WZF akan menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman zakat yang dapat melepaskan umat dari kemiskinan dan memperkuat ukhuwah” Ujar Prof Dr Bambang Sudibyo, Sekretaris Jendral WZ

Untuk itu, komitmen di antara negara-negara Muslim dalam bekerja sama dan berkolaborasi di gerakan zakat global sangat dibutuhkan.

“Penggunaan dana zakat harus memiliki makna strategis untuk menegakkan ukhuwah, persaudaraan, kolaborasi, dan solidaritas di antara negara-negara Muslim dan umat untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan bersama ini, gerakan zakat global membutuhkan platform untuk merumuskan solusi efektif untuk masalah multi-dimensi di dunia Islam,” katanya dalam keterangan tertulis.

Menurut Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), komitmen zakat global harus memberi perhatian tidak hanya bagaimana zakat dikumpulkan dan didistribusikan secara global, tetapi juga bagaimana zakat dikelola secara profesional, efektif, efisien dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang bergerak cepat.

Prof Dr Bambang  Sudibyo  mengatakan, Gerakan zakat global harus memperhatikan peran teknologi digital dalam pengelolaan zakat karena dunia Muslim sangat luas, dari Afrika hingga Asia Tenggara yang mencakup enam benua.

Sejalan dengan tema yang diusung dalam gelaran WZF, Baznas telah menerapkan platform media digital sebagai sarana yang memudahkan masyarakat untuk berzakat sejak 2016 silam. Ada lima platform yang dikembangkan Baznas untuk mendorong zakat digital. Pertama, Baznas Platform, yakni mengembangkan website Baznas dan playstore atau program aplikasi bernama 'Muzaki Corner'.

"Kedua, Commercial Platform, yakni mengembangkan kerja sama dengan toko online seperti Bukalapak, Tokopedia, Mataharimall.com, Kitabisa. Baznas juga bekerja sama dengan penyedia jasa keuangan digital finansial teknologi (Fintech) seperti Dana, Gopay, dan lainnya," katanya.

Ketiga, Social Media Platform, di mana Baznas mendorong iklan dan kampanye melalui sosial media untuk mengajak masyarajat berzakat, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dan sebagainya. Keempat, Innovative Platform, di mana Baznas mencoba bekerja sama dengan mesin-mesin penyedia pembayaran digital yang ada di minimarket.

"Lalu yang kelima, Artificial Intelligence Platform, di mana Baznas dalam berkampanye menggunakan data besar yang menyasar kepada muzaki dan calon muzaki. Platform ini didukung oleh kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kementerian sosial dan penyedia data lainnya," katanya.

Hasilnya, zakat digital di Baznas dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan tertinggi dibanding dengan pengumpulan zakat dengan cara konvensional. Grafik zakat digital di Baznas juga menunjukkan arah yang positif di mana selalu ada kenaikan angka dari tahun sebelumnya. Bahkan di tahun 2019 ini, hingga bulan Oktober dana yang telah terkumpul dari Muzakki telah terkumpul Rp35 miliar dari target yang ditetapkan sebanyak Rp38 miliar.

"Dengan demikian, Baznas sebagai salah satu lembaga pengelola zakat yang telah diakui di berbagai negara Muslim di dunia ikut mendorong di akhir konferensi ini dapat menghasilkan resolusi yang baik dalam mengoptimalkan Peran Zakat Global melalui Teknologi Digital," pungkasnya.

Sumber: Sharianews.com

  • 5 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Kuliah Umum

[UNDANGAN TERBUKA]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Pemuda! 

Sebagai pemuda kita wajib tahu dan sadar betapa pentingnya berkarya dan berkontribusi untuk menjadi generasi terbaik. Oleh sebab itu,  pemuda dituntut memiliki wawasan yang luas dan mengoptimalkan potensi diri untuk menghadapi tantangan global. 

Sudah siapkah kamu menyambut tantangan tersebut? Apa yang harus kita persiapkan?

SHARIA ECONOMIC FORUM (SEF) UNIVERSITAS GUNADARMA mempersembahkan,

✨ SEF SUPER MENTOR ✨
"Let's Get the Insight and Unleash the Potential Within You!"

SEF SUPER MENTOR merupakan acara rutin yang kami adakan dengan menghadirkan mentor terbaik SEF yang akan berbagi pengalaman dan inspirasi sekaligus memotivasi kita semua.

Siapa saja mereka?!

1. Rahmat Ramdani (Minister of Research and Achievement SEF 2018/2019)

2. Fitra Amelia (IB Middle Years Programme/Diploma Programme Teacher)

3. Ricky Dwi Apriyono (Staff of Management and Compliance Reporting Department, Bank Indonesia)

4. Qodhyan Fatahillah (Chief Operating Officer of The Uncle Dee Ice Cream)

InsyaAllah, acara ini diselenggarakan pada:
- Hari, Tanggal: Sabtu, 16 November 2019
- Waktu: 08.30 s.d. 12.00 WIB
- Lokasi: Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Depok

GRATIS dan KUOTA TERBATAS❗

Tunggu apalagi? Yuk daftar SEKARANG di sef.or.id/ssm2019

Narahubung: 
0859 2141 3060 (Laki-Laki) 
0859 4132 4054 (Perempuan)

Don't forget to visit our social media!
- FB: KSEI SEF Gunadarma
- Twitter: @KSEI_SEF
- Instagram: KSEI_SEF
- Line@: @KSEI_SEF

Life is about creating yourself, let's create together to the gold future with us!
________
© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA

  • 1 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Iqtishoduna yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HIMA EKIS-FEB) UNAIR diantaranya Sharia Call for Paper (SCFP) tingkat mahasiswa, Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA, International Debat, Sharia Fair dan International Seminar.

SEF Prestasi LKTI Iqtishoduna 2019, TIM SEF Universitas Gunadarma Juara 3

Link LKTI:

/uploads/ckeditor/attachments/67/Ringkasan_LKTI_Iqtishoduna_2019.pdf

         Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara III dalam ajang International Seminar and Call for Paper Iqtishoduna 2019 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HIMA EKIS-FEB) Universitas Airlangga, Surabaya. Pada perlombaan ini Gunadarma mengirimkan 3 tim delegasi untuk menampilkan karya terbaik mereka. Tim 1 diwakili oleh Cici Indriyani (Akuntansi 2016), Putri Yunela Sari (Akuntansi 2016) dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Tim 2 diwakili oleh Ricka Annisa (Ekonomi Syariah, 2017), Indah Nur Maulina (Manajemen, 2017) dan Aulia Maulitda (Manajemen, 2016). Sedangkan Tim 3 diwakili oleh Abdurraafi Rasyid Ridho (Ekonomi Syariah, 2016), Chntia Cahya Safitri (Ekonomi Syariah, 2016) dan Ilham Fadhilah (Ekonomi Syariah, 2016). Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut ialah dari Tim 1 dengan ketua kelompok Cici Indriyani.

Iqtishoduna yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HIMA EKIS-FEB) UNAIR diantaranya Sharia Call for Paper (SCFP) tingkat mahasiswa, Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA, International Debat, Sharia Fair dan International Seminar. SCFP adalah ajang kompetisi karya tulis tingkat nasional yang diikuti oleh 10 Universitas di seluruh Indonesia dengan mengirimkan karya terbaik untuk bisa menjadi pemenang di acara tahunan ini. Acara ini berlangsung pada 15 - 17 Oktober 2019 bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

        Pada hari pertama (15/10), dimulai dengan presentasi karya tulis dari 10 tim yang terpilih diantaranya; Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Univerisitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Institute Tazkia dan Universitas Gunadarma. Acara ini  mengangkat tema "Accelerating Economic Growth Through Halal Industry Development” yang bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan digital yang ada di era ini oleh ekonom Rabbani untuk mendukung perkembangan industry halal.  Melalui tema ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa dan masyarakat luas untuk lebih mengenal, mengetahui bahkan mempelajari ekonomi syariah untuk perekonomian yang lebih baik dengan mengembangkan produk-produk halal yang sesuai dengan prinsip syariah.  Tim 1 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-1 dengan mengangkat topik mengenai lembaga perwakafan dan teknologi blockchain dengan judul paper  “IMPLEMENTASI WAQF BLOCKCHAIN UNTUK MENINGKATKAN ACCOUNTABILITY DEMI MEWUJUDKAN SOCIETY TRUST TERHADAP LEMBAGA PERWAKAFAN DI INDONESAI (STUDI KASUS: BADAN WAKAF AL QURAN). Topik tersebut membahas mengenai bagaimana mengoptimalkan potensi teknologi blockchain pada lembaga perwakafan untuk menciptakan akuntabilitas, efisiensi dan transparani pada lembaga perwakafan dengan output menciptakan nazhir yang professional agar dana wakaf yang telah ada dapat dimaksimalkan dan dikelola dengan baik. Tim 2 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-5 dengan mengangkat topik mengenai para TKI  dan Ekonomi dengan judul Paper “PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS BERBASIS KOMUNITAS DALAM MENCAPAI ECONOMIC GROWTH MELALUI PENGEMBANGAN WAQF FOR US DALAM BIDANG HALAL FASHION (PILOT PROJECT: PEKALONGAN, JAWA TENGAH)”. Topik tersebut membahas mengenai suatu Komunitas yaitu Bisabilitas yang merupakan upaya dalam mendorong eksitensi para tunadaksa untuk memberdayakan dan menjembatani mereka agar dapat menjadi individu mandiri khususnya dalam bidang ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapabilitas diri terlepas dari keterbatasan yang dimiliki sehinga dapat terciptanya lapangan pekerjaan yang semakin meluas dan berkelanjutan serta dapat terciptanya economic growth. Tim 3 tampil pada urutan ke-2 dengan mengangkat topik mengenai Pariwisata Halal dengan judul Paper “IOT METHOD: OPTIMALISASI MANAJEMEN WISATA HALAL UNTUK AMENITAS PENGUNJUNG (STUDI KASUS: DESTINASI WISATA LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR)”. Topik tersebut membahas mengenai solusi bagaimana cara menyelesaikan permasalahan sampah, aksesibilitas dan daya tampung pengunjung pada destinasi wisata di Labuan Bajo dengan tujuan untuk mengembalikan tingkat rasa kepuasan (amenitas) dari pengunjung Labuan Bajo.  Setelah tahapan presentasi berakhir, lima tim dengan poin presentasi tertinggi akan melaju ke tahapan terakhir yaitu study case. Lima tim tersebut ialah:  Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gunadarma (Tim Cici), Universitas Diponegoro dan Universitas Gunadarma (Tim Ricka).

Foto bersama Dewan Juri dan para Finalis

         Pada hari kedua (16/10), merupakan acara International Seminar Iqtishoduna 2019  yang bertemakan "Accelerating Economic Growth Through Halal Industry Development. Seminar tersebut dimoderatori oleh Bapak Imam Wahyudi Indrawan, S.E.I, M.EC. dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak M. Ali Irsyad, S.Ikom, Ch, Cht. (CEO & Founder of PT. Ijad Group). Bapak Ali Irsyad memaparkan bahwa saat ini populasi manusia meningkat namun hasil pangan semakin berkurang, terbukti dari data yang beliau paparkan yaitu pertumbuhan PDB Pangan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Data lain juag menyebutkan bahwa jumlah petani di Indonesia juga semakin turun yang di akibatkan karena masyarakat menganggap bahwa petani itu adalah pekerjaan turun temurun. Tiga masalah yang beliau paparkan dalam industri halal dalam bidang pangan adalah; capital (modal), land (lahan) dan market (pasar).

Bapak Raden Ali Ferdian (CEO of Danaprospera) memaparkan materi terkait literasi keuangan syariah di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa saat ini literasi keuangan syariah hanya 8,11% dengan indeks inklusinya sebesar 11,6%. Saat ini kita sedang berada dalam situasi ketika dunia bukan hanya berubah, namun berkembang pesat menerobos kemapanan sistem lama. Dahulu transaksi hanya diperkenankan melalui tunai saja, namun saat ini telah bertumpu kepada transaksi non tunai seperti virtual account cashless dan fintech. Financial Technology juga telah berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan ini bahkan mengalahkan pertumbuhan e-commerce.

Bapak Muhammad Quraisy, Ph.D (Principal Analyst at National Committee of Islamic Finance) memaparkan materi tentang peluang dan tantangan industry halal di Indonesia. Peluang Indonesia saat ini yaitu Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di Dunia. Indonesia juga menduduki peringkat terunggul dalam berbagai sektor seperti, makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata halal, industri keuangan islam, media dan rekreasi halal. Bapak Quraisy merumuskan beberapa tantangan yang dihadapi oleh Indonesia yaitu: bagaimana menciptakan Indonesia sebagai pemain industri halal di Dunia, regulasi dan standarisasi sektor industri, research and development & technology serta keuangan dan pembiayaan dari lembaga keuangan islam masih terbatas.  

Pemateri terakhir yaitu Associate Profesor DR. Asmak Ab Rahman (Academy of Islamic Studies, University of Malaya). Beliau menjelaskan tentang mekanisme pencantuman logo halal dan biaya sertifikasi halal di Malaysia. Malaysia telah menjadi Role Model dalam industri halal untuk pertumbuhan ekonomi mereka. Seminar ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari mahasiswa-mahasiswa dan para praktisi serta akademisi lainnya. Diharapkan dari seminar ini menambah literasi dan wawasan para peserta khususnya generasi millenial dalam memanfaatkan peluang industri halal yang semakin meningkat.

Foto bersama Moderator dan Pembicara

Setelah sesi seminar berakhir, dilanjutkan dengan pengumuman lomba Call for Paper oleh panitia. Juara I yaitu dari Universitas Indonesia, Juara II yaitu dari Universitas Diponegoro (Tim 1), Juara III yaitu Universitas Gunadarma (Cici Indriyani) dan Best Presentation yaitu Universitas Diponegoro (Tim 2).

Foto bersama para pemenang

         Pada hari ketiga (18/10), finalis diajak field trip mengelilingi kota Surabaya untuk mengenalkan secara langsung tempat wisata yang ada di Surabaya. Museum Perjuangan Sepuluh November dan Museum Bank Indonesia menjadi destinasi wisata yang kami kunjungi. Filed trip membawa kesan bahwa kita harus selalu mengingat sejarah. Kami diajak berkeliling dan di ceritakan oleh salah satu tour guide bagaimana sejarah-sejarah para pahlawan terdahulu dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Rasa senang dan bangga karena bisa mengharumkan nama baik KSEI SEF serta nama baik Gunadarma di kancah nasional dengan membuktikan prestasi-prestasi terbaik.

“Alhamdulillah senang bisa ikut berpartisipasi dalam Seminar and Call For Paper yg diselenggarakan oleh Universitas Airlangga. Mendapatkan juara III menurut saya itu bonus karena yang terpenting adalah pengalaman dan rasa berkompetisi dengan mahasiswa dari universitas lain. Di atas langit masih ada langit dan hal ini tentu saja tidak mungkin dapat diraih tanpa kerja keras dan bantuan dari saudara-saudari dan kakak alumni Sharia Economic Forum yang turut membantu dalam mempersiapkannya” Ujar Cici

Selain itu, banyak pengalaman baru yang dirasakan oleh para finalis. Dapat berdiskusi bersama dan bertukar pikiran dengan teman-teman dari berbagai universitas menjadi kebahagian tersendiri karena selain menjalin silaturahim juga menambah ikmu dan wawasan baru.  

“Hikmah yg didapat dalam mengikuti perlombaan tentunya menambah banyak sekali relasi dari berbagai mahasiswa asal universitas yg berbeda-beda dan pengalaman yg didapat sangat luar biasa, serta mendapatkan banyak tambahan ilmu terkhusus bidang industri halal yg memang saat ini sedang melesat perkembangannya” Tutur Ricka

Laporan: Putri Yunela Sari

  • 8 Oct 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

SEF Prestasi Juara 1 Lomba Essay

Link Essay:

/uploads/ckeditor/attachments/61/Essay_Putri_Yunela_Sari.pdf

ABSTRAKSI

Faktor pendukung penting perkembangan anak adalah keluarga. Tumbuh kembang anak ditentukan oleh peranan besar orang tua dalam keluarga. Kekerasan pada anggota keluarga dipicu oleh ketidaktahuan orang tua terkait ilmu parenting. Ilmu dasar parenting orang tua harus di kuasai orang tua sebelum tali prnikahan mengikat mereka. Karena orang tua akan menciptakan kader-kader agama dan bangsa yang akan menyelamatkan agama dan bangsa ini dari kerusakan. EduFam sebagai wadah akan memberikan pengetahuan-pengetahuan dari tingkatan dasar sampai tingkatan advance yang akan membantu orang tua memahami terkait pendidikan yang dibutuhkan anak.

Kata Kunci: Ketahanan, Keluarga, Edufam

  • 30 Sep 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

SEF Prestasi LKTI SESO 2019, TIM SEF Universitas Gunadarma Juara 1 dan 2

Link LKTI:

/uploads/ckeditor/attachments/58/Ringkasan_LKTI_SESO_2019_Tim_SEF_Gunadarma.pdf

          Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Sharia Economic Smart Olympiad (SESO) 2019 yang diselenggarakan oleh IPB University, Bogor, Jawa Barat. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut yaitu Tim 1 yang beranggotakan Putri Yunela Sari (Akuntansi 2016), Taufik Ikhsan Muchlisyn  (Ekonomi Syariah 2016) dan I Putu Kemal Pratama (Manajemen 2017). Dan Tim 2 beranggotakan Lailatul Munawaroh (Manajemen 2016), Reren Anggun Wulandari (Manajemen 2016) dan Erwin Faridah (Manajemen Pemasaran 2016). SESO merupakan rangkaian acara dari The 15th SEASON yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI SES-C Fakultas Ekonomi dan Manajemen Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat mahasiswa dan Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA dan Mahasiswa.  LKTI adalah ajang kompetisi karya tulis tingkat nasional yang sudah memasuki tahun ke 15 dan diikuti oleh 12 Universitas di seluruh Indonesia dengan mengirimkan karya terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Acara ini berlangsung pada 25 - 26 September 2019 bertempat di Kampus Darmaga, IPB University. 

            Pada hari pertama (25/09), dimulai dengan pembukaan acara dan dilanjutkan dengan persentasi karya tulis dari 12 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Univerisitas Negri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Airlangga, Institut Tazkia, Universitas Islam Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Gunadarma. Acara ini  mengusung tema "Membangun Jiwa Sociopreneur untuk mengoptimalisasi Wakaf Produktif di Indonesia" yang bertujuan untuk mengoptimalkan salah satu Filantropi Islam, yaitu wakaf produktif dalam segala aspek baik dalam perekonomian, pendidikan Islam maupun UMKM di Indonesia. Tim 1 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-12 dengan mengangkat topik mengenai anak-anak marjinal dan pendidikan Islam dengan judul Paper “RUMAH WAKAF (RU KAF): OPTIMALISASI WAKAF PRODUKTIF DENGAN KOLABORASI CROWDFUNDING DAN CROWDSOURCHING DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU INDONESIA CERDAS (PILOT PROJECT: SEKOLAH MASTER, DEPOK)”. Topik tersebut membahas mengenai pengumpulan dana wakaf dengan platform kolaborasi crowdfunding dan crowdsourching untuk pembiayaan gedung ataupun operasional Sekolah Master dengan menghadirkan sistem program  pembelajaran kepada anak-anak yang disebut dengan Kidz Preneur dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pendidikan Islam di Indonesia terutama pada Sekolah Master yang diharapkan anak-anak disana dapat mandiri dan mempunyai karakter yang baik kedepannya. Sedangkan Tim 2 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-5 dengan mengangkat topik mengenai para TKI  dan Ekonomi dengan judul Paper “BANGKITKAN KEMANDIRIAN EKONOMI TKI MELALUI “KAMPUNG KABAHAN” DENGAN METODE SOCIAL GROUP WORK BERBASIS WAKAF (PILOT PROJECT: KABUPATEN INDRAMAYU)”. Topik tersebut membahas KABAHAN yang merupakan konsep reaktualisasi peran TKI yang bersinergi langsung dengan petani mangga sebagai supplier mangga, lalu menjadikan wakaf & akad syariah sebagai instrument dasar pemberdayaan TKI sociopreneur industri mangga.

           Pada hari kedua (26/09), merupakan puncak dari acara The 15 th Season dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Olimpiade Ekonomi Islam dan diakhiri dengan Seminar Internasional & BWI Wakaf Goes to Campus bertemakan “Membangun Wakaf sebagai Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia”  Di hadiri oleh Bapak Prof. Dr. Ir Mohammad Nuh, DEA (Head of Badan Wakaf Indonesia) sebagai. Seminar ini dimoderatori oleh Bapak Dr. Muhammad Iqbal Irfany, SE, MappEC (Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB) dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Dr.Ibrahim F. Khojah (Technical and Vocational Training Corporation Saudi Arabia), Bapak H. Muhammad Fuad Nassa, S.Sos, M.sc (Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf  Kemenag) dan Bapak Drs. Susono Yusuf (Divisi Humas, Sosialisasi dan Literasi BWI). Seminar ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari mahasiswa-mahasiswa dan para praktisi serta akademisi lainnya. Diharapkan dari seminar ini menambah literasi dan wawasan para peserta khususnya generasi millenial dalam memanfaatkan potensi wakaf produktif Indonesia yang begitu besar. SEF UG berhasil meraih penghargaan juara 1 yang diwakili oleh oleh Tim 1 (Putri Yunela Sari, Taufik Ikhsan Muchlisyn, I Putu Kemal Pratama) dan juara 2 yang diwakili oleh Tim 2 (Lailatul Munawaroh, Reren Anggun Wulandari, Erwin Faridah) dan juara 3 diraih oleh Universitas Padjadjaran.

Laporan: Putri Yunela Sari

  • 16 Aug 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Agustus 2019

BPJS Ketenagakerjaan menyebut ada permintaan skema syariah yang berasal dari masyarakat. Sehingga mereka telah memulai kajian dan persiapan untuk kemungkinan peluncuran produknya.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz menyampaikan permintaan tersebut sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu dan mulai diseriusi. BPJSTk berkomunikasi aktif dengan lembaga syariah kompeten seperti KNKS dan DSN MUI untuk membahas prospek ini.

"Selain permintaan dari peserta, juga ada antusiasme dari karyawan kami untuk menjalankannya," kata Naufal Mahfudz

BPJS Ketenagakerjaan melakukan pendekatan kajian baik dari sisi regulasi maupun produk. Kemungkinan skema syariah ini akan diturunkan dalam bentuk produk sehingga peserta dapat memilih sesuai preferensi. Dari sisi produk, sebenarnya konsep pengelolaan sudah mirip seperti skema syariah. Artinya ada kejelasan dalam iuran, juga nilai manfaatnya. Meski demikian, penempatan investasi masih belum terarah seluruhnya untuk syariah.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, berharap tahun ini akan ada putusan besar sehingga tahun depan sudah bisa diuji coba. Menurutnya, BPJSTk optimistis implementasi bisa dilakukan dalam tiga sampai empat bulan kedepan.

Hingga Juli 2019, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 50,1 juta orang dari potensinya yang sekitar 120 juta orang. Isu kepesertaan masih menjadi tantangan. Banyak pekerja yang belum jadi peserta karena berbagai alasan, termasuk ketidakpatuhan meski telah diwajibkan. Dengan jumlah peserta tersebut, jumlah dana kelolaan per Juli 2019 telah mencapai lebih dari Rp 400 triliun. Naufal Mahfudz menyampaikan tingkat pertumbuhan dana kelolaan sulit diprediksi. Ada saat-saat dana tumbuh pesat.

Faktor pertumbuhan ekonomi nasional, menurut dia, sangat berpengaruh pada pertumbuhan jumlah peserta yang kategorinya pekerja. Akhir tahun lalu, dana kelolaan BPJSTk mencapai Rp 360 trilun. Capaian tahun ini diperkirakan melebihi target sebesar Rp 411 triliun. 

Jika produk syariah sudah meluncur, kemungkinan porsinya akan mencapai 10-20 persen sesuai dengan perkembangan ekonomi syariah nasional. Ia mengatakan potensi ini cukup untuk memperbesar aset keuangan syariah. Dengan catatan, instrumen atau lembaga syariah seperti bank juga harus performed agar imbal dari dana yang kita investasikan juga bersaing.

Sumber: Republika.co.id

  • 16 Aug 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang dikhususkan bagi para wisatawan muslim, wisata halal ini sesuai dengan syariah dan pelayanan serta aturannya merujuk pada aturan-aturan Islam. Dengan konsep Islami tentunya menarik banyak para wisatawan muslim untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada karena sudah terjamin keamanan dan kehalalannya. Bukan hanya makanan serta barang-barang yang terjamin kehalalannya tetapi juga pelayanan yang halal dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan konsumen muslim terhadap wisata halal ini secara umum meliputi kemudahan untuk beribadah, mendapatkan makanan dan minuman halal dan keamanan dalam perjalanan menggunakan transportasi agar terhindar dari kejahatan. Untuk lebih menarik minat para wisatawan maka perlu ditingkatkan kembali potensi industri pariwisata di Indonesia khususnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa masih banyak industri pariwisata belum sepenuhnya menerapkan dan mengutamakan pariwisata halal berbasis syariah karena melihat kembali persentase dari penduduk muslim di Indonesia saat ini diperkirakan 87%. Istilah pariwisata syariah dalam literatur umumnya disamakan dengan istilah-istilah seperti pariwisata Islam, pariwisata syariah, perjalanan syariah, pariwisata halal, tujuan wisata ramah halal, dan tujuan perjalanan ramah-Muslim, gaya hidup halal, dan lain-lain.

Dari sisi industri, syariah perjalanan adalah produk pelengkap dan tidak menghilangkan jenis wisata konvensional ini. Sebagai cara baru mengembangkan pariwisata di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keislaman tanpa menghilangkan keunikan dan keaslian daerah tersebut.

Dengan melihat besarnya potensi yang ditawarkan dalam bidang kepariwisataan, negara-negara dengan predikat tujuan wisata favorit dunia terus melakukan pengembangan dan pembangunan bidang pariwisatanya. Indonesia sebagai salah satu negara tujuan destinasi wisata dunia sangat menyadari akan potensi tersebut.

Mengacu pada visi Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang bertujuan untuk mengembangkan destinasi dan industri pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah nampaknya telah menjelaskan pandangan pemerintahan kali ini dalam menyikapi dinamika dunia pariwisata internasional yang semakin positif.

Mengingat bahwa Halal Tourism termasuk salah satu jenis bisnis yang high revenue dan high opportunity, maka dibutuhkan dukungan dari berbagai elemen untuk mengembangkan kerangka bisnis sektor pariwisata ini. Wisatawan Non Muslim juga dapat turut serta dalam inovasi kepariwisataan tersebut dikarenakan salah satu instrumen Halal Tourism ialah penyediaan fasilitas dan makanan halal tentunya. Menurut Mohamed Battour dan Mohd Nazari Ismail, definisi dari Halal Tourism dapat digambarkan dengan “Halal Tourism is any object or action which is permissible according to Islamic teachings to use or engage by Muslims in tourism industry

Pengembangan pariwisata meliputi industri pariwisata, tujuan wisata, pemasaran, dan pariwisata kelembagaan. Wisata halal menyajikan berbagai produk halal yang aman untuk dikonsumsi oleh wisatawan Muslim. Namun, bukan berarti turis non-Muslim tidak bisa menikmati wisata halal.

Dalam menerapkan pariwisata halal di Indonesia yang diluncurkan pada 2014, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menentukan standar halal untuk produk pariwisata. MUI dan Kementerian Pariwisata memastikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya dapat digunakan oleh wisatawan Muslim, tetapi juga oleh semua wisatawan.

Ma'ruf Amin, ketua MUI, menegaskan bahwa bagi wisatawan Muslim, pariwisata halal adalah bagian dari propaganda. Bagi non-Muslim, pariwisata halal dengan produk halal adalah jaminan sehat sertifikasi MUI telah melewati Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga harus dijamin sehat dan bersih. Bagi wisatawan Muslim tidak perlu khawatir tentang status halal, dan bagi wisatawan non-Muslim dapat yakin bahwa makanan ini harus sehat dan bersih.

Perlu dicatat bahwa kegiatan wisata dalam Islam harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang berlaku umum, yaitu halal.

Dalam pariwisata halal, destinasi yang dikelola wajib menyediakan makanan halal, menyediakan akses mudah ke tempat ibadah, dan juga menyediakan akomodasi dan layanan sesuai standar syariah. Kementerian Parisiwata meluncurkan pariwisata halal di Indonesia dengan tujuan menjadikan Indonesia tujuan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Bukan hanya tujuan wisata, fasilitas yang mendukungnya harus sesuai dengan standar halal (bersertifikat) MUI.

Karena itu, pariwisata halal harus dikembangkan melalui agen perjalanan, sehingga mendorong wisatawan Muslim menjadi pariwisata halal yang ramah dan nyaman. Pengembangan pariwisata berdasarkan prinsip-prinsip diwujudkan melalui pelaksanaan rencana pengembangan pariwisata dengan memperhatikan keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan budaya dan alam, dan kebutuhan manusia untuk melakukan perjalanan.

Masyarakat Muslim tentunya berminat untuk mengikuti wisata religious dengan menunjukkan perjalanan kegiatan dengan tujuan motivasi atau keagamaan yang dilakukan oleh kelompok agama (Muslim, Kristen, Hindu, Budha), yang biasanya dengan mengunjungi tempattempat suci agama atau tokoh agama. Definisi ini berlaku juga untuk makna ziarah misalnya sebagai bagian dari kegiatan wisata. Oleh karena itu, wisata religi sebagai kegiatan ekonomi lebih tepat menggunakan istilah pariwisata syariah jika aktivitasnya adalah perjalanan Muslim, bersamaan dengan perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia.

Pengembangan pariwisata halal penting karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh wisatawan Muslim. Pariwisata halal terbuka untuk semua orang. Kementerian Pariwisata akan menggerakkan pariwisata halal di hotel, restoran, spa, karaoke dan sebagainya. Wisata halal dapat diharapkan menjadikan Indonesia sebagai tujuan ramah bagi pelancong Muslim dan membutuhkan standarisasi.

Karakteristik pariwisata halal antara lain perjalanan di sana paket wisata yang mencakup tujuan perjalanan ramah-Muslim, serta hotel, restoran, spa halal, ia dan buat karyanya. Tujuan wisata halal juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mengunjungi berbagai tujuan dan tempat wisata yang memiliki nilai-nilai Islami, yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan lain adalah untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan keuangan Islam di industri pariwisata yang semakin meningkat.

Penulis: Ricka Annisa

  • 5 Aug 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Berikut adalah nama-nama Calom Pengurus Muda yang lolos tahap Wawancara 2. Keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Diinformasikan bagi Calon Pengurus Muda SEF 2019-2020 untuk hadir pada acara Sosialisasi Diklat Ekonomi Islam (DEI) yang akan dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal: Rabu, 07 Agustus 2019
Waktu: 14.00 WIB s.d Selesai 
Tempat: Asrama SEF
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

  • 6 Jul 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan hasil Seleksi Tahap Wawancara 1 Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal: Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul:              08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus H, Universitas Gunadarma

Maka kami mengumumkan 34 nama yang lanjut ke tahap selanjutnya:

Diinformasikan kepada 34 nama yang telah berhasil lolos pada Seleksi Wawancara 1, diwajibkan untuk dapat mengikuti rangkaian Kuliah Informal Ekonomi Syariah (KIES), insyaAllah acara akan dilaksanakan pada:Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap berikutnya:

Tanggal:          08 – 12 Juli 2019

Waktu:            08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus F5, Universitas Gunadarma

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.

Jazakumullahu Khayran

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 25 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berdasarkan hasil Seleksi Tes Tulis dan FGD Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Juni 2019. Maka, kami mengumumkan 52 nama yang lanjut ke tahap Seleksi Wawancara 1:

  1. Abdurrachman Wahid
  2. Abdurraafi Rasyid Ridho
  3. Adika Mukti Adzie
  4. Agiv Shafira Nuralya
  5. Ahmad Maulana
  6. Ahmad Rifaldy Mandaya
  7. Aisyah Indyani
  8. Amal Fazri Nur
  9. Amelinda Karlina
  10. Annisa Putri Purwariyono
  11. Aulia Fatirahma
  12. Aulia Puspa
  13. Azizah Dina Sularsih
  14. Belan Riad Adil
  15. Cindy Novita Aulia Putri
  16. Cyntia Cahya Safitri
  17. Dian Ayu Safitri
  18. Edwin Pija Yenra Purba
  19. Evita Septiovani Elsava
  20. Fitri Wulandari
  21. Fitria Putri Aprilia
  22. Gafar Ali Haji
  23. Harry Chandra Andi Irawan
  24. Indah Nur Afifi
  25. Intan Siti Hardiyanti Ismail
  26. Lia Mubarokah
  27. Maya Amellia Rosfitriani
  28. Moch Bagas Dwi Putra
  29. Mohamad Iqbal Ariz Rizki Maulana
  30. Muhamad Rizki Dwi Darmawan
  31. Muhammad Fajri
  32. Muhammad Hafizh Hanafi
  33. Muhammad Ihza Pramudya
  34. Muhammad Yahdi Ihsan
  35. Nadya Salsabila Haqqoni
  36. Nera Maulina
  37. Nita Wirianti
  38. Nur Fitri
  39. Nurfaidah Dara Rizki
  40. Nurul Rachmah
  41. Rahmat Bayu S.
  42. Rani Puspita Sari
  43. Riska Handayani
  44. Rizki Dinda Amelia
  45. Safira Vina Fathia
  46. Salma Tsaniatul Waldah Rifai
  47. Sarah Aulia Azzahra
  48. Shofi Shera Diva
  49. Tri Utami
  50. Utami Puji Lestari
  51. Wafa Luthfiyah A
  52. Zhirazzi Dimas Praseptyo

Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap Seleksi Wawancara 1.

Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020 yang dinyatakan lulus DIWAJIBKAN untuk dapat hadir pada Seleksi Wawancara 1 yang akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal      : Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul                  : 08.30 - 15.00 WIB

Tempat               : Sport Center Kampus H, Universitas Gunadarma

Dresscode         : Pakaian Praktikum

Peserta yang lolos ke tahap Wawancara 1 diwajibkan untuk memenuhi ketentuan berikut:

  1. Membawa fotocopy Sertifikat/Penghargaan yang pernah diraih
  2. Berpakaian praktikum
  3. Add, Like dan Follow semua akun media sosial SEF dengan cara mengirimkan bukti screenshotnya ke WA SEF:

WA: 0857 157 1417

Twitter/IG/@Line: @KSEI_SEF

FB/LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas perhatiannya,

Wassalamu’alaikum Warahatullahi Wabarakatuh.