Koperasi Syariah Perkuat Ekonomi Syariah

Photogrid 1495430666538
  • KSEI SEF Gunadarma

  • 22 May 2017

  • Nasional



GELIAT koperasi dengan produk pembiayaansyariahsemakinmeluasdiTanahAir. Salah satunya adalah Koperasi Baitul Mal Wattamwil (KBMT) Bil Barkah di Pasar Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. 

Mayoritas anggota koperasi syariah ini adalah pedagang di wilayah Bogor dan sekitarnya. Koperasi ini digagas oleh Nurhadi Idrus, pensiunan pegawai Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Kabupaten Bogor. Tujuannya adalah memperkuat sistem ekonomi syariah melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan perbankan syariah lainnya. 

KBMT Bil Barkah juga mengembangkan jaringan dengan lembaga-lembaga keuangan syariah sebagai penghubung dalam memberdayakan usaha mikro. Koperasi ini juga memberikan fasilitas simpan pinjam bagi para anggotanya. “Kami menyebutnya qardh yaitu jenis pinjaman di mana nasabah hanya mengembalikan utang pokok tanpa kelebihan nisbah. Nasabah hanya diwajibkan membayar biaya administrasi. 

Pengembalian pinjaman ditentukan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan bersama,” jelas Normanditya, manajer KBMT Bil Barkah. Dia melanjutkan, nasabah memiliki syarat tertentu untuk mendapat pinjaman ini yakni berada dalam situasi benar-benar terdesak atau darurat. Kebutuhan mendesak yang kepentingannya tidak dapat dikategorikan ke dalam jenis akad tertentu seperti murabahah atau mudharabah. Tak ada hasil setelah menempuh berbagai upaya untuk mendapat bantuan dana. 

Dana yang digunakan qardhul hasan yang artinya dana untuk kebajikan. Sumber dana qardhul hasan dari dendadenda nasabah pembiayaan bermasalah dan dari masyarakat luas, baik nasabah maupun bukan nasabah yang menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui KBMT Bil Barkah. “Dana qardhul hasan juga dapat dipergunakan sebagai modal pinjaman tetapi hal ini belum dipraktikkan oleh KBMT Bil Barkah karena dana yang terhimpun jumlahnya tidak terlalu besar sehingga mayoritas langsung disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” terang Normanditya.

Selain mereka yang ingin mempraktikkan keuangan syariah, beberapa nasabah menjadi anggota dan meminjam di KBMT Bil Barkah karena kemudahan dalam proses peminjaman dan cicilan. Cicilan bisa dibayar harian dengan nilai yang kecil. “Orang yang ingin meminjam uang cukup menunjukkan KTP, kartu keluarga (KK) dan rekening listrik atau PDAM serta menyerahkan foto diri,” jelas Norman. 

Denda keterlambatan membayar angsuran di koperasi syariah ini hanya 35% dari total piutang yang terlambat dibayarkan. Denda tidak berlipat dan dipergunakan untuk infak atau sedekah. Peminjam tidak diberitahu tentang alokasi dendanya. Sari, 30, salah satu nasabah KBMT Bil Barkah, ditemui KORAN SINDO saat sedang membayar angsuran peminjamannya. 

Pedagang makanan di sebuah sekolah di kawasan Dramaga, Bogor, ini mengaku sudah menjadi nasabah KBMT Bil Barkah setahun terakhir. Dia meminjam uang Rp2 juta tanpa persyaratan yang merepotkan. “Pinjamannya memang tidak besar tapi saya waktu itu sangat membutuhkan. Saya juga hanya sanggup membayar cicilannya Rp102.000 per minggu,” sebut Sari. 

Berbeda dengan Abdurahman, seorang pedagang sembako di Pasar Gunung Batu, Bogor. Dia sengaja menggunakan layanan pembiyaan di KBMT Bil Barkah karena ingin memajukan lembaga keuangan syariah. Dia telah meninggalkan sistem pembiayaan konvensional. Abdurahman memilih KBMT Bil Barkah karena sesuai dengan prinsipnya. Sekadar diketahui, kabupaten pertama yang menerapkan program koperasi berbasis syariah di Indonesia adalah Kabupaten Pamekasan di Jawa Timur. 

Sedangkan untuk tingkat provinsi, Nusa Tenggara Barat merupakan yang pertama menerapkan koperasi syariah. Per April 2017 lalu di Pamekasan terdapat sekitar 160 koperasi syariah. Pemerintah setempat menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 200 pada tahun ini yang tersebar di 198 desa. Rata-rata setiap desa memiliki satu koperasi syariah. Saat ini jumlah koperasi simpan pinjam syariah di Indonesia sekitar 3.805 unit, sedangkan koperasi simpan pinjam konvensional sekitar 11.000 unit. 

Sumber: koran-sindo.com