Askrindo Syariah Kaji Penjaminan Wakaf Produktif

Photogrid 1495027033392
  • KSEI SEF Gunadarma

  • 17 May 2017

  • Nasional

Indonesia diketahui memiliki potensi wakaf produktif yang begitu besar. Perbankan syariah pun telah mulai melirik potensi wakaf di tanah air dengan menyediakan platform urun dana untuk pengembangan proyek wakaf produktif. Kini perusahaan penjaminan Askrindo Syariah juga mulai meminati peluang tersebut.

Direktur Utama Askrindo Syariah Pribadi mengatakan, kini pihaknya sedang mengembangkan salah satu produk penjaminan untuk wakaf produktif. “Kami sudah melakukan pembicaraan juga dengan beberapa lembaga keuangan syariah yang sedang mengembangkan wakaf produktif,” katanya.

Menurutnya, wakaf merupakan sebuah kelebihan dari keuangan syariah karena sifatnya yang abadi dan potensinya luas di Indonesia. Mengutip data Badan wakaf Indonesia, setidaknya ada sekitar 3 miliar meter persegi lahan wakaf produktif yang bisa dimanfaatkan.

“Kami sedang menggarap apakah itu bisa jadi objek penjaminan. Kami sedang melakukan studi dan kajian di beberapa wilayah di Indonesia, baik di Jawa maupun luar Jawa, karena melihat potensi wakaf sangat besar kalau dikelola dengan baik. Kalau ini bisa dikerjakan bersama insya Allah keuangan syariah akan berkembang luar biasa,” cetus Pribadi.

Pihaknya kini sedang mengkaji bagaimana aset wakaf bisa dimanfaatkan oleh umat, seperti yang dilakukan di Malaysia dan New Zealand. Di Malaysia, tanah wakaf bisa dipakai untuk perkebunan sawit, sementara di New Zealand tanah wakaf digunakan untuk peternakan sapi.

“Itu menghasilkan, sedangkan disini belum seperti itu. Kalau di luar negeri, tanah wakaf bisa dimanfaatkan untuk hal produktif, misalnya membangun departemen store atau rumah sakit, nanti diatasnya didirikan masjid sehingga masjid bisa beroperasi dari hasil penyewaan properti. Kalau di sini kan buat masjid dan kuburan,” tukasnya.

Oleh karena itu, Askrindo Syariah melakukan studi kelayakan untuk penjaminan wakaf produktif. “Harusnya bisa, kalau di negara lain bisa, kita juga bisa. Kami juga sudah diskusi dengan dewan pengawas syariah (DPS) dan sudah dapat persetujuan opini syariah dari DPS. Dengan harapan ini akan mendorong ekonomi syariah di Indonesia karena potensinya di Indonesia luar biasa,” tandas Pribadi.

Sumber: Akucintakeuangansyariah.com