Publikasi - Laporan Kegiatan

  • 30 Sep 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

SEF Prestasi LKTI SESO 2019, TIM SEF Universitas Gunadarma Juara 1 dan 2

Link LKTI:

/uploads/ckeditor/attachments/58/Ringkasan_LKTI_SESO_2019_Tim_SEF_Gunadarma.pdf

          Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Sharia Economic Smart Olympiad (SESO) 2019 yang diselenggarakan oleh IPB University, Bogor, Jawa Barat. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut yaitu Tim 1 yang beranggotakan Putri Yunela Sari (Akuntansi 2016), Taufik Ikhsan Muchlisyn  (Ekonomi Syariah 2016) dan I Putu Kemal Pratama (Manajemen 2017). Dan Tim 2 beranggotakan Lailatul Munawaroh (Manajemen 2016), Reren Anggun Wulandari (Manajemen 2016) dan Erwin Faridah (Manajemen Pemasaran 2016). SESO merupakan rangkaian acara dari The 15th SEASON yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI SES-C Fakultas Ekonomi dan Manajemen Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat mahasiswa dan Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA dan Mahasiswa.  LKTI adalah ajang kompetisi karya tulis tingkat nasional yang sudah memasuki tahun ke 15 dan diikuti oleh 12 Universitas di seluruh Indonesia dengan mengirimkan karya terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Acara ini berlangsung pada 25 - 26 September 2019 bertempat di Kampus Darmaga, IPB University. 

            Pada hari pertama (25/09), dimulai dengan pembukaan acara dan dilanjutkan dengan persentasi karya tulis dari 12 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Univerisitas Negri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Airlangga, Institut Tazkia, Universitas Islam Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Gunadarma. Acara ini  mengusung tema "Membangun Jiwa Sociopreneur untuk mengoptimalisasi Wakaf Produktif di Indonesia" yang bertujuan untuk mengoptimalkan salah satu Filantropi Islam, yaitu wakaf produktif dalam segala aspek baik dalam perekonomian, pendidikan Islam maupun UMKM di Indonesia. Tim 1 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-12 dengan mengangkat topik mengenai anak-anak marjinal dan pendidikan Islam dengan judul Paper “RUMAH WAKAF (RU KAF): OPTIMALISASI WAKAF PRODUKTIF DENGAN KOLABORASI CROWDFUNDING DAN CROWDSOURCHING DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU INDONESIA CERDAS (PILOT PROJECT: SEKOLAH MASTER, DEPOK)”. Topik tersebut membahas mengenai pengumpulan dana wakaf dengan platform kolaborasi crowdfunding dan crowdsourching untuk pembiayaan gedung ataupun operasional Sekolah Master dengan menghadirkan sistem program  pembelajaran kepada anak-anak yang disebut dengan Kidz Preneur dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pendidikan Islam di Indonesia terutama pada Sekolah Master yang diharapkan anak-anak disana dapat mandiri dan mempunyai karakter yang baik kedepannya. Sedangkan Tim 2 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-5 dengan mengangkat topik mengenai para TKI  dan Ekonomi dengan judul Paper “BANGKITKAN KEMANDIRIAN EKONOMI TKI MELALUI “KAMPUNG KABAHAN” DENGAN METODE SOCIAL GROUP WORK BERBASIS WAKAF (PILOT PROJECT: KABUPATEN INDRAMAYU)”. Topik tersebut membahas KABAHAN yang merupakan konsep reaktualisasi peran TKI yang bersinergi langsung dengan petani mangga sebagai supplier mangga, lalu menjadikan wakaf & akad syariah sebagai instrument dasar pemberdayaan TKI sociopreneur industri mangga.

           Pada hari kedua (26/09), merupakan puncak dari acara The 15 th Season dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Olimpiade Ekonomi Islam dan diakhiri dengan Seminar Internasional & BWI Wakaf Goes to Campus bertemakan “Membangun Wakaf sebagai Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia”  Di hadiri oleh Bapak Prof. Dr. Ir Mohammad Nuh, DEA (Head of Badan Wakaf Indonesia) sebagai. Seminar ini dimoderatori oleh Bapak Dr. Muhammad Iqbal Irfany, SE, MappEC (Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB) dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Dr.Ibrahim F. Khojah (Technical and Vocational Training Corporation Saudi Arabia), Bapak H. Muhammad Fuad Nassa, S.Sos, M.sc (Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf  Kemenag) dan Bapak Drs. Susono Yusuf (Divisi Humas, Sosialisasi dan Literasi BWI). Seminar ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari mahasiswa-mahasiswa dan para praktisi serta akademisi lainnya. Diharapkan dari seminar ini menambah literasi dan wawasan para peserta khususnya generasi millenial dalam memanfaatkan potensi wakaf produktif Indonesia yang begitu besar. SEF UG berhasil meraih penghargaan juara 1 yang diwakili oleh oleh Tim 1 (Putri Yunela Sari, Taufik Ikhsan Muchlisyn, I Putu Kemal Pratama) dan juara 2 yang diwakili oleh Tim 2 (Lailatul Munawaroh, Reren Anggun Wulandari, Erwin Faridah) dan juara 3 diraih oleh Universitas Padjadjaran.

Laporan: Putri Yunela Sari

  • 6 Apr 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan
Perkembangan pasar muslim yang pesat membuat banyak negara mulai sangat serius untuk membangun industri halal. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak, Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam Industri Halal. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menguatkan kapasitas untuk bersaing di kancah global. Paradigma Lembaga Keuangan Mikro yang benar-benar melek literasi hanya 31%. Tujuan dari Lembaga Keuangan Mikro yaitu pengentasan kemiskinan dan menjadikan UKM yang sehat dan berkembang dengan menitikberatkan pada masyarakat ekonomi yang lemah. SDM merupakan aset yang paling berharga guna mewujudkan tujuan organisasi. Dalam HRD Syariah sendiri menggunakan metode benchmarking sebagai landasan dalam Manajemen HRD Syariah, dengan mengambil esensi-esensi pada generasi terbaik, kemudian di refleksikan pada keadaan terkini. Dengan membuat inovasi seperti penciptaan teknologi digital yang dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi. 
Ekonomi Digital terdiri dari berbagai elemen yang identik dengan penggunaan teknologi. Dalam penggunaannya diperlukan keseimbangan untuk memanfaatkan peluang & tantangan ekonomi digital serta mendorong inovasi dan menjaga stabilitas. Tentunya dengan menerapkan nilai-nilai Islam dari industri halal yang mengandung kebijakan, prinsip, motif, arahan dan etika dalam melakukan kegiatannya. Dalam penerapan pembangunan ekonomi, ziswaf sangat berpengaruh didalamnya. Meliputi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan Ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan memenuhikebutuhan dasar masyarakat.
Berkaitan dengan pembangunan ekonomi, sebagai negara yang memiliki berbagai bentuk keindahan alam, andil pariwisata halal tidak dapat  diragukan lagi. Hal tersebut terbukti dimana pariwisata  khususnya pariwisata halal telah memberikan kontribusi terhadap PDB di negara Indonesia. Selain itu, Indonesia mendapatkan penghargaan dalam ajang “World Halal Tourism Awards 2016” dan pada saat ini Indonesia memprioritaskan 10 destinasi wisata yang ada diberbagai daerah, seperti Aceh, Riau, Sumatra Barat, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Lombok dan Jawa Tengah. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia tentu menjadikan makanan yang halal lagi baik telah menjadi suatu hal yang wajib. Untuk menjamin kehalalan produk, pemerintah telah membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Ulama Indonesia (LPPOM MUI). LPPOM MUI dapat membantu umat Islam untuk menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan Islam yang telah diatur dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 173 yang menjelaskan terkait hukum halal dan haram. Kesehatan dalam Islam memiliki makna yang benar-benar harmonis dan proporsional dalam berbagai aspek kehidupan manusia secara sempurna seperti jasad, pikiran, dan spiritual (ruh).
Dengan menerapkan kesehatan sesuai tuntunan Islam. Maka, secara otomatis kita dapat menerapkan prinsip Halal Is My Life sebagai gaya hidup kita. Sebab dalam Islam kebersihan adalah sebagian dari iman dan kebersihan merupakan cikal bakal dari kesehatan. Jika masyarakat sudah membudayakan kesehatan, maka kesehatan roda perekonomian pun akan tumbuh dengan sendirinya.
Laporan: Anesi
  • 10 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[COMING SOON ON APRIL 2019]

Welcoming our PRESTIGIOUS ANNUAL EVENT
By Sharia Economic Forum (SEF) of Gunadarma University

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT (GSENT) 2019

Our Agenda:
- National Seminar
- International Seminar
- Student Conference
- National Islamic Economic Olympiad
- Video Competition

For further information follow at: @gsent_sef

Stay close with us at: gsent.shariaeconomicforum.org

#GSENT2019 #KSEISEFUG
#PemudaSEF #EkonomRabbani
#PemudaPenggerakPeradaban

  • 7 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF Cepat Tanggap]

Assalamu'alaikum Warahmatullah  Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 07 Januari 2019 telah menyalurkan donasi sosial yang terkumpul melalui PKPU Human Initative untuk saudara kita di Selat Sunda yang terkena bencana alam. Pasca Tsunami Selat Sunda yang menimpa wilayah Banten dan Lampung, pihak PKPU Human Initiative terus menyalurkan paket bantuan. Adapun paket bantuan tersebut terdiri dari dapur air, beragam kebutuhan pangan atau food item, hygiene kits dan family kits.

Per Desember 2018, tim sudah membantu 2.380 penerima manfaat dan masih akan terus bertambah. Hingga hari ini PKPU Human Initiative masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lokasi kejadian. Mengirimkan tim respon tanggap darurat dan melakukan assessment. Tim terdiri atas 9 personil dari PKPU HI dan 12 relawan PKPU HI yang terus bergerak tak kenal lelah.

Jazamukullah khayraan kepada kakak dan adik semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Selat Sunda dengan total dana terkumpul sebesar Rp 1.350.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua dan kelak akan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

  • 31 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF CEPAT TANGGAP]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 31 Oktober 2018 telah menyalurkan dana sosial yang terkumpul melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala yang terkena bencana alam. Bantuan logistik termasuk dari beberapa Kapal Kemanusiaan telah distribusikan oleh ACT.

Sudah ada 1 posko induk ACT, 15 posko wilayah, 21 posko unit, 54 posko dapur umum, 1 posko medis, 1 posko food truck, 3 posko logistik, 4 posko Integrated Community Shelter, dan 1 posko ACT Humanity Store.

Syukron Jazamukullah Khayraan untuk semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala dengan total dana terkumpul sebesar Rp 2.000.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua, dan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 1 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Seminar Nasional 1:

“The Economic Crisis Cycle: Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges”

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional Kalimalang dengan tema besar The Economyc Crisis Cycle. Seminar ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu dalam sesi 1 dengan sub tema Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges dari pukul 08.30 – 12.00 WIB di Ruang Cinema J167 Universitas Gunadarma Kalimalang.

Seminar Nasional adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Anisah Ajeng Jayanti, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Anesi (Inggris), dan Indah Sari (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan oleh Zaki Ilhaam Muhammad selaku ketua pelaksana Aktualisasi Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan  bahwa  Pemuda yang sakit adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang baik-baik saja, sedangkan pemuda yang sehat adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang tidak baik (sakit). Pemuda menjadi tonggak peradaban dunia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Imam Subaweh selaku Ketua Jurusan Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa SEF merupakan organisasi yang sangat dibanggakan oleh Gunadarma. Manusia menjadi khalifah di muka bumi ini, harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sebaik-baiknya. Tugas kita ialaha menegakkan ekonomi islam dan memberantas riba.

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah Ibu Nur Azifah yang merupakan Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma.

Pembicara pertama yaitu Bapak Dr. Muhammad Muflih. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Pandangan Islam Terhadap Penetapan Mata Uang Dunia dan Krisis Global”

Dunia mengalami krisis ekonomi pada 1900-an. Krisis merupakan history yang ada disetiap zamannya. Bagaimana pandangan Islam terhadap dollar?. Dollar mengalami beberapa fase yaitu yang dibackup dengan emas. Pada Perang Dunia II, Amerika memenangkan Perang sehingga membuat Amerika menjadi negara adikuasa. Pada tahun 1994 masyarakat dunia mencari sistem moneter yang dikumpulkan di Bretton Woods yang menyepakati transaksi yang berlaku didunia. Dollar AS di patok pada tingkat bunga tetap ke emas yang membuat dollar AS sepenuhnya dapat dikonversi menjadi emas pada tingkat tetap $35. Uang yang terlalu benyak menyebabkan inflasioner, sedangkan barang yang terlalu banyak menyebabkan deflasioner.

Pada tahun 1971, Bretton Woods menurun karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap dollar sehingga ekonomi tidak bergairah. Mulai 1970 awal amerika menetepakan fightnmoney, yang menetapkan Dollar sebagai patokan nilai tukar dunia. Menurut kelompok Dinaris, dinar merupakan keseimbangan sedangkan dollar itu riba karena nilai instrisiknya tidak sama. Namun menurut Zubair Hasan dari Malaysia yang menolak karena setiap negara mempunyai stándar emas masing-masing. Jadi dapat disimpulkan bahwa kunci terjadinya krisis adalah karena perilaku. Islam meningkatkan money demand untuk orang miskin. Dalam Islam uang tidak boleh menganggur harus berputar. Zakat mampu mengubah struktur permintaan mata uang.

Pembicara kedua yaitu Bapak Prayudhi Azwar. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Fokus Kebijakan dalam Mengantisipasi Krisis Ekonomi Global”

Knowladge akan dibayar mahal daripada tenaga. Tantangan Dinamika Ekonomi Global

  • Small Open Economy, pada 2008 Amerika melakukan ekspansi, bukan melakukan pengurangan mata uang. Sedangkan Indonesia pada 2008 mengalami krisis yaitu harga naik. Pada 2010, negara-negara lain mengejar Indonesia maka terjadilah massive capital inflow. Untuk mempelajari ekonomi syariah, kita juga harus mempelajari ekonomi konvensional, agar dapat mematahkan teori ekonomi konvensional. Indonesia saat ini terjadi rezim devisa bebas dan kebijakan moneter independen.
  • Melandainya yield curve dari Surat Utang Pemerintah AS, pada 2007 Amerika keluarkan obligasi baru. China memegang 1 ½ T USD dari devisa mereka. Pada 2017 China mulai menjual cadangan devisanya. Ketika China mulai tidak selera memegang bond Amerika, sehingga bond turun, sehingga investor yang tidak mengerti menginvestasi ke Amerika.

Tugas BI adalah hakikatnya sebagai rem. Tujuan BI menurut UU N0 23 Tahun 1999 tentang BI (pasal 7) bahwa Bank Indonesia bertujuan mencapai dan memelihara kestabilan Nilai Rupiah.

Tantangan untuk kita semua yaitu Adanya eksternal shock

  • Defisit neraca dagang Oktober, terparah kedua kalinya di 2018
  • Neraca dagang migas tekor Rp 158 T terparah sejak 2014

Pembenahan disektor ini Y= C+I+G+X-M

Kondisi saat ini ialah 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan 100 orang kekayaan masyarakat Indonesia. Untuk ini dipegang oleh pengusaha sektor rokok. Kehebatan Islam yaitu mempunyai instrument zakat, impact zakat yaitu mendorong orang yang mempunyai emas dengan nisab zakat.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 1

  1. Ade Saputra dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Petanyaan ditujukan kepada Bapak Muflih. Apa upaya pemerintah dalam menangani krisis dan apa dampaknya pada saat ini?

Bapak Muflih: Krisis 2008 menciptakan ekonomi yang menakutkan untuk Indonesia. Krisis luar biasa 1997. 1998 masyarakat Indonesia mulai memperhitungkan kembali krisis yang dibangun. Yang dikhawatirkan Indonesia pada tahun 2008 adalah kenaikan suku bunga. Dalam rangka mengantisispasi krisis 2008, masyarakat ekonomi syariah memberikan gairah untuk Indonesia dengan BI mengeluarkan wakaf.

 

  1. Anissa Febi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Pertanyaan ditujukan kepada Bapak Prayudhi. Bagaimana open mind untuk berinvestasi dinegara sendiri.

Bapak Prayudhi: Perlu bangun enterpreunership skills dan manfaatkan waktu kita yang dipakai untuk nilai tambah. Apapun yang menambah daya saing kumpulkan dari sekarang. Jangan pernah menyalahkan keadaan, eskplor keluar dan produksi dalam negri.

 

  1. M. Iqbal dari Universitas Gunadarma

Pertanyaan ditujukan untuk Bapak Prayudhi. Bagaimana strategi memutuskan mata rantai di Indonesia

Bapak Prayudhi: pemerintah mengefektifkan programnya. Pendanaan sebisa mungkin dari BUMN bukan pendanaan dari luar.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 2

  1.  

Apakah ada pengaruh dari siklus ekonomi terhadap peraturan negara?

Bapak Muflih: Siklus ekonomi bisa mempengaruhi wujud regulasi, pun sebaliknya. Setiap negara harus protect negaranya agar tidak kalah dikompetensi negara. Kunci utamanya adalah regulasi dan kemajuan ekonomi dapat terstimulasi.

  1. Fitria Ayudha dari Universitas Bhayangkara

Apakah riba tersebut mempengaruhi kas negara dan apa upaya pemeribtah untuk menanggulanginya?

Bapak Prayudhi: Sekarang krisis terjadi karena kerusakan tangan-tangan manusia sehingga terjadi bubble. Supaya riba tidak berkembang yaitu mensosialisasikan ekonomi syariah agar masyarakat mau menabung di bank syariah sehingga bank syariah dapat me-landing uang tersebut.

Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan: Putri Yunela Sari

 

 

 

 

Seminar Nasional 2:

Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle” pada sesi dua pukul 13.00 – 16.00 WIB di Ruang Cinema J167, Kampus J1, Universitas Gunadarma, Kalimalang.

Seminar Nasional Kalimalang adalah acara setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Adam Al-Aziz, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Bintang Widya Atmojo (Arab), Alief Sucianingsih (Inggris) dan Ricka Annisa (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum periode 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan, maka dari itu sebagai generasi milenial kita harus mampu mengatasi konflik kesenjangan ekonomi. Sebagaimana data membuktikan bahwa empat orang terkaya di Indonesia dapat mensejahterakan seratus juta jiwa penduduk Indonesia.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Imam Subaweh  selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa tugas kita saat ini adalah mengembalikan kehidupan kita yang semula menggunakan sistem ekonomi kapitalisme menjadi sistem ekonomi Islam, acara ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pemuda untuk kritis dan mempunyai semangat membangun bangsanya melalui ilmu yang diberikan.

Moderator pada sesi ini ialah Ibu Stevani Adinda Nurul Huda yang merupakan Dosen Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Beliau mengatakan bahwa pemuda harus memiliki semangat dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi dengan kemudahan teknologi di zaman sekarang.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Riawan Amin. Beliau memaparkan bahwa penjajahan yang terjadi sekarang adalah penjajahan etis. Penjajahan yang dilakukan tanpa senjata dan pertumpahan darah namun lebih menyengsarakan. Kenyataannya ini terjadi pada ekonomi kita, tidak semua infalsi mengakibatkan seseorang miskin, semakin tinggi inflasi dapat juga membuat seseorang semakin kaya. Maka yang paling berharga dari Islam adalah Sistem Ekonomi Islam karena disinilah solusi tercipta. Jumlah uang yang beredar memperesentasikan kekayaan suatu negara pada periode tertentu. Maka dalam suatu negara tidak perlu merubah sistem ekonomi, cukup dengan memperbaiki sistem ekonomi.

Pembicara kedua yaitu Bapak Agus Kalifatullah Sadikin. Beliau memaparkan bahwa problem UMKM di Indonesia adalah pada pendanaan yang terbatas. Financial Tecnology diharapkan dapat meembantu pendanaan UMKM, terutama pada masyarakat yang memiliki akses lokasi yang sulit terjangkau. Total 70 Financial Tecnology yang terdaftar pada OJK. Perbedaan Financial Tecnology syariah dengan konvensional terletak pada akadnya.

 

Pembicara ketiga yaitu Ibu Aldilla Kusumawardhani. Beliau memaparkan bahwa sebagai pemuda mulailah berhenti berbicara soal “Aku” dan mulailah berbicara tentang “Kita dan Mereka”. Menjadi pemuda yang peduli dengan masa depan Indonesia merupakan suatu hal yang harus dibuat dalam bentuk aksi nyata. Kesenjangan yang yang terjadi terutama pada masyarakat pedesaan, memerlukan pendidikan untuk dapat merepresentasikan potensi yang ada padanya. Solusinya pada pemuda, mulailah berfikir kritis (ada keresahan) dan mulai dengan aksi nyata (beraksi atau gerakan)..

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi dimana terdapat 3 penanya dari 1 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah oleh Panitia. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Indah Sari

  • 17 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Sharia Economic Event Southeast Asia (SEVENTSEAS) 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Septian Nudin (Manajemen 2016), Lailatul Munawaroh (Manajeman 2016) dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016). 

SEVENTSEAS merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI CIES Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yakni Call for Paper dan Bussiness Plan. Call for Paper adalah ajang kompetisi Paper tingkat nasional yang di ikuti oleh 8 Universitas di seluruh Indonesia yang mengirimkan Paper terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 15 sampai 17 November 2018.

Pada hari pertama (15/11), acara langsung dibuka dengan persentasi Paper dari 12 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Gunadarma. Call for Paper mengusung tema "Optimalisasi Potensi Filantropi Ekonomi Islam dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045" bertujuan untuk mengoptimalkan Filantropi Islam, yaitu Zakat, Infaq Sodaqah, Wakaf (ZISWAF) sebagai penggerak utama dalam membangun Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang. Tim Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-2 dengan mengangkat topik mengenai Disabilitas dan Ekonomi dengan judul Paper “RUMAH TUNA INDONESIA (RT ID): SOLUSI WAKAF PRODUKTIF MELALUI PEMBERDAYAAN ENTREPRENEURSHIP TUNARUNGU DAN TUNANETRA BERBASIS CROWDFUNDING DEMI MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS)”. Topik tersebut mengenai platform yang disebut dengan RT ID merupakan wadah khusus yang menaungi para Tunarungu dan Tunanetra dalam bidang entrepreneurship khususnya industri ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara metode crowdfunding dengan pemanfaatan wakaf tanah yang diharapkan dapat mendanai RT ID dalam menjalankan kegiatan operasional.

Pada hari kedua (16/11), para finalis diajak berkeliling Kota Batu dan Malang untuk mengenalkan secara langsung tempat wisata disana. Alun-alun Batu yang menjadi ikon Kota Batu juga turut menjadi salah satu destinasi. Setelahnya, kami mengunjungi Green Eco Park sebagai salah satu tempat wisata menarik di Kota Malang.

Pada hari ketiga (17/11) merupakan puncak dari ajang Sharia Economic Event Southeast Asia (SEVENTSEAS) 2018 yang dibuka dengan Seminar Internasional dan diakhiri dengan Seminar Nasional bertemakan "Optimizing the Philantrophy of Islamic Economics to achieve an Independent Society’s Economy" dihadiri oleh Bapak M Nuh sebagai Keynote Speaker mendapatkan antusiasme yang sangat luar biasa dari kalangan Mahasiswa maupun praktisi ekonomi syariah. Acara ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Call for Paper dan Bussiness Plan yang langsung diserahkan oleh Para Undangan Pembicara dan diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh ketua tim pemenang SEVENTSEAS 2018.

  • 10 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 10 November 2018 menyelenggarakan Sef Super Mentor dengan tema Beyond The Average: Unlocking Your Mind and Think Creative! dalam satu sesi dari pukul 08.30 – 11.30 WIB di Ruang Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Depok.

Sef Super Mentor adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Depok. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Reren Anggun Wulandari, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Endang Sulastri (Jepang), Poppy Irani (Inggris), dan Adam al-Aziz (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  pemuda adalah penggerak peradaban, pemuda sebagai tonggak dalam sebuah peradaban, pemuda harus bebas akan finansial dan pemuda juga harus berintelektual baik itu pikiran maupun emosi.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Riskayanto selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan bahwa acara ini menjadi ajang bagi para peserta dalam meniti karir dan mengarungi lautan setelah masa perkuliahan nanti. Diharapkan acara ini dapat memotivasi dan menggerakan cita-cita yang sudah di canangkan oleh para peserta.  

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah saudara Abdul Roqqib yang merupakan ketua SEF 2017/2018. Beliau mengatakan bahwa pemuda sebagai penggerak peradaban harus mempunyai pemikiran yang terbuka dan kreatif disamping dengan tuntutan kemajuan zaman yang menuntut kita untuk berfikir kreatif.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Fajri Shauti. Beliau memaparkan tujuan dari acara ini adalah untuk menginspirasi semua mahasiswa/i agar menjadi mahasiswa/i yang mempunyai value. Perubahan zaman yang sudah masuk pada era Revolusi Industri 4.0 yang berpengaruh kepada penurunan penggunaan SDM ke teknologi, perubahan model bisnis, perubahan penilaian investor, perubahan jenis profesi. Kemudian, solusinya adalah mempersiapkan diri dengan menambah skill. Salah satu bentuk mempersiapkan dirinya adalah dengan berorganisasi, bentuk kelompok belajar yang solid, travelling dengan tujuan mencari skill.

Pembicara kedua yaitu Bapak Santoso Permadi. Beliau memaparkan bahwa mahasiswa harus mempunyai softskill, hardskill, mindset, dan relations. Untuk dapat dikenal oleh dunia, maka pemuda harus membuat karya atau kegiatan produktif lainnya yang menjadikan kita pantas disebut sebagai pemuda "Beyond The Average". Beliau juga mengatakan bahwa karir itu adalah ketika kesiapan, kesempatan, dan kepantasan datang bersamaan. Disamping itu, 4 hal yang harus di perhatikan adalah kombinasi antara iman, adab, ilmu dan amal.

Pembicara ketiga yaitu Bapak Muhamad Rizky Rizaldy. Beliau memaparkan bahwa be yourself bukanlah suatu seruan yang tepat, namun justru menjebak. Kita harus mempunyai mentor/tokoh yang dapat diteladani. Untuk menjadi orang hebat adalah dengan berteman dengan orang hebat. Ciri khas orang hebat adalah mempunyai tujuan, berani, serta senantiasa memegang kalimat "Smooth Seas Never Made Great Sailors", artinya orang hebat tidak terlalu memikirkan masalah tetapi lebih kepada berani akan tantangan.  Avoid averageness, get faster, embrace the greatest power, be altruistic juga merupakan beberapa kalimat yang dapat dijadikan sebagai motivasi para pemuda.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Anisah Ajeng Jayanti

  • 10 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara III National Essay Competition dalam ajang Sharia Economic Festival 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Indah Nur Maulina (Manajemen 2017), Reita Fabiolyn Qamaril (Manajemen 2016) dan Dwi Rahayu (Manajemen 2015).

Sharia Economic Festival (Sharia Ecofest) merupakan rangkaian acara tahunan yang diadakan oleh HMJ Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah kategori National Essay Competition yang merupakan ajang kompetisi essay tingkat nasional dan diikuti oleh delegasi dari 10 Universitas di Indonesia yang terpilih untuk menampilkan essay terbaiknya dalam event tahunan ini. Kegiatan National Essay Competition diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2018.

Pada 10 Oktober 2018 acara dimulai dengan persentasi essay dari 8 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Andalas, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, STEI SEBI, Universitas Diponegoro, IAIN Lampung, dan Universitas Gunadarma. National Essay Competition ini mengusung tema besar "The Golden Age of Sharia Economic" bertujuan untuk mencari serta mengoptimalkan peran para pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun bangsa melalui pemikiran kreatif dan inovatif dalam Ekonomi Islam. Tim Universitas Gunadarma mengangkat topik mengenai Bank Wakaf Mikro dengan judul essay “Optimalisasi Wakaf Uang untuk Pemberdayaan Colleaguepreneur dalam Menghadapi Bonus Demografi 2020 melalui E-Wacopers”. Dalam penulisan essay ini Tim Gunadarma menggagas sebuah ide melalu pembuatan sebuah platform yang dapat menanugi colleaguepreneur atau pengusaha mahasiswa agar dapat menjalankan bisnis dengan optimal namun tetap dalam koridor prinsip syariat Islam, sehingga dapat mendongkrak angka UMKM di Indonesia dan mampu memanfaatkan fenomena bonus demografi 2020 yang akan berdampak besar bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Pada platform ini colleaguepreneur akan diberdayai melalu pemanfaatan wakaf uang yang dikelola melalui Bank Wakaf Mahasiswa dan kemudian untuk mempermudah transaksi antara pihak-pihak yang terkait dibentuk sebuah aplikasi penunjang bernama E-Wacopers.

Setelah seluruh tim telah mempresentasikan essay masing-masing, acara selanjutnya adalah pengumuman hasil penilaian dari National Essay Competition. Kemudian scara ditutup dengan Pemberian hadiah kepada para pemenang National Essay Competition dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia Sharia Ecofest 2018.

  • 22 Sep 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Best Presentation dalam ajang Festival Ilmiah Ekonomi Syariah 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Septian Nudin (Manajemen 2016), Lailatul Munawaroh (Manajeman 2016) dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).
FALAH atau Festival Ilmiah Ekonomi Syariah merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI AcSES Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yakni Call for Essay. Untuk Call for Essay itu sendiri adalah ajang kompetisi essay tingkat nasional yang di ikuti oleh 14 Universitas di Indonesia yang mengirimkan essay terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Kegiatan Call for Essay itu sendiri diselenggarakan pada tanggal 20 sampai 22 September 2018.

Pada hari pertama (20/09), acara langsung dibuka dengan persentasi essay dari 10 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Hasanudin, Politteknik Negeri Jakarta, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Semarang dan Universitas Gunadarma. Call for Essay ini mengusung tema besar "Cipta Pemuda untuk Indonesia Madani" bertujuan untuk mencari serta mengoptimalkan peran para pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun bangsa ini. Tim Universitas Gunadarma mengangkat topik mengenai Disabilitas dan Ekonomi dengan judul essay “Ruma Tuna Indonesia (RT ID): Solusi Wakaf Produktif Oleh Millenials Islamic Generation Melalui Pemberdayaan Entrepreneurship Tunarunggu Dan Tunanetra Berbasis Crowdfunding Demi Mewujudkan Indonesia Madani.” Platform yang disebut dengan RT ID merupakan wadah khusus yang menaungi para Tunarungu dan Tunanetra dalam bidang entrepreneurship khususnya industri ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara metode crowdfunding dengan pemanfaatan wakaf tanah yang diharapkan dapat mendanai RT ID dalam menjalankan kegiatan operasional. Setelah 10 tim presentasi essay masing-masing lalu pengumuman 5 tim terbaik untuk mengikuti study case. Tim Gunadarma sendiri mendapatkan nomor urut pertama untuk mempersentasikan hasil diskusi dari case yang telah diberikan.

Pada hari kedua (21/09), para semifinalis diajak berkeliling Kota Pahlawan untuk mengenalkan secara langsung bagaimana budaya masyarakat di salah satu kota metroplitan. Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya juga turut menjadi salah satu destinasi. Pada malam harinya dilanjutkan dengan Kajian islami bertajuk "Pemuda Menjawab Tantangan Zaman Now" yang diisi langsung oleh Ustadz Faris Khoirul Anam, L.C., M.H.I. pengasuh pondok pesantren Darul Faqih, Malang. Beliau menyampaikan bahwa tantangan para pemuda muslim saat ini berasal dari dalam diri sendiri juga dari luar. Maka pemuda muslim khususnya harus memiliki pendirian yang kuat akan prinsip hidupnya, jangan sampai mudah terombang-ambing oleh lingkungan.

Pada hari ketiga (22/09) merupakan puncak dari Festival Ilmiah Ekonomi Syariah 2018 diakhiri dengan Workshop Bisnis bertemakan "Young-Creativepreneur In Digital Era" dihadiri oleh Prof. Dahlan Iskan sebagai narasumber utama mendapatkan antusiasme yang sangat luar biasa dari kalangan Mahasiswa maupun praktisi bisnis. Pak Syafril Riza yang tampil sebagai moderator juga sukses membuat audience tetap semangat sehingga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari narasumber-narasumber yang dihadirkan.
Acara ditutup dengan Pemberian hadiah kepada para pemenang Call for Essay yang langsung diserahkan oleh Prof.Dr. Dahlan Iskan serta Bu Sochrul Rohmatul Ajija selaku pembina AcSES FEB UNAIR dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia FALAH 2018.