Publikasi - Laporan Kegiatan

  • 22 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Depok - Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada Sabtu, 16 November 2019 telah menyelenggarakan salah satu acara dari rangkaian Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR)  yakni SEF Super Mentor dengan tema “Let’s Get the Insight and Unleash the Potential Within You!” acara ini dimulai dari pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB di Auditorium D462, Universitas Gunadarma.

Aktualisasi Ekonomi Syariah (AKSYAR) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma. SEF Super Mentor adalah salah satu rangkaian kegiatan rutin tahunan AKSYAR dalam rangka memfasilitasi generasi muda penerus bangsa agar memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif untuk masa depan lebih baik, selain itu acara ini merupakan ajang pengenalan kepengurusan SEF satu periode.

Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh saudari Ricka Annisa, dilanjutkan dengan pembacaan Tilawah oleh saudara Gafar Ali dan teman-teman. Kemudian, sambutan pertama disampaikan oleh saudara Zaki Ilhaam Muhammad selaku Ketua Sharia Economic Forum (SEF) 2019/2020. Dilanjutkan oleh sambutan kedua yang disampaikan oleh Bapak Dr. Riskayanto, Ir., M.M. selaku Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Beliau menyampaikan bahwa sangat penting khususnya para pemuda untuk menggali potensi diri dan dalam hal pengembangan diri karena merupakan salah satu bentuk upaya untuk meraih kehidupan layak dan sukses di masa yang akan datang.

Setelah itu, masuklah pada acara inti. Pertama adalah pemaparan materi dari para pembicara yang dipandu oleh Moderator yakni saudara Rahmat Ramdani, yang merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Gunadarma tahun 2019, beliau juga merupakan Alumni dari Sharia Economic Forum.

Pembicara pertama yaitu saudari Fitra Amelia, beliau menyampaikan bahwa dalam proses pembelajaran tidak ada belajar yang nyaman, justru jadikan ketidaknyamanan tersebut sebagai pelajaran untuk kita. Seseorang dengan growth mindset selalu menjadikan setiap kesempatan sebagai peluang dan memikirkan proses karena hidup bukan tentang hasil, tetapi tentang bagaimana prosesnya. Beliau memberikan kiat-kiat bagaimana agar kita dapat berpikir besar, yang pertama adalah percaya bahwa kita bisa sukses. Kedua yaitu sembuhkan diri dari banyak mencari alasan dalam menghadapi sesuatu. Ketiga adalah jangan berpikir kecil mengenai diri sendiri. Keempat adalah membuat lingkungan yang dapat bekerja sama dengan kita, bukan memusuhi kita. Kelima adalah selalu berbuat baik pada setiap orang. Terakhir adalah gunakan goals untuk membantu dalam bertumbuh. Tak lupa beliau mengingatkan untuk selalu menanamkan mindset Keep learning, keep growing and stay humble.

Pembicara kedua yaitu saudara Ricky Dwi Apriyono, beliau menyampaikan perihal kontribusi hidup untuk umat, melihat dan memikirkan serta bertindak untuk orang-orang yang membutuhkan peran kita sebagai pemuda hebat. Beliau memberikan nasihat bagaimana cara membangun passion diri, yaitu dimulai dengan mencari kelompok yang sesuai dengan passion diri. Tahap kedua adalah menentukan pilihan selanjutnya yaitu ingin bekerja atau melanjutkan pendidikan. Tahap ketiga adalah menikah. Tahap keempat yaitu selama kita hidup teruslah memberikan kontribusi untuk ummat. Ketika meniti karir, ada hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam dunia kerja, yaitu integritas dan professional, hal ini merupakan poin penting. Apa yang kita pikirkan dan yang kita lakukan atau katakan haruslah sesuai. Kita juga tidak boleh menganggap hal-hal kecil sebagai hal yang tidak penting. Lalu sinergi, pelayanan dan kesempurnaan dimana semua pekerjaan yang diberikan harus dikerjakan dengan benar dan tuntas.

Pembicara ketiga yaitu saudara Qodhyan Fatahillah, beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya semua manusia itu baik. Tetapi manusia memiliki dua kepribadian, yang mana baik dan buruknya dipengaruhi oleh pemikiran dan lingkungan. Kita harus mengetahui kemana kita harus pergi. Karena mencari tujuan hidup adalah hal yang sia-sia, tujuan sejati kita adalah mencari jati diri atau mengenali diri sendiri. Beliau juga menyampaikan mengenai teori The Butterfly Effect. Teori ini lahir dari ahli matematika dari MIT yaitu Edward Lorenz, di dalam teori tersebut dijelaskan bahwa satu kepak kupu-kupu di Brazil dapat menyebabkan tornado di Texas, yang artinya suatu tindakan yang kecil bisa berdampak besar disuatu tempat. Bermimpi dan lakukanlah, perjalanan menuju mimpi itu tidak gratis dan tidak mudah. Karena untuk menjadi pelaut yang tangguh dibutuhkan samudera yang ganas. Percaya diri dan yakinlah bahwa semua mimpi akan tercapai.

Setelah para pembicara menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi kesempatan bagi peserta untuk bertanya, selain itu sesi pertanyaan juga dibuka melalui pertanyaan dari followers instagram @KSEI_SEF dan 2 orang penanya diberikan hadiah. Selanjutnya yaitu pemberian plakat kepada moderator dan para pembicara disertai dengan foto bersama. Acara diakhiri dengan suatu persembahan dan penampilan istimewa dari Pengurus SEF serta pemutaran dan video pengenalan kepengurusan SEF periode 2019/2020.

Laporan: Dian Ayu Safitri

  • 1 Nov 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Iqtishoduna yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HIMA EKIS-FEB) UNAIR diantaranya Sharia Call for Paper (SCFP) tingkat mahasiswa, Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA, International Debat, Sharia Fair dan International Seminar.

SEF Prestasi LKTI Iqtishoduna 2019, TIM SEF Universitas Gunadarma Juara 3

Link LKTI:

/uploads/ckeditor/attachments/67/Ringkasan_LKTI_Iqtishoduna_2019.pdf

         Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara III dalam ajang International Seminar and Call for Paper Iqtishoduna 2019 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HIMA EKIS-FEB) Universitas Airlangga, Surabaya. Pada perlombaan ini Gunadarma mengirimkan 3 tim delegasi untuk menampilkan karya terbaik mereka. Tim 1 diwakili oleh Cici Indriyani (Akuntansi 2016), Putri Yunela Sari (Akuntansi 2016) dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Tim 2 diwakili oleh Ricka Annisa (Ekonomi Syariah, 2017), Indah Nur Maulina (Manajemen, 2017) dan Aulia Maulitda (Manajemen, 2016). Sedangkan Tim 3 diwakili oleh Abdurraafi Rasyid Ridho (Ekonomi Syariah, 2016), Chntia Cahya Safitri (Ekonomi Syariah, 2016) dan Ilham Fadhilah (Ekonomi Syariah, 2016). Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut ialah dari Tim 1 dengan ketua kelompok Cici Indriyani.

Iqtishoduna yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HIMA EKIS-FEB) UNAIR diantaranya Sharia Call for Paper (SCFP) tingkat mahasiswa, Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA, International Debat, Sharia Fair dan International Seminar. SCFP adalah ajang kompetisi karya tulis tingkat nasional yang diikuti oleh 10 Universitas di seluruh Indonesia dengan mengirimkan karya terbaik untuk bisa menjadi pemenang di acara tahunan ini. Acara ini berlangsung pada 15 - 17 Oktober 2019 bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

        Pada hari pertama (15/10), dimulai dengan presentasi karya tulis dari 10 tim yang terpilih diantaranya; Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Univerisitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Institute Tazkia dan Universitas Gunadarma. Acara ini  mengangkat tema "Accelerating Economic Growth Through Halal Industry Development” yang bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan digital yang ada di era ini oleh ekonom Rabbani untuk mendukung perkembangan industry halal.  Melalui tema ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa dan masyarakat luas untuk lebih mengenal, mengetahui bahkan mempelajari ekonomi syariah untuk perekonomian yang lebih baik dengan mengembangkan produk-produk halal yang sesuai dengan prinsip syariah.  Tim 1 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-1 dengan mengangkat topik mengenai lembaga perwakafan dan teknologi blockchain dengan judul paper  “IMPLEMENTASI WAQF BLOCKCHAIN UNTUK MENINGKATKAN ACCOUNTABILITY DEMI MEWUJUDKAN SOCIETY TRUST TERHADAP LEMBAGA PERWAKAFAN DI INDONESAI (STUDI KASUS: BADAN WAKAF AL QURAN). Topik tersebut membahas mengenai bagaimana mengoptimalkan potensi teknologi blockchain pada lembaga perwakafan untuk menciptakan akuntabilitas, efisiensi dan transparani pada lembaga perwakafan dengan output menciptakan nazhir yang professional agar dana wakaf yang telah ada dapat dimaksimalkan dan dikelola dengan baik. Tim 2 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-5 dengan mengangkat topik mengenai para TKI  dan Ekonomi dengan judul Paper “PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS BERBASIS KOMUNITAS DALAM MENCAPAI ECONOMIC GROWTH MELALUI PENGEMBANGAN WAQF FOR US DALAM BIDANG HALAL FASHION (PILOT PROJECT: PEKALONGAN, JAWA TENGAH)”. Topik tersebut membahas mengenai suatu Komunitas yaitu Bisabilitas yang merupakan upaya dalam mendorong eksitensi para tunadaksa untuk memberdayakan dan menjembatani mereka agar dapat menjadi individu mandiri khususnya dalam bidang ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapabilitas diri terlepas dari keterbatasan yang dimiliki sehinga dapat terciptanya lapangan pekerjaan yang semakin meluas dan berkelanjutan serta dapat terciptanya economic growth. Tim 3 tampil pada urutan ke-2 dengan mengangkat topik mengenai Pariwisata Halal dengan judul Paper “IOT METHOD: OPTIMALISASI MANAJEMEN WISATA HALAL UNTUK AMENITAS PENGUNJUNG (STUDI KASUS: DESTINASI WISATA LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR)”. Topik tersebut membahas mengenai solusi bagaimana cara menyelesaikan permasalahan sampah, aksesibilitas dan daya tampung pengunjung pada destinasi wisata di Labuan Bajo dengan tujuan untuk mengembalikan tingkat rasa kepuasan (amenitas) dari pengunjung Labuan Bajo.  Setelah tahapan presentasi berakhir, lima tim dengan poin presentasi tertinggi akan melaju ke tahapan terakhir yaitu study case. Lima tim tersebut ialah:  Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gunadarma (Tim Cici), Universitas Diponegoro dan Universitas Gunadarma (Tim Ricka).

Foto bersama Dewan Juri dan para Finalis

         Pada hari kedua (16/10), merupakan acara International Seminar Iqtishoduna 2019  yang bertemakan "Accelerating Economic Growth Through Halal Industry Development. Seminar tersebut dimoderatori oleh Bapak Imam Wahyudi Indrawan, S.E.I, M.EC. dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak M. Ali Irsyad, S.Ikom, Ch, Cht. (CEO & Founder of PT. Ijad Group). Bapak Ali Irsyad memaparkan bahwa saat ini populasi manusia meningkat namun hasil pangan semakin berkurang, terbukti dari data yang beliau paparkan yaitu pertumbuhan PDB Pangan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Data lain juag menyebutkan bahwa jumlah petani di Indonesia juga semakin turun yang di akibatkan karena masyarakat menganggap bahwa petani itu adalah pekerjaan turun temurun. Tiga masalah yang beliau paparkan dalam industri halal dalam bidang pangan adalah; capital (modal), land (lahan) dan market (pasar).

Bapak Raden Ali Ferdian (CEO of Danaprospera) memaparkan materi terkait literasi keuangan syariah di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa saat ini literasi keuangan syariah hanya 8,11% dengan indeks inklusinya sebesar 11,6%. Saat ini kita sedang berada dalam situasi ketika dunia bukan hanya berubah, namun berkembang pesat menerobos kemapanan sistem lama. Dahulu transaksi hanya diperkenankan melalui tunai saja, namun saat ini telah bertumpu kepada transaksi non tunai seperti virtual account cashless dan fintech. Financial Technology juga telah berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan ini bahkan mengalahkan pertumbuhan e-commerce.

Bapak Muhammad Quraisy, Ph.D (Principal Analyst at National Committee of Islamic Finance) memaparkan materi tentang peluang dan tantangan industry halal di Indonesia. Peluang Indonesia saat ini yaitu Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di Dunia. Indonesia juga menduduki peringkat terunggul dalam berbagai sektor seperti, makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata halal, industri keuangan islam, media dan rekreasi halal. Bapak Quraisy merumuskan beberapa tantangan yang dihadapi oleh Indonesia yaitu: bagaimana menciptakan Indonesia sebagai pemain industri halal di Dunia, regulasi dan standarisasi sektor industri, research and development & technology serta keuangan dan pembiayaan dari lembaga keuangan islam masih terbatas.  

Pemateri terakhir yaitu Associate Profesor DR. Asmak Ab Rahman (Academy of Islamic Studies, University of Malaya). Beliau menjelaskan tentang mekanisme pencantuman logo halal dan biaya sertifikasi halal di Malaysia. Malaysia telah menjadi Role Model dalam industri halal untuk pertumbuhan ekonomi mereka. Seminar ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari mahasiswa-mahasiswa dan para praktisi serta akademisi lainnya. Diharapkan dari seminar ini menambah literasi dan wawasan para peserta khususnya generasi millenial dalam memanfaatkan peluang industri halal yang semakin meningkat.

Foto bersama Moderator dan Pembicara

Setelah sesi seminar berakhir, dilanjutkan dengan pengumuman lomba Call for Paper oleh panitia. Juara I yaitu dari Universitas Indonesia, Juara II yaitu dari Universitas Diponegoro (Tim 1), Juara III yaitu Universitas Gunadarma (Cici Indriyani) dan Best Presentation yaitu Universitas Diponegoro (Tim 2).

Foto bersama para pemenang

         Pada hari ketiga (18/10), finalis diajak field trip mengelilingi kota Surabaya untuk mengenalkan secara langsung tempat wisata yang ada di Surabaya. Museum Perjuangan Sepuluh November dan Museum Bank Indonesia menjadi destinasi wisata yang kami kunjungi. Filed trip membawa kesan bahwa kita harus selalu mengingat sejarah. Kami diajak berkeliling dan di ceritakan oleh salah satu tour guide bagaimana sejarah-sejarah para pahlawan terdahulu dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Rasa senang dan bangga karena bisa mengharumkan nama baik KSEI SEF serta nama baik Gunadarma di kancah nasional dengan membuktikan prestasi-prestasi terbaik.

“Alhamdulillah senang bisa ikut berpartisipasi dalam Seminar and Call For Paper yg diselenggarakan oleh Universitas Airlangga. Mendapatkan juara III menurut saya itu bonus karena yang terpenting adalah pengalaman dan rasa berkompetisi dengan mahasiswa dari universitas lain. Di atas langit masih ada langit dan hal ini tentu saja tidak mungkin dapat diraih tanpa kerja keras dan bantuan dari saudara-saudari dan kakak alumni Sharia Economic Forum yang turut membantu dalam mempersiapkannya” Ujar Cici

Selain itu, banyak pengalaman baru yang dirasakan oleh para finalis. Dapat berdiskusi bersama dan bertukar pikiran dengan teman-teman dari berbagai universitas menjadi kebahagian tersendiri karena selain menjalin silaturahim juga menambah ikmu dan wawasan baru.  

“Hikmah yg didapat dalam mengikuti perlombaan tentunya menambah banyak sekali relasi dari berbagai mahasiswa asal universitas yg berbeda-beda dan pengalaman yg didapat sangat luar biasa, serta mendapatkan banyak tambahan ilmu terkhusus bidang industri halal yg memang saat ini sedang melesat perkembangannya” Tutur Ricka

Laporan: Putri Yunela Sari

  • 30 Sep 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

SEF Prestasi LKTI SESO 2019, TIM SEF Universitas Gunadarma Juara 1 dan 2

Link LKTI:

/uploads/ckeditor/attachments/58/Ringkasan_LKTI_SESO_2019_Tim_SEF_Gunadarma.pdf

          Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Sharia Economic Smart Olympiad (SESO) 2019 yang diselenggarakan oleh IPB University, Bogor, Jawa Barat. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut yaitu Tim 1 yang beranggotakan Putri Yunela Sari (Akuntansi 2016), Taufik Ikhsan Muchlisyn  (Ekonomi Syariah 2016) dan I Putu Kemal Pratama (Manajemen 2017). Dan Tim 2 beranggotakan Lailatul Munawaroh (Manajemen 2016), Reren Anggun Wulandari (Manajemen 2016) dan Erwin Faridah (Manajemen Pemasaran 2016). SESO merupakan rangkaian acara dari The 15th SEASON yang merupakan agenda tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI SES-C Fakultas Ekonomi dan Manajemen Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat mahasiswa dan Olimpiade Ekonomi Islam tingkat SMA/MA dan Mahasiswa.  LKTI adalah ajang kompetisi karya tulis tingkat nasional yang sudah memasuki tahun ke 15 dan diikuti oleh 12 Universitas di seluruh Indonesia dengan mengirimkan karya terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Acara ini berlangsung pada 25 - 26 September 2019 bertempat di Kampus Darmaga, IPB University. 

            Pada hari pertama (25/09), dimulai dengan pembukaan acara dan dilanjutkan dengan persentasi karya tulis dari 12 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Univerisitas Negri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Airlangga, Institut Tazkia, Universitas Islam Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Gunadarma. Acara ini  mengusung tema "Membangun Jiwa Sociopreneur untuk mengoptimalisasi Wakaf Produktif di Indonesia" yang bertujuan untuk mengoptimalkan salah satu Filantropi Islam, yaitu wakaf produktif dalam segala aspek baik dalam perekonomian, pendidikan Islam maupun UMKM di Indonesia. Tim 1 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-12 dengan mengangkat topik mengenai anak-anak marjinal dan pendidikan Islam dengan judul Paper “RUMAH WAKAF (RU KAF): OPTIMALISASI WAKAF PRODUKTIF DENGAN KOLABORASI CROWDFUNDING DAN CROWDSOURCHING DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU INDONESIA CERDAS (PILOT PROJECT: SEKOLAH MASTER, DEPOK)”. Topik tersebut membahas mengenai pengumpulan dana wakaf dengan platform kolaborasi crowdfunding dan crowdsourching untuk pembiayaan gedung ataupun operasional Sekolah Master dengan menghadirkan sistem program  pembelajaran kepada anak-anak yang disebut dengan Kidz Preneur dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pendidikan Islam di Indonesia terutama pada Sekolah Master yang diharapkan anak-anak disana dapat mandiri dan mempunyai karakter yang baik kedepannya. Sedangkan Tim 2 Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-5 dengan mengangkat topik mengenai para TKI  dan Ekonomi dengan judul Paper “BANGKITKAN KEMANDIRIAN EKONOMI TKI MELALUI “KAMPUNG KABAHAN” DENGAN METODE SOCIAL GROUP WORK BERBASIS WAKAF (PILOT PROJECT: KABUPATEN INDRAMAYU)”. Topik tersebut membahas KABAHAN yang merupakan konsep reaktualisasi peran TKI yang bersinergi langsung dengan petani mangga sebagai supplier mangga, lalu menjadikan wakaf & akad syariah sebagai instrument dasar pemberdayaan TKI sociopreneur industri mangga.

           Pada hari kedua (26/09), merupakan puncak dari acara The 15 th Season dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Olimpiade Ekonomi Islam dan diakhiri dengan Seminar Internasional & BWI Wakaf Goes to Campus bertemakan “Membangun Wakaf sebagai Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia”  Di hadiri oleh Bapak Prof. Dr. Ir Mohammad Nuh, DEA (Head of Badan Wakaf Indonesia) sebagai. Seminar ini dimoderatori oleh Bapak Dr. Muhammad Iqbal Irfany, SE, MappEC (Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB) dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Dr.Ibrahim F. Khojah (Technical and Vocational Training Corporation Saudi Arabia), Bapak H. Muhammad Fuad Nassa, S.Sos, M.sc (Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf  Kemenag) dan Bapak Drs. Susono Yusuf (Divisi Humas, Sosialisasi dan Literasi BWI). Seminar ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari mahasiswa-mahasiswa dan para praktisi serta akademisi lainnya. Diharapkan dari seminar ini menambah literasi dan wawasan para peserta khususnya generasi millenial dalam memanfaatkan potensi wakaf produktif Indonesia yang begitu besar. SEF UG berhasil meraih penghargaan juara 1 yang diwakili oleh oleh Tim 1 (Putri Yunela Sari, Taufik Ikhsan Muchlisyn, I Putu Kemal Pratama) dan juara 2 yang diwakili oleh Tim 2 (Lailatul Munawaroh, Reren Anggun Wulandari, Erwin Faridah) dan juara 3 diraih oleh Universitas Padjadjaran.

Laporan: Putri Yunela Sari

  • 6 Apr 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan
Perkembangan pasar muslim yang pesat membuat banyak negara mulai sangat serius untuk membangun industri halal. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak, Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam Industri Halal. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menguatkan kapasitas untuk bersaing di kancah global. Paradigma Lembaga Keuangan Mikro yang benar-benar melek literasi hanya 31%. Tujuan dari Lembaga Keuangan Mikro yaitu pengentasan kemiskinan dan menjadikan UKM yang sehat dan berkembang dengan menitikberatkan pada masyarakat ekonomi yang lemah. SDM merupakan aset yang paling berharga guna mewujudkan tujuan organisasi. Dalam HRD Syariah sendiri menggunakan metode benchmarking sebagai landasan dalam Manajemen HRD Syariah, dengan mengambil esensi-esensi pada generasi terbaik, kemudian di refleksikan pada keadaan terkini. Dengan membuat inovasi seperti penciptaan teknologi digital yang dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi. 
Ekonomi Digital terdiri dari berbagai elemen yang identik dengan penggunaan teknologi. Dalam penggunaannya diperlukan keseimbangan untuk memanfaatkan peluang & tantangan ekonomi digital serta mendorong inovasi dan menjaga stabilitas. Tentunya dengan menerapkan nilai-nilai Islam dari industri halal yang mengandung kebijakan, prinsip, motif, arahan dan etika dalam melakukan kegiatannya. Dalam penerapan pembangunan ekonomi, ziswaf sangat berpengaruh didalamnya. Meliputi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan Ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan memenuhikebutuhan dasar masyarakat.
Berkaitan dengan pembangunan ekonomi, sebagai negara yang memiliki berbagai bentuk keindahan alam, andil pariwisata halal tidak dapat  diragukan lagi. Hal tersebut terbukti dimana pariwisata  khususnya pariwisata halal telah memberikan kontribusi terhadap PDB di negara Indonesia. Selain itu, Indonesia mendapatkan penghargaan dalam ajang “World Halal Tourism Awards 2016” dan pada saat ini Indonesia memprioritaskan 10 destinasi wisata yang ada diberbagai daerah, seperti Aceh, Riau, Sumatra Barat, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Lombok dan Jawa Tengah. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia tentu menjadikan makanan yang halal lagi baik telah menjadi suatu hal yang wajib. Untuk menjamin kehalalan produk, pemerintah telah membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Ulama Indonesia (LPPOM MUI). LPPOM MUI dapat membantu umat Islam untuk menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan Islam yang telah diatur dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 173 yang menjelaskan terkait hukum halal dan haram. Kesehatan dalam Islam memiliki makna yang benar-benar harmonis dan proporsional dalam berbagai aspek kehidupan manusia secara sempurna seperti jasad, pikiran, dan spiritual (ruh).
Dengan menerapkan kesehatan sesuai tuntunan Islam. Maka, secara otomatis kita dapat menerapkan prinsip Halal Is My Life sebagai gaya hidup kita. Sebab dalam Islam kebersihan adalah sebagian dari iman dan kebersihan merupakan cikal bakal dari kesehatan. Jika masyarakat sudah membudayakan kesehatan, maka kesehatan roda perekonomian pun akan tumbuh dengan sendirinya.
Laporan: Anesi
  • 10 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[COMING SOON ON APRIL 2019]

Welcoming our PRESTIGIOUS ANNUAL EVENT
By Sharia Economic Forum (SEF) of Gunadarma University

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT (GSENT) 2019

Our Agenda:
- National Seminar
- International Seminar
- Student Conference
- National Islamic Economic Olympiad
- Video Competition

For further information follow at: @gsent_sef

Stay close with us at: gsent.shariaeconomicforum.org

#GSENT2019 #KSEISEFUG
#PemudaSEF #EkonomRabbani
#PemudaPenggerakPeradaban

  • 7 Jan 2019

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF Cepat Tanggap]

Assalamu'alaikum Warahmatullah  Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 07 Januari 2019 telah menyalurkan donasi sosial yang terkumpul melalui PKPU Human Initative untuk saudara kita di Selat Sunda yang terkena bencana alam. Pasca Tsunami Selat Sunda yang menimpa wilayah Banten dan Lampung, pihak PKPU Human Initiative terus menyalurkan paket bantuan. Adapun paket bantuan tersebut terdiri dari dapur air, beragam kebutuhan pangan atau food item, hygiene kits dan family kits.

Per Desember 2018, tim sudah membantu 2.380 penerima manfaat dan masih akan terus bertambah. Hingga hari ini PKPU Human Initiative masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lokasi kejadian. Mengirimkan tim respon tanggap darurat dan melakukan assessment. Tim terdiri atas 9 personil dari PKPU HI dan 12 relawan PKPU HI yang terus bergerak tak kenal lelah.

Jazamukullah khayraan kepada kakak dan adik semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Selat Sunda dengan total dana terkumpul sebesar Rp 1.350.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua dan kelak akan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

  • 31 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[SEF CEPAT TANGGAP]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, SEF pada tanggal 31 Oktober 2018 telah menyalurkan dana sosial yang terkumpul melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala yang terkena bencana alam. Bantuan logistik termasuk dari beberapa Kapal Kemanusiaan telah distribusikan oleh ACT.

Sudah ada 1 posko induk ACT, 15 posko wilayah, 21 posko unit, 54 posko dapur umum, 1 posko medis, 1 posko food truck, 3 posko logistik, 4 posko Integrated Community Shelter, dan 1 posko ACT Humanity Store.

Syukron Jazamukullah Khayraan untuk semua yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk saudara-saudari kita di Palu dan Donggala dengan total dana terkumpul sebesar Rp 2.000.000.

Semoga bisa menjadi salah satu amal jariyah bagi kita semua, dan Allah gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 1 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Seminar Nasional 1:

“The Economic Crisis Cycle: Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges”

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional Kalimalang dengan tema besar The Economyc Crisis Cycle. Seminar ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu dalam sesi 1 dengan sub tema Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges dari pukul 08.30 – 12.00 WIB di Ruang Cinema J167 Universitas Gunadarma Kalimalang.

Seminar Nasional adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Anisah Ajeng Jayanti, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Anesi (Inggris), dan Indah Sari (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan oleh Zaki Ilhaam Muhammad selaku ketua pelaksana Aktualisasi Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan  bahwa  Pemuda yang sakit adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang baik-baik saja, sedangkan pemuda yang sehat adalah pemuda yang merasa bahwa dunia ini sedang tidak baik (sakit). Pemuda menjadi tonggak peradaban dunia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Imam Subaweh selaku Ketua Jurusan Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa SEF merupakan organisasi yang sangat dibanggakan oleh Gunadarma. Manusia menjadi khalifah di muka bumi ini, harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sebaik-baiknya. Tugas kita ialaha menegakkan ekonomi islam dan memberantas riba.

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah Ibu Nur Azifah yang merupakan Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma.

Pembicara pertama yaitu Bapak Dr. Muhammad Muflih. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Pandangan Islam Terhadap Penetapan Mata Uang Dunia dan Krisis Global”

Dunia mengalami krisis ekonomi pada 1900-an. Krisis merupakan history yang ada disetiap zamannya. Bagaimana pandangan Islam terhadap dollar?. Dollar mengalami beberapa fase yaitu yang dibackup dengan emas. Pada Perang Dunia II, Amerika memenangkan Perang sehingga membuat Amerika menjadi negara adikuasa. Pada tahun 1994 masyarakat dunia mencari sistem moneter yang dikumpulkan di Bretton Woods yang menyepakati transaksi yang berlaku didunia. Dollar AS di patok pada tingkat bunga tetap ke emas yang membuat dollar AS sepenuhnya dapat dikonversi menjadi emas pada tingkat tetap $35. Uang yang terlalu benyak menyebabkan inflasioner, sedangkan barang yang terlalu banyak menyebabkan deflasioner.

Pada tahun 1971, Bretton Woods menurun karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap dollar sehingga ekonomi tidak bergairah. Mulai 1970 awal amerika menetepakan fightnmoney, yang menetapkan Dollar sebagai patokan nilai tukar dunia. Menurut kelompok Dinaris, dinar merupakan keseimbangan sedangkan dollar itu riba karena nilai instrisiknya tidak sama. Namun menurut Zubair Hasan dari Malaysia yang menolak karena setiap negara mempunyai stándar emas masing-masing. Jadi dapat disimpulkan bahwa kunci terjadinya krisis adalah karena perilaku. Islam meningkatkan money demand untuk orang miskin. Dalam Islam uang tidak boleh menganggur harus berputar. Zakat mampu mengubah struktur permintaan mata uang.

Pembicara kedua yaitu Bapak Prayudhi Azwar. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Fokus Kebijakan dalam Mengantisipasi Krisis Ekonomi Global”

Knowladge akan dibayar mahal daripada tenaga. Tantangan Dinamika Ekonomi Global

  • Small Open Economy, pada 2008 Amerika melakukan ekspansi, bukan melakukan pengurangan mata uang. Sedangkan Indonesia pada 2008 mengalami krisis yaitu harga naik. Pada 2010, negara-negara lain mengejar Indonesia maka terjadilah massive capital inflow. Untuk mempelajari ekonomi syariah, kita juga harus mempelajari ekonomi konvensional, agar dapat mematahkan teori ekonomi konvensional. Indonesia saat ini terjadi rezim devisa bebas dan kebijakan moneter independen.
  • Melandainya yield curve dari Surat Utang Pemerintah AS, pada 2007 Amerika keluarkan obligasi baru. China memegang 1 ½ T USD dari devisa mereka. Pada 2017 China mulai menjual cadangan devisanya. Ketika China mulai tidak selera memegang bond Amerika, sehingga bond turun, sehingga investor yang tidak mengerti menginvestasi ke Amerika.

Tugas BI adalah hakikatnya sebagai rem. Tujuan BI menurut UU N0 23 Tahun 1999 tentang BI (pasal 7) bahwa Bank Indonesia bertujuan mencapai dan memelihara kestabilan Nilai Rupiah.

Tantangan untuk kita semua yaitu Adanya eksternal shock

  • Defisit neraca dagang Oktober, terparah kedua kalinya di 2018
  • Neraca dagang migas tekor Rp 158 T terparah sejak 2014

Pembenahan disektor ini Y= C+I+G+X-M

Kondisi saat ini ialah 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan 100 orang kekayaan masyarakat Indonesia. Untuk ini dipegang oleh pengusaha sektor rokok. Kehebatan Islam yaitu mempunyai instrument zakat, impact zakat yaitu mendorong orang yang mempunyai emas dengan nisab zakat.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 1

  1. Ade Saputra dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Petanyaan ditujukan kepada Bapak Muflih. Apa upaya pemerintah dalam menangani krisis dan apa dampaknya pada saat ini?

Bapak Muflih: Krisis 2008 menciptakan ekonomi yang menakutkan untuk Indonesia. Krisis luar biasa 1997. 1998 masyarakat Indonesia mulai memperhitungkan kembali krisis yang dibangun. Yang dikhawatirkan Indonesia pada tahun 2008 adalah kenaikan suku bunga. Dalam rangka mengantisispasi krisis 2008, masyarakat ekonomi syariah memberikan gairah untuk Indonesia dengan BI mengeluarkan wakaf.

 

  1. Anissa Febi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara

Pertanyaan ditujukan kepada Bapak Prayudhi. Bagaimana open mind untuk berinvestasi dinegara sendiri.

Bapak Prayudhi: Perlu bangun enterpreunership skills dan manfaatkan waktu kita yang dipakai untuk nilai tambah. Apapun yang menambah daya saing kumpulkan dari sekarang. Jangan pernah menyalahkan keadaan, eskplor keluar dan produksi dalam negri.

 

  1. M. Iqbal dari Universitas Gunadarma

Pertanyaan ditujukan untuk Bapak Prayudhi. Bagaimana strategi memutuskan mata rantai di Indonesia

Bapak Prayudhi: pemerintah mengefektifkan programnya. Pendanaan sebisa mungkin dari BUMN bukan pendanaan dari luar.

Pertanyaan dan Jawaban sesi 2

  1.  

Apakah ada pengaruh dari siklus ekonomi terhadap peraturan negara?

Bapak Muflih: Siklus ekonomi bisa mempengaruhi wujud regulasi, pun sebaliknya. Setiap negara harus protect negaranya agar tidak kalah dikompetensi negara. Kunci utamanya adalah regulasi dan kemajuan ekonomi dapat terstimulasi.

  1. Fitria Ayudha dari Universitas Bhayangkara

Apakah riba tersebut mempengaruhi kas negara dan apa upaya pemeribtah untuk menanggulanginya?

Bapak Prayudhi: Sekarang krisis terjadi karena kerusakan tangan-tangan manusia sehingga terjadi bubble. Supaya riba tidak berkembang yaitu mensosialisasikan ekonomi syariah agar masyarakat mau menabung di bank syariah sehingga bank syariah dapat me-landing uang tersebut.

Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan: Putri Yunela Sari

 

 

 

 

Seminar Nasional 2:

Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 01 Desember 2018 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of The Economic Crisis Cycle” pada sesi dua pukul 13.00 – 16.00 WIB di Ruang Cinema J167, Kampus J1, Universitas Gunadarma, Kalimalang.

Seminar Nasional Kalimalang adalah acara setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Kalimalang. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Adam Al-Aziz, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Bintang Widya Atmojo (Arab), Alief Sucianingsih (Inggris) dan Ricka Annisa (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum periode 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan, maka dari itu sebagai generasi milenial kita harus mampu mengatasi konflik kesenjangan ekonomi. Sebagaimana data membuktikan bahwa empat orang terkaya di Indonesia dapat mensejahterakan seratus juta jiwa penduduk Indonesia.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Imam Subaweh  selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi. Beliau mengatakan bahwa tugas kita saat ini adalah mengembalikan kehidupan kita yang semula menggunakan sistem ekonomi kapitalisme menjadi sistem ekonomi Islam, acara ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pemuda untuk kritis dan mempunyai semangat membangun bangsanya melalui ilmu yang diberikan.

Moderator pada sesi ini ialah Ibu Stevani Adinda Nurul Huda yang merupakan Dosen Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Beliau mengatakan bahwa pemuda harus memiliki semangat dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi dengan kemudahan teknologi di zaman sekarang.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Riawan Amin. Beliau memaparkan bahwa penjajahan yang terjadi sekarang adalah penjajahan etis. Penjajahan yang dilakukan tanpa senjata dan pertumpahan darah namun lebih menyengsarakan. Kenyataannya ini terjadi pada ekonomi kita, tidak semua infalsi mengakibatkan seseorang miskin, semakin tinggi inflasi dapat juga membuat seseorang semakin kaya. Maka yang paling berharga dari Islam adalah Sistem Ekonomi Islam karena disinilah solusi tercipta. Jumlah uang yang beredar memperesentasikan kekayaan suatu negara pada periode tertentu. Maka dalam suatu negara tidak perlu merubah sistem ekonomi, cukup dengan memperbaiki sistem ekonomi.

Pembicara kedua yaitu Bapak Agus Kalifatullah Sadikin. Beliau memaparkan bahwa problem UMKM di Indonesia adalah pada pendanaan yang terbatas. Financial Tecnology diharapkan dapat meembantu pendanaan UMKM, terutama pada masyarakat yang memiliki akses lokasi yang sulit terjangkau. Total 70 Financial Tecnology yang terdaftar pada OJK. Perbedaan Financial Tecnology syariah dengan konvensional terletak pada akadnya.

 

Pembicara ketiga yaitu Ibu Aldilla Kusumawardhani. Beliau memaparkan bahwa sebagai pemuda mulailah berhenti berbicara soal “Aku” dan mulailah berbicara tentang “Kita dan Mereka”. Menjadi pemuda yang peduli dengan masa depan Indonesia merupakan suatu hal yang harus dibuat dalam bentuk aksi nyata. Kesenjangan yang yang terjadi terutama pada masyarakat pedesaan, memerlukan pendidikan untuk dapat merepresentasikan potensi yang ada padanya. Solusinya pada pemuda, mulailah berfikir kritis (ada keresahan) dan mulai dengan aksi nyata (beraksi atau gerakan)..

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi dimana terdapat 3 penanya dari 1 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah oleh Panitia. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Indah Sari

  • 17 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Sharia Economic Event Southeast Asia (SEVENTSEAS) 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Septian Nudin (Manajemen 2016), Lailatul Munawaroh (Manajeman 2016) dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016). 

SEVENTSEAS merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI CIES Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yakni Call for Paper dan Bussiness Plan. Call for Paper adalah ajang kompetisi Paper tingkat nasional yang di ikuti oleh 8 Universitas di seluruh Indonesia yang mengirimkan Paper terbaiknya untuk bisa menjadi pemenang di event tahunan ini. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 15 sampai 17 November 2018.

Pada hari pertama (15/11), acara langsung dibuka dengan persentasi Paper dari 12 tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Gunadarma. Call for Paper mengusung tema "Optimalisasi Potensi Filantropi Ekonomi Islam dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045" bertujuan untuk mengoptimalkan Filantropi Islam, yaitu Zakat, Infaq Sodaqah, Wakaf (ZISWAF) sebagai penggerak utama dalam membangun Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang. Tim Universitas Gunadarma tampil pada urutan ke-2 dengan mengangkat topik mengenai Disabilitas dan Ekonomi dengan judul Paper “RUMAH TUNA INDONESIA (RT ID): SOLUSI WAKAF PRODUKTIF MELALUI PEMBERDAYAAN ENTREPRENEURSHIP TUNARUNGU DAN TUNANETRA BERBASIS CROWDFUNDING DEMI MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS)”. Topik tersebut mengenai platform yang disebut dengan RT ID merupakan wadah khusus yang menaungi para Tunarungu dan Tunanetra dalam bidang entrepreneurship khususnya industri ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara metode crowdfunding dengan pemanfaatan wakaf tanah yang diharapkan dapat mendanai RT ID dalam menjalankan kegiatan operasional.

Pada hari kedua (16/11), para finalis diajak berkeliling Kota Batu dan Malang untuk mengenalkan secara langsung tempat wisata disana. Alun-alun Batu yang menjadi ikon Kota Batu juga turut menjadi salah satu destinasi. Setelahnya, kami mengunjungi Green Eco Park sebagai salah satu tempat wisata menarik di Kota Malang.

Pada hari ketiga (17/11) merupakan puncak dari ajang Sharia Economic Event Southeast Asia (SEVENTSEAS) 2018 yang dibuka dengan Seminar Internasional dan diakhiri dengan Seminar Nasional bertemakan "Optimizing the Philantrophy of Islamic Economics to achieve an Independent Society’s Economy" dihadiri oleh Bapak M Nuh sebagai Keynote Speaker mendapatkan antusiasme yang sangat luar biasa dari kalangan Mahasiswa maupun praktisi ekonomi syariah. Acara ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Call for Paper dan Bussiness Plan yang langsung diserahkan oleh Para Undangan Pembicara dan diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh ketua tim pemenang SEVENTSEAS 2018.

  • 10 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 10 November 2018 menyelenggarakan Sef Super Mentor dengan tema Beyond The Average: Unlocking Your Mind and Think Creative! dalam satu sesi dari pukul 08.30 – 11.30 WIB di Ruang Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Depok.

Sef Super Mentor adalah event setahun sekali yang diadakan oleh SEF di Depok. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Reren Anggun Wulandari, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Ali Muhsin (Arab), Endang Sulastri (Jepang), Poppy Irani (Inggris), dan Adam al-Aziz (Indonesia)

Sambutan pertama disampaikan  oleh M. Alfian Darmawan selaku ketua Sharia Economic Forum 2018/2019. Beliau mengatakan  bahwa  pemuda adalah penggerak peradaban, pemuda sebagai tonggak dalam sebuah peradaban, pemuda harus bebas akan finansial dan pemuda juga harus berintelektual baik itu pikiran maupun emosi.

Sambutan kedua disampaikan oleh  Pak Riskayanto selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah. Beliau mengatakan bahwa acara ini menjadi ajang bagi para peserta dalam meniti karir dan mengarungi lautan setelah masa perkuliahan nanti. Diharapkan acara ini dapat memotivasi dan menggerakan cita-cita yang sudah di canangkan oleh para peserta.  

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Moderator pada kali ini ialah saudara Abdul Roqqib yang merupakan ketua SEF 2017/2018. Beliau mengatakan bahwa pemuda sebagai penggerak peradaban harus mempunyai pemikiran yang terbuka dan kreatif disamping dengan tuntutan kemajuan zaman yang menuntut kita untuk berfikir kreatif.

Pembicara pertama yaitu Bapak Ahmad Fajri Shauti. Beliau memaparkan tujuan dari acara ini adalah untuk menginspirasi semua mahasiswa/i agar menjadi mahasiswa/i yang mempunyai value. Perubahan zaman yang sudah masuk pada era Revolusi Industri 4.0 yang berpengaruh kepada penurunan penggunaan SDM ke teknologi, perubahan model bisnis, perubahan penilaian investor, perubahan jenis profesi. Kemudian, solusinya adalah mempersiapkan diri dengan menambah skill. Salah satu bentuk mempersiapkan dirinya adalah dengan berorganisasi, bentuk kelompok belajar yang solid, travelling dengan tujuan mencari skill.

Pembicara kedua yaitu Bapak Santoso Permadi. Beliau memaparkan bahwa mahasiswa harus mempunyai softskill, hardskill, mindset, dan relations. Untuk dapat dikenal oleh dunia, maka pemuda harus membuat karya atau kegiatan produktif lainnya yang menjadikan kita pantas disebut sebagai pemuda "Beyond The Average". Beliau juga mengatakan bahwa karir itu adalah ketika kesiapan, kesempatan, dan kepantasan datang bersamaan. Disamping itu, 4 hal yang harus di perhatikan adalah kombinasi antara iman, adab, ilmu dan amal.

Pembicara ketiga yaitu Bapak Muhamad Rizky Rizaldy. Beliau memaparkan bahwa be yourself bukanlah suatu seruan yang tepat, namun justru menjebak. Kita harus mempunyai mentor/tokoh yang dapat diteladani. Untuk menjadi orang hebat adalah dengan berteman dengan orang hebat. Ciri khas orang hebat adalah mempunyai tujuan, berani, serta senantiasa memegang kalimat "Smooth Seas Never Made Great Sailors", artinya orang hebat tidak terlalu memikirkan masalah tetapi lebih kepada berani akan tantangan.  Avoid averageness, get faster, embrace the greatest power, be altruistic juga merupakan beberapa kalimat yang dapat dijadikan sebagai motivasi para pemuda.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 2 sesi dimana terdapat 5 penanya dari 2 sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Anisah Ajeng Jayanti