Publikasi - Laporan Kegiatan

  • 10 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[ Sharia Economic Festival (Sharia Ecofest) 2018 ]

Barakallahulakum
- Dwi Rahayu (Manajemen 2015)
- Indah Nur Maulina (Manajemen 2017)
- Reita Fabiolyn Qamaril (Manajemen 2016)

Sebagai perwakilan KSEI SEF Universitas Gunadarma pada perlombaan Sharia Economic Festival (Sharia Ecofest), UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Atas keberhasilannya dalam meraih Juara 3 National Essay Competition.

- Dengan Judul Essay:
(Optimalisasi Wakaf Uang Untuk Pemberdayaan Colleaguepreneur Dalam Menghadapi Bonus Demografi 2020 Melalui E-Wacopers)

Jakarta, 10 Oktober 2018

#shariaecofest2k18 #PemudaSEF
#SEFPrestasi #Gunadarma

  • 22 Sep 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

[ Best Presentation - FALAH 2018 ]
.
Barakallah
- Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016)
- Septian Nudin (Manajemen 2016)
- Lailatul Munawaroh (Manajemen 2016)
.
.
Sebagai perwakilan KSEI SEF Universitas Gunadarma pada perlombaan Festival Ilmiah Ekonomi Syariah (FALAH), Universitas Airlangga
.
.
Atas keberhasilannya dalam meraih Best Presentation Tingkat Nasional - FALAH 2018
.
Surabaya, 19 - 22 September 2018
.
#FALAH2018 #PemudaSEF
#SEFPrestasi #Gunadarma

  • 19 Mar 2018

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengikuti Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek 2018 yang berlangsung pada 05-09 Maret 2018 bertempat di Universitas UIN Syarif Hidayatullah. Temilreg merupakan ajang perlombaan bergengsi yang diikuti oleh setiap Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek. Ini merupakan agenda rutin FoSSEI (Forum Silaturahim Ekonomi Islam) yang dilaksanankan setiap tahunnya. Pada tahun ini Temilreg Jabodetabek 2018 mengangkat tema yang menarik dan sedang hangat-hangatnya pada saat ini, yaitu SMALL Enterprise for BIG Indonesia

Dalam event Temilreg Jabodetabek 2018 ini ada berbagai cabang perlombaan, diantaranya: Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ekonomi Islam, Pengembangan Ekonomi Islam, Video Ekonomi Islam, Business Appraisal, Kisah Inspiratif Muslimah dan Lomba Poster. Pada Temilreg Jabodetabek 2018 ini, SEF Universitas Gunadarma mengirimkan delegasinya untuk ikut serta dalam semua cabang lomba.

Hari pertama acara dibuka dengan opening Temilreg Jabodetabek 2018 dan Seminar Internasional yang berjudul Optimazing The Capability of Technology- Based SME in The Global Competition Era yang dipaparkan oleh Dr. Mohammad Daud Bakar, PhD, Dr. Adiwarman Azwar Karim, MBA, MAEP, Dr. Ahmad Sukro Tratmono, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, dan Mohd. Nasir Tajang, S.Ag., M.Si. Acara dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam.

Untuk cabang Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG mendelegasikan 2 Tim, yaitu Tim 1 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014), Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014), Taufik Ikhsan Muchlisyn (Ekonomi Syariah 2015), Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Mulyadi (Ekonomi Syariah 2015), dan Rika Aulia (Akuntansi 2016). Dalam babak penyisihan ini, kedua Tim SEF UG berhasil masuk ketahap semifinal.

Hari kedua, kedua Tim SEF UG berhasil masuk pada tahap semifinal. Dimana dalam semifinal terdapat 10 tim terbaik. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI).

Hari ketiga, Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Talkshow “Dialog Intelektual UMKM”. Sementara diruangan lain sedang berlangsung penyisihan Pengembangan Ekonomi Islam (PEI).

Hari keempat, Sedang berlangsung penyisihan Business Appraisal dan pengumuman 5 tim finalis Olimpiade Ekonomi Islam dan diataranya terdapat 2 tim SEF UG yang masuk ke tahap final yaitu Student Conference.

Pada hari terakhir ini, 5 Finalis yang berhasil melaju akan diberikan studi kasus dan harus mempresentasikan solusi dari studi kasus tersebut dalam waktu 15 menit, dengan tema Student Conference “Small Enterprises and Islamic Economic’s Solution”. Dalam teknis pelaksanaannya, finalis tidak hanya menjawab pertanyaan dari panelis, tetapi juga pertanyaan dari audiens. Kemudian dilanjutkan Sarasehan Alumni yaitu merupakan sharing session dari para alumni KSEI sebagai pembicara dan bersifat tertutup hanya untuk KSEI se-Jabodetabek. Acara internal ini mengundang pembicara dari para alumni untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bagi para anggota KSEI se- Jabodetabek. Dan pada malam harinya berlangsung agenda NIGHT AWARD, malam penghargaan untuk cabang perlombaan temilreg 2018. Sekaligus menjadi penutup dari rangkaian acara WESHARE – TEMILREG 2018. Dengan Tema: “The Glory of Sharia Economic” . Tiba saat pengumuman, SEF UG berhasil meraih Media Terbaik SE-JABODETABEK 2018. Selain meraih Media terbaik, SEF UG berhasil meraih juara 3 Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTIEI) yang diwakili oleh Dwi Rahayu (Manajemen 2015), Eman (Akuntansi 2014), dan Endang Sulastri (Manajemen 2015). Selain itu SEF UG juga berhasil meraih Juara 3 Pengembangan Ekonomi Islam (PEI) yang diwakili oleh Abdul Roqqib (Akuntansi 2014), M. Wizly (Akuntansi 2015), dan Nuke Winandha (Manajemen 2014). Dan SEF UG berhasil mendapatkan penghargaan Dresscode Terbaik yang diawakili oleh Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Ade Putri Rahayu (Akuntansi 2016), dan Yolanda Regita Cahyani (Manajemen 2016).

 

 

  • 21 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih juara 3 call for paper dalam acara SEVENTSEAS 4 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya,Malang, Jawatimur. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Muhammad Wizly (Akuntansi 2015), Dwi Rahayu (Manajeman 2015) dan Raudatul Munauwarah (Akuntansi 2014). Juara 1 untuk ajang ini diraih oleh Institut Pertanian Bogor dan sementara yang menjadi juara 2 yaitu Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

SEVENTSEAS merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh KSEI CIES Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang rangkaian acaranya terdiri dari dua lomba seperti Business plan (BP), dan Call For Paper (CFP). Untuk Call For Paper (CFP) itu sendiri adalah ajang kompetisi paper tingkat nasional yang di ikuti oleh  tim dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia dengan tahapan seleksi pertama terpilih sebanyak 25 abstrak lalu terpilih 9 tim untuk melanjutkan ke babak persentasi. Kegiatan CFP itu sendiri diselenggarakan pada tanggal 18 dan 19 November 2017. 

Pada hari pertama (18/11), acara langsung dibuka dengan persentasi paper dari masing – masing tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Gunadarma. Call For Paper ini mengusung tema “Strategi dan Inovasi Perkembangan Ekonomi di Era Digital” dengan mengambil beberapa sub tema diantaranya Teknologi, Ekonomi, Sosial dan Politik, Sumber daya, Hukum, Pendidikan, Infrastruktur dan Keuangan.

Tim Gunadarma sendiri mengangkat topik mengenai Infrastruktur dan Ekonomi dengan judul paper “Penggunaan Sharia Big G Farm System Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Serta Kesejahteraan Masyarakat”. Melihat potensi pengembangan pertanian di Indonesia yang sangat tinggi, maka Sharia Big G Farm adalah upaya yang kami berikan untuk pengelolaan infrastruktur dan irigasi pertanian. Sistem ini berbasis Internet of Think dimana sensor dalam sistem ini akan langsung menyalurkan air ke dalam lahan pertanian dari embung air yang di buat. Sebagai instrumen pendukung dalam sistem pembangunan irigasi ini menggunakan skema Sukuk Ijaroh. Selain itu, di dalam tema paper yang diangkat, Tim Gunadarma juga menawarkan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk memudahkan para petani dalam mengontrol pengairan dilahannya dan menjual hasil panennya. Dimana aplikasi tersebut terhubung dengan Kementerian Pertanian.

Pada hari kedua (19/11), di buka dengan acara seminar Internasional yang bertemakan Financial Technology for Islamic Economic Development. Dan dilanjutkan dengan pengumuman Juara SEVENTSEAS 4 Call for Paper 2017. Acara ini diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dari seluruh peserta yang mengikuti Kompetisi CFP ini.

 

 

  • 2 Nov 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Rabu, 25 Oktober 2017, Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih juara 3 call for paper dalam acara IQTISHODUNA 6 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015), Eka Purwati (Akuntansi 2013) dan M Bifa Rizky Mulyanto (Akuntansi 2014). Juara 1 untuk ajang ini diraih oleh Universitas Muhamadiyah Yogyakarta dan sementara yang menjadi juara 2 yaitu Universitas Airlangga. IQTISHODUNA merupakan rangkaian acara tahunan terbesar yang diadakan oleh himpunan ekonomi islam (Hima Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang rangkaian acaranya terdiri dari beberapa lomba seperti Sharia Economics Olympiad(SEO), Sharia Call For Paper (SCFP) dan ada pula bazar besar Sharia Fair (SF) yang di adakan di Mall Royal Plaza, Surabaya. Untuk Sharia Call For Paper (SCFP) itu sendiri adalah ajang kompetisi paper tingkat nasional yang di ikuti oleh 88 tim dari perguruan tinggi negri maupun swasta di Indonesia dengan tahapan seleksi pertama terpilih sebanyak 50 abstrak lalu terpilih 10 tim untuk melanjutkan ke babak persentasi Paper hingga hanya 5 tim saja yang berhak ikut ke babak final study case. Kegiatan SCFP itu sendiri di selenggarakan pada tanggal 24-26 Oktober 2017. 

Pada hari pertama (24/10) langsung dibuka dengan persentasi paper dari masing – masing tim yang terpilih yakni diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Negri Semarang, Universitas Brawijaya, Universitas Negri Malang, Universitas Indonesia, Universitas Islam malang, Universitas Islam Negri Jakarta dan Universitas Gunadarma.  Sharia Call For Paper ini mengusung tema “Optimalisasi Nilai Islam Melalui Keuangan Syariah Guna Tercapainya Masyarakat Madani” dengan mengambil beberapa sub tema diantaranya Pembiayaan Berbasis Ekonomi Syariah Untuk Industri Halal, Peningkatan Kualitas Pemahaman SDM Mengenai Ekonomi Syariah, Indonesia Sebagai Pusat Pasar Modal Syariah, Kebijakan Pemerintah Dalam Memaksimalkan Nilai Syariah Pada Lembaga Keuangan dan Peran Teknologi Dalam Menunjang Peningkatan Industri Keuangan Syariah.

Tim Gunadarma sendiri mengangkat topik mengenai Financial Technology dengan judul paper “Peningkatan Daya Saing Lembaga Keuangan Mikro Syariah Melalui Sharia Micro Smart Card (SMSC) (Study Kasus : Baitul Maal Wa Tamwil Se-Indonesia). Dengan perkembangan jaman yang sudah semakin modern seperti saat ini dan ditambah dengan akan adanya penerapan Financial Technology (FinTech) pada semua industri keuangan atau lembaga keuangan di Indonesia, mengharuskan BMT untuk selalu berinovasi. Oleh karena itu BMT perlu untuk mengeluarkan sebuah inovasi produk yang mampu membuat BMT lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas. Yaitu dengan kartu pintar (SMSC) Sharia Micro Smart Card  yang merupakan kartu prabayar multifungsi yang nantinya akan diterbitkan oleh Baitul Maal wa Tamwil sebagai pengganti uang tunai untuk transaksi berbagai pembayaran, sebagai alternative penggunaan jaminan atas pembayaran pembelian yang dilakukan secara mencicil terhadap toko-toko swalayan, toko penyedia perlengakapn buruh, nelayan maupun pertanian yang sudah terintegrasi dengan BMT tersebut lalu sebagai syarat untuk dapat melakukan pembiayaan kapada BMT dengan mendaftar langsung sebagai nasabah dan juga berfungsi seperti E-money yaitu sebagai transaksi untuk pembayaran jasa transportasi maupun parkir elektronik.

Selain itu, di dalam tema paper yang diangkat, Tim Gunadarma juga menawarkan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk memudahkan para nasabah untuk bertransaksi dan menjadikan aplikasi tersebut untuk berbisnis. Dalam aplikasi yang diberi nama (Sharia Micro Apps) ini terdapat berbagai macam fitur layanan untuk mendukung transaksi digital dan layanan pengguna aplikasi untuk terjun langsung dalam berbisnis yang ditujukan langsung sebagai fasilitas untuk para nasabah BMT.

Pada hari kedua (25/10)  di buka dengan acara seminar Internasional yang bertemakan Islamization of Economics, Current Issues and Challenges. Dan diakhir sesi dilanjutkan dengan pengumuman Juara Sharia Call for Paper IQTISHODUNA 6 2017, lalu pada malam harinya dilanjut dengan acara Family Gathering untuk para finalis SCFP.

Pada hari terkahir (26/10) seluruh peserta kompetisi mengikuti field trip dengan mengunjungi beberapa tempat  khas di Surabaya yakni Tugu pahlawan, museum Surabaya, museum BI Surabaya dan yang terkahir ke pusat oleh-oleh Surabaya. Acara ini diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dari seluruh peserta yang mengikuti Kompetisi SCFP ini.

Laporan: Rahmat Ramdani dan Nuke Winandha

  • 23 Oct 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Audit Syariah”. Acara berlangsung pada hari Jumat, 20 Oktober 2017 pukul 08.00-11.00 WIB di Ruang F630, Universitas Gunadarma, Depok.

Diskusi Ilmiah adalah agenda yang diadakan oleh Kementerian Riset dan Prestasi. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Rika Aulia, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Muhamad Alfian Darmawan (Arab),Reita febiolyn (Inggris), dan Ade Putri Rahayu (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan oleh Abdul Roqqib selaku ketua Sharia Economic Forum (SEF). Beliau mengatakan bahwa Diskusi Ilmiah ini salah satu rangkaian dari Agenda  SEF. Dilatarbelakangi dengan pentingnya mengetahui sistem  pemeriksaan lembaga keuangan syariah dengan adanya Audit syariah.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Nur Azifah selaku Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, beliau mengatakan pentingnya materi terkait Audit Syariah karena ilmu pengetahuan kita menjadi lebih terupdate  dan dapat  meningkatkan kompetensi diri . 

Setelah itu masuklah kita pada acara inti. Dengan seorang pembicara yaitu Bapak Bayu Taufiq Possumah,Ph.D. Beliau memaparkan materi tentang perlunya standar untuk menjamin suatu lembaga syariah atau tidak serta untuk memastikan aktivitas keuangan syariah itu sendiri dengan dilakukannya audit syariah, dikarenakan saat ini perkembangan industri perbankan syariah  sangat pesat sehingga diperlukanlah pengawasan untuk menambah kepercayaan dari masyarakat nantinya. Beliau juga memaparkan strategi membangun perbankan syariah dengan menetapkan standar syariah yang berlandaskan pada Al-Quran dan sunah, membangun sistem GCG dan membangun rating dalam industri keuangan syariah.

Setelah pemateri memberikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab ini berlangsung seperti diskusi pada umumnya dimana saat penanya bertanya pemateri pun langsung menjawab pertannyaan. Acara terakhir yaitu pemberiaan plakat kepada pemateri disertai dengan foto bersama.

Laporan: Aulia Maulitda dan Nuke Winandha

  • 11 Sep 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Minggu, 10 September 2017, Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih juara 2 Paper Competition dalam acara SPACE SEHATI 8 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Tim yang yang berhasil meraih penghargaan tersebut beranggotakan Nina Sakinah (Akuntansi 2015), Eka Purwati (Akuntansi 2013) dan Siti Jamilah (Akuntansi 2013). Juara 1 berhasil diraih oleh Universitas Jember dan juara 3 berhasil diraih oleh UIN Sunan Kalijaga dengan. Sharia Paper Competition (SPACE) SEHATI 8 adalah ajang kompetisi paper tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai macam perguruan tinggi di Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. dan merupakan salah satu rangkaian acara Sharia Economic Activity (SEHATI) 8 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Pada acara tahunan SPACE SEHATI 2017 ini mengusung tema Optimalisasi Financial Technology dalam Meningkatkan Peran Lembaga Keuangan Syariah dengan mengambil beberapa sub tema yakni Ekonomi Kreatif, Teknologi Tepat Guna, Pembangunan Berkelanjutan, Infrastruktur, dan Regulasi. Acara tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia dan dipilih 10 finalis paper competition, diantaranya adalah Universitas Airlangga, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya, Universitas Darusalam Gontor, dan Universitas Gunadarma. SPACE SEHATI 8 diselenggarakan mulai tanggal 9-11 September yang dibuka dengan acara Seminar Nasional di hari pertama (9/9).
Pada hari kedua (10/9) dilanjutkan dengan presentasi Paper dari masing-masing finalis. Tim Gunadarma sendiri mengangkat topik mengenai Optimalisasi Pembangunan Sector Pertanian Indonesia Dengan Menggunakan Sharia Agraria Management Organization (SAMO). SAMO adalah sebuah manajemen organisasi pertanian yang mengkolaborasikan beberapa aspek yang saling berkaitan untuk meningkatkan potensi pertanian di Indonesia, diantaranya adalah aspek pemerintah, bisnis, sosial dan teknologi. Masing-masing aspek dalam SAMO ini dirasa sangat penting dalam membantu mensejahterakan kehidupan para petani di Indonesia, maka dari itu harapannya adalah agar  petani memiliki manajemen yang bagus dan berbasis syariah.
Tidak hanya itu, di dalam tema paper yang diangkat, tim gunadarma juga menawarkan sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk memudahkan produsen dan konsumen untuk bertransaksi dan sebagainya. Dalam aplikasi yang diberi nama “Lumbung Pangan Lokal (LUPAKAL)” ini terdapat berbagai macam fitur yang bisa mempermudah produsen dan konsumen untuk bertransaksi, berinvestasi, dan mengetahui harga pagan secara transparan. Harapannya model aplikasi yang kami gagas bisa terwujud dengan sistem yang baik sehingga bisa benar-benar digunakan oleh para produsen dan konsumen. Pada malam harinya dilanjutkan dengan acara family gathering yaitu sharing pengalaman dengan alumni-alumni Universitas Diponegoro dan terakhir pengumuman juara dari Olimpiade Ekonomi Islam dan Sharia Paper Competition.
Pada hari terakhir (11/9) seluruh para peserta kompetisi mengikuti field trip dengan mengunjungi beberapa tempat khas di Semarang yakni SAM PO KONG, Lawung Sewu, Pusat oleh-oleh Pandanaran, dan terkahir ke Masjid Agung. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi. 

Laporan: Nina Sakinah dan Fauziah.

  • 7 May 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF UG) berpatisipasi kembali dalam ajang kompetisi Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) XVI yang diselenggarakan oleh ForSEBI (Forum Studi Ekonomi Bisnis Islam) UIN Sunan Kalijaga berkerjasama dengan FoSSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) Nasional, berlangsung pada 26 – 29 April 2017 bertempat di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dalam kompetisi ini, SEF UG mengirimkan 3 tim delegasi olimpiade, yaitu Tim 1 terdiri dari: Rizky Akbar (Akuntansi, 2014), Iren Karina (Akuntansi, 2013), dan Iin Tri Mulya Ningsih (Akuntansi, 2013). Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Lisna Aprilianti (Akuntansi, 2014), Fauziah (Akuntansi, 2013), dan Eka Purwati (Akuntansi, 2013). Kemudian Tim 3 terdiri dari: Rahmat Ramdhani (Akuntansi, 2015), Dewi Novitasari (Manajemen, 2013), dan Inggritia Safitri M. (Akuntansi, 2013). Selain itu, SEF UG mengirimkan 4 delegasi simposium, yaitu Tim 1 terdiri  dari: Windriyani (Akuntansi, 2015), Fenton Martin (Teknik Informatika, 2014), dan Annisa Lestari (Akuntansi, 2013). Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Nabila Deerama (Akuntansi, 2015), Dwi Rahayu (Akuntansi, 2015), dan Muhammad Hamdy Nugroho (Akuntansi, 2014). Kemudian Tim 3 terdiri dari: Dian Rosela (Akuntansi, 2014), Cinthya Ayunda (Akuntansi, 2014), Nopi Duwi Hariyanti (Akuntansi, 2013). Kemudian Tim 4 terdiri dari: Nuke Winandha (Manajemen, 2014), Fitra Amelia (Akuntansi, 2013), dan Hilmi Fabriansyah (Akuntansi, 2013).

Foto Bersama Delegasi SEF UG Tim Olimpiade dan Simposium

TEMILNAS merupakan ajang kompetisi nasional yang setiap tahunnya mengundang seluruh mahasiswa dengan Kelompok Studi Ekonomi Syariah dari berbagai Universitas di Indonesia dan tahun ini sudah memasuki tahun ke 16. TEMILNAS XVI mengangkat tema “Optimizing Indonesia’s Potential towards the World Halal Lifestyle Center”. Rangkaian acara terdiri dari: Seminar Internasional, Olimpiade Ekonomi Islam, Simposium, Business Challenge, Diskusi Nasional, Gathering Night, dan CEO Talk.

Hari Pertama, dimulai dengan pembukaan acara oleh rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, dan dilanjutkan dengan Seminar Internasional dengan tema “Optimizing Market Opportunity of Global Halal Industry” oleh Prof. Irfan Syauqi Beik (Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam), Prof. Irwandi Jaswir (Koordinator Riset Halal Industry Research Center IIUM, Malaysia), dan Tentra Andriyani (Representatif Asosiasi Halal Lifestyle) sebagai pembicara. Pertumbuhan Industri Halal di Indonesia sangat berpeluang besar mengingat populasi Muslim terbesar dunia adalah Indonesia sehingga sudah mempunyai pasar yang menjajikan. Untuk memperkuat perkembangan Industri Halal maka diperlukan regulasi yang tepat, penawaran (supply) yang lebih luas, serta massive public campaign dan pendidikan sebagai peningkatan kesadaran masyarakat akan produk halal. Masalah yang dihadapi saat ini adalah sertifikasi halal dimana biaya sertifikasi yang besar menjadi keluhan bagi pada produsen untuk menyertakan label halal pada produknya terutama pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga diperlukan kebijakan yang strategis dan inovatif seperti diberlakukan UU JPH (Undang-Undang Jaminan Produk Halal) dan memperkuat dakwah Halal Lifestyle sehingga Indonesia mampu menaikkan level peringkatnya pada Global Halal Industry.

Kemudian, dilanjutkan dengan sesi penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam bertempat di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga, yaitu mengerjakan soal secara individu yang nantinya nilai akan diakumulasikan dalam Tim. Pada tahap ini, Tim 2 SEF UG berhasil meraih 14 besar dari 114 Tim yang ikut berkompetisi. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi final yaitu study case untuk penetuan juara dari 10 Tim Finalis.

Hari Kedua, dimulai dengan CEO Talk dengan tema “Membangun Generasi Kompetisi Generasi Muda” oleh Dr. Anggito Abimanyu (Chief Economist BRI) dan Agung Nugraha Susanto, SH. (CEO Simply Group) sebagai pembicara. Ciri generasi muda Islami saat ini, yaitu Sholeh dan sholeha, terdidik dan kreatif, berani dan selalu ingin tahu, dinamis dan fleksibel, orientasi global, namun sulit dinasehati dan dikritik. Saat ini pula momentum kebangkitan bagi Umat Islam dimana pemimpin generasi muda harus mampu berkolaborasi, mempengaruhi, dan memikirkan strategi untuk perbaikan Negara. Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan simposium dimana para delegasi akan mempresentasikan papernya kepada dewan juri. Simposium dibagi kedalam 5 komisi, yaitu Makanan, Pendidikan dan Keuangan, Pariwisata dan Budaya, Fashion dan Kosmetik, Media dan Medis.

Tim 1 SEF UG dengan paper berjudul: “Pemenuhan Konseptualisasi Islamic Branding dan Penerapan Consumer Based Brand Equity (CBBE) pada Industri Kosmetik Halal Indonesia melalui Pembentukan Halal Cosmetic Community”, Tim 3 SEF UG dengan paper berjudul: “Indonesia Halal Lifestyle Center di Dunia Tahun 2020 pada Subsektor Fashion Muslim melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah”, dan Tim 4 SEF UG dengan paper berjudul: “Optimalisasi Fashion Muslim dalam Negeri Melalui Model Quadruple Helix menuju Indonesia sebagai Pusat Fesyen Dunia Tahun 2020” masuk dalam komisi 4 yaitu Fashion dan Kosmetik, sedangkan Tim 2 SEF UG dengan paper berjudul: “Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Implementasi Sukuk Linked Wakaf dalam Rumah Sakit Syariah” masuk dalam komisi 5 Media dan Medis.

Setelah presentasi paper masing-masing Tim pada simposium selesai, dilanjutkan dengan diskusi nasional pada masing-masing komisi yang dihadiri oleh seluruh peserta TEMILNAS XVI sampai dengan hari ketiga. Pada diskusi ini, membahas terkait permasalahan Industri Halal pada setiap komisi yang kemudian masing-masing peserta dapat memberikan pendapatnya terkait solusi yang dapat direkomendasikan pada pemerintah nantinya serta membahas paper yang telah dipresentasikan sebelumnya. Acara ini diakhiri dengan Sidang Pleno dengan mengkukuhkan beberapa poin solusi yang akan direkomendasikan dari hasil diskusi tersebut dan ditandatangani oleh Presidium Nasional FoSSEI dan seluruh Ketua KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) se-Nasional.

Acara diakhiri dengan Gathering Night dan pengumuman pemenang kompetisi TEMILNAS XVI yang berlangsung di Conventional Hall UIN Sunan Kalijaga. SEF UG berhasil meraih penghargaan Best Paper pada komisi 5 yaitu Media dan Medis yang diwakili oleh Tim 2 SEF UG yang terdiri dari Nabila Deerama (Akuntansi, 2015), Dwi Rahayu (Akuntansi, 2015), dan Muhammad Hamdy Nugroho (Akuntansi, 2014). Sedangkan penghargaan lainnya yaitu Juara 1 Olimpiade oleh Universitas Brawijaya, Juara 2 Olimpiade oleh STEI Tazkia, dan Juara 3 Olimpiade oleh STEI SEBI. Sedangkan Best Paper komisi 1 oleh Universitas Muhamaddiyah Yogyakarta, Komisi 2: Univeristas Sumatera Utara, Komisi 3: Universitas Riau, dan komisi 4: Universitas Gadjah Mada.

Laporan: Annisa Lestari

  • 5 Mar 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Pada tanggal 28 Februari – 4 Maret 2017 lalu, Asean Youth Development berkerjasama dengan SEF Gunadarma dan International Islamic University Malaysia (IIUM) menyelenggarakan kegiatan akbar Asean Islamic Economic Summit (AIES) 2017. AIES merupakan konferensi ilmiah sekaligus ajang kometisi essay bergengsi di tingkat Asia Tenggara. Tahun 2017 ini, AIES 2017 diselenggarakan di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Tema yang diangkat adalah“Achieving Synergies among ASEAN Member Countries toward Sustainability of Islamic Financial Development” dengan beberapa subtema yang  sedang  hangat dalam keuangan syariah diantaranya, Regionalization of Islamic Banking, Integration of Islamic Capital Market, dan Human Resource Development on Islamic Economics. Penyelenggaraan AIES 2017 bertujuan untuk memfasilitasi para partisipan dari berbagai universitas se-Asia Tenggara untuk mempresentasikan dan saling berbagi pencapaian hasil riset dalam bentuk essay terpilih yang perkembangan industri keuangan syariah.

Selain bertindak sebagai pihak yang bekerjasama dengan Asean Youth Development dalam penyelenggaraan  AIES 2017 ini, SEF Universitas Gunadarma juga  mengirimkan 3 orang delegasi. Mereka adalah Rofi Rosdiani (Akuntansi 2014), Auliya Cornelia Hidayat (Manajemen 2014), dan Tika Intan Saputri (Akuntansi 2014) merupakan delegasi yang mewakili Universitas Gunadarma dalam kegiatan ini. Masing-masingnya mempresentasikan essay dengan judul-judul The Triple Helix Model For Developing Sharia Skill and Competence of Human Resources Based Sharia (Rofi), HR as Challenges for Islamic Economic Development (Auliya), dan Synergies Between ASEAN Sukuk Member and Social Business in Islamic Finance (Tika)

.

Hari pertama acara AIES 2017, dimulai dengan penyampaian Opening speech oleh Farouk Abdullah Alwyni, M.A., M.B.A., sebagai Advisor AIES, Farouk berpesan kepada semua delegasi untuk menjadi generasi emas di masa depan. karena dengan keikutsertaan di ajang AIES ini merupakan bukti bahwa masih banyak anak muda yang peduli dengan kejayaan islam hingga saat ini dan merupakan amanah besar yang harus diemban bersama.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speech oleh Prof. Ahmed Kameel Mydin, Managing Director at Z Consultant Group, memberikan penjelasan singkat mengenai overview Perbankan Islam. Pembicara Seminar pertama yaitu M. Nor Shahrizan Sulaiman sebagai Deputi CEO dari Maybank Islamic Banking Berhad, Malaysia yang membahas mengenai Promoting Islamic Banking as Global Market Leader. Kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua membahas topik tentang Regulating Shariah Advisors across Jurisdictions oleh Mohammad Mahbubi Ali, Researcher Fellow at International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS), Malaysia. Pembicara seminar selanjutnya yaitu Kunrat Wirasubrata, Acting Director IDB Group Regional Office Kuala Lumpur, membahas mengenai Being Global Leader in Islamic Financial Development. Pada hari kedua, dilanjutkan dengan seminar yang membahas mengenai pasar modal syariah. Pembicara pertama yaitu Prof. Dr. Engku Rabiah Adawiah, Professor of Islamic Capital Market in IIUM membahas mengenai mempromosikan risk-sharing berbasis sekuritas, dan pembicara kedua yaitu Irwan Abdallah, Head of Islamic Capital Market IDX,  membahas mengenai produk inovatif pasar modal syariah.

Setelah rangkaian acara seminar selesai, hari ketiga dilanjutkan dengan Conferece Session, yaitu presentasi Essai dan Focus Group Discussion (FGD), berlangsung di Kuliyyah of Economics. Dalam Conference Session dibagi kedalam tiga sub-tema yaitu Regionalization of Islamic Banking, Integration of Islamic Capital Market, dan Human Resource Development on Islamic Economics. Delegasi SEF Universitas Gunadarma pun terbagi pada kelompok-kelompok sesuai dengan tema essay yang diangkat.

Tika menggunakan prinsip Triple Helix dalam rangka mengintegrasikan Islamic Capital Market negara-negara  anggota ASEAN dengan menggunakan Account member of ASEAN dan dikombinasikan dengan prinsip Social Business guna menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di negara-negara anggota ASEAN seperti kemiskinan, kesehatan maupun infrastuktur. Kemudian essay dari Rofi Rosdiani membahas tentang upaya mengatasi minimnya sumber daya insani yang ada saat ini dan kualitas yang masih kurang dengan triple helix model yaitu dengan mensinergikan 3 pihak yang berkontribusi besar dalam mengatasi persoalan tersebut yaitu Pemerintah, Kementeriaan Keuangan dan Universitas. Auliya C. Hidayat memaparkan bahwa Sumber Daya Manusia menjadi sorotan persoalan yang terjadi dalam keuangan syariah sehingga membutuhkan kolaborasi dari aspek pemerintahan, regulasi maupun akademisi untuk menjadikan Sumber Daya Manusia memiliki baground Sharia yang kental.

Pada kesempatan ini 2 orang delegasi Universitas Gunadarma mendapatkan predikat Best 12 Essay AIES 2017. Predikat ini diraih oleh Rofi Rosdiani (Akuntansi 2014) dan Auliya Cornelia Hidayat (Manajemen 2014). Sebagai bentuk penghargaan hasil karya tulis dari kedua delegasi Universitas Gunadarma, karya akan dibukukan dalam Conference Report AIES 2017 untuk dipublikasikan.

Rangkaian AIES 2017 lainnya adalah financial company exploration dan city excursion. Banyak destinasi yang kami kunjungi, diantaranya kami mengunjungi Central Bank Malaysia Museum and Art Gallery, Kuala Lumpur City Gallery, dan Islamic Development Bank Region Malaysia yang merupakan kantor cabang dari Islamic Development Bank (IDB) yang berpusat di Jeddah dengan keanggotaan 57 negara termasuk Indonesia dan Malaysia. Rangkaian acara ditutup dengan berwisata ke di China Town yang berada di Petaling Street menjual berbagai macam barang dan makanan untuk cinderamata kerabat ditanah air.

Laporan: Tika Intan Saputri, Annisa Lestari

  • 4 Mar 2017

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mengikuti Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek 2017 yang berlangsung pada 01- 03 Maret 2017 bertempat di Universitas Yarsi. Temilreg merupakan ajang perlombaan bergengsi yang diikuti oleh setiap Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek. Ini merupaka agenda rutin FoSSEI (Forum Silaturahim Ekonomi Islam) yang akan dilaksanankan setiap tahunnya. Pada tahun ini Temilreg Jabodetabek 2017 mengangkat tema yang menarik dan sedang hangat-hangatnya pada saat ini, yaitu “Halal Industry for Indonesian Future Economy”.

Dalam event Temilreg Jabodetabek 2017 ini ada berbagai cabang perlombaan, diantaranya: Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ekonomi Islam, Video Gerakan Halal, Halal Creative Preneur, Debat Ekonomi Islam, Kisah Inspiratif Muslimah dan Lomba Poster. Pada Temilreg Jabodetabek 2017 ini, SEF Universitas Gunadarma mengirimkan delegasinya untuk ikut serta dalam semua cabang lomba.

Hari pertama acara dibuka dengan opening Temilreg Jabodetabek 2017 dan Seminar Nasional yang berjudul “Halal Industry for Indonesian Future Economy” yang dipaparkan oleh Imam Teguh Saptono, Dr. Nurul Huda, S.E, M.M, M.Si dan Drs. M Yanis Musdja, M.Sc. Apt. Acara dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Ekonomi Islam, sementara diruangan lain berlangsung babak penyisihan Debat Ekonomi Islam.

Untuk cabang Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG mendelegasikan 2 Tim, yaitu Tim 1 terdiri dari: Iren Karina (Akuntansi 2013), Iin Tri Mulyaningsih (Akuntansi 2013) dan Rizky Akbar (Akuntansi 2014). Sedangkan Tim 2 terdiri dari: Eka Purwati (Akuntansi 2013), Fauziah (Akuntansi 2013) dan Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014). Dalam babak penyisihan ini , kedua Tim SEF UG berhasil masuk ketahap selanjutnya dengan menempatkan Iren Karina diperingkat pertama.

Hari kedua, merupakan babak perempat final dan semi final Olimpiade Ekonomi Islam. kedua Tim SEF UG berhasil masuk pada tahap perempat final dan semifinal. Dimana dalam semifinal diambil 10 tim terbaik. Sementara diruangan lain sedang berlangsung semifinal Debat Ekonomi Islam dan Presentasi Creative Preneur.

Hari ketiga, adalah hari terakhir pelaksanaan seluruh rangkaian lomba, diantaranya Final Olimpiade Ekonomi Islam dan Final Debat Ekonomi Islam. Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Talkshow Halal Lifestyle dan KIM (Kisah Inspiratif Muslimah). Dalam babak final ini, yang berhasil masuk ke Final Olimpiade Ekonomi Islam adalah dari Tim 2 UG. Dalam babak  ini, para peserta lomba diberi tantangan untuk membuat suatu ide mengenai pengembangan produk halal di Indonesia yang selanjutnya dipresentasikan dihadapan para juri.

Pada hari terakhir ini, diumumkan seluruh juara dari masing – masing lomba. Sebelum pengumuman, acara ini ditutup dengan hiburan yang cukup menarik, serta closing acara dengan tukar kado antar KSEI yang diwakili oleh masing – masing ketua KSEI. Tiba saat pengumuman, SEF UG berhasil meraih juara 2 untuk Olimpiade Ekonomi Islam yang diwakili oleh Tim 2 UG yang terdiri dari Eka Purwati (Akuntansi 2013), Fauziah (Akuntansi 2013) dan Lisna Aprilianti (Akuntansi 2014). Selain Olimpiade Ekonomi Islam, SEF UG juga berhasil meraih juara 2 untuk Debat Ekonomi Islam yang diwakili oleh Qodhyan Fatahilah (Akuntansi 2013), Abdul Roqqib (Akuntansi 2014) dan Rahmat Ramdani (Akuntansi 2015).

Laporan: Lisna Aprilianti