Lelang Sukuk Negara Capai Target

Sukuk negara lelang

Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada hari Selasa (21/1). Pada lelang sukuk negara tersebut, pemerintah menawarkan lima seri SBSN yaitu SPNS08082017 (reopening), seri PBS013 (reopening), PBS014 (reopening), PBS011 (reopening) dan PBS012 (reopening).

Total penawaran sukuk negara yang masuk untuk lima seri sukuk tersebut mencapai Rp 10,38 triliun. Sukuk seri SPNS08082017 menjadi instrumen yang paling diminati, dengan jumlah penawaran sebanyak Rp 4,5 triliun. Diikuti oleh PBS013 sebesar Rp 3,32 triliun, PBS011 sebesar Rp 1,1 triliun, PBS012 sebesar Rp 834 miliar dan PBS014 sebesar Rp 500 miliar. 

Dalam lelang sukuk perdana pada 2017 ini akhirnya pemerintah menetapkan lelang sukuk sebesar Rp 6,01 triliun. Jumlah tersebut sedikit melebihi dari target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp 6 triliun. Jumlah seri sukuk yang dimenangkan pun hanya empat seri, sementara penawaran untuk seri PBS012 tidak ada yang diserap.

Dari total lelang yang dimenangkan, pemerintah menyerap dana sebesar Rp 2,8 triliun dari PBS013 dengan tingkat imbalan 6,25 persen dan SPNS08082017 sebesar Rp 2,55 triliun dengan tingkat imbalan diskonto. Selain itu, sukuk PBS011 sebesar Rp 480 miliar dengan tingkat imbalan 8,75 persen, dan sukuk seri PBS014 sebesar Rp 165 miliar dengan tingkat imbalan 6,5 persen.

Sukuk seri SPNS08082017 akan jatuh tempo pada 8 Agustus 2017, PBS013 pada 15 Mei 2019, PBS014 pada 15 Mei 2021, dan PBS011 pada 15 Agustus 2023. Underlying aset penerbitan sukuk SPNS08082017 adalah barang milik negara berupa tanah dan bangunan, sedangkan underlying aset sukuk lainnya berupa Proyek/Kegiatan dalam APBN tahun 2017 dan barang milik negara.

 

sumber: Mysharing.co