Kemenag Siapkan Infrastruktur Jelang Wajib Sertifikasi Halal

News 06

"Ekonomi Rabbani Fatal Bila tak Update Berita"

Jakarta ~ Kewajiban sertifikasi halal bagi semua pelaku usaha akan dilaksanakan pada 17 Oktober mendatang.

Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur dan juga suprastukrur.

"Persiapan yang sedang kami lakukan, sebagian telah dilakukan dan akan terus kami upayakan kami pilah menjadi persiapan infrastruktur dan suprastruktur," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VIII, DPR, Jakarta, Kamis (16/5).

Ditambahkan Lukman, BPJPH saat ini sedang mengembangkan sistem informasi manajemen halal dan alat pengolah data.

"Jadi untuk diketahui untuk proses registrasi terkait dengan upaya memperoleh sertifikasi halal itu sepenuhnya akan dilakukan secara online," imbuh Menag Lukman.

Lukman menambahkan, BPJPH memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk membangun sistem aplikasi yang dinamakan Sistem Informasi Manajemen Halal (Sihalal).

"Teknologi ini akan memudahkan kita semua selain membangun transparansi dan akuntabilitas dari proses registrasi dan segala sesuatu yang terkait dengan jaminan produk halal," sambung Menag.

Menag mengapresiasi adanya gagasan dan upaya untuk membentuk Sistem Informasi halal tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan kerja besar yang luar biasa jika terwujud secara maksimal.

Menag juga mengingatkan rancangan ini juga menjadi pertaruhan dan tanggung jawab Kemenag. Lukman berharap, Sihalal ke depan bisa menjadi role model pengembangan aplikasi jaminan produk halal.

Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap optimalisasi untuk mewujudkan platform yang 'user friendly' sehingga masyarakat bisa dengan mudah untuk mengaksesnya.

*Sumber: sharianews.com