Indonesia Harus Rebut Pangsa 158 juta Muslim Traveler

Sefnews

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Maret 2019

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

-Selamat Membaca-

[Indonesia Harus Rebut Pangsa 158 juta Muslim Traveler]

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Anang Sutono menuturkan pariwisata halal bagi Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia karena ia mengakui, pariwisata halal sebetulnya sudah mendarah daging di negara yang mayoritas Muslim ini. Kesempatan terbagus ini dimiliki Indonesia dengan pertimbangan karena pariwisata halal telah menjadi darah daging. Karena itu, ini akan menjadi satu core values yang akan menjadi tumpuan kita semua.

Muslim traveler di belahan dunia telah menjadi pangsa pasar yang besar. Total ada 158 juta Muslim traveler yang melakukan perjalanan wisata dari satu negara ke negara lain. Di luar sana ada market yang sangat besar, yaitu Muslim traveler. Di seluruh dunia, yang bergerak dari satu negara ke negara lain itu jumlahnya besar, ada 158 juta.

Sayangnya, hanya 3 juta orang dari total jumlah wisatawan Muslim itu yang berwisata ke Indonesia. Padahal pariwisata bisa meningkatkan kualitas hidup manusia dengan sebuah transaksi bisnis di mana ini kemudian menjadi industri ekonomi yang besar.

Indonesia sudah memiliki darah daging pariwisata halal. Ini menjadi satu selling point yang sangat kuat. Dan pariwisata halal sudah menjadi tren dunia.

Dampaknya, banyak negara hendak merebut market pariwisata halal yang sebesar 158 juta itu. Thailand, sekarang sedang membenahi infrastruktur dan destinasinya. Karena mereka tahu bahwa pasar pariwisata halal yang besar ini akan memberikan dampak terhadap perekonomian. Trickle down effect of economics industry-nya sangat tinggi. Banyak negara berlomba-lomba termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Sumber: Republika.co.id

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.