MUI Ajak Umat Muslim Budayakan Berwakaf

Web upload

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Nafis menghimbau agar umat Islam di Indonesia melakukan wakaf produktif kepada lembaga resmi yang ada. Karena menurutnya, wakaf produktif ini membangun martabat umat Islam.

Cholil menjelaskan, wakaf itu selalu dilakukan seseorang yang memang dermawan dan ingin bersedekah dalam jangka panjang. Dan, seseorang berwakaf didorong oleh rasa kedermawaan, bukan karena kewajiban. ”Seseorang yang berwakaf akan melakukannya dengan suka rela untuk menyisihkan hartanya,” kata Cholil pada peluncuran program Wakaf Investasi Selamanya (WIS) di Jakarta, Rabu (10/1).

Jumlah wakaf sendiri, menurut dia, tidak dibatasi nominalnya. Berapa pun harta yang dimiliki dianjurkan untuk diwakafkan. asal hartanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurutnya, di era generasi milenial dan keuangan digital ini memungkinkan setiap orang bisa berwakaf sekaligus dapat dengan mudah memilih model investasinya. Sehingga diharapkan hasil laba investasi dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan aset  wakaf harus tetap dijamin lestari tanpa terkurangi oleh inflansi.

“Saya mendoakan dan mendorong wakaf uang menjadi budaya masyarakat. Jika berwakaf menjadi budaya menyisihkan sebagian hartanya setiap jumat untuk berwakaf,” kata Cholil.

Hal ini sebut dia, akan menjadi kekayaan sekaligus menjadi tangga untuk mengangkat martabat umat Islam.  Dan seandainya, kata Cholil, setiap 10 juta masyarakat berwakaf Rp 100 ribu setiap bulan. maka akan terkumpul Rp 1 miliar. “Bayangkan kalau sepertiga masyarakat atau 100 juta orang Indonesia berwakaf Rp 1 juta per tahun, maka akan terkumpul Rp 1 triliun setiap tahunnya,” ungkapnya.

Melalui program  WIS, kata Cholil, dana wakaf itu bisa dimanfaatkan tidak hanya pada kepentingan umat. Tapi juga untuk kepentingan pribadi. Sebab melalui program ini umat bisa memperoleh nilai manfaat hingga tujuh turunan.

Sehingga tegas dia, jika sebagian masyarakat membiasakan berwakaf untuk produktif dan bernilai ekonomi maka berapa aset negara yang dikuasi asing dapat dibeli oleh umat Islam. Lalu hasilnya, untuk pemerdayaan masyarakat tidak mampu dan biaya pendidikan anaknya sekolah

Sumber. Mysharing.co