Publikasi - Seminar GSENT

  • 5 Aug 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma telah menyelenggarakan rangkaian dari Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 pada tanggal 14-18 Juli 2020, agenda ini yang merupakan agenda tahunan yang selalu ditunggu-tunggu di Universitas Gunadarma. Rangkaian GSENT terdiri dari 3 Seminar Nasional, 2 Seminar Internasional, dan Student Conference dengan tema Enhancing National Economic Resilience Through Islamic Political Economy in the Era of Global Uncertainty. Tahun ini, pelaksanaan GSENT untuk pertama kalinya dilakukan secara online melalui siaran langsung Youtube, mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang belum juga mereda.

            Pada hari pertama (14/07), rangkaian dibuka dengan Seminar Nasional 1 yang mengangkat tema Will it Happen in Indonesia? Challenges and Opportunities in Facing Global Uncertainty Era. Seminar dibuka oleh Rezaldi Dwinanta Tama selaku MC dan dilanjutkan dengan tilawah, selanjutnya terdapat sambutan yang diberikan oleh Bapak Prof. Dr. Didin Mukodim, Drs., M.M. selaku Rektor IV Universitas Gunadarma. Dengan dimoderatori oleh Bapak Hendro Wibowo, S.E.I., M.M. selaku Anggota MPP KA FoSSEI Nasional, sesi pemaparan materi dibuka dengan penyampaian dari Bapak Prof. Dr. Didik Junaedi Rachbini selaku Ekonom Senior INDEF sebagai keynote speaker yang memaparkan mengenai kondisi perekonomian Indonesia dan masalah kesenjangan didalamnya, sehingga diperlukan ekonomi yang bernilai moral dan agama untuk menyelesaikannya.

            Pemaparan dilanjutkan oleh Ibu Tika Arundina, S.E., M.Sc., Ph.D. selaku  peneliti dan mentor di PEBS Universitas Indonesia sebagai pembicara pertama dan Bapak Muhamad Irfan Sukarna selaku Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI sebagai pembicara kedua. Keduanya memaparkan dampak ketidakpastian global akibat COVID-19 ini menyebabkan perekonomian global mengalami resesi yang cukup signifikan. Selama 2 kuartal atau lebih Indonesia menghadapi kondisi pertumbuhan ekonomi yang negatif dan bahkan diprediksi dapat mencapai -2,8%. Islamic Economic and Finance Ecosystem yang ideal di Indonesia ada diberbagai lini. Terdapat lini commercial finance mulai dari BMT, perbankan, dan pasar modal syariah yang terus mengalami kenaikan pertumbuhan aset. Sumber daya keuangan syariah seperti ZISWAF juga merupakan lini ekonomi syariah dari sisi social finance dengan potensi yang besar. Pada masa pandemi ini, jika dana zakat dan wakaf dikelola dengan baik, maka akan membantu negara dari sisi health recovery maupun social safety sehingga pemerintah bisa lebih fokus dalam pembenahan ekonomi.

            Seminar Nasional 2 dilaksanakan setelah Seminar Nasional 1 selesai di hari yang sama. Dengan berfokus kepada ketenagakerjaan, tema yang diangkat adalah Emphasizing the Future Employment Needs in Shaping the Golden Indonesia. Kali ini seminar dibuka oleh Wafa Luthfiyah Azzahra selaku MC dan dilanjutkan dengan tilawah. Seminar Nasional 2 dipandu oleh Ibu Deviana Kurnawati selaku Client Success Senior di Kalibrr Indonesia. Keynote speaker pada Seminar Nasional 2 adalah Bapak Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. selaku Menteri Ketenagakerjaan periode tahun 2014-2019. Beliau menyampaikan bahwa dunia sudah mengalami banyak perubahan akibat teknologi informasi yang berkembang secara masif, tidak terkecuali sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja, mau tidak mau industri juga harus melakukan penyesuaian dengan teknologi  yang ada. Transformasi industri ini menjadi hal yang sangat penting agar industri tetap bisa bersaing dan kompetitif antara satu dan lainnya dan ini menjadi tantangan yang besar untuk dihadapi sebagai individu maupun sebagai korporasi atau industri.

            Pembahasan mengenai ketenagakerjaan dilanjutkan oleh Bapak Drs. Aris Wahyudi, M.Si selaku Direktur Jendral Binapenta sebagai pembicara pertama. Beliau menjelaskan bahwa salah satu fokus dari Kementerian Ketenagakerjan saat ini adalah bagaimana agar kualifikasi kerja dapat dimiliki oleh mahasiswa dalam mempersiapkan kehidupan pasca perkuliahan, sehingga dapat menjadi generasi emas yang mandiri dan bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Bapak Indra Dwi Prasetyo, S.Pd., M.Ed. selaku Managing Director IDN Next Leader sebagai pembicara kedua melanjutkan kalau saat ini hingga kedepannya, pekerjaan akan menjadi technology reliated. Permasalahannya bukanlah mengenai adanya lowongan atau tidak, tapi pertanyaan sesungguhnya adalah, apakah para mahasiswa  tersebut siap kerja atau tidak, mengingat dunia juga sudah memasuki borderless era, dimana bidang yang dipelajari tidak selalu menentukan pkerjaan yang didapat. Oleh karena itu, penting bagi para mahasiswa untuk mulai mempelajari skill diuar bbidang pembelejarannya untuk dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

            Hari kedua (15/07) dimulai dengan diadakannya Seminar Internasional 1 dengan tema The Economic Distruption: Friends or Foe in Cross-border Era?. Seminar diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Gafar Ali Haji dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah. Selanjutnya Ibu Nuha Qanita, Lc., M. Sc. Selaku Analis Komite Nasional Ekonomi  dan Keuangan Syariah (KNEKS) sebagai moderator mempersilakan Bapak Dr. Halim Alamsyah, S.E., S.H., M.A. selaku Ketua Dewan Komisioner LPS sebagai keynote speaker memulai seminar dengan penjelasan awal mengenai distrupsi ekonomi yang memengaruhi dunia bisnis, dimana inovasi atau teknologi justru dapat menggoyahkan bisnis perusahaan dengan menciptakan hal baru, kebiasaan baru, dan era yang baru. Indonesia harus bisa memaksimalkan distrupsi ini sebagai cara untuk menyelesaikan berbagai masalah, mulai dari rendahnya produktivitas hingga kualitas SDM dengan memanfaatkan inovasi yang ada dan penggunaan teknologi.

            Pembicara pertama, Bapak Ronald Yusuf Wijaya selaku Presiden Asosiasi Fintek Indonesia (AFSI) percaya jika Indonesia memiliki potensi besar untuk dapat memimpin digital sharia economy terutama dalam berkembangnya fintek syariah. Namun, dengan pangsa pasar yang besar sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, pertumbuhan ekonomi islam Indonesia ternyata masih tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Malaysia. Dengan inovasi, berbagai jasa keuangan dapat terkover melalui teknologi yang dapat memudahkan para pemain pasar untuk memenuhi kebutuhan bertransaksi sehingga hal ini juga akan mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih berkembang. Bapak Umar Munshi selaku Pendiri dari Ethis Global selaku pembicara kedua juga memaparkan, pandemi COVID-19 menjadi katalis dalam perubahan yang sangat cepat, secara global aktivitas dari berbagai sektor yang dilakukan secara daring mendorong proses digitalisasi yang harusnya berproses selama 5 tahun sekarang telah terjadi dalam 3-4 bulan. Karena itulah ekonomi mulai dari cara berbisnis hingga kebijakan pemerintah juga berubah.

            Masih pada hari yang sama, sesi siang dilanjutkan dengan dimulainya Seminar Nasional 3 dengan tema Critical Perspective of the Islamic Political Economy as the Indonesia’s Resurgence in Global Uncertainty Era. Seminar dibuka oleh Rani Puspita sari selaku MC dan dilanjutkan dengan tilawah. Seminar Nasional 3 dipandu oleh Ibu Siti Rahmah Hanifa, S.E. selaku Pendiri dari KSEI FIES dan sesi pemaparan materi dimulai oleh Bapak Faisal Basri, S.E., M.A. selaku Ekonom Senior dan dilanjutkan dengan Bapak Dr. Ascarya, M.B.A., M.Sc. selaku Research Advisior Bank Indonesia. Keduanya menjelaskan secara berkesinambungan bahwa pada saat ini, krisis ekonomi dipicu oleh sektor kesehatan akibat adanya COVID-19 yang telah menjadi pandemi dunia. Saat ini ekonomi dunia sedang mengalami resesi dan kontraksi sehingga mengalami supply shock dan demand shock. Pandemi ini menyebabkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Islamic social finance dapat membantu pemerintah dengan pembahasan pertama yakni save lives misalkan dengan membangun rumah sakit darurat dengan menggunakan wakaf. Kedua ialah save households dengan membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan dengan memberikan zakat. Maka kuncinya ialah, saving live is saving the economy. Penyembuhan harus dilakukan dengan pendekatan interdisiplin dan melibatkan segenap pemangku kepentingan, tidak hanya ekonom saja, ataupun ahli kesehatan saja, tetapi semua pihak bahu-membahu bersama-sama sebagai bagian dari elemen bangsa.

            Pada Hari ketiga (17/07), rangkaian acara dilanjutkan dengan Seminar Internasional 2, Pada seminar ini, materi difokuskan dengan pembahasan mengenai etika kerja islam dengan tema Looking for Moral Identity: Dealing with Islamic Work Ethics as the Right Way. Pembukaan disampaikan oleh Dian Ayu Safitri selaku MC dan dilanjutkan dengan tilawah. Seminar Internasional 2 dimoderatori oleh Bapak Muhamad R. Rizaldy, S.E., M.M., M.Sc. selaku Dosen dan Peneliti Universitas Gunadarma. Selanjutnya, materi pembuka disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. M. Din Syamsuddin selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Beliau menekankan bahwa semua hal yang menyebabkan era ketidakpastian goba ini adalah kurangnya responsibility atau tanggung jawab manusia. Dalam hal ini, Islam dapat memegang peranan penting, melalui prinsip-prinsip islam seperti adil, seimbang, toleransi, musyawarah,  inisiatif, dan lainnya. Maka dari itu, ekonomi islam termasuk didalamnya bisnis islam, harus berlandaskan etik islam.

            Pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Ir. Budi Hsndrianto Ph.D. selaku Peneliti dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) sebagai pembicara pertma dan Bapak Dr. Mohd Syakir Mohd Rosdi selaku Dosen Senior Pusat Pengembangan Studi Manajemen Islam di Universiti Sains Malaysia sebagai pembbicara kedua. Inti dari sesi  pemaparan materi adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan umat-Nya bekerja dengan sebaik-baiknya dengan sikap ihsan dalam bekerja, profesional, dan agar dapat bekerja sesuai keahlian. Rumusan etos kerja islam berkaitan dengan etika, moral, dan akhlak. Tentang bagaimana memilih diantarra pilihan yang baik dan buruk dengan landasan yang ada, etika berlandaskan akal pikiran, moral berlandaskan norma masyarakat, dan akhlak berlandaskan wahyu Allah dan sunnah Rasul-Nya. Jika umat muslim Indonesia melaksanakan etos kerja, etika kerja, akhlak kerja yang islami maka Indonesia dapat menjadi negara yang maju dengan kualitas manusia yang baik.

            Pada hari terakhir (18/07), rangkaian dari GSENT 2020 ditutup dengaan acara Student Conference atau Konferensi Mahasiswa sebagai bagian dari babak final Olimpiade Ekonomi  Islam GSENT 2020 yang telah berjalan dari tanggal 16-18 Juli. Student Conference ini membahas mengenai bagaimana ekonomi syariah dapat menjadi solusi dalam era ketidakpastian global dengan tema Reviving the Islamic Economics to Preserve the National Defense in Global Uncertainty Era. Acara dibuka oleh Anisah Ajeng Jayanti selaku promotor dan dilajutkan dengan tilawah, terdapat sambutan yang diberikan oleh Bapak Dr. Teddy Oswari, S.E., M.M., M.IKom. selaku Kepala Bidang Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa Universitas Gunadarma. Sebelum sesi presentasi dari setiap tim dimulai, Bapak Dr. Sutan Emir Hidayat, S.P., M.B.A. selaku Direktur Bidang Pendidikaan & Riset Keuangan Syariah KNEKS menyampaikan pidato kunci sebagai keynote speaker dan memaparkan mengenai lembaga keuangan syariah baik komersial maupun sosial yang harus terus melakukan inovasi dan penguatan tata kelola lembaga sehingga dapat bertransformasi menjadi lembaga yang berdaya saing tinggi serta berperan lebih nyata pada perekonomian nasional dan pembangunan sosial di Indonesia.

            Selanjutnya, 4 tim finalis yang telah lolos babak semifinal Olimpiade Ekonomi Islam melakukan presentasi essay yang telah dibuat oleh setiap tim yang berisi berbagai solusi untuk mewujudkan ketahanan nasional dalam era ketidakpastian global, mulai dari pemanfaatan bank wakaf mikro hingga menggalakkan investasi syariah berupa reksadana dan sukuk. 4 tim tersebut berasal dari Institut Agama Islam Tazkia dan Universitas Diponegoro yang masing-masing berhasil meloloskan kedua timnya. Setelah setiap tim melakukan presentasi, maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh 3 orang juri yang ahli dibidangnya, Bapak Jaja Zarkasyi, S.TH.I., M.A. selaku Kepala Seksi Pemantauan dan Evaluasi Harta Benda Wakaf Kementerian Agama, Bapak Dr. Ali Sakti, M.Ec. selaku Peneliti Senior Bank Indonesia, dan Bapak Dr. Riskayanto, S.E., M.M selaku Kepala Prodi  Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Terakhir dilanjutkan dengan tanya jawab oleh para peserta yang mengikuti Student Conference.

Laporan: Wafa Luthfiyah Azzahra

  • 18 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Why should Indonesia prepare for the Global Uncertainty Era?⁣

Does Islamic Economic could be the answer?⁣

Sharia Economic Forum (SEF) proudly present the Biggest Annual Event at Gunadarma University, Indonesia⁣

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2020 

Grand Theme:⁣
“Enhancing National Economic Resilience through Islamic Political Economy in the Era of Global Uncertainty 2020"⁣

Our Agenda:⁣
1. International Seminars⁣
2. National Seminars⁣
3. Student Conference⁣
4. National Islamic Economic Olympiad⁣
5. National Video Competition⁣

This Event will be held on:⁣
Date: 14th-18th July, 2020⁣
Virtual Media: Zoom Cloud Meetings⁣

Keynote Speakers and Speakers:⁣
▪ M. Anwar Bashori, S.E., M.Phil.*⁣
▪ Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A.⁣
▪ Faisal Basri, S.E., M.A.⁣
▪️ Hamid Rashid⁣
▪ And many more speakers⁣
*Keynote Speakers and Speakers are on Confirmation⁣

Facilities:⁣
Certificate, Seminar kit, etc.⁣

Contact Persons:⁣
0899 6610 003 (Male)⁣
0838 9881 1099 (Female)⁣

For further information visit us on:⁣
gsent.shariaeconomicforum.org
__________⁣

© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA

  • 16 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

[INFO GSENT 2020]⁣⁣
Dengan segala hormat, Kami selaku panitia Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 menyampaikan bahwa pelaksanaan GSENT 2020 yang semula diadakan secara offline/tatap muka dialihkan secara online/daring.⁣⁣
InsyaAllah acara akan dilaksanakan pada:⁣⁣
Hari, Tanggal: Selasa-Sabtu, 14-18 Juli 2020⁣⁣
Waktu: 09.00-12.00/13.00-16.00 WIB⁣⁣
Media Virtual: Zoom Cloud Meetings⁣⁣
⁣⁣Oleh karena itu, berikut Kami lampirkan Surat Edaran mengenai pelaksanaan GSENT 2020 secara online:⁣⁣
⁣⁣sef.or.id/pelaksanaangsent2020
⁣⁣Perubahan tersebut ditujukan sebagai bentuk langkah konkret pencegahan penularan COVID-19 demi mengutamakan kesehatan seluruh pihak yang berkontribusi.⁣⁣
⁣⁣Dimohon kepada peserta GSENT untuk melihat ketentuan yang tertera di dalam Surat Edaran tersebut. Atas perhatian dan pengertiannya, Kami mengucapkan terima kasih.⁣⁣
Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan acara ini akan diberitahukan melalui akun official @ksei_sef dan website gsent.shariaeconomicforum.org

 

  • 18 Mar 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

[INFO GSENT 2020]

Dengan segala hormat, Kami selaku panitia Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh partisipan bahwa pelaksanaan GSENT 2020 ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. .
Penundaan dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, berikut kami lampirkan Surat Edaran mengenai penundaan pelaksanaan GSENT 2020:
sef.or.id/suratedarangsent

Dimohon kepada seluruh partisipan GSENT untuk membaca dan menerapkan anjuran yang tertera dalam Surat Edaran tersebut.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan saudara/i. Atas perhatian dan pengertiannya kami mengucapkan terima kasih. Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan acara ini akan diberitahukan melalui akun Instagram official @gsent_sef@ksei_sef dan website gsent.shariaeconomicforum.org.

  • 2 Feb 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Why should Indonesia prepare for the Global Uncertainty Era?

Does Islamic Economic could be the answer?

Sharia Economic Forum (SEF) proudly present the Biggest Annual Event at Gunadarma University, Indonesia

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2020

Grand Theme:
“Enhancing National Economic Resilience through Islamic Political Economy in the Era of Global Uncertainty 2020"

Our Agenda:
1. International Seminars
2. National Seminars
3. Student Conference
4. National Islamic Economic Olympiad
5. National Video Competition

This Event will be held on:
Date: March 31st-April 04th, 2020
Venue: Gunadarma University Common Hall, St. Margonda Raya No. 100, Depok, West Java, Indonesia

Keynote Speakers and Speakers:
▪ Dr. Dadang Muljawan, Ph.D.
▪ Sandiaga Salahuddin Uno, B.A., M.B.A*
▪ Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A.
▪ Hamid Rashid*
▪ And many more speakers

*Keynote Speakers and Speakers are on Confirmation

Facilities:
Certificate, Seminar kit, Snack, etc.

Don't Think Twice, Register Yourself at:
Gunadarma's Student:
sef.or.id/pendaftarangsent2020
Public: 
sef.or.id/daftargsent2020

Contact Persons:
0899 6610 003 (Male)
0838 9881 1099 (Female)

Stay close with us at:
@ksei_sef @gsent_sef 
__________
Our Social Media:
- Whatsapp: 0857 1571 4157
-Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF
-Fb & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma
-Website: sharia.economicforum.org

  • 13 Jan 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

We're excited to announce the glorious event of Sharia Economic Forum.

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2020!!

Coming up to you in this March!

Turning ideas into action with our agenda:

- National Seminars

- International Seminars

- National Islamic Economic Olympiad

- National Video Competition

- Student Conference

Stay close with us at: @gsent_sef

For further information, visit us on gsent.shariaeconomicforum.org

  • 5 Feb 2019

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Why is Indonesia's Halal Industry Still Left Behind When Indonesia has a Great Potential?

Challenge Yourself and Find the Answer!

Sharia Economic Forum (SEF) proudly present the Biggest Annual Event at Gunadarma University, Indonesia:

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2019

Grand Theme:
“Halal Industry, Its Development and Challenges: The Implementation of the Maqashid of Sharia in Accelerating Indonesia becomes a Leading Country in Halal Industry"

This is Our Agendas:
- National Seminars
- International Seminars
- Student Conference
- National Islamic Economic Olympiad
- Video Competition

This Event will be held on:
Date: April 1st-6th, 2019
Venue: Gunadarma University Common Hall, St. Margonda Raya 100, Depok, West Java, Indonesia

Keynote Speakers and Speakers:
▪ Dr. Halim Alamsyah, S.E., S.H., M.A.
▪ dr. Gamal Albinsaid*
▪ Dr. Tawat Noipom
▪ Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A.
▪ And many more speakers

*Keynote Speakers and Speakers are on Confirmation

Facilities:
Certificate, Seminar kit, Snack, etc.

Don't Think Twice, Register Yourself at:
Gunadarma's Student: sef.or.id/pendaftarangsent
Public/External: sef.or.id/daftargsent2019

Contact Persons:
0859 2141 3060 (Male)
0895 0673 7035 (Female)

Further Information:
- Website: gsent.shariaeconomicforum.org
- Instagram: @gsent_sef

Visit Us on Social Media:
- Website: shariaeconomicforum.org
- Instagram: @KSEI_SEF
- Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
- Twitter: @KSEI_SEF
- Line: @KSEI_SEF
- Linkedin: KSEI SEF GUNADARMA

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


#GSENT2019 #NationalSeminars #InternationalSeminars #NationalOlimpiad #VideoCompetition #PemudaSEF