SEF Super Mentor “New Resolution Towards Great Expectation for The Next Generation”

Img 6710

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada hari Sabtu, 06 Januari 2018 menyelenggarakan SEF Super Mentor dengan tema New Resolution Towards Great Expectation for The Next Generation dari pukul 08.30–12.00 WIB di Auditorium D462, Universitas Gunadarma. SEF Super Mentor merupakan agenda perdana yang diselenggarakan pada kepengurusan Sharia Economic Forum periode 2017/2018. Acara diawali dengan pembukaan MC yang dibawakan oleh Nina Sakinah, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Mulyadi (Arab), Taufik Ikhsan Muchlisyn (Jepang), Ade Putri Rahayu (Inggris), dan Yolanda Regita Cahyani (Indonesia).

Sambutan pertama disampaikan oleh Abdul Roqqib selaku Ketua Sharia Economic Forum. Kemudian dilanjuti dengan pembukaan Acara SEF Super Mentor oleh Ibu Nur Azifah selaku Dosen Universitas Gunadarma. Setelah itu, masuklah pada acara inti yang dipandu oleh Saudara Hilmi Fabriansyah selaku Moderator. Pembicara pertama ialah Bapak Muhammad Rizky Rizaldy selaku Dosen Universitas Gunadarma. Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam menggapai mimpi, kita harus mengetahui arah dan tujuan hidup terlebih dahulu. Mereka yang hidup tanpa tujuan akan selalu berada pada kondisi statis atau diam ditempat. Dengan mengetahui arah, mimpi atau tujuan hidup maka kita harus bersiap pula dengan segala tantangan berupa ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada kita.“Pelaut ulung tidak lahir dari lautan yang tenang”. Jika ujian yang Allah berikan besar maka disaat itu juga Allah menghendaki kehidupan yang besar pula. Keberanian yang kita miliki-pun turut andil dalam menggapai mimpi yang kita citacitakan. Sikap kerata-rataan adalah penyakit yang harus dihilangkan oleh generasi muda, tanpa kita sadari sikap tersebut merupakan penghalang bagi terealisasinya mimpi besar yang semula kita miliki. Generasi muda juga harus senantiasa peka terhadap nasihat dan kritik dari orang lain. Banyak dari kita yang menganggap bahwa kritik terbagi menjadi dua, yakni kritik membangun dan kritik menjatuhkan. Padahal bahwasanya kritik hanya memiliki satu makna, yaitu cara Allah memperbaiki kesalahan kita melalui orang lain. Terakhir beliau menyampaikan bahwa pastikan mimpi-mimpi yang kita raih bermanfaat bagi diri kita, orangtua, bangsa, negara dan terkhusus agama.

Pembicara kedua yaitu  Ibu Novie Ayu Anggraini. Beliau mengatakan bahwa membiasakan hal-hal kecil sejak dini perlu dilakukan mengingat perubahan industri saat ini terjadi secara signifikan. Membaca dan terus belajar akan hal baru dimanapun dan kapanpun merupakan pondasi yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan melakukan hal tersebut maka pembawaan diri dalam menggapai mimpi akan terbentuk. Dalam menggapai mimpi, mengeksekusi diri untuk terpacu menerapkan hal-hal yang diperlukan merupakan komponen penting, diantaranya penerapan hidup disiplin, memahami lingkungan sekitar, serta bersosialisasi dengan mereka yang menghantarkan kita lebih dekat menuju pintu kesuksesan. Beliau menutup sesi dengan mengatakan bahwa jika sejak dini kita tidak melatih diri untuk memperkuat jiwa komunitas ataupun aktiv dalam keorganisasian maka kita akan membutuhkan waktu berkali-kali lipat untuk dapat membentuk jiwa tersebut disaat terjun didunia industri yang sesungguhnya.

Pembicara ketiga ialah Bapak Mufid Suryani. Beliau memaparkan bahwa terdapat beberapa unsur yang menjadi tombak terbentuknya jiwa pengusaha (entrepreneurship), antara lain. Niat dan yakin, suatu keinginan untuk melakukan sesuatu hanya untuk semata mengharapkan ridho Allah. Selanjutnya, merealisasikan niat dan keyakinan tersebut dengan cara mengerjakannya. Beliau berkata bahwa setiap orang memiliki rasa takut gagal, namun yang membedakannya ialah mereka yang yang berjiwa sukses percaya bahwa mental yang kuat dan berani bertindak akan melahirkan secercah kesuksesan. Dalam berusaha-pun kita tidak boleh berharap kesuksesan dan kekayaan akan datang secepat kilat. Mencoba hal baru dan memperbaiki kesalahan merupakan wujud keyakinan bahwa hidup adalah proses perubahan. Sebab dengan adanya kesalahan maka kita sebagai manusia tidak akan mudah merasa puas. Berkumpul dengan mereka yang memiliki kesamaan tujuan merupakan unsur penting yang dapat melahirkan team yang solid serta berintegritas tinggi.

Setelah para pemateri menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diberikan 1 sesi dimana terdapat 3 penanya dari sesi tersebut. Dan bagi 3 orang penanya terbaik akan diberikan hadiah. Acara terakhir yaitu pemberian plakat kepada moderator dan pembicara disertai dengan foto bersama.

Laporan : Lailatul Munawaroh