Publikasi

  • 16 Aug 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Agustus 2019

BPJS Ketenagakerjaan menyebut ada permintaan skema syariah yang berasal dari masyarakat. Sehingga mereka telah memulai kajian dan persiapan untuk kemungkinan peluncuran produknya.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz menyampaikan permintaan tersebut sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu dan mulai diseriusi. BPJSTk berkomunikasi aktif dengan lembaga syariah kompeten seperti KNKS dan DSN MUI untuk membahas prospek ini.

"Selain permintaan dari peserta, juga ada antusiasme dari karyawan kami untuk menjalankannya," kata Naufal Mahfudz

BPJS Ketenagakerjaan melakukan pendekatan kajian baik dari sisi regulasi maupun produk. Kemungkinan skema syariah ini akan diturunkan dalam bentuk produk sehingga peserta dapat memilih sesuai preferensi. Dari sisi produk, sebenarnya konsep pengelolaan sudah mirip seperti skema syariah. Artinya ada kejelasan dalam iuran, juga nilai manfaatnya. Meski demikian, penempatan investasi masih belum terarah seluruhnya untuk syariah.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, berharap tahun ini akan ada putusan besar sehingga tahun depan sudah bisa diuji coba. Menurutnya, BPJSTk optimistis implementasi bisa dilakukan dalam tiga sampai empat bulan kedepan.

Hingga Juli 2019, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 50,1 juta orang dari potensinya yang sekitar 120 juta orang. Isu kepesertaan masih menjadi tantangan. Banyak pekerja yang belum jadi peserta karena berbagai alasan, termasuk ketidakpatuhan meski telah diwajibkan. Dengan jumlah peserta tersebut, jumlah dana kelolaan per Juli 2019 telah mencapai lebih dari Rp 400 triliun. Naufal Mahfudz menyampaikan tingkat pertumbuhan dana kelolaan sulit diprediksi. Ada saat-saat dana tumbuh pesat.

Faktor pertumbuhan ekonomi nasional, menurut dia, sangat berpengaruh pada pertumbuhan jumlah peserta yang kategorinya pekerja. Akhir tahun lalu, dana kelolaan BPJSTk mencapai Rp 360 trilun. Capaian tahun ini diperkirakan melebihi target sebesar Rp 411 triliun. 

Jika produk syariah sudah meluncur, kemungkinan porsinya akan mencapai 10-20 persen sesuai dengan perkembangan ekonomi syariah nasional. Ia mengatakan potensi ini cukup untuk memperbesar aset keuangan syariah. Dengan catatan, instrumen atau lembaga syariah seperti bank juga harus performed agar imbal dari dana yang kita investasikan juga bersaing.

Sumber: Republika.co.id

  • 16 Aug 2019

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang dikhususkan bagi para wisatawan muslim, wisata halal ini sesuai dengan syariah dan pelayanan serta aturannya merujuk pada aturan-aturan Islam. Dengan konsep Islami tentunya menarik banyak para wisatawan muslim untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada karena sudah terjamin keamanan dan kehalalannya. Bukan hanya makanan serta barang-barang yang terjamin kehalalannya tetapi juga pelayanan yang halal dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan konsumen muslim terhadap wisata halal ini secara umum meliputi kemudahan untuk beribadah, mendapatkan makanan dan minuman halal dan keamanan dalam perjalanan menggunakan transportasi agar terhindar dari kejahatan. Untuk lebih menarik minat para wisatawan maka perlu ditingkatkan kembali potensi industri pariwisata di Indonesia khususnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa masih banyak industri pariwisata belum sepenuhnya menerapkan dan mengutamakan pariwisata halal berbasis syariah karena melihat kembali persentase dari penduduk muslim di Indonesia saat ini diperkirakan 87%. Istilah pariwisata syariah dalam literatur umumnya disamakan dengan istilah-istilah seperti pariwisata Islam, pariwisata syariah, perjalanan syariah, pariwisata halal, tujuan wisata ramah halal, dan tujuan perjalanan ramah-Muslim, gaya hidup halal, dan lain-lain.

Dari sisi industri, syariah perjalanan adalah produk pelengkap dan tidak menghilangkan jenis wisata konvensional ini. Sebagai cara baru mengembangkan pariwisata di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keislaman tanpa menghilangkan keunikan dan keaslian daerah tersebut.

Dengan melihat besarnya potensi yang ditawarkan dalam bidang kepariwisataan, negara-negara dengan predikat tujuan wisata favorit dunia terus melakukan pengembangan dan pembangunan bidang pariwisatanya. Indonesia sebagai salah satu negara tujuan destinasi wisata dunia sangat menyadari akan potensi tersebut.

Mengacu pada visi Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang bertujuan untuk mengembangkan destinasi dan industri pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah nampaknya telah menjelaskan pandangan pemerintahan kali ini dalam menyikapi dinamika dunia pariwisata internasional yang semakin positif.

Mengingat bahwa Halal Tourism termasuk salah satu jenis bisnis yang high revenue dan high opportunity, maka dibutuhkan dukungan dari berbagai elemen untuk mengembangkan kerangka bisnis sektor pariwisata ini. Wisatawan Non Muslim juga dapat turut serta dalam inovasi kepariwisataan tersebut dikarenakan salah satu instrumen Halal Tourism ialah penyediaan fasilitas dan makanan halal tentunya. Menurut Mohamed Battour dan Mohd Nazari Ismail, definisi dari Halal Tourism dapat digambarkan dengan “Halal Tourism is any object or action which is permissible according to Islamic teachings to use or engage by Muslims in tourism industry

Pengembangan pariwisata meliputi industri pariwisata, tujuan wisata, pemasaran, dan pariwisata kelembagaan. Wisata halal menyajikan berbagai produk halal yang aman untuk dikonsumsi oleh wisatawan Muslim. Namun, bukan berarti turis non-Muslim tidak bisa menikmati wisata halal.

Dalam menerapkan pariwisata halal di Indonesia yang diluncurkan pada 2014, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menentukan standar halal untuk produk pariwisata. MUI dan Kementerian Pariwisata memastikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya dapat digunakan oleh wisatawan Muslim, tetapi juga oleh semua wisatawan.

Ma'ruf Amin, ketua MUI, menegaskan bahwa bagi wisatawan Muslim, pariwisata halal adalah bagian dari propaganda. Bagi non-Muslim, pariwisata halal dengan produk halal adalah jaminan sehat sertifikasi MUI telah melewati Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga harus dijamin sehat dan bersih. Bagi wisatawan Muslim tidak perlu khawatir tentang status halal, dan bagi wisatawan non-Muslim dapat yakin bahwa makanan ini harus sehat dan bersih.

Perlu dicatat bahwa kegiatan wisata dalam Islam harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang berlaku umum, yaitu halal.

Dalam pariwisata halal, destinasi yang dikelola wajib menyediakan makanan halal, menyediakan akses mudah ke tempat ibadah, dan juga menyediakan akomodasi dan layanan sesuai standar syariah. Kementerian Parisiwata meluncurkan pariwisata halal di Indonesia dengan tujuan menjadikan Indonesia tujuan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Bukan hanya tujuan wisata, fasilitas yang mendukungnya harus sesuai dengan standar halal (bersertifikat) MUI.

Karena itu, pariwisata halal harus dikembangkan melalui agen perjalanan, sehingga mendorong wisatawan Muslim menjadi pariwisata halal yang ramah dan nyaman. Pengembangan pariwisata berdasarkan prinsip-prinsip diwujudkan melalui pelaksanaan rencana pengembangan pariwisata dengan memperhatikan keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan budaya dan alam, dan kebutuhan manusia untuk melakukan perjalanan.

Masyarakat Muslim tentunya berminat untuk mengikuti wisata religious dengan menunjukkan perjalanan kegiatan dengan tujuan motivasi atau keagamaan yang dilakukan oleh kelompok agama (Muslim, Kristen, Hindu, Budha), yang biasanya dengan mengunjungi tempattempat suci agama atau tokoh agama. Definisi ini berlaku juga untuk makna ziarah misalnya sebagai bagian dari kegiatan wisata. Oleh karena itu, wisata religi sebagai kegiatan ekonomi lebih tepat menggunakan istilah pariwisata syariah jika aktivitasnya adalah perjalanan Muslim, bersamaan dengan perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia.

Pengembangan pariwisata halal penting karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh wisatawan Muslim. Pariwisata halal terbuka untuk semua orang. Kementerian Pariwisata akan menggerakkan pariwisata halal di hotel, restoran, spa, karaoke dan sebagainya. Wisata halal dapat diharapkan menjadikan Indonesia sebagai tujuan ramah bagi pelancong Muslim dan membutuhkan standarisasi.

Karakteristik pariwisata halal antara lain perjalanan di sana paket wisata yang mencakup tujuan perjalanan ramah-Muslim, serta hotel, restoran, spa halal, ia dan buat karyanya. Tujuan wisata halal juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mengunjungi berbagai tujuan dan tempat wisata yang memiliki nilai-nilai Islami, yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan lain adalah untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan keuangan Islam di industri pariwisata yang semakin meningkat.

Penulis: Ricka Annisa

  • 5 Aug 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Berikut adalah nama-nama Calom Pengurus Muda yang lolos tahap Wawancara 2. Keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Diinformasikan bagi Calon Pengurus Muda SEF 2019-2020 untuk hadir pada acara Sosialisasi Diklat Ekonomi Islam (DEI) yang akan dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal: Rabu, 07 Agustus 2019
Waktu: 14.00 WIB s.d Selesai 
Tempat: Asrama SEF
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

  • 6 Jul 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan hasil Seleksi Tahap Wawancara 1 Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal: Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul:              08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus H, Universitas Gunadarma

Maka kami mengumumkan 34 nama yang lanjut ke tahap selanjutnya:

Diinformasikan kepada 34 nama yang telah berhasil lolos pada Seleksi Wawancara 1, diwajibkan untuk dapat mengikuti rangkaian Kuliah Informal Ekonomi Syariah (KIES), insyaAllah acara akan dilaksanakan pada:Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap berikutnya:

Tanggal:          08 – 12 Juli 2019

Waktu:            08.30 – 16.00 WIB

Tempat:           Kampus F5, Universitas Gunadarma

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.

Jazakumullahu Khayran

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 25 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berdasarkan hasil Seleksi Tes Tulis dan FGD Calon Pengurus Muda Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Juni 2019. Maka, kami mengumumkan 52 nama yang lanjut ke tahap Seleksi Wawancara 1:

  1. Abdurrachman Wahid
  2. Abdurraafi Rasyid Ridho
  3. Adika Mukti Adzie
  4. Agiv Shafira Nuralya
  5. Ahmad Maulana
  6. Ahmad Rifaldy Mandaya
  7. Aisyah Indyani
  8. Amal Fazri Nur
  9. Amelinda Karlina
  10. Annisa Putri Purwariyono
  11. Aulia Fatirahma
  12. Aulia Puspa
  13. Azizah Dina Sularsih
  14. Belan Riad Adil
  15. Cindy Novita Aulia Putri
  16. Cyntia Cahya Safitri
  17. Dian Ayu Safitri
  18. Edwin Pija Yenra Purba
  19. Evita Septiovani Elsava
  20. Fitri Wulandari
  21. Fitria Putri Aprilia
  22. Gafar Ali Haji
  23. Harry Chandra Andi Irawan
  24. Indah Nur Afifi
  25. Intan Siti Hardiyanti Ismail
  26. Lia Mubarokah
  27. Maya Amellia Rosfitriani
  28. Moch Bagas Dwi Putra
  29. Mohamad Iqbal Ariz Rizki Maulana
  30. Muhamad Rizki Dwi Darmawan
  31. Muhammad Fajri
  32. Muhammad Hafizh Hanafi
  33. Muhammad Ihza Pramudya
  34. Muhammad Yahdi Ihsan
  35. Nadya Salsabila Haqqoni
  36. Nera Maulina
  37. Nita Wirianti
  38. Nur Fitri
  39. Nurfaidah Dara Rizki
  40. Nurul Rachmah
  41. Rahmat Bayu S.
  42. Rani Puspita Sari
  43. Riska Handayani
  44. Rizki Dinda Amelia
  45. Safira Vina Fathia
  46. Salma Tsaniatul Waldah Rifai
  47. Sarah Aulia Azzahra
  48. Shofi Shera Diva
  49. Tri Utami
  50. Utami Puji Lestari
  51. Wafa Luthfiyah A
  52. Zhirazzi Dimas Praseptyo

Kami ucapkan SELAMAT kepada Calon Pengurus Muda SEF Gunadarma periode 2019/2020 telah berhasil memasuki tahap Seleksi Wawancara 1.

Calon Pengurus Muda SEF 2019/2020 yang dinyatakan lulus DIWAJIBKAN untuk dapat hadir pada Seleksi Wawancara 1 yang akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal      : Sabtu, 06 Juli 2019

Pukul                  : 08.30 - 15.00 WIB

Tempat               : Sport Center Kampus H, Universitas Gunadarma

Dresscode         : Pakaian Praktikum

Peserta yang lolos ke tahap Wawancara 1 diwajibkan untuk memenuhi ketentuan berikut:

  1. Membawa fotocopy Sertifikat/Penghargaan yang pernah diraih
  2. Berpakaian praktikum
  3. Add, Like dan Follow semua akun media sosial SEF dengan cara mengirimkan bukti screenshotnya ke WA SEF:

WA: 0857 157 1417

Twitter/IG/@Line: @KSEI_SEF

FB/LinkedIn: KSEI SEF GUNADARMA

Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas perhatiannya,

Wassalamu’alaikum Warahatullahi Wabarakatuh.

  • 24 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Kuliah Umum

[UNDANGAN TERBUKA]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Industri halal dunia memasuki babak baru. Dalam satu tahun terakhir, teknologi blockchain kerap digunakan dalam berbagai lini industri, tidak terkecuali dalam industri halal. Big Data hingga blockchain telah dimanfaatkan dalam industri halal di beberapa negara.

Jika dikaitkan, Indonesia saat ini menjadi pasar menarik bagi industri halal global dengan jumlah penduduk muslimnya yang terbesar di dunia. Bahkan, sebenarnya dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi produsen industri halal nomor satu di dunia.

Lantas, bagaimana peran blockchain dalam memberikan dampak bagi industri halal? Apakah industri halal di Indonesia akan semakin maju dengan adanya blockchain ditengah-tengah masyarakat?

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan, KULIAH UMUM "Peran Blockchain dalam Mendorong Industri Halal"

InsyaAllah akan menghadirkan:
- Pembicara: Dadang Muljawan, Ph.D. (Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia)
- Hari, tanggal: Sabtu, 29 Juni 2019
- Waktu: 08.30–12.00 WIB
- Tempat: Auditorium D462, Universitas Gunadarma, Jl Margonda Raya 100, Depok
- Fasilitas: Ilmu terupdate, E-Modul, dan Sertifikat

Yukk segera! 
Tunggu apa lagi? Dapatkan wawasan yang lebih luas bersama kami dan daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/kulum2019

Acara ini GRATIS! Dan terbuka untuk UMUM dengan Kuota TERBATAS!!

Narahubung: 
0821-1113-0583 (Laki-Laki)
0856-1237-292 (Perempuan)

Jangan lupa mengunjungi media sosial kami!
- FB: KSEI SEF Gunadarma
- Twitter: @KSEI_SEF
- Instagram: KSEI_SEF
- Line@: @KSEI_SEF

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 19 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dalam makro ekonomi Islam proses untuk mendapatkan harta merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan. Sehingga, makro ekonomi Islam tidak meletakan Product Domestic Bruto (PDB) atau ukuran output yang tinggi lainnya, menjadi satu-satunya tujuan tanpa memperhatikan proses.

Tujuan utama ekonomi Islam adalah keadilan sistem ekonomi. Sebagaimana firman Allah ta'ala dalam Al-Quran, Surat Al-Baqarah ayat 188, “Dan janganlah kamu makan (atau mengambil) harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah".

Lalu, Bagaimana ekonomi Islam mewujudkan keadilan sistem ekonomi?

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma kembali mempersembahkan,
 DISKUSI EKONOMI SYARIAH 

DES merupakan wadah Mahasiswa ataupun masyarakat umum untuk diskusi terkait Ekonomi Syariah dimulai dari hal - hal fundamental sampai kondisi saat ini.

Diskusi kali ini akan membahas tema "Makro Ekonomi Islam"

InsyaAllah akan diselenggarakan pada:
Hari, Tanggal: Sabtu, 29 Juni 2019
Waktu: 12.30 -16.00 WIB
Tempat: Kampus D, Ruang D461, Universitas Gunadarma, Jl. Margonda Raya 100, Depok.

Yukk segera! Tunggu apa lagi?!
Daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/daftardes4

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum dengan KUOTA TERBATAS!!
Setiap peserta akan mendapatkan e-sertifikat

Narahubung: 
0821-1113-0583 (Laki-Laki)
0856-123-7292 (Perempuan)

- Facebook/Line/LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma
- Twitter & Instagram: @KSEI_SEF
- Line@: KSEI_SEF
- Website: www. shariaeconomicforum.org

  • 14 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pembangunan kawasan industri halal di dalam negeri. Kawasan industri halal dirancang untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan sistem jaminan produk halal. Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Ignatius Warsito mengatakan terdapat empat kawasan industri yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri halal di Indonesia.

“Keempat kawasan industri tersebut adalah Batamindo Industrial Estate, Bintan Industrial Park, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Jumat (14/5).

Menurutnya pengembangan area ini menjadi salah satu upaya mendukung pemberlakuan sertifikasi produk halal pada 17 Oktober 2019. “Keempatnya telah mengajukan diri ke Kemenperin untuk mengembangkan kawasan industri halal. Dari mereka, baru Modern Cikande yang telah launching,” ucapnya.

Kemenperin mencatat, Batamindo Industrial Park berencana mengembangkan zona halal seluas 17 hektare (Ha) dari total area seluas 320 Ha, kemudian Bintan Industrial Estate seluas 100 Ha dari 320 Ha secara total, dan Modern Cikande seluas 500 Ha. Sedangkan, Jakarta Industrial Estate Pulogadung berencana mengembangkan zona halal untuk produk mode, farmasi dan kosmetik, pusat makanan, laboratorium halal, serta halal center. Warsito optimistis akan banyak perusahaan yang berminat masuk ke dalam kawasan industri halal seiring dengan tren penggunaan produk halal yang semakin meningkat. 

Warsito menambahkan dalam pengembangan kawasan industri halal, Kemenperin memiliki tugas untuk menetapkan standardisasi, memberikan insentif, serta memfasilitasi promosi dan kerja sama teknis. Nantinya, aspek-aspek tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian. “Aspek insentif juga diusulkan dalam pelayanan satu atap untuk mendapatkan sertifikat halal,” ungkapnya.

Adapun kriteria kawasan industri halal, antara lain memiliki manajemen kawasan industri halal, memiliki atau bekerja sama dengan laboratorium untuk pemeriksaan dan pengujian halal, sistem pengelolaan air bersih sesuai dengan persyaratan halal, memiliki sejumlah tenaga kerja yang terlatih dalam jaminan produk halal, serta memiliki pembatas kawasan industri halal. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia perlu memanfaatkan potensi kawasan industri halal. Hal ini seiring besarnya permintaan produk halal baik di masyarakat domestik maupun global.

“Tahun ini pemerintah menargetkan capaian industri halal bisa menembus hingga 25 miliar dolar AS pada perdagangan dunia, atau naik 20 persen dibanding tiga tahun lalu,” tuturnya. Airlangga berharap kepada para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan industri halal bisa mendukung upaya peningkatan ekspor produk-produk halal Indonesia ke sejumlah negara Timur Tengah.

“Yang bisa kami lakukan adalah menyakinkan pasar luar negeri bahwa proses produk halal Indonesia sudah baik,” ujarnya. Terkait dengan pengembangan produk halal, lanjut Airlangga, Kemenperin juga terus memperbarui beberapa hal termasuk mengenai Logistik Berikat yang sudah diluncurkan oleh pemerintah. 

  • 7 Jun 2019

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Pemerintah lewat Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan resmi mengumumkan hasil penjualan Sukuk Negara Tabungan seri ST004 sebesar Rp2,63triliun. Jumlah tersebut mengalami oversubscribe sekitar 1,3 kali dari target semula pemerintah sebesar Rp2triliun.

ST004 ditawarkan pemerintah pada 3-21 Mei 2019 lalu. Minimum pemesanan dibuka pada harga Rp1juta hingga maksimum pemesanan Rp3miliar. Penawaran dilakukan menggunakan akad wakalah dengan underlying asset Barang Milik Negara dan Proyek APBN 2019.

Dari penjualan ST004 yang mencapai Rp2,63triliun, berarti hasil tersebut tidak lebih besar dibandingkan seri sebelumnya, ST003 pada 2017 mencapai Rp3,13triliun. Hasil penjualan ST004 tersebut menunjukkan bahwa Sukuk Tabungan masih menjadi salah satu primadona investasi syariah, terutama bagi generasi milenial.

“Di samping itu, meskipun kebutuhan konsumsi di bulan Ramadan semakin meningkat namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi di instrumen SBN Ritel online ini. Terlebih, Sukuk Tabungan menawarkan beragam keuntungan serta kemudahan berinvestasi sesuai prinsip syariah,” jelas Dirjen PPR Kementerian Keuangan.

ST004 sendiri merupakan seri Sukuk Tabungan yang penjualannya dilakukan secara daring (e-SBN) bekerja sama dengan 20 mitra distribusi. ST004 berhasil menjangkau 12.528 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor baru sebanyak 6.266 investor. Generasi Milenial mendominasi jumlah investor ST004 yaitu sebanyak 6.494 investor (51,8 persen), mengalami peningkatan dibandingkan ST003 (51,7 persen) dan ST001 (37,7 persen).

  • 30 May 2019

  • 0 Comments

  • KIES

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,
Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan:

 Kuliah Informal Ekonomi Syariah (KIES) 2019

 Kelas Intensif

Senin, 08 Juli 2019 | 08.30 - 16.00 WIB
Sesi 1​: Pengantar Ekonomi Islam
Muhamad Rizky Rizaldy, S.E., M.M., M.Sc. (Dosen dan Peneliti Ekonomi Syariah, Universitas Gunadarma)

Sesi 2​: Fiqh Muamalah
Muhammad Yusuf Helmy (Wakil Direktur Layanan Bisnis Karim Consulting)

Selasa, 09 Juli 2019 | 08.30 - 16.00 WIB
Sesi 1​: Fiqh Riba
Thuba Jazil, S.H.I., M.Sc. (Ketua Prodi Bisnis dan Manajemen Islam STEI Tazkia)

Sesi 2​: Perbankan Syariah
Pandji P. Djajanegara (Direktur Unit Usaha CIMB Niaga Syariah)*

Rabu, 10 Juli 2019 | 08.30 - 16.00 WIB
Sesi 1​: Filantropi Islam
Heru Binawan (CEO dan Founder BWA)

Sesi 2: Mikro Ekonomi Islam
Dr. Prayudhi Azwar, S.P., M.Ec., Ph.D. (Analis Departemen Ekonomi Keuangan Syariah BI)

Kamis, 11 Juli 2019 | 08.30 - 12.00 WIB
Tes Akhir Kelas Intensif

(*) Pembicara dalam tahap konfirmasi

Pendaftaran:
sef.or.id/kies2019

Atau kunjungi stand kami
- Gazebo Gedung 1-2, Kampus E, Kelapa Dua, Depok
- Lobby J1 Kampus Kalimalang, Universitas Gunadarma

HTM: 
Kelas Intensif
Mahasiswa/Umum Rp 150.000,-/Orang

Narahubung:
Laki-laki (081211357806)
Perempuan (087721617597)

Don't be a Conventional Student Only, Think Sharia for a New Global Economic Outlook!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Visit us on social media:
Facebook: KSEI SEF GUNADARMA
Twitter & IG: @KSEI_SEF
Line@: @KSEI_SEF
Official Linkedln: KSEI SEF GUNADARMA