Publikasi

  • 7 Dec 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Desember 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Penyedia KPR Syariah di Inggris Targetkan Pembeli 'Beradab']

Bank-bank dengan produk syariah berupaya memperluas pasar mereka dengan menawarkan cara 'etis' atau 'beradab' bagi orang-orang untuk membeli rumah. Meski HSBC dan Lloyds Bank tak lagi bermain di pasar ini, bank-bank syariah berupaya menghidupkan lagi sektor ini.

KPR yang sesuai syariah tidak memiliki suku bunga, namun 'tarif sewa' dibebankan pada bagian dari properti yang dimiliki oleh bank. Ini karena bunga tidak dapat dibebankan berdasarkan hukum Islam. Karena perbedaan ini, pengaturan seperti itu sering disebut rencana pembelian rumah (HPP) daripada hipotek atau kredit perumahan.

Gatehouse Bank telah menjadi bank Islam terbaru untuk memasuki pasar. Serta menargetkan pelanggan dengan persyaratan agama, mengatakan bahwa bank mencoba untuk menarik calon pemilik rumah yang tergoda oleh keuangan 'beradab'.

Charles Haresnape dari Gatehouse, mengatakan bahwa pihaknya percaya bahwa keuangan Syariah, tanpa memandang agama, adalah keuangan beradab. Orang-orang menginginkan kesepakatan yang bagus tetapi mereka ingin tahu itu etis.

"Kami tidak akan membiayai perdagangan senjata, perjudian atau alkohol. Tidak ada bank besar yang bisa memberikan jaminan itu. Anak muda sangat sadar akan masalah ini," kata Charles seperti dilansir di Telegraph co.uk, Rabu (5/12).

Menurut Haresnape, ini adalah pasar yang kurang dikenal. Tapi ada banyak kesamaan dengan kepemilikan bersama hipotek. 

"Anda membayar kembali modal setiap bulan tetapi alih-alih membayar bunga, Anda membayar sewa untuk porsi yang belum Anda miliki. Ini adalah pembayaran sewa daripada bunga," jelasnya.

Bahkan dengan upaya untuk menahan pembeli rumah besar, broker hipotek tetap skeptis tentang apakah keuangan Islam akan mampu mengambil pangsa pasar yang signifikan.

Kelemahan utama bagi pelanggan adalah bahwa tarif sewa biasanya lebih tinggi daripada tingkat bunga pada hipotek tradisional. Gatehouse Bank telah meluncurkan dengan kesepakatan suku bunga tetap dua tahun di 3,19 persen.

Hipotek di bank-bank besar biasanya mengenakan biaya kurang dari 2 persen untuk kontrak dua tahun yang serupa. Ini mencerminkan biaya pendanaan yang lebih tinggi untuk bank-bank Islam.

"Dengan hipotek yang kemungkinan terbesar bagi banyak orang, suku merupakan faktor penting. Jika transaksi lebih mahal daripada alternatif di pasar, itu akan menjadi penjualan yang sulit," kata Mark Harris dari broker hipotek SPF Private Clients.

Al Rayan Bank dianggap sebagai penyedia keuangan Islam terbesar di Inggris. ABC International, Ahli United Bank, dan UBL adalah bank lain yang terdaftar di Inggris untuk menawarkan paket pembelian rumah.

Harris mengatakan bahwa dari pajak bea materai perspektif, pajak keuntungan modal dan pajak warisan diperlakukan dengan cara yang sama seperti hipotek tradisional. Peminjam juga diharuskan untuk lulus tes keterjangkauan yang sama untuk memastikan mereka dapat memenuhi pembayaran bulanan mereka.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial. 

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 30 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Filipina Targetkan Jadi Hub Ekspor Halal di Asia]

Pemerintah Filipina menyetujui undang-undang baru yang disebut Undang-undang Pengembangan dan Peningkatan Ekspor Halal untuk mengembangkan dan menerapkan standar dan praktik pertanian dan manufaktur halal di Filipina. Hal ini merupakan upaya Filipina untuk  mempersiapkan diri menjadi hub ekspor halal berikutnya di Asia.

Menteri Perdagangan Filipina, Ramon Lopez mengatakan ada permintaan yang meningkat dari industri halal karena pasar Muslim dan non-Muslim yang berkembang baik di komunitas Asia dan global. Meskipun ada 2 miliar penduduk Muslim pada 2014 dengan tingkat pertumbuhan 1,8 persen per tahun, eksekutif kementerian perdagangan mengatakan industri diperkirakan mencapai 3,5 triliun dolar AS pada tahun 2021 dari 2 triliun dolar AS pada tahun 2015, seperti dilansir di Al-Arabiya, Rabu (28/11).

Dengan perkembangan ini, Filipina siap untuk mengambil peran lebih besar dalam industri halal global. Untuk mempertahankan ini, Filipina sekarang menjadi anggota Forum Akreditasi Halal Internasional, sebuah badan dan jaringan akreditasi dengan 27 anggota yang independen yang dimandatkan untuk menegakkan standar halal di negara dan wilayah mereka.

Di komunitas domestik, Lopez juga meminta pemerintah kota dan eksportir halal untuk memperluas cakupan dan kategori sistem halal dan memperkuat lebih banyak peraturan lokal untuk pengembangan industri. Dia juga mendorong akademisi untuk masuk untuk memfasilitasi penelitian dan pengembangan, sehingga mata pelajaran yang berhubungan dengan halal pada akhirnya dapat diintegrasikan ke dalam akademi. Tujuan akhirnya agar sektor swasta meningkatkan minatnya dalam industri.

Untuk mendukung industri halal, pemain lain yang terlibat dalam globalisasi industri halal meningkat di Filipina Selatan. Terletak di wilayah Mindanao, Zamboanga Ecozone dan Otoritas Freeport, akan segera menjadi pusat investor halal global.

Pemerintah Filipina melalui Zona Ekonomi Khusus Zamboanga dan Otoritas Freeport telah mengalokasikan sebuah kompleks seluas 100 hektare untuk menarik para investor pengolahan halal dan manufaktur asing untuk berinvestasi.

Kota Zamboanga adalah Kota kedua terpadat di Mindanao (kedua di Davao) dengan lebih dari 800 ribu penduduk. Dari jumlah ini, 35 persen penduduknya beragama Islam dan kota ini dikenal karena koeksistensi damai dari berbagai kepercayaan dan agama.

Sementara Filipina disebut sebagai salah satu tujuan investasi paling menarik di dunia oleh badan-badan independen, Zona Ekonomi Khusus Kota Zamboanga dan Otoritas Freeport, mengambil keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Filipina dengan mengembangkan insentif baru bagi investor yang akan mendirikan fasilitas manufaktur dan pengolahan halal di zona tersebut.

Di antara insentif termasuk 100 persen kepemilikan bisnis di dalam zona dan pemberian visa kerja kepada eksekutif dan teknisi asing yang dapat diperbarui setiap dua tahun. Selain itu, insentif lain yang ditawarkan kepada investor adalah jika investasi modal dipertahankan tidak kurang dari 150 ribu dolar AS, status residensi permanen dalam Zamboecozone juga akan diberikan kepada investor bersama dengan pasangan mereka, tanggungan dan anak-anak yang belum menikah di bawah usia 21 tahun.

Ketua Zona Ekonomi Khusus Kota Zamboanga dan Otoritas Freeport Christopher Arnuco mengatakan Pusat Halal Asia di Zamboanga berupaya untuk merebut pasar senilai 1,38 triliun dolar AS di Asia Tenggara. Hal ini seiring dengan disiapkannya kompleks pengolahan makanan seluas 100 hektare yang memiliki kapasitas produsen produk prospektif makanan dan Food Grade. Kompleks ini ditargetkan akan mengumpulkan 30 persen dari pangsa pasar 15,9 miliar dalam bisnis potensial.

Zona Ekonomi Khusus Kota Zamboanga dan Otoritas Freeport atau dikenal sebagai ZAMBOECOZONE didirikan untuk menjadi pusat ekonomi penting untuk mempromosikan penciptaan lapangan kerja dan investasi yang memadai. Badan ini mendukung semua upaya untuk menarik investasi ke Mindanao dengan menyediakan lokasi dan lingkungan yang menguntungkan; akses siap ke pasar, tenaga kerja dan sumber daya lainnya dan layanan nilai tambah, dengan demikian berkontribusi terhadap pembangunan regional dan nasional. Dengan perkembangan ini, kebangkitan industri Halal di Filipina diharapkan dapat memberikan peluang kerja baru dan meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara pengimpor produk halal.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 27 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

Selamat Anda telah terdaftar sebagai peserta Seminar Nasional Kalimalang 2018

Demi kepentingan validasi nama peserta pada sertifikat silakan periksa kembali nama Anda pada daftar peserta Seminar Nasional Kalimalang 2018 yang tertera. Konfirmasi perubahan nama dapat dilakukan hingga Kamis, 29 November 2018 pukul 14.00 WIB. Apabila peserta tidak melakukan perubahan nama sampai batas waktu yang ditentukan, maka nama peserta dianggap sudah benar dan panitia tidak bertanggung jawab atas kesalahan cetak nama pada sertifikat.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima Kasih.

*untuk perubahan nama Anda dapat klik (di sini)  

atau http://sef.or.id/validasisemnas2018


Seminar Nasional 1 | 01 Desember 2018 | 08.30 – 12.00 WIB

"Actualizing the Islamic Paradigm in Facing Global Economic Challenges"

  1. ACHMAD BUCHORI
  2. ADE SAPUTRA
  3. ADMID AISYAH AMANAH
  4. AFIFAH SALIM
  5. AFNI RAMADHANTI
  6. AGNES NUR AFIFAH AYUNINGTIAS
  7. AGUNG PERTIWI PUTRA
  8. AGUS SRI ISWIYANTI, S.E., MM
  9. AHMAD MAULANA
  10. ALDA FITRIA
  11. ALDI NOVIANTO
  12. ALFADYA HAYYA
  13. ALIFIA APANDI
  14. ALTHARIQ BIBIT SLAMET
  15. AMILYA CHOIRUNNISA
  16. AN NISAA' RIZKA WAHYUNI
  17. ANA SILVIANA
  18. ANDI SUHANDI
  19. ANGGI MIPTAHUL HOLIK
  20. ANISA AMALIA
  21. ANISA FEBY YANA
  22. ANISA KURNIA SARI
  23. ANISA MULIA KUSUMASTUTI
  24. ANISAHRANI
  25. ANISFU DWI YANTI
  26. ANISSA RANTI RETNO SARI
  27. ANITA NURHAZYIZA
  28. ANITA PUNGKI ANDRIYANI
  29. ANNISA DIANTI
  30. ANNISA DWI RIZKI AZHARI
  31. APRILIANI DWI TANDY
  32. ARMIETHA DESSY RAHMADHANY
  33. ARSITA YUNINGSIH
  34. AULIA NUR AINI
  35. AVIFAH ADELIA
  36. AYU YUNENGSIH
  37. AZARIA NUR SHABRINA
  38. BAGUS HERMANTO
  39. BAGUS SATYAWAN
  40. BELLA NOER SYAKINAH
  41. BENING AMBARWATI
  42. CHINDY RIZKY CLAUDIA
  43. CYNTIA CAHYA SAFITRI
  44. DEA ANANDA
  45. DESI ARI SANDI
  46. DESY RAHMAWATI
  47. DESY TRIANA PRATIWI
  48. DEVI NOVITASARI
  49. DEWI KHOERRU NISA
  50. DEWI SITI MASITOH
  51. DHIEN WANGINEGARA
  52. DIAN BUDIYANTO
  53. DIAN CHRISTIANI
  54. DIAN LESTARI
  55. DITA BERLIANA
  56. DITA VALENTIA MEILIANA
  57. EFA MUSDALIFAH
  58. EKA HAFIFAH PUSPITASARI
  59. EKA NURBAITI HARUN
  60. ELMA NURUL AMALIYA
  61. ELSA SILVIANA FIRDAUS
  62. ENJELITA
  63. ERIKA FEBRIANA
  64. ESTER SHYNTIA
  65. EVA FITRIANA
  66. FADILATUN NISA
  67. FAJRI ANANDA RUSMAHENDRA
  68. FARAH SALSABILA
  69. FATHIMAH ABIDAH
  70. FEBRILIA EKA PRATIWI
  71. FEBRY FITRIYANTI
  72. FEBRY INDRI YANI
  73. FERIYANDI
  74. FIKA ANANDA FORTUNA
  75. FITRI AZIZIAH
  76. FITRI CAHYANI
  77. FITRI WULANDARI
  78. FRILLY BAMA RASTIKA
  79. GALUH YUDHAWANINGPATI
  80. GEMMA SHAFA MAWADDA
  81. GIZELA GIOVANI KUSUMAH
  82. GUSLINA
  83. HANA KOMALA
  84. HANA TAZKIA R
  85. HANDOKO HADI
  86. HANIFAH YUMNA
  87. HARIS YUNIARTO
  88. HERDIANA
  89. HESTITA SALMA SALSABILA
  90. IKA PUSPITA SARI
  91. IKE WIDEA SARI
  92. INAZ MARSELA
  93. INDAH KHOERUN NISSA
  94. INDAH NOVIANTI
  95. INDAH NUR MAULINA
  96. INDIASTARI DESTY ROSITASARI
  97. INDRI MULYANTI
  98. INTAN TRIDIANANTY
  99. IQBAL ANUGRAH RAHMAN
  100. ISNAENI LESTARI
  101. ITA WAHYUNI
  102. IZZATY ATIA MAULANI
  103. JAMALUDIN
  104. JONATHAN LUMDOS
  105. KAMILA ZAHRA FATHUNNADA
  106. KARYONO., S.E., M.Pd., M.M
  107. KHALIMI
  108. KUWAT SUJARWO
  109. LATIKAH ARUM KUSUMAWATI
  110. LESTI SUKMAWATI
  111. LIA DAHLIA
  112. LIA MUBAROKAH
  113. LIA ULFACH
  114. LILIS RATNASARI
  115. LINDA SETIANINGSIH
  116. LIS NURAENI
  117. LUSIA ETIKA SARI
  118. MA'LA HOERIYAH
  119. MARIAM ULFA PUSPITA
  120. MEGA NANDA PUTRI
  121. MEI ISTIANI
  122. MELANY PUTRI DEWI
  123. MEYTA INDRAYANI
  124. MIFTAH FATHINIA
  125. MIRA SUPRIANTI
  126. MISDI
  127. MITHA MERLYAN
  128. MUHAMMAD ASMAR
  129. MUHAMMAD FAJRI
  130. MUHAMMAD FARHAN
  131. MUHAMMAD HAFIZH HANAFI
  132. NADYA AGUSTRIANA
  133. NADYA DWI HELMINA
  134. NAJAH LAILY AMALIA
  135. NAJMA SYIVA
  136. NAUFAL AQIL HELMI
  137. NELASARI
  138. NINNA
  139. NISA PEBRIANTI
  140. NUR I ALFIANINDA
  141. NUR INDAH PANCANINGRUM
  142. NUR SRI WULANDARI
  143. NURKHASANAH
  144. NURKHAYATI
  145. NURUL HIDAYAH
  146. OVA NUR LISANI
  147. PENNI NOVIYANTI
  148. PRANA SAKTI NUGROHO
  149. PUSPITA ANGGRAENI
  150. PUTRI LUCSKYAHTUROHMAN AL FURONI
  151. PUTRI SIS ANGGARI
  152. QOTRUNNADA ALIVIA
  153. RAFIF KARUNIA RAHMAN
  154. RAHMANIA INDAH KUSTANTI
  155. RANGGA RIJLLUL HAQ
  156. RATNA WULANDARI
  157. RAYUNINGSIH
  158. RIANA AYU PUSPITA SARI
  159. RIESHADANI FAIZATY NALLAH
  160. RIRIN SAPUTRI
  161. RISKA RATNA SARI
  162. RISKI SETIADI
  163. RISKI VIRA NABILA
  164. RISMA SYIFA MALIK
  165. RITA NURHIDAYAH
  166. RITA SUGIARTI
  167. RIYA DWI ANDRIYANI
  168. RIZKA RACHMAWATI
  169. RIZKY FADHILA
  170. RODIAH
  171. RUSLI KURNIAWAN
  172. SAFERA JANATA GUSTIA
  173. SAFIRAH DINA RAMADANI
  174. SANTI PUTRI JAYANTI
  175. SARAH NANDADITYA
  176. SARAH SAFIRA
  177. SARAS ADYASMARA
  178. SARI MONIKA PUTRI
  179. SEAN KATONDHO HENAS
  180. SHAFA ROHMAH HANDAYANI
  181. SHAFIRA RAHMAIDA
  182. SHERLYANA GUNAWAN
  183. SINTA NUR HIDAYATI
  184. SISCA LARASATI
  185. SITI ANNISA SALSABILA
  186. SITI DINA NURJANAH
  187. SITI NURANA H. F
  188. SITI ROHMAH WATI
  189. SLAMET HERI WINARNO, SE, MM
  190. SRI AIDA NURYANTI
  191. SRI HARTATI
  192. SRI YUNIARTI
  193. SUADEN MAMESYAH
  194. SUCI INDAH SARI
  195. SULISTYO NINGTYAS
  196. SUTRISNO
  197. TASYA DEWI AZZAHRA
  198. THIA VIOLENITA
  199. TITA NILASARI
  200. TRI FRIDA PUSPITASARI
  201. TRI HADMIATIN NINGSIH
  202. TRI SULISTIANA
  203. TURNI APRIYANI
  204. UMAIROH UTAMI
  205. VESHELA ANNESA D N
  206. VILLIA ALPIANA
  207. VIRA WIDYASARI
  208. VIRA WILISTYORINI
  209. VIVI YULIYANTI
  210. WAHYU LARASATI
  211. WAHYUDI ISRODI
  212. WINDA NURHAYANI
  213. YANUAR AKBAR
  214. YAYAN HENDRIAN S.T.,M.KOM
  215. YESI SEPTIANI
  216. YUDA PANGESTU
  217. YULIA ANGGRAENI
  218. YULIA SANDRA NUR FITRIANA
  219. YUSRIAH
  220. YUSTINUS LAIA
  221. YUYUN SOFIYATUN
  222. ZAHRAH FADHILAH HERLIANTI
  223. ZAKYA RAHMI NURSALIMA
  224. ZAQIA SABILLA AZWARINI
  225. ZETIRA ZAHNAZ KAPADIA

Seminar Nasional 2 | 01 Desember 2018 | 13.00 – 16.00 WIB

"Youth Contribution through Islamic Economics in Diminishing Inequality as an Impact of the Economic Crisis Cycle"

  1. ABDUL SAMAD KELSABA
  2. ACHMAD BUCHORI
  3. ADITYO NUGROHO
  4. AFAN RIZIQ AL - SALEH
  5. AFNI FIZKRI AL FITRIAWATY
  6. AGUS SRI ISWIYANTI, S.E., MM
  7. AHMAD MAULANA
  8. AJENG FADILAH IRAWAN
  9. ALDA FITRIA
  10. ALI RAFSANJANI
  11. ALIFIA APANDI
  12. ANNISAUL JANATUL MA'WA
  13. ANDI SUHANDI
  14. ANDIKA SURYANA
  15. ANGGI RAHMAWATI
  16. ANISA KURNIA SARI
  17. ANISA MULIA KUSUMASTUTI
  18. ANISAHRANI
  19. ANISSA MELATI
  20. ANISSA RANTI RETNO SARI
  21. ANITA FITRIANI
  22. ANNISA MUKHLISA H
  23. APRILIA TRIANA
  24. APRILIANI DWI TANDY
  25. ASEP RIANO,S.PD
  26. ATMO
  27. AULIA AZZAHRA
  28. AURANI LUTHFIYAH
  29. AVIFAH ADELIA
  30. AVRIDHA RIANI
  31. AYU AMBARWATI
  32. AYU HERMAWATI
  33. AYUDIA FITRI CHAERANI
  34. AZKA ALIFIANT
  35. AZ-ZAHRA TURSINA BELLA
  36. BAGUS HERMANTO
  37. BAGUS SATYAWAN
  38. BAHARI NUR
  39. BERLIANA KHUMAIROH
  40. CHIKO AGESTO G.W.P
  41. CHOERUNNISA
  42. CLARISSA ILMI RIYANTI
  43. CYNTIA CAHYA SAFITRI
  44. DARA SYAFIRA
  45. DEA RAYI ANGGITA
  46. DESNIA RAHMADANTY
  47. DEWI NURMAYANTI
  48. DEWI RATIH
  49. DEWI SITI MASITOH
  50. DHINA MUTIA
  51. DIAH ENGGAR PRATIWI
  52. DIAH MITA SARI
  53. DIAH TITI NURAENI
  54. DIAN PERMATA SARI
  55. DIMAS PARULIAN
  56. DINA APRIANI SUJANA
  57. DINDA ASHILAH
  58. DINI KURNIAWATY
  59. DINNUR NADA UTAMI
  60. DIRA ISMANIAR AGUSTIN
  61. DITHA PUTRI A.
  62. DWI KURNIA ALHAYYU
  63. EFA MUSDALIFAH
  64. EFA NOFITASARI
  65. EKA HAFIFAH PUSPITASARI
  66. ELFINA NOVIYANTI
  67. ELSA SILVIANA FIRDAUS
  68. EMIRA AULIA RASYIDA
  69. ENDAH CHRISTIANINGSIH
  70. ERSYALIA NABILA
  71. EVI FARIDATUL AFIFAH
  72. EVRILITA CAHYANA
  73. FACHRIKA WULANDARI
  74. FADILA IMANY PUTRI
  75. FARAH NAMIRA PUTRI
  76. FARHATUN MAULIDA
  77. FARIHA NUR WAHYUNI
  78. FARUQIN FEBRYONO
  79. FATHIMAH ABIDAH
  80. FAUZIAH NURSYAHBANI
  81. FEBRILIA EKA PRATIWI
  82. FERONIKA MANIDA GULO
  83. FIKA ANANDA FORTUNA
  84. FIRDAUS WIJAYANTO
  85. FITRA DINI
  86. FITRI AZIZIAH
  87. FITRI WULANDARI
  88. FRILLY BAMA RASTIKA
  89. GEETA DEVI ARIYANTI
  90. GUNTUR ALAM
  91. HANA KOMALA
  92. HANA SUKAINAH
  93. HANNISA KUSUMAWATI
  94. HARIS YUNIARTO
  95. HASMILAH
  96. HASNA SETYA MULYAWATI
  97. HELVY MARYANA
  98. HENDRICK KARISMA
  99. HESTITA SALMA SALSABILA
  100. IKHRIMA NURMAWATI
  101. ILHAM SAYFIN NUHA
  102. INDAH DIAN NOVITA SARI
  103. INDAH EKA SUGIANTI
  104. INDAH NUR MAULINA
  105. INDIASTARI DESTY ROSITASARI
  106. INTAN WIDIANA
  107. IQBAL ANUGRAH RAHMAN
  108. IRMA ERVIANA TANIA
  109. JALIMAH
  110. JAMALUDIN
  111. JONATHAN LUMDOS
  112. JULIANNA RAI HAKIM ISNAINI
  113. KARTIKA PUTRI R
  114. KARYONO., S.E., M.Pd., M.M
  115. KATARINA DIAN PURWANTI
  116. KHOFIFAH DWI LESTARI
  117. KIKI RIFQI FARIQOH
  118. KURNIA TRYANTI
  119. KUWAT SUJARWO
  120. LAILATURROHMAH
  121. LIDYA NUR SAFITRI
  122. LILY ALIYAH
  123. LUCIANA SYAMSIAR
  124. LULUK MAKNUNAH
  125. M. REZA PAHLEVI
  126. MAJIDAH
  127. MASRUHAN
  128. MEGA TRI UTAMI
  129. MELIYANI RAFIATUN DARAJAT
  130. MERLY BARANATASHA
  131. MEYTA INDRAYANI
  132. MIFTAH AINUL YAQIIN
  133. MOHAMAD HARZA FALISON
  134. MONI SUCI ANJANI
  135. MUHAMMAD AFIF
  136. MUHAMMAD FAJRI
  137. MUHAMMAD FARHAN
  138. MUHAMMAD HAFIZH HANAFI
  139. MUHAMMAD HAMZAH YAHYA
  140. MUHAMMAD JALALUDDIN
  141. MUSTOPA HIDAYATTULLOH
  142. NABILA TANIA PUTRI
  143. NADA BALQIS
  144. NADIRA HASNA HANIFAH
  145. NAFTALIYAH NUR ZAHRA
  146. NAHDIA HUSNAH
  147. NAJMA SYIVA
  148. NANA ARVIANA
  149. NAUFAL AQIL HELMI
  150. NENIH ANJARWATI
  151. NIKITA APRILIA
  152. NI'MATUL AFIFAH
  153. NISA PEBRIANTI
  154. NOVIANA HAIRUNISA
  155. NUR AZIZAH AGUSTINI
  156. NURAINI
  157. NURHALIMAH SARI LUBIS
  158. NURUL FAUZIYAH RAMADHANIATI
  159. OKTI ANGGOROWATI SETYANINGSIH
  160. PIONA NURHAETI
  161. PRANA SAKTI NUGROHO
  162. QOTRUNNADA ALIVIA
  163. RANI PUSPITASARI
  164. RANI SANTIKA
  165. RATNA WULANDARI
  166. RATU YULYANAH
  167. RENI ANGGRAENI
  168. RESSI JUNIANTI SUWANDI
  169. RINA ISNANDA LIANA WATI
  170. RISKI SETIADI
  171. RISKI VIRA NABILA
  172. RISTANTO
  173. RIVALDO J MARSHA
  174. RIZKA FAUZIAH
  175. RIZKA RACHMAWATI
  176. RIZKY FADHILA
  177. RIZQI KURNIA ASIH
  178. ROSSYTA EKA PUTRI H
  179. RUSLI KURNIAWAN
  180. SABILA CAHYA MAULIDINA
  181. SALMA SRI YULIANSI
  182. SARAS ADYASMARA
  183. SARI MONIKA PUTRI
  184. SATRIA DHIMAS GHOZA
  185. SAVIRA NADIA SARASITA
  186. SEAN KATONDHO HENAS
  187. SEPTHIA NURHIDAYAH
  188. SEPTIAN BAYU PAMUNGKAS
  189. SERLY ARISKHA DEWI
  190. SESRIYANI
  191. SHINTA DELIA
  192. SILFI SYAHRA DEWI
  193. SILVIA WAHYUNI
  194. SINTIA MARINI
  195. SISCA DEVIA SINTA
  196. SISCA LARASATI
  197. SISI DHIYA AULIA
  198. SITI KHODIJAH
  199. SITI RAHMATUL UMMAH
  200. SRI HARTATI
  201. SRI WINDI
  202. SUPRIYANTO
  203. SYIHAB GEIS BIN ABAD
  204. TASHA AMELYANA
  205. TIARA RIZKI AMALIA
  206. TITA NILASARI
  207. TIYA LATIFA
  208. TRI FRIDA PUSPITASARI
  209. UMMY SHOLICHATI
  210. UMSIAH ALTANIA
  211. USWATUN NISA
  212. VANISKHA MAHARANI
  213. VESHELA ANNESA D N
  214. VILLIA ALPIANA
  215. VIRA TANIA
  216. WINDU EVILIA SUSANTO
  217. WIRA HANDIKA SUKMA
  218. YANUAR AKBAR
  219. YOHANA MARNITA
  220. YUDA PANGESTU
  221. YULIA SANDRA NUR FITRIANA
  222. YULISA PRATIWI
  223. YUYUN SOFIYATUN
  224. ZAHRAH FADHILAH HERLIANTI
  225. ZEVY SUKMA ZAHROH ARANING TYAS

*untuk perubahan nama Anda dapat klik (di sini)  

atau http://sef.or.id/validasisemnas2018

  • 23 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Malaysia Kurangi Anggaran untuk Industri Halal]

Pemerintah Malaysia menyepakati alokasi yang lebih kecil dalam anggaran 2019 untuk pembangunan industri halal setempat. Dewan Rakyat mengatakan kendala keuangan itu tidak akan membahayakan upaya pemerintah untuk mempromosikan sektor industri halal.

Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Mohamed Azmin Ali mengatakan inisiatif untuk mempromosikan industri halal akan ditingkatkan dengan kerja sama lewat Selangor dan Penang.

“Dengan kerja sama dari negara-negara yang telah memulai inisiatif dalam skala besar, kita akan melihat bagaimana kita dapat memindahkan rantai nilai dan membangun ekosistem yang lebih terintegrasi tidak hanya dalam hal produk, tetapi juga dalam hal sumber untuk mengembangkan produk untuk benar-benar memenuhi spesifikasi halal," ujar Mohamed Azmin Ali dilansir di media lokal, The Sun Daily, Kamis (22/11).

"Ini karena pasar halal sangat besar, tidak hanya di negara-negara Islam. Bahkan negara-negara non-Islam telah menerima produk halal sebagai barang penting untuk perdagangan," ujarnya.

Mohamed Azmin menjawab pertanyaan dari anggota parlemen yang ingin mengetahui komitmen pemerintah dalam mempromosikan industri halal nasional. Hal itu setelah alokasi anggaran dikurangi dari sebelumnya sebesar 1 miliar ringgit menjadi 100 juta ringgit dalam Anggaran 2019.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 23 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Artikel

#SEFLearn

Sharing Ilmu Ekonomi Syariah SEF UG

"Diantara Reksadana, Saham Atau Emas Yang Manakah Yang Cocok Untuk Anak Muda?"

Setiap orang pasti memiliki cita-cita kehidupan mapan dan nyaman di masa depan. Tapi, hidup seperti itu perlu dicapai dengan berbagai persiapan, terutama yang berkaitan dengan pengaturan keuangan. Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi sejak usia muda.

Sama seperti menabung, investasi atau menanamkan modal pada aset-aset tertentu perlu dilakukan sejak dini. Tidak perlu menunggu  berpenghasilan yang cukup besar dan berusia matang baru memulai berinvestasi.Hal ini dapat terlihat saat ini dimana saat ini telah banyak anak muda yang sudah tidak asing dengan investasi.

Sejak mereka telah memiliki penghasilan, anak muda zaman saat ini telah memulai persiapkan kebutuhan masa depan seperti keinginan memiliki rumah , keinginan memiliki kendaraan, kebutuhan dana pernikahan,traveling dan shopping. Oleh karena itu, wajar kalau kalangan usia ini perlu mulai mengatur keuangannya dan mulai berinvestasi dengan menyisihkan dana untuk investasi sejak masih muda meskipun penghasilan yang rekan-rekan terima saat ini belum terlalu besar.

Mengapa perlu berinvestasi sejak dini ? dengan memulai menginvestasikan penghasilan sejak dini maka rekan-rekan memiliki peluang dimana dana rekan-rekan yang telah di investasikan akan tumbuh pesat sehingga dapat mengalahkan inflasi dalam jangka panjang.
Selain itu karena dengan kita memulai berinvestasi sejak usia muda, rekan-rekan memiliki kelebihan dimana rekan-rekan masih memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan uang dan mengembangkan dana investasi tersebut menjadi lebih besar dengan ditempatkan kedalam instrumen-instrumen investasi saat ini yang telah tersedia baik itu dalam bentuk reksadana, saham, ataupun emas.

Namun, ada kalanya anak muda galau disaat akan memutuskan hendak berinvestasi di reksadana,saham atau emas dikarenakan tidak memiliki rekomendasi yang cukup untuk menjelaskan hal tersbeut dan pada akhirnya karena kelamaan galau, tidak jadi berinvestasi. Sehingga penghasilan yang seharusnya sudah mulai disisihkan untuk kebutuhan hari depan, akhirnya habis tak berbekas sekadar untuk konsumsi semata.

Penulis: Arief Tri Setiaji

Sumber: http://akucintakeuangansyariah.com

#pemudasef #ekonomi #syariah

  • 16 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[LPDB Targetkan Pembiayaan Syariah UMKM Rp 450 Miliar]

Pembiayaan syariah menawarkan berbagai skema untuk pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Syariah memiliki beragam skema untuk menyalurkan Rp 450 miliar dana yang khusus dialokasikan pada 2018 bagi UMKM.

Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Zaenal Aripin mengatakan dari total dana tersebut baru 23 persen yang termanfaatkan. Sisanya akan dimaksimalkan pada acara Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB–KUMKM), Indonesia Syariah Fair (Insyaf) pada tanggal 27-29 November 2018.

"Dana LPDB secara total ada Rp 1,2 triliun, Rp 450 miliar khusus untuk skema syariah, kita harapakan 70 persennya terserap pada acara Insyaf nanti, hingga akhir tahun semoga tercapai," kata Zaenal, Rabu (14/11). Tahun depan, dananya akan meningkat jadi Rp 520 miliar.

Meski demikian, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75 Tahun 2011 LPDB harus menyalurkan dana tersebut lewat lembaga keuangan. Sehingga LPDB bekerja sama dengan sejumlah bank untuk penyaluran, seperti BPD Jateng Syariah, BJB Syariah, koperasi simpan pinjam syariah di Jabar dan jateng serta BPRS di Aceh dan Magelang. Selain itu, ada sekitar 12 lembaga keuangan, 7 koperasi simpan pinjam syariah, dan PBMT Ventura.

Penyaluran tersebut memiliki imbal hasil kompetitif dan tidak memberatkan. Menurut penentuan tarif dasar berdasarkan PMK No.75/PMK.05/2011, LPDB-KUMKM menyalurkan melalui KSPPS/USPPS/LKB/LKBB dengan akad mudharabah nisbah maksimal 40:60 persen.

Dari KSPPS/USPPS/LKB/LKBB kepada UMKM dengan akad murabahah sebesar 24 persen. LPDB menyasar semua kategori dan sektor UMKM. Syarat utamanya adalah jenis usaha halal, memiliki laba bersih dan minimal masa usaha dua tahun.

Zaenal mengatakan LPDB saat ini sedang mengajukan revisi untuk PMK No 75 tahun 2011 agar dapat menyalurkan pembiayaan secara langsung pada kelompok usaha, tanpa melalui lembaga keuangan lain. Dengan begitu, nisbah bisa ditetapkan lebih rendah.

"Kita sudah ajukan revisi pada Kementerian Keuangan, mungkin ada pembahasan selama dua bulan, awal 2019 kita harapkan sudah bisa menyalurkan dana direct ke UMKM," kata Zaenal.

Meski demikian, perubahan penyaluran dana langsung hanya bisa untuk pembiayaan Rp 250 juta hingga Rp 10 miliar. Di bawah itu, LPDB akan tetap bekerja sama dengan lembaga keuangan.

Sejumlah sektor akan menjadi prioritas seperti usaha ekonomi kreatif syariah. Sektor ini memiliki potensi yang besar karena mulai jadi fokus pihak global.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo mengatakan Uni Emirat Arab telah mulai mencanangkan inisiatif ekonomi kreatif syariah tersebut, seperti dalam hal halal industri, keuangan syariah, hingga gaya hidup Islami.

"Memang agak sedikit bersinggungan dengan pasar halal yang sudah ada, tapi sektor ini fokus pada mengutamakan nilai tambah dari produk sektor halal yang sudah tersedia itu," katanya.

Misal, industri halal fokus pada produksi makanan halal. Maka inisiatif ekonomi kreatif syariah fokus pada inovasi makanan ini agar lebih memiliki nilai tambah. Jaenal mengatakan UMKM di Indonesia saat ini lebih banyak menjadi reseller.

Produk yang dipasarkan pun minim inovasi sehingga dijual dengan harga standar. Jika inovasi dan kreatifitas ditingkatkan pada produk-produk halal, maka nilai jual akan semakin tinggi. Fadjar berharap UMKM di Indonesia bisa mengembangkan volume bisnis dengan skema kreatif seperti ini.

Zaenal sepakat, pembiayaan syariah LPDB menjadi salah satu sumber pendanaan yang mendorong peningkatan volume usaha. Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), M Bagus Teguh menyampaikan pembiayaan syariah kini telah menjadi satu alat yang menjembatani masyarakat untuk berdikari sesuai syariat.

UMKM yang peduli pada cara mendapatkan pinjaman sesuai syariat kini tidak perlu khawatir lagi. Pembiayaan syariah mulai menjamur di masyarakat, baik dari pemerintah, korporasi seperti perbankan syariah, teknologi digital, hingga lembaga filantropi Islam.

Pemanfaatan lembaga-lembaga syariah ini memang masih perlu keberpihakan. Indonesia adalah negara dengan mayoritas umat Islam. Maka pengusaha Muslim pun diharapkan bisa lebih mengutamakan sistem keuangan yang berbasis hukum Islam.

"Kita sebagai Muslim memang perlu keberpihakan pada lembaga keuangan syariah, jika ingin keuangan syariah Indonesia maju maka perlu kita dukung dengan menggunakannya," kata Teguh.

Banyaknya pembiayaan syariah, salah satunya dari LPDB ini, menurutnya, menjadi kesempatan baik yang harus dimanfaatkan. Partisipasi pengusaha pada sektor ini sekaligus dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih sangat rendah di negara mayoritas penduduk Muslim ini.

Target penyaluran tahun 2018 Direktorat Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM diantaranya Rp 247,5 miliar untuk KSPPS/USPPS, Rp 67,5 miliar untuk Koperasi sektor riil, dan Rp 135 miliar untuk LKB/LKBB.

Akumulasi penyaluran sejak 2008 hingga 2018 telah mencapai Rp 8,5 triliun kepada lebih dari tiga ribu UMKM di seluruh Indonesia. Proporsi pencairan dana bergulir yakni 18 persen untuk syariah sebesar Rp 1,5 triliun, dan 82 persen untuk konvensional sebesar Rp 7 triliun.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha _(Read,Like and Share)_ setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 9 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[BI Optimistis Keuangan Syariah Semakin Berkembang]

Bank Indonesia (BI) optimis industri keuangan syariah akan semakin berkembang di Indonesia. Bank sentral pun terus mendukung agar hal itu terjadi.

"Di Bank Indonesia pun, kita ada Departemen Keuangan Syariah. Kita sangat dukung," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal saat ditemui di Acara Anugerah Syariah Republika (ASR) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis, (8/11).

Lebih lanjut, Agusman menyatakan, langkah Republika mengadakan ASR sangat tepat. Pasalnya, itu semakin menunjukkan dedikasinya terhadap kemajuan keuangan syariah.

"Ini dedikasi yang sangat luar biasa dan strategis untuk ekonomi syariah. Khususnya bank syariah," kata Agusman.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan penguatan ekonomi dan keuangan syariah dapat dilakukan melalui pengembangan rantai nilai halal regional. Ini meliputi pengembangan ekosistem dari berbagai tingkatan usaha syariah, dari hulu ke hilir.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), secara khusus, terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan. Seperti penerapan sistem pertanian terintegrasi, pengembangan produk makanan halal, pengembangan kain tenun dan produk kerajinan daerah, serta pengembangan pariwisata halal.

Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2018 menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia, untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional. Dody  mengatakan potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu didukung oleh penguatan ekosistem rantai nilai halal.

Maka dalam hal ini, kata dia, diperlukan skema business matchinguntuk mendorong terhubungnya sisi penawaran produk usaha syariah. Dengan sisi permintaan dari pasar domestik, regional, maupun pasar global.

Sumber: Republika.co.id

(Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya)

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 2 Nov 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi November 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[SBSN Bantu Peningkatan Pembiayaan Syariah]

Sukuk Negara menempati porsi 18 persen dari total Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia sejak 2008. Menurut Data Islamic Finance Development Report 2017 Thomson Reuters, porsi sukuk sebesar 16 persen dalam distribusi aset keuangan syariah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan pembiayaan dengan instrumen syariah saat ini menempati porsi 20 persen dari total pembiayaan. Ini termasuk sukuk dan pembiayaan perbankan juga lembaga keuangan syariah lainnya.

Ia yakin angka tersebut bisa berkembang dua kali lipat dalam 10 tahun kedepan. Pembiayaan dengan instrumen syariah akan sebanding dengan konvensional jika semua pihak berkolaborasi untuk mempopulerkannya.

"Kita bisa memperbesar pembiayaan syariah jika memperbanyak instrumen syariah, investor base dan bagaimana membesarkan lembaga keuangan syariah," kata dia dalam acara Satu Dasawarsa Sukuk Negara, Kamis (1/11).

Bank Indonesia, tambahnya, telah berupaya untuk menciptakan iklim yang ramah pada pertumbuhan pembiayaan keuangan syariah tersebut. Seperti menerbitkan sertifikat deposito syariah yang bisa diperdagangkan hingga aturan untuk lindung nilai syariah.

Perry juga membocorkan BI pun akan mengeluarkan sukuk BI namun masih dalam pembahasan. Sukuk ini adalah hasil inovasi dengan tenor pendek mulai bulanan bahkan mingguan. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

BI menilai beredarnya sukuk telah memperbaiki likuiditas di pasar sehingga berimbas positif pada kondisi makro ekonomi negara. Jadi sukuk tidak hanya membantu dalam pembiayaan sektor riil tapi juga memberi dampak pada likuiditas.

Kedepannya, Perry mengatakan BI mengharapkan peran perbankan syariah yang lebih luas di pasar. Perbankan jadi bukan hanya penghimpun dana masyarakat tapi juga mengarah pada sekuritas. Perbankan syariah bisa fokus pada upaya investasi untuk penyaluran dana, tidak hanya pembiayaan.

"Jadi lebih ke investment banking. Financing-nya tidak hanya loan tapi juga bisa membeli corporate bond, sukuk, dan lainnya, ini untuk mendorong peran," kata dia.

Selain itu, pengembangan keuangan syariah juga harus lebih luas. Tidak hanya perbankan saja tapi juga pengembangan jaringan ekonomi halal dari hulu ke hilir. "Tentu dari itu semua, paling penting adalah edukasi dan menyampaikan informasi, agar populer dan masyarakat ikut andil," katanya.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial.

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 26 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Baznas Luncurkan Program Mustahik Pengusaha]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Mustahik Pengusaha. Ini adalah program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik yang akan atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk.

Program Mustahik Pengusaha diawali dengan pemberdayaan kelompok usaha budidaya lele dan tanaman terong di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru mengatakan, program ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.

“Jenis usaha yang dijalankan berupa usaha skala rumah tangga seperti makanan ringan, kue, turunan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Kami juga mendukung bagi UMKM yang bergerak di bidang industri kreatif seperti batik, ukiran, konveksi, kerajinan tangan, desainer, periklanan, kesenian dan arsitektur,” katanya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/10).

Bantuan yang diberikan berupa modal usaha sebesar Rp 115 juta kepada 23 orang di kelompok budidaya lele di Kampung Bakung, Desa Karangpatri, Kecamatan Pabayuran. Sedangkan kelompok usaha pertanian budidaya terong di Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi yang beranggotakan 25 orang memperoleh bantuan sebesar Rp 180,9 juta atau berkisar antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta per orang.

“Bantuan modal untuk kelompok usaha budidaya lele akan digunakan untuk pembangunan kolam bioflok, pembelian benih lele, dan pengadaan pakan. Lokasi usaha kolam lele bioflok difokuskan pada satu lahan bersama,” katanya.

Sedangkan untuk usaha budidaya terong, modal usaha digunakan untuk pembelian bibit, pupuk, biaya perawatan dan penanganan pasca panen. Adapun dua kelompok usaha ini telah memiliki jaringan pasar sehingga anggota kelompok dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas usaha dan disiplin dalam usaha yang dilaksanakan.

Dalam pelaksanaan program ini, tim Baznas melalui Lembaga Pengembangan Ekonomi Mustahik (LPEM) juga melakukan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu faktor keberhasilan program untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha berjalan sesuai dengan rencana. Melalui kegiatan pendampingan ini, mustahik didorong untuk kreatif dan inovatif.

“Kegiatan pendampingan ini dilakukan melalui 3 tahapan, yakni tahap perintisan terdiri dari penumbuhan dan pembentukan kelompok, tahap penguatan untuk menumbuhkan aktivitas usaha dan kelompok penerima manfaat serta tahap pemandirian,” katanya.

Diharapkan dengan kegiatan peluncuran ini dapat memberikan motivasi usaha tidak hanya kepada anggota di dalam kelompok tapi juga masyarakat sekitar tempat usaha. “Selanjutnya untuk melakukan percepatan program ini, Baznas akan bersinergi dengan berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah dan Baznas di daerah setempat untuk membantu mustahik keluar dari kemiskinan,” kata Randi.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha (Read,Like and Share) setiap postingan di website ataupun media sosial. 

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org

  • 19 Oct 2018

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,

#SEFNews

Berita Ekonomi Syariah Edisi Oktober 2018

"Ekonom Rabbani, fatal bila tidak update berita"

Selamat Membaca

[Potensi Wisatawan Muslim Milenial Capai 180 Miliar Dolar AS]

Potensi wisatawan Muslim milenial dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan  smartphone  untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara  online . 

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z. 

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017. 

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim.

Vice President Market Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017. 

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian. 

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.

Sumber: Republika.co.id

Nantikan informasi dan berita Ekonomi Syariah selanjutnya

Jangan lupa untuk #ReLiSha _(Read,Like and Share)_ setiap postingan di website ataupun media sosial. 

Selamat berakselerasi

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

- WA: 0857 157 14 157
- Twitter & IG: @KSEI_SEF
- Fb/Line/LinkedIn: Ksei SEF Gunadarma
- Line@: KSEI_SEF
- Official Linkedln: Sharia Economic Forum of Gunadarma University
- Website: www.shariaeconomicforum.org