Publikasi

  • 1 Jul 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Studi yang dilakukan International Data Corporation (IDC) memperkirakan, pada 2025 akan ada sekitar 40 miliar perangkat Internet of Things (IoT) yang terkoneksi. Jumlah perangkat tersebut akan menghasilkan sekitar 80 zettabytes (ZB) data pada tahun yang sama akibat dari digitalisasi industri.

Mengenai hal itu, perusahaan riset teknologi informasi asal Amerika Serikat, Gartner memperkirakan 75 persen data yang dihasilkan perusahaan akan dibuat dan diproses di luar pusat data tradisional.

Dengan kata lain, jumlah pemanfaatan micro data center atau local edge data center akan meningkat empat kali lipat pada 2025.

Business Vice President Secure Power Division, Schneider Electric Indonesia, Yana Achmad Haikal mengatakan, tren ini akan berdampak terhadap peningkatan konsumsi energi di sektor data center yang diperkirakan dapat mencapai 3.000 terawatt per jam.

“Jumlah itu hampir sama dengan konsumsi energi dari 275 juta rumah tangga pada 2040. Strategi pengelolaan data center yang tidak efektif juga akan menyebabkan biaya operasional dan perawatan dapat melambung tinggi,” jelas Yana pada acara diskusi Virtual Media Briefing Schneider Electric, Jumat (26/6/2020).

Untuk memitigasi hal itu, lanjutnya, industri data center perlu fokus mendesain edge data center yang efisien, andal, dan ramah lingkungan.

Selain itu, perlu pula pemanfaatan teknologi data center pintar yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi IoT, mobilitysensingcloud, analitik, dan teknologi keamanan siber.

“Teknologi-teknologi tersebut pun kini telah tersedia pada produk EcoStruxure for Data Centers dari Schneider Electric,” ujar Yana.

Era edge computing

Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, menegaskan bahwa solusi produk tersebut pada dasarnya adalah untuk membantu industri data center di Indonesia memasuki era edge computing.

Pasalnya, pemanfaatan teknologi data center pintar dan energi baru terbarukan dalam penerapan edge computing akan memperkuat kemampuan pelaku industri untuk akses data yang semakin cepat dan terintegrasi.

Tak hanya itu, pun akan menghasilkan koneksi internet yang stabil, keamanan data terpercaya, dan di sisi lain dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi serta biaya operasional.

Perlu diketahui, Solusi EcoStruxure for Data Center dari Schneider Electric mengintegrasikan manajemen listrik, gedung, dan teknologi informasi (TI) sehingga industri dapat memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap performa data center-nya.

Yana mengatakan, solusi ini dapat membantu pengambilan keputusan yang tepat berbasis data real-time.

“Solusi tersebut juga terbukti dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen, dan data center uptime hingga 100 persen,” terang Yana.

Menanggapi tren global terhadap era egde computing, Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPro) Hendra Suryakusuma pun mengajak anggotanya untuk segera beradaptasi dan melakukan transformasi digital.

Tujuannya, untuk menciptakan ekosistem data center yang tangguh dan berkelanjutan (sustainable) agar dapat tetap kompetitif.

“Pelaku industri data center nasional harus segera mengadopsi teknologi data center pintar dan terintegrasi agar dapat memberikan analisis komprehensif untuk pengelolaan yang efektif dan efisien, ungkap Hendra.

Dengan demikian, era edge computing tak akan menjadi ancaman bagi industri. Lebih dari itu, para pelaku industri justru harus bisa memanfaatkan era edge computing dengan penggunaan teknologi yang tepat.

Sumber: Kompas.com

  • 29 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

WE'RE HIRING

Halo Mahasiswa Hebat!⁣⁣⁣

Pernah merasa gak kalau belajar di kelas aja gak bisa buat kamu explore pengalaman? Terus sekarang kamu sadar dan ingin lebih kontributif serta bermanfaat untuk masyarakat? Tapi merasa insecure karena kemampuan diri sendiri yang masih minim?⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Jika kamu merasa demikian, ada kabar baik loh! Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment SEF Calon Pengurus Muda 2020/2021.⁣⁣⁣

Networking? Collaboration? Knowledge? Adaptive and New Experience?⁣⁣⁣

You Will Get It All at SEF!⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Kesempatan ini terbuka lebar untuk kamu mahasiswa tingkat 1 dan 2 Universitas Gunadarma yang ingin menjadi mahasiswa unggul dengan segudang manfaat.⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Persiapkan dirimu untuk menjadi bagian dari Sharia Economic Forum (SEF)!⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Daftarkan dirimu sekarang melalui link:⁣⁣⁣

sef.or.id/openrecruitment

Batas Pendaftaran sampai Sabtu, 11 Juli 2020 - Pukul 21.00 WIB⁣⁣⁣

⁣⁣⁣LET'S BE PART OF OUR FAMILY AND CREATE THE BRIGHT FUTURE WITH US!⁣⁣⁣

Our Social Media:⁣⁣⁣

- WhatsApp: 0857 1571 4157⁣⁣⁣

- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF⁣⁣⁣

- Fb, Youtube & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma⁣⁣⁣

- Website: www.shariaeconomicforum.org

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 27 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Laporan Kegiatan

Depok - Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih Juara 3 dan Juara Harapan 1 dalam ajang Tazkia Accounting Competition (TAC) 2020 yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tazkia, Bogor, Jawa Barat. Tim yang berhasil meraih penghargaan tersebut yaitu Tim 1 yang beranggotakan Anisah Ajeng Jayanti  (Ekonomi Syariah 2017), Indah Nur Maulina (Manajemen 2017), dan Wafa Luthfiyah Azzahra (Akuntansi 2018) dan Tim 2 yang beranggotakan Ahmad Maulana (Ekonomi Syariah 2018), Ali Muhsin (Ekonomi Syariah 2017), dan Nadya Salsabila Haqqoni (Manajemen 2018).

TAC merupakan acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syariah (HAMAS) IAI Tazkia. TAC merupakan agenda yang diadakan setiap tahun dengan rangkaian acara yaitu Seminar Nasional dan Olimpiade Akuntansi dan Ekonomi Islam tingkat SMA/MA dan Mahasiswa. Acara ini mengusung tema “Penguatan Filantropi Islam dalam Pengembangan Ekonomi dan Akuntansi Syariah Untuk Mencapai SDGS di Era 5.0” Acara ini berlangsung pada 02 – 33 Maret yang bertempat di Kampus IAI Tazkia.

Pada hari pertama (02/03), acara dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan babak penyisihan Olimpiade Akuntansi dan Ekonomi Islam. Pada tahap penyisihan ini diadakan test tulis dimana setiap peserta secara individu mengerjakan soal pilihan ganda sebanyak 100 soal dengan total waktu 120 menit dengan materi soal ekonomi islam secara keseluruhan. Setelah babak penyisihan, acara kembali dilanjutkan dengan babak perempat final. Pada tahap ini setiap tim mengerjakan soal dalam bentuk 20 soal isian singkat, dan 10 soal uraian singkat. Setelahnya, 12 tim dengan nilai tertinggi maju ke babak perempat final, semua tim dari Universitas Gunadarma Alhamdulillah berhasil maju ke babak semifinal yang dilaksanakan pada hari kedua.

            Selanjutnya hari kedua (03/03), merupakan puncak dari acara TAC 2020 yang dilanjutkan dengan babak semifinal yaitu lomba cepat tepat. Pada babak ini, 12 tim yang lolos dibagi kedalam 3 ronde, dimana setiap ronde terdiri dari 4 tim yang akan bersaing dalam lomba cepat tepat, untuk selanjutnya terpilih 2 tim dengan skor tertinggi dari setiap ronde untuk maju ke babak final. Dalam babak ini, 3 tim dari Universitas Gunadarma harus bersaing dalam 1 ronde dan 2 tim berhasil maju ke babak final. Maka, 6 tim yang lolos untuk masuk pada babak final berasal dari LIPIA, IPB University, UIN Yogyakarta, IAI Tazkia, dan 2 tim dari Universitas Gunadarma. Pada babak final, setiap tim diberikan studi kasus sesuai dengan tema kegiatan untuk dipresentasikan di depan dewan juri dengan waktu persiapan presentasi sebanyak 45 menit untuk pembuatan presentasi dan 30 menit untuk presentasi. Tim 1 Universitas Gunadarma tampil urutan pertama dengan menyampaikan inovasi yaitu sukuk linked waqf, dimana sukuk yang diterbitkan dapat diwakafkan underlying assetsnya untuk pengembangan dan pembangunan pelabuhan serta fasilitas kemaritiman di Indonesia. Sedangkan Tim 2 Universitas Gunadarma tampil pada urutan terakhir dengan memberikan inovasi berupa penerbitan blue sukuk. Setelah sebelumnya terdapat green sukuk yang diperuntukkan untuk pertanian dan perkebunan, maka blue sukuk adalah sukuk yang diperuntukkan bagi pengembangan dan pembangunan perairan.

Photo Pemenang Juara 3 Tim 1 (Wafa - Anisah Ajeng - Indah Nur) 

            Setelah kompetisi berakhir, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertemakan “Aktivitas Filantropi Islam dalam Mengembangkan Ekonomi dan Akuntansi Syariah di Era 5.0” yang dihadiri oleh Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. selaku Rektor IAI Tazkia. Penyampaian materi seminar ini disampaikan oleh Bapak Drs. H. Ubaidillah Marzuki sebagai Waka 1 Baznas Kabupaten Bogor dan mendapatkan sambutan yang baik dari para mahasiswa serta akademisi yang hadir. Seminar ini diharapkan dapat menambah literasi dan wawasan para peserta mengenai perkembangan ZISWAF beserta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Setelah seminar berakhir acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Olimpiade Akuntansi dan Ekonomi Syariah TAC 2020.

Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma berhasil meraih penghargaan juara 3 yang diraih oleh Tim 1 (Anisah Ajeng Jayanti,  Indah Nur Maulina, Wafa Luthfiyah Azzahra) dan juara harapan 1 yang diraih oleh Tim 2 (Ahmad Maulana, Ali Muhsin, Nadya Salsabila Haqqoni).

Photo Pemenang Juara Harapan 1 Tim 2 (Maulana - Ali - Nadya)

Laporan: Nadya Salsabila Haqqoni dan Wafa Luthfiyah Azzahra.

 

  • 23 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Artikel

“Kapan masa pandemi ini akan berakhir?”, merupakan sebuah pertanyaan yang bahkan para pakar, professor, maupun orang yang ahli dibidang science di dunia ini tidak bisa menjawab secara pasti. Banyak orang yang melakukan spekulasi, prediksi, menghitung dengan algoritma tertentu untuk memastikan bahwa kita benar-benar mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir. Ada yang mengatakan bahwa pandemi ini akan berakhir pada akhir Juli nanti, bahkan ada yang memperkirakan kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun. Dilansir dari laman liputan6.com, juru bicara penanganan Covid-19; Achmad Yurianto, mengatakan bahwa kita harus melaksanakan gaya hidup baru dalam menghadapi virus covid-19. Hal ini akan membuat kita mengalami the new normal; sebuah kehidupan yang tidak akan lagi sama. Dari cara belajar, berbelanja, berinteraksi, bahkan cara sebuah perusahaan menjalankan bisnis.

Dari pernyataan tersebut, kita memiliki 2 pilihan. Yang pertama adalah give up dan yang kedua adalah get up. Pada situasi dan kondisi seperti sekarang ini, tentu kita harus memilih untuk get up, jangan menjadi manusia yang kalah dengan keadaan. Pada masa pandemi ini, ada orang-orang yang mengambil peluang, dan ada pula orang yang tertimbun oleh masalah. Generasi kita adalah generasi yang sangat potensial untuk kemudian get up, yang mana akan menjadi sebuah peluang bagi kita untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan setelah pandemi ini berakhir jika dipersiapkan dari sekarang. Pandemi tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang, tetapi semua orang di dunia. Keputusan untuk bangkit berada di tangan kita masing-masing. Memutuskan untuk terus meratapi keadaan atau mulai mencari peluang dan berubah. Masa pandemi ini diibaratkan seperti roda balap F1, tentu didalam sebuah pertandingan speed menjadi suatu alat ukur. Akan tetapi, apabila tiap mobil tidak berhenti sejenak di pit stop, maka akan menyebabkan kerusakan pada mobil nya atau pembalap yang akan kelelahan, dan bisa juga kehabisan bahan bakar. Kehidupan pun demikian, dimana kita saling bersaing dan semua harus serba cepat. Kini Tuhan sedang memberikan kita waktu untuk berhenti sejenak di pit stop, tetapi berhentinya kita tetap harus produktif, seperti mobil yang diisi kembali bahan bakarnya di pit stop, sehingga ketika itu terjadi proses re-charge.

Banyak orang yang beranggapan bahwa produktif sama dengan sibuk. Semakin sibuk seseorang, maka semakin produktif orang tersebut. Padahal, hal tersebut tidaklah sama. Sibuk merupakan suatu kegiatan yang mendominasi waktu seseorang, dan mungkin keadaan tersebut juga menyebabkan ia tidak hanya mengerjakan satu aktivitas. Sedangkan produktif merupakan kemampuan yang sifatnya menghasilkan bahkan dengan jumlah besar dan mendatangkan manfaat. Kesibukan mampu membuat seseorang tidak bisa fokus pada satu pekerjaan atau biasa di sebut multitasking. Dilansir dari shiftindonesia.com, otak manusia hanya mampu fokus pada satu tugas tertentu. Penelitian dari University of Sussex menunjukkan bahwa multitasking dapat menghambat fungsi otak. Penelitian yang dilakukan oleh Stanford University juga menyebutkan bahwa multitasker memiliki tingkat fokus yang lebih rendah daripada orang yang fokus pada satu pekerjaan. 

“Mengapa kita perlu untuk tetap produktif di tengah pandemi?”, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak produktif di tengah wabah seperti sekarang, apalagi dengan alasan gerakan yang terbatas. Sebab jika tidak produktif, tentu kita akan membuang-buang waktu selama dirumah saja, kemudian akan membuat kita tidak bisa melihat kesempatan yang ada dan akan membuat kualitas hidup yang menurun karena kesulitan untuk tumbuh. Dengan produktif, kita bisa menghasilkan sesuatu lebih banyak, seperti kapasitas diri dan belajar. Kemudian kita dapat menangkap peluang. Dan ketika kondisi sudah kembali normal, kita bisa menghadapi perubahan dan kualitas hidup akan meningkat.

“Apa sih yang bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi produktif?”, terdapat 2 faktor yang dapat mempengaruhi seseorang, yaitu internal dan eksternal. Contoh pengaruh internal adalah fisik, psikis, bakat, usia, karakter, wawasan, motivasi, keahlian, perasaan, mindset, dan perilaku. Kita adalah pemilik dari faktor-faktor ini, maka kita memiliki pilihan untuk give up atau get up. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan hal yang berada di luar kendali kita. Contoh nya adalah lingkungan, pemimpin, bisnis, komunikasi, aturan, politik, keluarga, alam/musibah, dan budaya. Faktor internal yang bisa kita maksimalkan untuk mencapai sebuah goals adalah mindset. Karena mindset merupakan sebuah pondasi bagi setiap manusia. Jika mindset kita sudah benar, tentu akan mempengaruhi perilaku, perasaan, dan wawasan yang kita miliki. Sehingga ketika kita menggunakan mindset tersebut dengan benar, faktor eksternal tersebut tidak akan berpengaruh banyak kepada diri kita. “Maka mindset apa yang perlu saya tanamkan dalam diri agar tetap produktif?”, dilihat dari kondisi saat ini, banyak orang yang belum bertindak bukan karena tidak mengetahui caranya, melainkan tidak mau. Karena sesungguhnya akses di zaman sekarang cukup mudah bagi kita untuk terkoneksi dengan dunia luar meski kita sedang dalam keadaan lockdown. Mereka yang menemukan cara adalah mereka yang didahului oleh mindset yang tepat. Maka, mindset yang diperlukan adalah melihat kondisi saat ini sebagai kondisi normal yang baru. Kemudian fokus untuk menciptakan berbagai kemungkinan di masa depan dan melihat diri sendiri sebagai seorang pemenang. Karena pandemi tidak bisa kita jadikan sebagai hambatan, melainkan sebuah potensi atau kesempatan untuk terus tumbuh dan berkembang.

Penulis: Dian Ayu Safitri

Sumber:

  • 20 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

[UNDANGAN TERBUKA]⁣⁣
Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan,⁣⁣
DISKUSI EKONOMI SYARIAH
"Perbankan Syariah dan Pasar Modal Syariah"⁣⁣
InsyaAllah, diskusi akan diselenggarakan dalam 2 rangkaian pada:⁣⁣
- Hari, Tanggal: Ahad, 28 Juni 2020⁣⁣
- Waktu: 09.00 s.d. 15.00 WIB⁣⁣
- Media: Zoom Cloud Meetings⁣⁣
- Sesi 1 | 09.00 s.d. 11.00 WIB⁣⁣
"Perbankan Syariah"⁣⁣
-Sesi 2 | 13.00 s.d. 15.00 WIB⁣⁣
"Pasar Modal Syariah"⁣⁣
- Fasilitas: E-Sertifikat dan E-Modul⁣⁣
⁣⁣Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM dengan KUOTA TERBATAS!!!⁣⁣
⁣⁣Yuk segera!⁣⁣
Tunggu apa lagi? Dapatkan wawasan luas bersama kami dan daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/des3⁣⁣
Narahubung:⁣⁣
- Laki-Laki (0859-2141-3060⁣)⁣
- Perempuan (0859-4132-4054⁣)⁣
Our Social Media:⁣⁣
- Whatsapp: 0857 1571 4157⁣⁣
- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF⁣⁣
- Fb, Youtube & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma⁣⁣
Website: shariaeconomicforum.org⁣⁣
© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA

  • 18 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Why should Indonesia prepare for the Global Uncertainty Era?⁣

Does Islamic Economic could be the answer?⁣

Sharia Economic Forum (SEF) proudly present the Biggest Annual Event at Gunadarma University, Indonesia⁣

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2020 

Grand Theme:⁣
“Enhancing National Economic Resilience through Islamic Political Economy in the Era of Global Uncertainty 2020"⁣

Our Agenda:⁣
1. International Seminars⁣
2. National Seminars⁣
3. Student Conference⁣
4. National Islamic Economic Olympiad⁣
5. National Video Competition⁣

This Event will be held on:⁣
Date: 14th-18th July, 2020⁣
Virtual Media: Zoom Cloud Meetings⁣

Keynote Speakers and Speakers:⁣
▪ M. Anwar Bashori, S.E., M.Phil.*⁣
▪ Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A.⁣
▪ Faisal Basri, S.E., M.A.⁣
▪️ Hamid Rashid⁣
▪ And many more speakers⁣
*Keynote Speakers and Speakers are on Confirmation⁣

Facilities:⁣
Certificate, Seminar kit, etc.⁣

Contact Persons:⁣
0899 6610 003 (Male)⁣
0838 9881 1099 (Female)⁣

For further information visit us on:⁣
gsent.shariaeconomicforum.org
__________⁣

© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA

  • 16 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

[INFO GSENT 2020]⁣⁣
Dengan segala hormat, Kami selaku panitia Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 menyampaikan bahwa pelaksanaan GSENT 2020 yang semula diadakan secara offline/tatap muka dialihkan secara online/daring.⁣⁣
InsyaAllah acara akan dilaksanakan pada:⁣⁣
Hari, Tanggal: Selasa-Sabtu, 14-18 Juli 2020⁣⁣
Waktu: 09.00-12.00/13.00-16.00 WIB⁣⁣
Media Virtual: Zoom Cloud Meetings⁣⁣
⁣⁣Oleh karena itu, berikut Kami lampirkan Surat Edaran mengenai pelaksanaan GSENT 2020 secara online:⁣⁣
⁣⁣sef.or.id/pelaksanaangsent2020
⁣⁣Perubahan tersebut ditujukan sebagai bentuk langkah konkret pencegahan penularan COVID-19 demi mengutamakan kesehatan seluruh pihak yang berkontribusi.⁣⁣
⁣⁣Dimohon kepada peserta GSENT untuk melihat ketentuan yang tertera di dalam Surat Edaran tersebut. Atas perhatian dan pengertiannya, Kami mengucapkan terima kasih.⁣⁣
Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan acara ini akan diberitahukan melalui akun official @ksei_sef dan website gsent.shariaeconomicforum.org

 

  • 9 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Open Recruitment

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

WE'RE HIRING

Halo Mahasiswa Hebat!⁣⁣⁣
Pernah merasa gak kalau belajar di kelas aja gak bisa buat kamu explore pengalaman? Terus sekarang kamu sadar dan ingin lebih kontributif serta bermanfaat untuk masyarakat? Tapi merasa insecure karena kemampuan diri sendiri yang masih minim?⁣⁣⁣
⁣⁣⁣Jika kamu merasa demikian, ada kabar baik loh! Keluarga Besar Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan Open Recruitment SEF Calon Pengurus Muda 2020/2021.⁣⁣⁣
Networking? Collaboration? Knowledge? Adaptive and New Experience?⁣⁣⁣
You Will Get It All at SEF!⁣⁣⁣

⁣⁣⁣Kesempatan ini terbuka lebar untuk kamu mahasiswa tingkat 1 dan 2 Universitas Gunadarma yang ingin menjadi mahasiswa unggul dengan segudang manfaat.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣Persiapkan dirimu untuk menjadi bagian dari Sharia Economic Forum (SEF)!⁣⁣⁣
⁣⁣⁣Daftarkan dirimu sekarang melalui link:⁣⁣⁣
sef.or.id/openrecruitment⁣⁣⁣
⁣⁣⁣Batas Pendaftaran sampai Sabtu, 11 Juli 2020 - Pukul 21.00 WIB⁣⁣⁣
⁣⁣⁣LET'S BE PART OF OUR FAMILY AND CREATE THE BRIGHT FUTURE WITH US!⁣⁣⁣
Our Social Media:⁣⁣⁣
- WhatsApp: 0857 1571 4157⁣⁣⁣
- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF⁣⁣⁣
- Fb, Youtube & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma⁣⁣⁣
- Website: www.shariaeconomicforum.org⁣⁣⁣

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • 3 Jun 2020

  • 0 Comments

  • Social Project

Alhamdulillah, SEF pada 22 Mei 2020 telah menyalurkan dana sosial yang terkumpul dalam program Ramadan Berbagi berupa uang tunai untuk operasional Rumah Yatim Piatu Yayasan Darul Aitam Al-Asyari dan 80 paket sembako berupa bahan pokok yang diberikan kepada Masyarakat yang membutuhkan di Kampung Gedong, Depok, Jawa Barat.⁣

Jazakumullahu khairan kepada para Donatur yang telah memberikan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudari kita yang membutuhkan.⁣

Semoga dapat menjadi pahala dan amal jariyah untuk kita semua.

  • 27 May 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

Jakarta - Wacana pembentukan bank khusus investasi syariah atau Islamic Investment Bank (IIB) masih bergulir. Bank tersebut diharapkan menjadi bagian pendukung investasi berdampak.

Lalu apakah sebetulnya IIB itu ? Portfolio Manager, Public-Private Partnership Islamic Development Bank (IDB) Muhammad Imaduddin menjelaskan, IIB menekankan pada konsep bank investasi secara syariah.

“Berbeda dengan bank komersial yang menghimpun dana masyarakat dan meyalurkan kembali ke masyarakat, IIB lebih fokus pada penghimpunan dana dari investor yang spesifik, seperti perusahaan, pemerintah maupun investment funds untuk disalurkan dalam bentuk permodalan pada suatu sektor bisnis,” jelasnya menegaskan kepada Sharianews.com.

Penyaluran IIB lebih menekankan pada modal langsung ke suatu perusahaan atau melalui perantara fund manager melalui konsep fund management. Keuntungan yang didapat dari pembagian dividen, biaya konsultasi dan jasa, maupun dari hasil menjual equity asset kepada investor lainnya.

Dari sisi penyaluran, IIB umumnya berfokus pada equity financing. Selain itu IIB juga memiliki produk konsultasi dan penelitian yang berfungsi memberikan masukan dan analisa mendalam pada investor atau pihak ketiga lainnya atas suatu transaksi bisnis dan keputusan investasi seperti penggabungan, akuisisi, penawaran saham perdana, private offering, restrukturisasi, dan lainnya. Kemudian, atas jasa tersebut, IIB akan mendapatkan ujrah atau fee.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo menyampaikan bank ini akan berfokus menyusun struktur pembiayaan syariah untuk proyek infrastruktur, termasuk pembiayaan melalui pasar modal dan sindikasi dengan perbankan syariah. IIB direncanakan akan didirikan bersama IDB ditangani oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Sumber: Sharianews.com