Publikasi

  • 2 Apr 2020

  • 0 Comments

  • SEF TALK

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo apa kabar rekan sekalian? Ada hal menarik lho untuk menemani kalian yang lagi #dirumahaja.

SEF Talk hadir bersama ISEFID dan mengajak kalian berdiskusi mengenai:"

Polemik Praktik Inklusi Keuangan Syariah: Sudahkah Sesuai Harapan?"

SEF Talk kali ini akan dihadiri oleh Bapak Jamil Abbas, B.Com., M.B.A. Kepala Divisi Keuangan Inklusif Syariah, KNEKS selaku pembicara dan akan dimoderatori oleh Saudara Zaki Ilhaam Muhammad selaku Ketua KSEI SEF Gunadarma periode 2019/2020.

IInsyaAllah, akan dilaksanakan pada:

- Hari, Tanggal: Sabtu, 04 April 2020
- Waktu: 19.30 s.d. 21.00 WIB
- Media Virtual: Zoom

GRATIS dan terbuka untuk UMUM dengan KUOTA TERBATAS, yuk simak keseruan diskusinya!

Link pendaftaran:
sef.or.id/daftarseftalk1

Narahubung:
0813-2620-1000 (Rezaldi)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • 30 Mar 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

JAKARTA -- Dompet Dhuafa terus menggalang wakaf untuk mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Penggalangan wakaf juga Dompet Dhuafa lakukan bersama berbagai instansi, termasuk dengan menggandeng Forum Silahturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).

General Manager Wakaf Dompet Dhuafa Bobby Manullang menjelaskan, sinergi ini diharapkan dapat membuat penghimpunan wakaf semakin lancar. Nilai penghimpunan wakaf bersama FoSSEI masih kisaran jutaan rupiah. 

"Kita lihat Fossei segmentasinya mahasiswa, jadi lebih ditekankan nominal yang terjangkau," kata Bobby saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (29/3).

Dompet Dhuafa membiarkan dinamika wakaf berbasis muwakif individu di FoSSEI. Jumlah yang terkumpul bersama Fossei juga akan Dompet Dhuafa komunikasikan kepada pengurus Fossei. "Nanti dananya mau dibelikan satu ventilator atau bagaimana," ungkap Bobby.

Kerja sama tersebut akan berjalan sesuai waktu penetapan gawat darurat virus corona oleh pemerintah. "Kan sampai Mei, tapi kalau diperpanjang ya nanti kita bicarakan lagi," ujar Bobby.

Secara keseluruhan, program wakaf penanganan Covid-19 ini difokuskan pada tiga hal yakni pembangunan Rumah Sakit (RS) darurat, alat kesehatan, serta ventilator. Sementara, dana dari zakat, infak, dan sedekah Dompet Dhuafa difokuskan pada pelayanana medis. Sejak program wakaf ini dimulai pada sekitar 10 Maret lalu, sudah hampir Rp 1 miliar dana wakaf terkumpul.

Sumber: Republika.co.id

  • 18 Mar 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

[INFO GSENT 2020]

Dengan segala hormat, Kami selaku panitia Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh partisipan bahwa pelaksanaan GSENT 2020 ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. .
Penundaan dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, berikut kami lampirkan Surat Edaran mengenai penundaan pelaksanaan GSENT 2020:
sef.or.id/suratedarangsent

Dimohon kepada seluruh partisipan GSENT untuk membaca dan menerapkan anjuran yang tertera dalam Surat Edaran tersebut.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan saudara/i. Atas perhatian dan pengertiannya kami mengucapkan terima kasih. Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan acara ini akan diberitahukan melalui akun Instagram official @gsent_sef@ksei_sef dan website gsent.shariaeconomicforum.org.

  • 23 Feb 2020

  • 0 Comments

  • Aktualisasi Ekonomi Syariah

[UNDANGAN TERBUKA]

Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mencatat pada semester 1 tahun 2019 tingkat kemiskinan mencapai 9,41 persen. Angka ini lebih rendah sebanyak 0,41 persen dibandingkan tingkat kemiskinan pada tahun 2018 di semester yang sama.

Meski angka kemiskinan di Indonesia berkurang dari tahun ke tahun, namun jurang kesenjangan masih tetap ada dan semakin melebar. Persoalan ini menjadi tugas kita bersama yang wajib untuk diselesaikan.

Ekonomi Syariah lahir sebagai sistem yang humanis, peduli terhadap masalah kemiskinan dan kesenjangan. Kewajiban terhadap sesama manusia terkukuhkan dalam zakat dan wakaf. Kedua instrumen tersebut merupakan lokomotif penting dalam pergerakan ekonomi syariah yang mampu menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan,

DISKUSI EKONOMI SYARIAH

"Zakat dan Wakaf"

Diskusi Ekonomi Syariah (DES) merupakan wadah untuk berdiskusi yang tepat dalam menambah wawasan seputar Ekonomi Syariah yang meliputi 2 rangkaian diskusi.

InsyaAllah, diselenggarakan pada:

- Hari, Tanggal: Sabtu, 07 Maret 2020

- Waktu: 08.30 s.d. 16.00 WIB

- Tempat: Ruang D461, Universitas Gunadarma Kampus D, Jl. Margonda Raya No. 100, Depok, Jawa Barat

- Sesi 1 | 08.30 s.d. 12.00 WIB

"Zakat"

- Sesi 2 | 12.30 s.d. 16.00 WIB

"Wakaf"

Fasilitas: E-Sertifikat, E-Modul dan Snack

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM dengan KUOTA TERBATAS!!!

Yuk segera!

Tunggu apa lagi? Dapatkan wawasan yang lebih luas bersama kami dan daftarkan dirimu sekarang juga di sef.or.id/des2

Narahubung:

- Laki-Laki 0859-2141-3060

- Perempuan 0859-4132-4054

© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA

  • 9 Feb 2020

  • 0 Comments

  • Berita Eksyar

JAKARTA -- Pengusaha nasional Sandiaga Uno mengatakan Gerakan Bank Infaq merupakan terobosan yang inovatif dan menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

"Sudah banyak teladan suksesnya, seperti Jogokarian dan grameen Bank," kata Sandiaga Uno dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (7/2) malam.

Selama ini, menurut dia, banyak masyarakat yang ingin mengembangkan usaha tetapi terkendala permodalan. Karena akses keuangan yang minim, mereka akhirnya terjerat pada pinjaman rentenir yang mencekik.

Ia menambahkan kehadiran Bank Infaq membantu pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usaha mereka tanpa khawatir terjerat cekikan bunga rentenir. "Bank Infaq juga membantu mereka terhindar dari rentenir digital yang kini marak," ujarnya.

Sandi mengatakan, Gerakan Bank Infaq ini berbasis komunitas di perumahan, masjid-Masjid, kelompok masyarakat dan majelis-majelis taklim. Gerakan ini mengelola infaq dengan memanfaatkan teknologi digital.

Di era modern, menurut Sandiaga, infaq makin diterima. Apalagi, saat ini banyak financial technology (fintech) yang memiliki platform urun dana (crowdfunding) yang pasarnya bisa mencapai Rp 75 triliun.

"Kita bisa sempat kumpulkan Rp396 miliar," ucap Sandi. Ia meyakini Gerakan Bank Infaq dapat menjadi solusi di tengah sulitnya akses masyarakat, terutama UMKM, ke permodalan. "Insya Allah jadi solusi," ujarnya.
Sejak 10 bulan didirikan, Sandi menyebut sudah berdiri sebanyak 34 Bank Infaq. Sebanyak 27 di antaranya sudah beroperasi dan menebar manfaat pinjaman ke 258 sahabat Infaq."Infaq kita insya Allah tumbuhkan manfaat, nyata ciptakan perubahan," tutur Sandi.

Sumber: Republika.co.id

  • 2 Feb 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

Why should Indonesia prepare for the Global Uncertainty Era?

Does Islamic Economic could be the answer?

Sharia Economic Forum (SEF) proudly present the Biggest Annual Event at Gunadarma University, Indonesia

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2020

Grand Theme:
“Enhancing National Economic Resilience through Islamic Political Economy in the Era of Global Uncertainty 2020"

Our Agenda:
1. International Seminars
2. National Seminars
3. Student Conference
4. National Islamic Economic Olympiad
5. National Video Competition

This Event will be held on:
Date: March 31st-April 04th, 2020
Venue: Gunadarma University Common Hall, St. Margonda Raya No. 100, Depok, West Java, Indonesia

Keynote Speakers and Speakers:
▪ Dr. Dadang Muljawan, Ph.D.
▪ Sandiaga Salahuddin Uno, B.A., M.B.A*
▪ Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A.
▪ Hamid Rashid*
▪ And many more speakers

*Keynote Speakers and Speakers are on Confirmation

Facilities:
Certificate, Seminar kit, Snack, etc.

Don't Think Twice, Register Yourself at:
Gunadarma's Student:
sef.or.id/pendaftarangsent2020
Public: 
sef.or.id/daftargsent2020

Contact Persons:
0899 6610 003 (Male)
0838 9881 1099 (Female)

Stay close with us at:
@ksei_sef @gsent_sef 
__________
Our Social Media:
- Whatsapp: 0857 1571 4157
-Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF
-Fb & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma
-Website: sharia.economicforum.org

  • 30 Jan 2020

  • 0 Comments

  • Video Competition

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma Proudly Presents 

VIDEO COMPETITION - Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 

Tema:
Say No to Islamophobia!

- Tanggal Penting:
1. Batas akhir pendaftaran: 10 Maret 2020
2. Publikasi video & pengumpulan link: 10-17 Maret 2020
3. Penilaian video: 18-25 Maret 2020
4. Pengumuman secara resmi di website & sosial media SEF: 27 Maret 2020
5. Pemberian hadiah: 04 April 2020

- Syarat & Ketentuan:
1. Peserta bersifat umum
2. Setiap tim terdiri dari 2-5 orang peserta
3. Setiap tim dapat mengirimkan maksimal 2 karya terbaiknya
4. Logo GSENT, SEF, formulir dan booklet dapat didownload melalui link sef.or.id/vidcom2020
5. Formulir yang telah diisi dikirimkan ke email gsent@sef.or.id beserta scan KTM atau KTP dalam
bentuk File Attachment
6. Publikasi video dilakukan melalui akun Youtube dan Instagram
7. Setiap peserta wajib untuk follow akun Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube KSEI SEF
Universitas Gunadarma
8. Video akan menjadi hak milik panitia dengan tetap mencantumkan nama pembuat video

- Hadiah:
Juara 1: Uang tunai Rp 1.000.000,- + Medali + Sertifikat
Juara 2: Uang tunai Rp 500.000,- + Medali + Sertifikat

Lomba ini GRATIS!

Jadi tunggu apa lagi? Daftarkan karya terbaik dari video kreatifmu, mari berkontribusi dan jadilah
pemenang!

- Narahubung:
0813 2620 1000

Be Creative and Show Your Masterpiece

Stay close with us at: @gsent_sef
@ksei_sef

For further information visit us on
gsent.shariaeconomicforum.org

Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
__________

Our Social Media:

- Whatsapp: 0857 1571 4157

- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF

- Fb & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma

__________

© KSEI SEF UNIVERSITAS GUNADARMA

  • 18 Jan 2020

  • 0 Comments

  • Olympiad

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma mempersembahkan Perhelatan Akbar!!!

NATIONAL ISLAMIC ECONOMIC OLYMPIAD 2020

Jadikan tahun 2020 sebagai tahun KEBANGGAAN kamu dan Kampus-mu!

National Islamic Economic Olympiad Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 "Reviving the Islamic Economics to Preserve the National Defense in Global Uncertainty Era"

- Persyaratan:

1. Peserta merupakan mahasiswa/i aktif jenjang D3 atau S1 se-Indonesia

2. Peserta adalah tim yang terdiri dari 3 orang (diperbolehkan berbeda fakultas)

3. Seluruh peserta wajib mengikuti proses seleksi

- Tanggal Penting:

1. Batas akhir pendaftaran: 10 Februari 2020

2. Pengiriman berkas & softcopy essay: 10 Februari 2020

3. Online Test: 18 Februari 2020

4. Pengumuman Semi Finalis: 2 Maret 2020

5. Semi Final: 2-3 April 2020

6. Final: 4 April 2020

- Pendaftaran:

1. Pendaftaran GRATIS

2. Peserta dapat mengunduh formulir pendaftaran dan booklet melalui link sef.or.id/olympiadgsent2020

3. Peserta mengirimkan formulir via email gsent@sef.or.id

- Hadiah:

1. Juara 1: Rp 5.000.000,- Trofi Tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan

2. Juara 2: Rp 3.000.000,- Trofi Tetap, Medali, dan Sertifikat Penghargaan

- Narahubung:

0813 2620 1000 (Laki-laki)

0896 1452 1667 (Perempuan)

Stay close with us at: @gsent_sef @ksei_sef

For further information visit us on

gsent.shariaeconomicforum.org

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Our Social Media:

- Whatsapp: 0857 1571 4157

- Twitter/Line/IG: @KSEI_SEF

- Fb & LinkedIn: KSEI SEF Gunadarma

  • 13 Jan 2020

  • 0 Comments

  • Seminar GSENT

We're excited to announce the glorious event of Sharia Economic Forum.

GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT 2020!!

Coming up to you in this March!

Turning ideas into action with our agenda:

- National Seminars

- International Seminars

- National Islamic Economic Olympiad

- National Video Competition

- Student Conference

Stay close with us at: @gsent_sef

For further information, visit us on gsent.shariaeconomicforum.org

  • 2 Jan 2020

  • 0 Comments

  • Artikel

            Zakat merupakan salah satu instrumen dari filantropi ekonomi Islam. Namun, jika kita telisik makna dari firman Allah QS. At-Taubah ayat 103 yang artinya nya adalah “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka...” apabila kita pahami makna dari ayat tersebut bahwasannya zakat ini bersifat wajib yang harus di pungut oleh para Ulil Amri dalam sebuah negara. Zakat sendiri dibagi menjadi dua yakni, Zakat Fitrah yang dikeluarkan sebelum shalat Ied pada bulan Ramadhan dan Zakat Mal atau zakat harta.

            Fenomena kemiskinan tidak pernah lepas menjadi permasalahan dalam sebuah negara di seluruh peradaban umat manusia. Padahal, seharusnya negara lah yang menjamin kesejahteraan hidup masyarakatnya. Permasalahan ini sedikit demi sedikit bisa di minimalisir apabila perputaran ekonomi atau velocity itu dapat berjalan dengan baik. Harta tidak hanya berputar diantara orang-orang kaya saja, namun harus diberikan atau disedekahkan kepada orang yang membutuhkan seperti tercantum pada QS. Al-Hasyr ayat 7.

            Apakah zakat bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadi solusi bagi permasalahan kemiskinan? Zakat dalam ekonomi Islam sejatinya tidak dirancang hanya sebagai instrumen keagamaan, namun juga instrumen keuangan yang dapat dikelola dan di retribusi untuk mendorong produktivitas perekonomian dan konsumtif rumah tangga. Zakat bisa difungsikan sebagai kebijakan fiskal oleh pemerintah. Di Indonesia, praktik zakat yang diterapkan oleh Lembaga Amil Zakat besar, dimana dana zakat dan dana sosial lainnya seperti wakaf, infaq dan sedekah digunakan untuk peningkatan fungsi alokasi pemerintah seperti pembangunan sekolah dan rumah sakit yang layanannya di gratiskan kepada masyarakat fakir dan miskin.

            Faktanya, dana zakat yang mempunyai potensi sebesar 200 triliun menurut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), namun hanya 8,1 triliun yang terhimpun. Hal ini sangat disayangkan melihat mayoritas penduduk di Indonesia mayoritas merupakan muslim. Zakat bisa dijadikan sebagai solusi dalam upaya pengentasan kemiskinan karena zakat dikenakan pada basis yang luas dan meliputi berbagai aktivitas perekonomian. Zakat tidak hanya dikenakan pada penghasilan dari sektor jasa, namun juga pada sektor-sektor perekonomian yang lebih luas seperti pertanian, peternakan, pertambangan, perikanan, dan lain sebagainya. Gagasan terbaru yang dibuat oleh BAZNAS yakni Zakatnomics adalah sebuah konsep untuk memajukan ekonomi masyarakat melalui zakat. “Konsep ini didefinisikan sebagai kesadaran untuk membangun tatanan ekonomu baru untuk mencapai kebahagiaan, keseimbangan kehidupan dan kemuliaan manusia yang didasari dari semangat dan nilai-nilai Islami melalui zakat” menurut Prof Ahmad Satori Ismail, Anggota BAZNAS.

            Zakat tidak hanya difungsikan sebagai pemenuhan konsumtif bagi para mustahiq, zakat juga dapat mendorong ekonomi yang produktif. Semua tujuan dari ekonomi Islam adalah kemaslahatan umat atau kesejahteraan manusia di dalamnya sehingga dapat terjaganya Maqashid Syariah, yakni hifdzu dien (agama), hifdzu nafs (jiwa), hifdzu aql (akal), hifdzu nasl (keturunan) dan hifdzu maal (harta). Dalam kaitannya dengan Zakatnomics, pemeliharaan terhadap Maqashid syariah merupakan tujuan yang dapat dicapai.

            Dalam hal perlindungan terhadap aspek Dien atau agama, perekonomian yang dibangun melalui Zakatnomics menempatkan zakat sebagai salah satu instrumen penting dan utama dalam perekonomian, mengingat zakat merupakan rukun Islam yang ketiga. Hal ini membuktikan bahwa di dalam agama besar kaitannya dengan perekonomian. Dalam perlindungan terhadap aspek Nafs atau jiwa, zakatnomics bertujuan untuk memenuhi kebutuhan primer dari setiap manusia, sehingga setelah terpenuhinya kebutuhan primer seperti pangan akan menimbulkan jiwa yang positif. Dalam perlindungan terhadap aspek Aql atau Akal, mekanisme dari zakatnomics adalah dengan mengentaskan kemiskinan yang dicapai salah satunya adalah melalui pendidikan, apabila mustahiq memiliki aksesibilitas untuk menempuh pendidikan akan dapat mendorong dirinya untuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Dalam perlindungan terhadap aspek Nasl atau keturunan, zakat memiliki fungsi tidak langsung pada aspek ini, karena pada dasarnya zakat diberikan untuk rumah tangga dan keluarga saat ini. Namun demikian, zakatnomics diharapkan dapat mendukung program-program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat saat ini dan saat yang akan datang. Adapun zakat merupakan instrumen utama dalam perlindungan terhadap aspek Maal atau harta, yakni kebijakan ekonomi dengan mengutamakan economic welfare dapat diwujudkan melalui zakat. Dalam perspektif zakatnomics, indikator-indikator yang dijadikan sebagai acuan untuk memperbaiki perekonomian masyarakat adalah dengan memperhatikan harta yang kita dapat berasal darimana dan harta yang kita keluarkan digunakan untuk apa.

            Pada perspektif zakatnomics, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diarahkan berfokus pada keadilan distribusi kekayaan yakni melalui zakat. Hal ini karena zakat memberikan kesempatan bagi semua orang untuk merasakan kesejahteraan melalui ekonomi dalam hidupnya. Konsep zakatnomics juga menekankan pada instrumen keuangan tanpa adanya salah satu pihak yang dirugikan.

            Zakatnomics merujuk pada nilai-nilai dari zakat itu sendiri. Berdasarkan definisinya, terdapat empat nilai yang akan dibangun oleh zakatnomics untuk dapat diimplementasikan dalam pembangunan ekonomi yang tujuannya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat (Purwakananta, 2018), yakni:

1.   Semangat Ketakwaan

Nilai yang dibangun melalui zakatnomics salah satunya adalah ketakwaan melalui nilai-nilai agama dalam peningkatan perekonomian. Nilai-nilai yang dimaksudkan adalah berbagi, kepedulian, saling tolong-menolong, keadilan dan menghindari keserakahan dan materialisme.

2.   Production Revolution/Budaya Produksi

Selain zakat yang dapat difungsikan sebagai pemenuhan kebutuhan konsumtif, zakat juga dapat mendorong seseorang untuk produktif dan menghindari sifat konsumerisme. Semangat produksi yang dimaksudkan adalah untuk memaksimumkan maslahah. Zakat yang dikeluarkan untuk mustahiq selain dapat digunakan untuk konsumsi juga dapat mendorong mustahiq untuk mandiri.

3.   Fair Economic/Perekonomian yang Adil

Zakat sebagai fungsinya berupaya untuk meredistribusi pendapatan dari sekelompok yang kaya kepada sekelompok masyarakat yang miskin. Sebagai implementasinya, zakatnomics ini menerapkan fair economic sebagai pilar yang tidak hanya dicerminkan oleh perintah zakat dan sedekah secara umum, namun juga larangan-larangan dalam transaksi perekonomian yang dapat menghalangi keadilan seperti maysir, gharar, riba dan tadlis.

4.   Zakat Implementation/Implementasi Zakat

Implementasi zakat yang disandingkan dengan instrumen filantropi lainnya yakni Infaq, Sedekah dan Wakaf adalah berbagi dan menolong sesama dalam kehidupan perekonomian. Dengan implementasi dari dana zakat khususnya, diharapkan pembangunan ekonomi akan tersebar secara merata dan adil.

Untuk mewujudkan empat nilai diatas, hal utama yang harus diperhatikan adalah pengentasan kemiskinan. Karena masalah kemiskinan merupakan masalah mendasar dari perekonomian. Hal ini penting karena pada akhirnya tujuan yang ingin dicapai dari zakatnomics ini adalah kesejahteraan (maslahah) dari seluruh lapisan masyarakat. Konsep ini sejalan dengan zakat yang sering dikaitkan dengan solusi dari pengentasan kemiskinan. Zakatnomics sebagai salah satu perspektif dari pengimplementasian zakat dan implikasinya terhadap pengentasan kemiskinan. Dimana skema pengentasan kemiskinan dalam zakatnomics terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus perhatian, yaitu aspek ekonomi melalui penguatan dan kemandirian ekonomi mustahiq, aspek sosial melalui zakat yang merupakan pemenuhan aspek mendasar dalam kehidupan dan aspek advokasi melalui pengentasan kemiskinan yang merupakan upaya pembelaan hak-hak dari para mustahiq.

Sumber:

Book Publications Puskas Baznas 2019. Zakatnomics: Kajian Konsep Dasar. https://drive.google.com/file/d/1gXZAoMG1Vz5nUfTQexHIfLK8vSPja3K0/view

Republika.co.id. Baznas Gagas Zakatnomics. https://republika.co.id/berita/q2shxg423/baznas-gagas-zakatnomics

Penulis: Anisah Ajeng Jayanti